Showing posts with label Sketsa Imajiner. Show all posts
Showing posts with label Sketsa Imajiner. Show all posts

1/31/2010

Manuskrip Bahagia


I

Dimana langit sesak dengan irama musik
Tanpa dawai dan jemari yang memetik
Kedamaian dan perih rasa sakit
Mendapati eksistensinya di tiap jiwajiwa yang menyala

Suka duka berbaur bersama
Sirna bersama gelora gerimis menebar dingin
Dan ruangruang hampa
Kembali terisi oleh isak tangis rengekan gelak tawa

Saat aroma matahari tertiup bersama angin
Mengebiri jantungjantung keserakahan
Dan memenjarakan penkhianatan riwayat peradaban
Yang akan menjelma menjadi histori harmoni

II

Mendung penyesalan
Mendapati dirinya sendiri teronggok busuk di liang penghakiman
Dan menuai badai kehancuran

Ketika lentera dimensi hati
Menemukan makna renungan disela persetubuhan
Yang merayap dan membasahi getar nyali
Dengan manimani gairah imajinasi

Dan disanalah putus asa hanya akan berbaris serupa nisan usang
Mati tercampakkan
Karena tiap raga yang bernyawa
Tak lagi perlu diziarahi tamutamu yang bernama kekalahan

III

Siang dan malam serasa satu
Dan tiap pintupintu rela terbuka untuk pengelana yang tersesat
Membuang dan mengubur sunyi sendiri
Masingmasing menepi ke dalam tidur berselimut birahi

Tak ada lagi berisik ratapan
Yang menggoda amarah atau ciprat genangan darah
Di setiap pinggiran jalan
Atau di tikungan kelam pojokan perempatan
Yang menggantung harapan
Dan menghanguskannya dengan letup kebencian

IV

Congkak air mata akan menghapus kesedihannya sendiri
Menelan hembusan napas riang
Dan tak lagi mengisyaratkan perih yang meradang

Dimana kita tak perlu lagi berilusi
Karena imaji telah menemukan iluminasinya sendiri

Tak ada lagi yang serasa pasrah serasa mati
Semua hidup, semua bermimpi!

: Malang, 8 Juni 09

Prosa Anatomia


- Mata -


Tak sekejap aku menerawang kehidupan
Disana aku mengukir kenangan indah ataupun kelam
Disana juga aku merekam masa depan
Yang berputar pelan, teratur dan bersambung perlahan
Meremukkan, memilin dan memelintir episode cinta dan gairah
Kujamah tiap helai peluh yang semakin memerah
Aku menatap kesedihan dan kebahagiaan, dimana keduanya sulit untuk kuabaikan
Aku melihatnya
Senja indah yang terpuruk manja diselasela kekalahan jiwa yang memberontak
Dan mengingatkanku pada sekejap jejak
Yang pernah aku tengok pada mimpimimpi yang menari
Ketika malam ketika aku terkapar
Disana aku melihatnya!

- Telinga -

Telah tergores sejuta sakit yang aku terima
Ketika fitnah kudengar, ketika ancaman membakar
Dan melanda kekosongan asa yang menjemput reaksi dengan amarah
Terngiangngiang, ujung gendangku menggelepar
Aku mendengarnya
Tangisan yang mengisak diselasela kepongahan, diantara runtuhan kezaliman
Berharap mendengar desah lembut nafas senggama yang mendebarkan
Sinyalku malah menerima teriakanteriakan putus asa
Dari mereka yang menganggap dunia ini serasa neraka
Bukan karena derai kemisikinan, itu sudah biasa
Tapi kebejatan dan kemunafikan sang pangeranpangeran kenegaraan
Kemana aku harus mengistirahatkan lelah ini
Kemana aku harus memutar nada kehidupan
Yang merdu yang melankolis dan tidak membuatku meringis miris
Sebab aku tidak tuli
Aku mendengarnya!

- Mulut -

Disinilah kita berperang melawan kebungkaman
Menghunjam ketakutanketakutan yang bersahutan
Merupa kata, menjelma menjadi senjata
Disinilah kita merangkai prosa, merupa sajak, meneriakkan kegelisahan
Menjadi helaihelai kehidupan yang kelak menatap arah
Agar tak terjebak dalam pilihan suram
Atau tersesat karam menuju kebimbangan atau kebingungan atau hanya diam
Kau tidak akan pernah lagi mendengar rintihan manja
Disini hanya akan ditentukan oleh dua kata
Ya atau tidak
Karena sesungguhnya masa depan belum tertulis kawan
Di ujung lidah kita tersembunyi kemewahan
Rajuk manja, desah rintih, teriak pasrah, sumpah serapah atau senandung keindahan
Bahkan umpatanumpatan kotor yang mengasyikkan
Djancuk! Taik! Anjing!
Aku memakimu, toh aku berhak
Karena aku bicara

- Tangan -

Aku membunuhmu
Dengan genggamanku yang mengepal
Karena lelah mendengar kebohongan
Jabat ini hanya untuk kawan yang tahu arti persahabatan
Perdamaian dan harmoni perbedaan
Karena disana aku mampu meraba
Aku menjamah
Perlahan namun kurasakan dengan dalam
Lembut kasar uraturat kolase rutinitas harian
Aku menggambar
Inilah kanvas yang kurindukan
Akan kulukis dan kutumpahkan tintatinta merah yang gemerlap dan bercucuran
Lompatanlompatan warna yang meneriakkan keceriaan
Saling menggandeng, bukan menuding dan meradang
Disini aku memegang kuasa
Yang akan kubawa melintasi sahara kehidupan
Disini aku akan menantang
Diantara getargetar kesunyian yang beraroma pengkhianatan
Aku bukan kekalahan
Aku adalah kepalan dan calon kemenangan
Karena aku menggenggam!

- Kaki -

Jejakjejakku menggores tiap jengkal kekosongan
Ketika aku merayap di atas tanah penggusuran
Melihat wajahwajah menyebalkan berseragam dengan seringai busuknya
Rasanya aku ingin menyepak wajahnya yang buruk rupa
Aku melangkah disana, menyeret pelan tiap detik yang kulalui
Terkadang bimbang kemana aku harus mengarah
Aku terlalu lelah
Membawa beban hariku ini dipanggul oleh kebodohan
Tiada henti, berharap mati
Aku terlalu lelah
Berjalan diantara kemunafikan, keserakahan, kebencian, kekejaman atau keributan
Dan berjuta katakata yang memberi makna
Bahwa segalanya adalah cerita tentang ajang menabur peperangan
Aku tahu
Karena itu aku menolak untuk berhenti
Sebab diantara pasakpasak yang terpancang
Benderabendera sombong yang berkibar di pojok tiangtiang keangkuhan
Membelah pecah bumiku dan tanah kebebasanku
Disanalah aku melangkah!

. . . . . . .

Kita tak akan mengerti
Seberapa jauh raga ini membawa kita memeluk ruangruang kehidupan
Menganga dalam dendam
Ataupun yang selalu siap untuk menjemput kemenangan
Juga kekalahan yang menunggu kita untuk menyerah
Diam dalam kebekuan penyesalan

Seorang yang bernyawa
Selalu membangun dindingdinding perlindungan
Bersama kehendak, karunia dan pesona mereka
Disanalah kita akan menyadari
Bahwa hakikat kehidupan menjalari tiap anatomi tubuh yang kita punya

Karena kita.

Manusia!

: Malang, 9 Juni 09

5/28/2008

Kill 'The Koruptor' !























Bagaimana ???



Apakah Anda yakin akan menghapus 'The Koruptor' dari bumi ini ???



Ataukah malah sebaliknya, Anda berminat untuk menjadi 'The Koruptor' selanjutnya ???



Cepat Anda klik, sekarang juga !



Karena pilihan ada di tangan Anda........

5/09/2008

Physical & Mental Torture

The high of human ambition
Powering the world in technology
Threaten the mankind
For money and pride
Make love with destruction
Killing people
Slowly but sure
Fear of the future
Nightmare's coming
Planned the earth killing
Hell on earth ready to destroy
The human error
Nature kills
Physical torture
Human ambition
Mental torture

(Malang, 2 Mei '08)

World Of Destruction

Debt, corruption, privatization
Politics, ambition, confrontation
A picture of a country
A design for destruction
Globalization arrange your move
Privatization makes me starving
Black politics expand hatred
Doctrination makes me throw up
You can see
The stupidity of a country
And I will see
A design for destruction

(Malang, 1 Mei '08)

4/02/2008

Humanology

I'd like to take a stand
Against their morality and destroy this fucking system that we have
To call nationalism and capitalism a socialized freedom
Rhymes so bad for me
Wake up and and resist
Get a hint of what you missed
Concerning the environmental care
How many of you fucking assholes would even notice the eradication
Of a animal like an bear?
There's been so many crimes against animals and human rights
So we owe it to ourselves
To make sure that the health of every single creature on this planet isn't a stake
I like to point out on all your compunctions
And call out on all concerted needs
A big conspiracy revolution and riot to get this fucked up system deceased
I like to dedicate this to nature and confront all stupidity
I just can't walk around and pretend anymore
I can't suppress these things I feel
Every time I see the news
It's not often but the few times that I do
It all become so clear to me
All humans are a big disease who never get pleased
Lets take one last picture and say cheese...

(Malang, 1 April 'o8)

3/25/2008

No Rich Today, No Life Tomorrow

Blind consumption our majority
Under control by commodity
Domination of property
Making human into stupidity

No rich today, no life tomorrow
Ambition of hopeless people
No rich today, no life tomorrow
Confidence of useless people

Forget about our capability
Target of life become authority
Without awareness for humanity
People proud to be machinery

Alienation of human
No rich today, no life tomorrow...

(Gresik, 20 Maret 08)

Aku Adalah Eksistensi

Akulah yang bernama amarah
Yang kau teriakkan dengan berani
Meledak, merobek keheningan
Menjelma menjadi revolusi

Akulah yang bernama dosa
Yang mengalir dalam urat nadimu
Lebur tak bersisa menjadi gairah
Dan mengotori kesucian darahmu

Akulah yang bernama cinta
Yang kau rasakan dalam getaran
Tersembunyi, namun ada
Bersetubuh bersama relung hati

Akulah yang bernama Tuhan
Yang kau impikan dalam detik tidurmu
Setia mengisi hari dan kekosongan
Tunggal berdiri dalam dimensi waktu

Akulah dirimu
Yang membisikkan untaian kalam doa
Hadir disetiap hembusan nafas
Tak berwujud namun begitu nyata

Akulah eksistensi...
Aku, kau dan hanya kita yang tahu

(Gresik, 21 Maret '08)

2/27/2008

Apakah Aku Diciptakan Hanya Untuk Mati?

Seonggok embrio tak berdaya
Boneka Tuhan hasil karya sempurna
Robot mainan eksistensi Sang Pencipta
Menanti giliran dilempar ke dunia

Darah yang mengalir atas nama cinta
Dilengkapi profan yang maha dahsyat
Terlahir dari lubang vagina yang merekah
Diiringi jerit perih menyayat hati
Dan terciptalah manusia tak berharga
Isak tangis tak berdosa
Rengekan dan ratapan suci
Memecah suasana malam tanpa kebisingan
Terdiam tergolek diatas raga dan nyawa

Embrio itu kini sudah bertransisi
Bertransformasi dengan hati nurani
Terombang-ambing oleh paradigma duniawi
Mengadili persepsi dan bermain Tuhan
Kebencian, kemarahan dan ketidakpuasan
Menjelma menjadi nafsu perlawanan
Teriakan resistensi ketika kebebasan terancam dari jiiwa
Konsistensi penolakan atas kebusukan dunia

Tapi ketika saatnya telah tiba
Arwah ini akan kembali kepada Sang Penguasa
Menunggu untuk diadili
Dihadapan para setan dan malaikat
Yang menyajikan retorika surga dan neraka...

(Malang, 19 Nov' 07)

Kalambarzah

Dihajar...
Dipukul...
Dihempas...
Hingga akhirnya diberangus sampai tak bersisa

Ya...
Itulah waktu
Yang mungkin tak dapat ku elak

Waktu akan membunuhku
Waktu pula yang akan membawaku
Pada sebuah 'waktu'
Dimana ku dan Dia bertemu
Memberiku sejuta pertanyaan
Dihadapan para profan yang menunggu giliran
Ku berdiri, berdiskusi, tanpa mampu memberi
Tameng-tameng argumentasi

Ya...
Hanya kusendiri...
Telanjang tak terlindungi
Tanpa segelas kopi panas Indocafe
Tanpa sekaleng biskuit Regal
Tanpa kaos Proshop dan 347
Tanpa All Star
Tanpa pemikiran konsumtif yang didunia berakar...

Setelah itu kan kuterima
Lembaran-lembaran yang bukan newsletter
Tulisan-tulisan yang bukan tagging-tagging grafitty tembok kotaku
Untaian kalam-kalam yang dibungkus rapi layak pusaka warisan
Dalam sebuah buku hitam...

Oh, betapa ku akan tertawa
Ketika kau, aku, dan kalian
Berdiri berhadapan di sebuah titian
Titian jalan dimana kita kan menjadi kawan
Untuk lebih radikal, melampaui bapuknya
Retorika punk, hardcore, anarkisme, dan kolektif perlawanan
Untuk sekiranya kita bisa bertukar pikiran
Dalam mengorganisir para setan

Di neraka...
Dengan kaki, tangan, mulut terkunci
Masih bisa kaulihat keras tawaku
Dengan nanah, darah, dan keringat
Masih ingin kudengar kata-kata mu
Yang kau umpat kepada mereka
Para fasis bertopeng agama
Yang kini bisa leha-leha masuk Surga
Merasakan akomodasi kelas V.V.I.P
Lengkap dengan AC, TV, dan kamar mandi
Dan betapa asiknya menikmati
Tampon striptease para bidadari

Dan kita masih berdiri...
Di neraka ini...
Untuk merekonstruksi...
Propaganda hari ini...

