2/27/2008

Menantang Realita, Mengadili Tuhan

Wahai Tuhan...
Katanya Engkaulah Sang Maha Tahu & Maha Berkata
Katanya Engkaulah Sang Penguasa Abadi Alam Jagad Raya

Sebagai seorang produser, sutradara sekaligus editor dunia
Lihatlah keadaan dunia yang kau ciptakan ini
Realita yang terjadi disini sungguh memilukan
Bahkan mungkin sudah melenceng jauh dari skenariomu
Ataukah jalan ceritanya memang seperti ini?

Manusia-manusia yang Kau lahirkan ke muka bumi ini
Penghuni dunia yang Kau rancang sedemikian sempurna
Ternyata bukanlah manusia yang mempunyai rasa manusiawi
Sebagian dari mereka, entah mayoritas atau minoritas
Telah terserang oleh virus kenikmatan duniawi
Layaknya kanker paru-paru yang sudah stadium IV

Wahai Tuhan...
Apakah Kau tahu?
Moralitas, akal bahkan nurani adalah 'barang langka' disini
Atau bisa dibilang 'barang mewah' yang sungguh selangit harganya
Kemanusiaan pun seakan-akan bukanlah prioritas utama lagi

Dan apakah Kau juga tahu?
Busuknya ambisi & obsesi para predator dunia
Semakin menambah penderitaan manusia ciptaan-Mu ini
Saling berperang satu sama lain atas nama-Mu
Saling membunuh sesama atas nama-Mu
Saling menindas sesama atas nama-Mu

Kenapa mereka yang mengaku menyembah-Mu
Kenapa mereka yang katanya adalah para penganut setia-Mu
Ternyata malah mereka yang berperang, mengebom, menindas & membenci sesama?
Kenapa Tuhan? Kenapa?

Apakah Kau tidak marah atas semua itu?
Melihat kenyataan bahwa Kau hanyalah simbol ritual belaka bagi mereka
Hanyalah sebagai status sosial yang mengangkat harga diri mereka
Apakah Kau tidak kesal atas semua itu?

Kekerasan & kejahatan, ketamakan & kebusukan
Muslihat & tipu daya, rekayasa & kebohongan
Bagaikan lembaran episode film yang tidak ada endingnya
Bersambung & terus saja bersambung
Apakah Kau tidak bosan dengan semua ini?

Kenapa semua ini? Kenapa Tuhan?
Apakah Kau memang tidak berperan dalam moralitas ruang publik?
Apakah memang benar bahwa Kau absen dalam perbuatan keseharian manusia?
Ataukah manusia yang kurang menghormati & menghargai-Mu?
Ataukah manusia yang kurang menyerap nilai-nilai moralitas sehingga absen

dalam perbuatan kesehariannya?

Wahai Tuhan...
Aku memang bukan sosok manusia yang suci & sempurna dihadapan-Mu
Aku juga bukanlah seorang hamba pengikut setia-Mu
Yang selalu patuh & tunduk kepada semua perintah-Mu
Aku hanyalah manusia yang kurang bersyukur dihadapan-Mu
Aku hanyalah ciptaan-Mu yang hanya bisa minta & terus meminta
Mungkin aku juga bukan manusia yang layak
Untuk Kau masukkan dalam daftar penghuni Surga-Mu
Terlalu banyak dosa yang mengalir dalam darahku

Tapi jikapun Kau lemparkan aku ke dalam Neraka-Mu
Lemparkanlah aku kesana bersama mereka-mereka
Para keparat dunia yang selalu membuat saudara-saudaraku marah & menderita
Agar aku bisa tertawa mendengar jeritan & tangisan mereka
Agar aku bisa bahagia melihat penderitaan mereka
Penderitaan yang tak pernah mereka rasakan didunia

(Gresik, 29 Des '07)

No comments: