Murka parang yang terus mengkilat
Mencabik & membasahi raga bernyawa
Dengan darah yang penuh dosa
Selamanya terlelap & takkan pernah lelah
Tiap detik malam yang kulalui
Dijarah & diperkosa oleh keparat duniawi
Bunga tidurku yang selalu kelam
Semakin gelap oleh nyanyian dendam
Sakit ini yang terus berkarat
Menggerogoti otak dengan pikiran laknat
Mengotori jantungku membelah nafasku
Bagaikan setan yang terbelenggu
Menjilat neraka, meludahi surga
Iblis-iblis pun ikut tertawa
Tergoda untuk menyeretku bersama mereka
Dan akupun hancur lenyap tak tersisa
Wahai malaikat tunjukkan cahaya
Wahai Tuhan maaf ku tak berdaya
(Malang, 17 Des '07)
Showing posts with label Komunike Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Komunike Tuhan. Show all posts
2/27/2008
Tuhan Telah Mati ?!
Saat sebuah dialog mengarah pada kebenaran sebagai sebuah nilai yang kita butuhkan,
maka kita juga harus memberi nilai pada kebenaran
Kebenaran adalah menjadi benar bagi sebuah nilai dan menghubungkan hidup seseorang dengan hidup orang lainnya
Kita telah membunuh Tuhan...
Adalah bagaimana kita menggunakan simbol-simbol religius yang sebenarnya tak kita yakini lagi
Dan saat kita tak yakin lagi pada simbol yang kita gunakan, simbol tersebut akan kehilangan arti dan kehilangan makna
Simbol tersebut menjadi sesuatu yang superfisial
Saat makna dari simbol tersebut mati, maka mati pulalah Tuhan besertanya
Tuhan menjadi sebuah simbol yang kita gunakan bagi alasan-alasan sosial ataupun politis, bukannya untuk tujuan-tujuan religius
Tuhan menjadi sebuah alat bagi yang berkuasa atau mengejar kekuasaan
Tuhan menjadi terinstitusikan
Ia menjadi sebuah lembaga agama, bukan keyakinan itu sendiri
Tanpa Tuhan, manusia akan kehilangan dukungan atas nilai-nilai absolut dan kebenaran abadi
Seluruh pandangan yang mempromosikan nilai-nilai tersebut selalu berdasarkan kepada eksistensi Tuhan
Kematian Tuhan adalah sesuatu yang menampilkan pertanyaan nihilistik bagi manusia modern
" Jika Tuhan mati, maka segalanya diijinkan atau dengan formulasi berbeda: Kalau Tuhan mati, maka tak ada yang dilarang "
Explanation :
Saat ini realita yang terjadi di dunia kita tercinta ini sudah semakin menggila
Sebagian manusianya sudah terkontaminasi oleh virus-virus kenikmatan duniawi
Moralitas bahkan menjadi suatu 'barang antik' di dunia ini
Kemanusiaan pun seakan-akan tidak menjadi perhatian utama lagi
Semuanya dilakukan hanya demi sebuah ambisi yang salah
Saling berperang satu sama lain atas nama Tuhan dan Agama
Saling membunuh sesama atas nama Tuhan dan Agama
Saling menindas sesama atas nama Tuhan dan Agama
Kenapa malah orang beragama yang berperang?
Kenapa malah orang beragama yang mengebom, menindas dan membenci sesamanya?
Lalu dimana keyakinan yang selama ini telah dianut dan dipercayai?
Dikemanakan Tuhan dan Agama itu?
Apakah mereka pikir Tuhan tidak marah atas perbuatan mereka itu?
Apakah semuanya hanyalah kedok dan topeng untuk pelegalan atas semua kelakuan manusia selama ini?
Apakah semua itu hanyalah sebuah simbol dan ritual belaka?
Ataukah semua itu hanyalah omong kosong dan keyakinan palsu?
Jadi menurut kamu...
Bagaimana dengan Tuhan yang ada dalam pikiranmu?
Apakah dia tetap eksis dan menjadi satu-satunya yang kamu percaya?
Ataukah dia hanyalah simbol-simbol yang hanya menaikkan derajat maupun penilaian sosial terhadap dirimu?
(Malang, 14 Maret '07)
maka kita juga harus memberi nilai pada kebenaran
Kebenaran adalah menjadi benar bagi sebuah nilai dan menghubungkan hidup seseorang dengan hidup orang lainnya
Kita telah membunuh Tuhan...
Adalah bagaimana kita menggunakan simbol-simbol religius yang sebenarnya tak kita yakini lagi
Dan saat kita tak yakin lagi pada simbol yang kita gunakan, simbol tersebut akan kehilangan arti dan kehilangan makna
Simbol tersebut menjadi sesuatu yang superfisial
Saat makna dari simbol tersebut mati, maka mati pulalah Tuhan besertanya
Tuhan menjadi sebuah simbol yang kita gunakan bagi alasan-alasan sosial ataupun politis, bukannya untuk tujuan-tujuan religius
Tuhan menjadi sebuah alat bagi yang berkuasa atau mengejar kekuasaan
Tuhan menjadi terinstitusikan
Ia menjadi sebuah lembaga agama, bukan keyakinan itu sendiri
Tanpa Tuhan, manusia akan kehilangan dukungan atas nilai-nilai absolut dan kebenaran abadi
Seluruh pandangan yang mempromosikan nilai-nilai tersebut selalu berdasarkan kepada eksistensi Tuhan
Kematian Tuhan adalah sesuatu yang menampilkan pertanyaan nihilistik bagi manusia modern
" Jika Tuhan mati, maka segalanya diijinkan atau dengan formulasi berbeda: Kalau Tuhan mati, maka tak ada yang dilarang "
Explanation :
Saat ini realita yang terjadi di dunia kita tercinta ini sudah semakin menggila
Sebagian manusianya sudah terkontaminasi oleh virus-virus kenikmatan duniawi
Moralitas bahkan menjadi suatu 'barang antik' di dunia ini
Kemanusiaan pun seakan-akan tidak menjadi perhatian utama lagi
Semuanya dilakukan hanya demi sebuah ambisi yang salah
Saling berperang satu sama lain atas nama Tuhan dan Agama
Saling membunuh sesama atas nama Tuhan dan Agama
Saling menindas sesama atas nama Tuhan dan Agama
Kenapa malah orang beragama yang berperang?
Kenapa malah orang beragama yang mengebom, menindas dan membenci sesamanya?
Lalu dimana keyakinan yang selama ini telah dianut dan dipercayai?
Dikemanakan Tuhan dan Agama itu?
Apakah mereka pikir Tuhan tidak marah atas perbuatan mereka itu?
Apakah semuanya hanyalah kedok dan topeng untuk pelegalan atas semua kelakuan manusia selama ini?
Apakah semua itu hanyalah sebuah simbol dan ritual belaka?
Ataukah semua itu hanyalah omong kosong dan keyakinan palsu?
Jadi menurut kamu...
Bagaimana dengan Tuhan yang ada dalam pikiranmu?
Apakah dia tetap eksis dan menjadi satu-satunya yang kamu percaya?
Ataukah dia hanyalah simbol-simbol yang hanya menaikkan derajat maupun penilaian sosial terhadap dirimu?
(Malang, 14 Maret '07)
Reinkarnasi Tuhan
Kelahiran Tuhan Baru, Menggantikan Dia Yang Telah Mati...
Peradaban manusia berkata dalam lembaran sejarah
Evolusi mana yang coba mendeskripsikan makna
Ketika topeng dasamuka melebur menjadi satu jiwa
Berdiri tegak menantang Tuhan-Nya tanpa rasa bersalah
Para manusia unggul warisan pengetahuan & budaya
Lulusan terbaik dalam rangka Orientasi Mahasiswa
Bertransformasi menjadi otak bergumpal darah
Tanpa isi tanpa nurani & tanpa jiwa hanya nafsu belaka
Siap membunuh jika pertandingan tak seperti rencana
Siap berperang jika papan skor tak sesuai selera
Cerminan kedangkalan moral manusia tak berakal
Datanglah era baru dimana semua berubah arah
Para iblis akhirnya berontak tak ingin diam saja
Turun & berdakwah kepada para sekutunya
Menggelar konferensi V.I.P bersama penguasa dunia
Akhirnya satu kesepakatan telah tercipta
Perjanjian Baru, Perjanjian Lama
Al Qur'an, Al Kitab dan kitab-kitab sejenis lainnya
Semua itu tak berlaku & seakan layak terbakar dalam sampah
Halal & haram hanyalah tinggal kata tanpa makna
Tuhan tak berhak lagi merasuk dalam jiwa
Musnahlah Dia terkubur dalam memori hampa
Tereduksi bagaikan debu pasir di Sahara
Mati dalam ingatan mati dalam jiwa
Akhirnya pemegang jabatan tertinggi atas dunia telah tiba
Raja tega baru yang dipilih langsung oleh para pendukung-Nya
Dialah reinkarnasi Tuhan yang telah mati
Yang terlupakan & dibinasakan oleh umat-Nya sendiri
Uang, Sang Maha Kuasa Atas Segalanya
Berdiri congkak diatas Singgasana-Nya
Dengan angkuhnya Dia berfirman kepada manusia
"...Hei manusia, bukalah mata kalian semua
Tuhan kalian hanya ada dalam dogma & khayalan
Sekarang Akulah Tuhan kalian, Akulah Tuhan kalian..."
Dan dunia baru telah tercipta dengan begitu sempurna
Bagaikan skenario cerita yang memikat begitu banyak mata
Inilah hasil karya para aristokrat yang setia pada Tuhan-Nya
Mereka yang takkan pernah merasakan vagina para bidadari surga
Sabda para budak iblis penghamba neraka
Mengekalkan apa yang diperintah oleh Tuhan-Nya
Dengan sumpah & janji setia mereka siap melaksanakan titah-Nya
Seribu pahala yang mereka kumpulkan
Akan ditukar dengan seribu nyawa yang terbinasa
Dan mereka hanya tertawa, hanya tertawa
Inilah yang terjadi dalam peradaban umat manusia
Terus saja berulang, bersambung & tak ada habisnya
Selalu muncul episode baru dengan cerita baru
Yang siap dirilis ke pasaran dihiasi wajah baru & aktor baru
Potret modernisasi yang tak jauh beda dengan jaman Jahiliyah
Ambisi nista dengan label penjajahan umat manusia
Konsumsi, konsumsi, konsumsi lalu mati
Pengharapan sia-sia atas nama kepuasan jiwa
Jutaan nyawa boleh dimangsa oleh sesama
Jutaan raga boleh menangis berteriak sumpah serapah
Tapi nyawa hanya tinggal nyawa
Sumpah hanya tinggal sumpah
Ini semua tak akan pernah ada tamatnya
Jika otak kita hanya disiapkan untuk dicuci oleh-Nya
(Gresik, 29 Jan '08 )
Peradaban manusia berkata dalam lembaran sejarah
Evolusi mana yang coba mendeskripsikan makna
Ketika topeng dasamuka melebur menjadi satu jiwa
Berdiri tegak menantang Tuhan-Nya tanpa rasa bersalah
Para manusia unggul warisan pengetahuan & budaya
Lulusan terbaik dalam rangka Orientasi Mahasiswa
Bertransformasi menjadi otak bergumpal darah
Tanpa isi tanpa nurani & tanpa jiwa hanya nafsu belaka
Siap membunuh jika pertandingan tak seperti rencana
Siap berperang jika papan skor tak sesuai selera
Cerminan kedangkalan moral manusia tak berakal
Datanglah era baru dimana semua berubah arah
Para iblis akhirnya berontak tak ingin diam saja
Turun & berdakwah kepada para sekutunya
Menggelar konferensi V.I.P bersama penguasa dunia
Akhirnya satu kesepakatan telah tercipta
Perjanjian Baru, Perjanjian Lama
Al Qur'an, Al Kitab dan kitab-kitab sejenis lainnya
Semua itu tak berlaku & seakan layak terbakar dalam sampah
Halal & haram hanyalah tinggal kata tanpa makna
Tuhan tak berhak lagi merasuk dalam jiwa
Musnahlah Dia terkubur dalam memori hampa
Tereduksi bagaikan debu pasir di Sahara
Mati dalam ingatan mati dalam jiwa
Akhirnya pemegang jabatan tertinggi atas dunia telah tiba
Raja tega baru yang dipilih langsung oleh para pendukung-Nya
Dialah reinkarnasi Tuhan yang telah mati
Yang terlupakan & dibinasakan oleh umat-Nya sendiri
Uang, Sang Maha Kuasa Atas Segalanya
Berdiri congkak diatas Singgasana-Nya
Dengan angkuhnya Dia berfirman kepada manusia
"...Hei manusia, bukalah mata kalian semua
Tuhan kalian hanya ada dalam dogma & khayalan
Sekarang Akulah Tuhan kalian, Akulah Tuhan kalian..."
Dan dunia baru telah tercipta dengan begitu sempurna
Bagaikan skenario cerita yang memikat begitu banyak mata
Inilah hasil karya para aristokrat yang setia pada Tuhan-Nya
Mereka yang takkan pernah merasakan vagina para bidadari surga
Sabda para budak iblis penghamba neraka
Mengekalkan apa yang diperintah oleh Tuhan-Nya
Dengan sumpah & janji setia mereka siap melaksanakan titah-Nya
Seribu pahala yang mereka kumpulkan
Akan ditukar dengan seribu nyawa yang terbinasa
Dan mereka hanya tertawa, hanya tertawa
Inilah yang terjadi dalam peradaban umat manusia
Terus saja berulang, bersambung & tak ada habisnya
Selalu muncul episode baru dengan cerita baru
Yang siap dirilis ke pasaran dihiasi wajah baru & aktor baru
Potret modernisasi yang tak jauh beda dengan jaman Jahiliyah
Ambisi nista dengan label penjajahan umat manusia
Konsumsi, konsumsi, konsumsi lalu mati
Pengharapan sia-sia atas nama kepuasan jiwa
Jutaan nyawa boleh dimangsa oleh sesama
Jutaan raga boleh menangis berteriak sumpah serapah
Tapi nyawa hanya tinggal nyawa
Sumpah hanya tinggal sumpah
Ini semua tak akan pernah ada tamatnya
Jika otak kita hanya disiapkan untuk dicuci oleh-Nya
(Gresik, 29 Jan '08 )
Menantang Realita, Mengadili Tuhan
Wahai Tuhan...
Katanya Engkaulah Sang Maha Tahu & Maha Berkata
Katanya Engkaulah Sang Penguasa Abadi Alam Jagad Raya
Sebagai seorang produser, sutradara sekaligus editor dunia
Lihatlah keadaan dunia yang kau ciptakan ini
Realita yang terjadi disini sungguh memilukan
Bahkan mungkin sudah melenceng jauh dari skenariomu
Ataukah jalan ceritanya memang seperti ini?
Manusia-manusia yang Kau lahirkan ke muka bumi ini
Penghuni dunia yang Kau rancang sedemikian sempurna
Ternyata bukanlah manusia yang mempunyai rasa manusiawi
Sebagian dari mereka, entah mayoritas atau minoritas
Telah terserang oleh virus kenikmatan duniawi
Layaknya kanker paru-paru yang sudah stadium IV
Wahai Tuhan...
Apakah Kau tahu?
Moralitas, akal bahkan nurani adalah 'barang langka' disini
Atau bisa dibilang 'barang mewah' yang sungguh selangit harganya
Kemanusiaan pun seakan-akan bukanlah prioritas utama lagi
Dan apakah Kau juga tahu?
Busuknya ambisi & obsesi para predator dunia
Semakin menambah penderitaan manusia ciptaan-Mu ini
Saling berperang satu sama lain atas nama-Mu
Saling membunuh sesama atas nama-Mu
Saling menindas sesama atas nama-Mu
Kenapa mereka yang mengaku menyembah-Mu
Kenapa mereka yang katanya adalah para penganut setia-Mu
Ternyata malah mereka yang berperang, mengebom, menindas & membenci sesama?
Kenapa Tuhan? Kenapa?
Apakah Kau tidak marah atas semua itu?
Melihat kenyataan bahwa Kau hanyalah simbol ritual belaka bagi mereka
Hanyalah sebagai status sosial yang mengangkat harga diri mereka
Apakah Kau tidak kesal atas semua itu?
Kekerasan & kejahatan, ketamakan & kebusukan
Muslihat & tipu daya, rekayasa & kebohongan
Bagaikan lembaran episode film yang tidak ada endingnya
Bersambung & terus saja bersambung
Apakah Kau tidak bosan dengan semua ini?
Kenapa semua ini? Kenapa Tuhan?
Apakah Kau memang tidak berperan dalam moralitas ruang publik?
Apakah memang benar bahwa Kau absen dalam perbuatan keseharian manusia?
Ataukah manusia yang kurang menghormati & menghargai-Mu?
Ataukah manusia yang kurang menyerap nilai-nilai moralitas sehingga absen
dalam perbuatan kesehariannya?
Wahai Tuhan...
Aku memang bukan sosok manusia yang suci & sempurna dihadapan-Mu
Aku juga bukanlah seorang hamba pengikut setia-Mu
Yang selalu patuh & tunduk kepada semua perintah-Mu
Aku hanyalah manusia yang kurang bersyukur dihadapan-Mu
Aku hanyalah ciptaan-Mu yang hanya bisa minta & terus meminta
Mungkin aku juga bukan manusia yang layak
Untuk Kau masukkan dalam daftar penghuni Surga-Mu
Terlalu banyak dosa yang mengalir dalam darahku
Tapi jikapun Kau lemparkan aku ke dalam Neraka-Mu
Lemparkanlah aku kesana bersama mereka-mereka
Para keparat dunia yang selalu membuat saudara-saudaraku marah & menderita
Agar aku bisa tertawa mendengar jeritan & tangisan mereka
Agar aku bisa bahagia melihat penderitaan mereka
Penderitaan yang tak pernah mereka rasakan didunia
(Gresik, 29 Des '07)
Katanya Engkaulah Sang Maha Tahu & Maha Berkata
Katanya Engkaulah Sang Penguasa Abadi Alam Jagad Raya
Sebagai seorang produser, sutradara sekaligus editor dunia
Lihatlah keadaan dunia yang kau ciptakan ini
Realita yang terjadi disini sungguh memilukan
Bahkan mungkin sudah melenceng jauh dari skenariomu
Ataukah jalan ceritanya memang seperti ini?
Manusia-manusia yang Kau lahirkan ke muka bumi ini
Penghuni dunia yang Kau rancang sedemikian sempurna
Ternyata bukanlah manusia yang mempunyai rasa manusiawi
Sebagian dari mereka, entah mayoritas atau minoritas
Telah terserang oleh virus kenikmatan duniawi
Layaknya kanker paru-paru yang sudah stadium IV
Wahai Tuhan...
Apakah Kau tahu?
Moralitas, akal bahkan nurani adalah 'barang langka' disini
Atau bisa dibilang 'barang mewah' yang sungguh selangit harganya
Kemanusiaan pun seakan-akan bukanlah prioritas utama lagi
Dan apakah Kau juga tahu?
Busuknya ambisi & obsesi para predator dunia
Semakin menambah penderitaan manusia ciptaan-Mu ini
Saling berperang satu sama lain atas nama-Mu
Saling membunuh sesama atas nama-Mu
Saling menindas sesama atas nama-Mu
Kenapa mereka yang mengaku menyembah-Mu
Kenapa mereka yang katanya adalah para penganut setia-Mu
Ternyata malah mereka yang berperang, mengebom, menindas & membenci sesama?
Kenapa Tuhan? Kenapa?
Apakah Kau tidak marah atas semua itu?
Melihat kenyataan bahwa Kau hanyalah simbol ritual belaka bagi mereka
Hanyalah sebagai status sosial yang mengangkat harga diri mereka
Apakah Kau tidak kesal atas semua itu?
Kekerasan & kejahatan, ketamakan & kebusukan
Muslihat & tipu daya, rekayasa & kebohongan
Bagaikan lembaran episode film yang tidak ada endingnya
Bersambung & terus saja bersambung
Apakah Kau tidak bosan dengan semua ini?
Kenapa semua ini? Kenapa Tuhan?
Apakah Kau memang tidak berperan dalam moralitas ruang publik?
Apakah memang benar bahwa Kau absen dalam perbuatan keseharian manusia?
Ataukah manusia yang kurang menghormati & menghargai-Mu?
Ataukah manusia yang kurang menyerap nilai-nilai moralitas sehingga absen
dalam perbuatan kesehariannya?
Wahai Tuhan...
Aku memang bukan sosok manusia yang suci & sempurna dihadapan-Mu
Aku juga bukanlah seorang hamba pengikut setia-Mu
Yang selalu patuh & tunduk kepada semua perintah-Mu
Aku hanyalah manusia yang kurang bersyukur dihadapan-Mu
Aku hanyalah ciptaan-Mu yang hanya bisa minta & terus meminta
Mungkin aku juga bukan manusia yang layak
Untuk Kau masukkan dalam daftar penghuni Surga-Mu
Terlalu banyak dosa yang mengalir dalam darahku
Tapi jikapun Kau lemparkan aku ke dalam Neraka-Mu
Lemparkanlah aku kesana bersama mereka-mereka
Para keparat dunia yang selalu membuat saudara-saudaraku marah & menderita
Agar aku bisa tertawa mendengar jeritan & tangisan mereka
Agar aku bisa bahagia melihat penderitaan mereka
Penderitaan yang tak pernah mereka rasakan didunia
(Gresik, 29 Des '07)
Prajurit Pembela Tuhan
Wahai engkau
Prajurit Pembela Tuhan...
Atas nama surga & neraka yang kau impikan
Atas nama institusi agama yang kau banggakan
Atas nama Nabi-mu yang kau istimewakan
Atas nama kitab sucimu yang kau gadaikan
Atas nama otoritasmu yang kau halalkan
Atas nama pahala yang kau idamkan
Dan atas nama Tuhan
Kaupun mulai berlagak seperti Tuhan
Kau musnahkan semua keyakinan yang tak sejalan
Kau bakar setiap ide yang tak layak untuk kau dengar
Kau perkosa setiap pemikiran yang kau haramkan
Kau teriakkan kata 'kafir' kepada semua yang tidak sepaham
Kau adili manusia didunia dengan rasa bangga
Kau cuci otak para pengikutmu tanpa rasa bersalah
Kau tukar nyawa demi tiket masuk surga
Kau pikir kau siapa?
Wahai engkau
Prajurit Pembela Tuhan...
Apakah Tuhan ingin kaumiliki sendiri?
Apakah kau ingin mewarisi tahta kerajaan Tuhan?
Apakah kau adalah utusan resmi Tuhan?
Kau pikir kau siapa?
Ataukah kau anggap dirimu itu Tuhan...
(Gresik, 10 Feb '08)
Prajurit Pembela Tuhan...
Atas nama surga & neraka yang kau impikan
Atas nama institusi agama yang kau banggakan
Atas nama Nabi-mu yang kau istimewakan
Atas nama kitab sucimu yang kau gadaikan
Atas nama otoritasmu yang kau halalkan
Atas nama pahala yang kau idamkan
Dan atas nama Tuhan
Kaupun mulai berlagak seperti Tuhan
Kau musnahkan semua keyakinan yang tak sejalan
Kau bakar setiap ide yang tak layak untuk kau dengar
Kau perkosa setiap pemikiran yang kau haramkan
Kau teriakkan kata 'kafir' kepada semua yang tidak sepaham
Kau adili manusia didunia dengan rasa bangga
Kau cuci otak para pengikutmu tanpa rasa bersalah
Kau tukar nyawa demi tiket masuk surga
Kau pikir kau siapa?
Wahai engkau
Prajurit Pembela Tuhan...
Apakah Tuhan ingin kaumiliki sendiri?
Apakah kau ingin mewarisi tahta kerajaan Tuhan?
Apakah kau adalah utusan resmi Tuhan?
Kau pikir kau siapa?
Ataukah kau anggap dirimu itu Tuhan...
(Gresik, 10 Feb '08)
Subscribe to:
Posts (Atom)
