<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151</id><updated>2012-01-04T17:30:05.731+07:00</updated><category term='Belajar Sama-Sama'/><category term='Kalam Puitik'/><category term='Prosa Untuk Dunia'/><category term='Komunike Tuhan'/><category term='Amunisi Kata'/><category term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Manifestasi Imajinasi</title><subtitle type='html'>" Metode investasi hasrat demi merebut kembali nyanyian matahari pagi dan menenggelamkan ocehan parodi tirani "</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>114</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6460831074673011229</id><published>2010-01-31T23:23:00.004+07:00</published><updated>2010-01-31T23:31:25.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Penyair dan Kata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah cahaya tak menyala&lt;br /&gt;Aku menaruh harap pada sumbu yang menunggu terbakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara semantik konsonan yang menunggu amunisi&lt;br /&gt;Tuk tersusun menjadi frase yang berteriak&lt;br /&gt;Dan beraksi melancarkan barisan kata&lt;br /&gt;Semiotika cerita dunia bersama retorika yang membuncah di kepala&lt;br /&gt;Beserta prosa berkalang ide dan imaji yang menolak terhempas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri dan membakar batas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;: Malang, 30 Mei 09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6460831074673011229?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6460831074673011229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6460831074673011229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6460831074673011229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6460831074673011229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2010/01/penyair-dan-kata_31.html' title='Penyair dan Kata'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-8016868654952902978</id><published>2010-01-31T23:17:00.008+07:00</published><updated>2010-01-31T23:33:35.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Melawan Masyarakat Massa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Anarki adalah suatu keadaan dari eksistensi yang bebas dari otoritas yang koersif. Dalam keadaan ini, setiap orang bebas untuk membentuk hidupnya sendiri seperti apa yang dipilihnya, dari semua kebutuhannya, nilai-nilai dan keinginan-keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu dunia yang tidak otoriter karenanya memerlukan kebebasan untuk berasosiasi, bukan monarki (kerajaan), oligarki atau demokrasi. Banyak yang menyebut diri mereka ”anarkis”, mengaku untuk tidak menyangkal pentingnya sebuah asosiasi bebas, mengejar suatu masyarakat yang lebih demokratis dimana kesatuan korporasi dan negara akan digantikan dengan komunitas yang akan mengendalikan daerah, pekerja yang mengendalikan federasi industri, dan sebagainya. Mereka yang menginginkan hidup bebas mempunyai alasan untuk merasakan ancaman dari organisasi yang berskala besar, karena mereka bersifat imperialis dan hirarkis, sekalipun itu dimaksudkan atau digambarkan sebagai sesuatu yang ”demokratis” (seolah-olah subordinasi setiap individu kepada mayoritas merupakan suatu keharusan yang utama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia, secara alami mampu untuk bersosialisasi, beberapa ingin hidup menyendiri seperti pertapa (meskipun kebebasan untuk hidup seperti itu seharusnya tidak ditolak). Namun manusia juga selektif dalam bersosialisasi, mereka tidak bergaul akrab dengan setiap orang, dan ini merupakan penindasan untuk mengharapkan mereka seperti itu. Secara alami, manusia membentuk relasi dengan orang lain yang mereka kenal adalah untuk persahabatan dan dukungan timbal-balik. Serupa dengan kasus yang terjadi dalam sepanjang sejarah manusia. Hanya dalam sejarah baru-baru ini, orang-orang bergabung dengan organisasi massa yang terdiri dari para anggota yang tidak perlu untuk mengenal atau menyukai satu sama lain. Organisasi seperti itu tidak terbentuk karena keperluan mereka demi kelangsungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 99% sejarah manusia, orang-orang menikmati asosiasi-asosiasi yang saling bertatap muka yang dimana pengaturan keluarga diperluas, dan beberapa kultur melanjutkan untuk melakukannya. Mereka yang tidak mampu berhubungan baik dengan kelompok atau sukunya bebas untuk mencari teman di tempat manapun atau bahkan hidup sendirian. Gaya dari asosiasi seperti ini bekerja dengan sangat baik – para anggota masyarakat umumnya menghabiskan waktu 2-4 jam sehari terlibat dalam aktivitas penghidupan. Meski mereka adakalanya kelaparan, pada umumnya di rumah mereka makan berlimpah, dan menikmati waktu luang jauh lebih luas daripada mereka yang hidup dengan masyarakat massa. Kultur pribumi yang masih tetap utuh hingga hari ini menyukai cara hidup tradisional mereka, dan sekarang ini banyak dari mereka yang secara mengesankan melakukan perlawanan politis terhadap korporasi dan pemerintah yang memaksa mereka menuju masyarakat massa agar nantinya lahan dan tenaga kerja mereka dapat diekploitasi. Orang-orang jarang masuk ke dalam suatu organisasi massa tanpa dipaksa, seraya mereka merampok otonomi dan independensi orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan peradaban didasarkan atas produksi massal yang diwajibkan. Ketika masyarakat-masyarakat tertentu mulai menghargai produktivitas agrikultur di atas semuanya, mereka secara paksa memperlakukan semua bentuk kehidupan dalam jangkauan mereka hanya demi tujuan mereka. Komunitas masyarakat yang ingin berburu, memancing, pergi mencari makanan, berkebun, atau bergembala