A K U . . . (bukan karya Chairil Anwar)

" AKU bukanlah SELEBRITI atau IDOLA yang menjual
mimpi-mimpi pada para penonton tivi "

" AKU bukanlah POLITIKUS yang korup dan
doyan ngomong tapi nyatanya banyak omong kosong "

" AKU bukanlah PENEGAK HUKUM yang nyatanya
juga melanggar hukum dan selalu mencari untung "

" AKU bukanlah KONGLOMERAT yang selalu sarapan
uang tanpa menghiraukan kaum miskin "

" AKU bukanlah PEJABAT yang punya pangkat dan
kekuasaan tapi berbuat seenaknya sendiri "

" Tapi AKU juga bukanlah SANG TUHAN yang narsis, fasis,
sok berkuasa, sok sempurna dan sok Maha Segala2Nya "

AKU hanyalah MANUSIA JALANAN tanpa arti yang dipandang
sebelah mata dan dianggap SAMPAH
Kalo kau cari teman yang sempurna jangan kau cari AKU karena
'AKU TIDAK SEMPURNA'
Kalo kau ingin mencintaiku, cintailah
'AKU APA ADANYA'
Jangan kau minta apa-apa dariku, karena
'AKU TIDAK PUNYA APA-APA'
Lebih baik jangan kau banyak tanya tentang AKU karena
'AKU BUKAN SIAPA-SIAPA'

Inilah AKU...
TIDAK SEMPURNA
APA ADANYA
TIDAK PUNYA APA-APA
dan AKU BUKAN SIAPA-SIAPA

Yang penting, AKU ADALAH AKU dan untuk selamanya
AKU TETAPLAH AKU...!

(Gresik, 21 Jan 07)

System Error, Human Terror

New era have been created
When our world start lifeless
Increase human being, increasing distress
Progress of technology become useless

Recent product of this century
Human capital without real life
No more soul working
No more brain thinking
Consumption become dead price
Setled condition become the target of life

System error, human terror
All this will not desist
This is our world portraits today
There's no future, no hope and no expectation
If us only sitting to be kept quiet and stay

(Gresik, 21 Feb '08)

Resistance Of Hope

Corporations take over our life's
There is no prices of humanity
Only measured with money and advantages
Doctrine slavery of killing machine
They have sold our soul

Our government converse ahead of us
About prosperity and justice
But what was created?
No more freedom in ourself
Grind and obsessive of human races

No more word surrender
This is the time for us to change
For ourselves
For all of us
And for the worlds

There's only one resistance
Kick off & destroy the oppressor !

(Gresik, 20 Feb' 08)

Strike The Separation

We change the life
Erase separation between us
Just by unite and stand to fight
To feel the days with beautiful night

Strike the separation
Between us
To fight in our life
No scene that is dominated by those
Who force the kids to have same attitude
We life together in community
There is should be no rules
Fuck separation
Let’s make network together
To stand the resistance
Small communities
Spread in everywhere

Either punk or hardcore feel the oppression
Neither art nor literature express freely
Kick the invisible rules in scene
No standard
Fuck homogeny people
Make free creation
Unite and fight together

Get life for freedom
We search for answer

Murder By The System

Equal rights and justice
A dream we must make true
Without a ruling nation
Free of racist fools

Let nature make the boundaries
Not power drunken scum
Who kill for greed and profit

Our lives ruled by their guns
How many lives today will the system take away?
In the name of their bloodlust and power hungry ways

If you're looking for the truth
All you'll find is lies
Another cover up
Another rebel crucified
He questioned their authority
They stole away his life
Riddled full of bullets
For opening people's eyes

Here comes the final plan
Another rebel dies so their shit-system can survive
They stop the people's rise by feeding them more lies
Another sacrifice so their shit-system shall survive
They blind the people's eyes with their politricks and lies
Another rebel dies so their hatred will survive
They shut the people's cries with murder and with lies

(Malang, 26 Feb '08)

Money, Money, Money

Looked at to this world
Everyday, every time, every hour, every minute...

We know that...
Money is THE CHOICE
Money is THE KING
Money is THE GOD

And where the human is being to capitalism victims
GOSPEL and GLORY...?
RICH and AUTHORITY...?
Is it very important...?

They never think how about this earth,
nature ecosystem, humanism and animal rights
VIOLENCE, CORRUPTION, DISCRIMINATION
and EXPLOITATION is never STOP !
They just thinking about profit, money, money &
always money...

Where's your heart ?
Where's your soul ?
Where's your brain ?
Aaah shit... Fuck U bastard capitalists!

(Malang, 5 April '07)

Freedom & Equality

Today human being dream
Where will be created
World without distress
Stand at bay and endless

Today human being stand up
To struggle without fear
One soul, one resistance
To refuse people injustice

Today human being sing
About future and association
This is a period to change
No border, no nations

Today we promise...
That this is the moment
The day of freedom and equality

(Gresik, 21 Feb '08)