di lahan untuk penghidupan akan dibantai dan diperbudak tanpa ampun, dan ekosistem-ekosistem yang mereka tinggali akan dikonversi menjadi tanah pertanian untuk memberi makan orang kota. Hanya mereka yang sibuk secara penuh dalam pemberian kemudahan untuk produksi panen dan binatang yang diizinkan beraktivitas di desa terdekat. Dan mereka yang berada di kota adalah para narapidana, para pedagang atau pejabat-pejabat publik yang bertugas dalam administrasi dan pengawasan sosial. Organisasi masyarakat pun menjadi lebih kompleks dan secara teknologi lebih berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kehidupan non-manusia masih dikorbankan dan perlahan semakin dieliminasi demi kelangsungan tujuan manusia (dan pada suatu tingkat yang lebih cepat dari yang pernah ada), dan manusia masih dipaksa untuk hidup sebagai pelayan dalam kultur dan institusi dominan mereka sebagai suatu prasyarat demi eksistensi yang berkelanjutan. Bertahan hidup melalui alat langsung adalah dilarang – untuk menduduki lahan, orang harus membayar sewa atau hipotek secara berkelanjutan, dimana memerlukan kesetiaan dari tiap orang kepada satu posisi pendapatan didalam masyarakat, meninggalkan waktu yang tidak cukup menunda karena berburu atau berkebun (sangat sedikit kesenangan untuk mengiringinya). Pendidikan publik memastikan bahwa sedikit orang akan pernah belajar bagaimana caranya bertahan hidup untuk bebas dari ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapitalisme adalah manifestasi atau penjelmaan dari arus peradaban yang dominan. Ekonomi di bawah kapitalisme sebagian besar diatur oleh negara—organisasi resmi yaitu korporasi. Korporasi ada untuk memenuhi tujuan perolehan keuntungan bagi para pemegang saham—mereka yang dipekerjakan oleh korporasi secara hukum diperlukan untuk mengejar keuntungan di atas semua aspek-aspek yang perlu diperhatikan (seperti ketahanan ekologis, keselamatan pekerja, kesehatan masyarakat, dsb), dan dapat dipecat, dituntut atau digugat jika mereka melakukan yang sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menghabiskan hari mereka secara sadar untuk terlibat dalam aktivitas yang tidak berarti, monoton, dan kadangkala berbahaya secara fisik dan mental hanya untuk membayar tagihan mereka, dikarenakan keperluan keuangan yang mutlak atau dikarenakan kurangnya kesadaran bahwa masih ada jalan yang lain daripada itu. Dikarenakan ketumpulan, alienasi, ketertundukan dan begitu banyak pengalaman dalam sepanjang kehidupan harian mereka, kultur kita memperlihatkan tingkat depresi yang tinggi, gangguan mental, bunuh diri, kecanduan obat, disfungsional dan relasi yang kejam, beserta cara-cara keberadaan yang seolah-olah ia mengalami sendiri sebuah aktivitas yang sebenarnya dia hanya bisa ”menonton” bukan ”melakukan” (seperti televisi, film, pornografi, video games, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban merupakan cikal bakal dari otortiarianisme yang sistemik, perbudakan dan isolasi sosial, bukan kapitalisme yang ada didalam (dirinya). Dalam konteks perspektif ini, berbagai kaum sosialis, komunis, dan bermacam anarko-kiri (seperti sindikalis, ekologi sosial, dsb) yang menyarankan untuk menghapuskan kapitalisme tanpa menyerang peradaban secara keseluruhan maka mereka hanyalah merupakan kaum reformis. Kompleksitas masyarakat adalah peradaban yang mungkin sekali diciptakan oleh institusi yang memaksa. Kelompok politis yang disebutkan diatas tidak berharap untuk mengakhiri pemaksaan, tetapi untuk mendemokrasikannya, untuk memperluas partisipasi populer dalam implementasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping dari betapa menjijikkannya memberi harapan kepada orang-orang untuk membantu didalam aksi yang opresif, yang harus dicatat adalah bahwa demokrasi langsung merupakan suatu khayalan dalam konteks masyarakat massa. Dalam satu asosiasi bahwa memperluas skala relasi tatap muka antar partisipannya adalah mungkin, pendelegasian tanggung-jawab kepada wakil-wakil dan spesialis-spesialis menjadi perlu jika tujuan asosiasi itu adalah untuk dilaksanakan. Meskipun jika konsensus atau suara mayoritas akan menentukan siapa yang dipilih untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan atau tanggung jawab administratif, tapi yang terpilih tidak pernah sama sekali memiliki kendali atas yang memilih ketika bertindak untuk memenuhi tugas-tugas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu perintah yang tegas dalam keputusan atau perilaku delegasi-delegasi atau spesialis-spesialis menerima pengawasan yang terus menerus dari kelompok, yang mana akan mengalahkan tujuan dari suatu pembagian kerja. Tambahan pula, delegasi yang telah dipilih menerima banyak waktu dan sumber daya untuk mempersiapkan dan menyajikan pandangan-pandangan dan argumentasi-argumentasi dibandingkan orang banyak. Demokrasi memerlukan perwakilan, tidak secara langsung, ketika berlangsung pada skala besar—dan demokrasi representatif adalah gaya dari politik kekuasaan yang berlangsung sekarang ini. Penghapusan hirarki menuntut penurunan pangkat yang permanen bagi para penguasa dan para bos, yang dipilih atau cara lainnya, dan karenanya juga menuntut apa yang ditolak oleh masyarakat massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena organisasi massa menghargai produksi lebih dari personalitas atau otonomi komunitas, maka mereka perlu bersifat imperialistik dalam gerak ruang lingkup mereka, dengan menghancurkan atau memperbudak semua kehidupan agar tetap berada di dalam jalur mereka. Namun, produksi bukanlah satu nilai opsional atau yang secara kebetulan bahwa masyarakat massa mampu untuk tidak memerlukannya lagi selagi melanjutkan keberadaan mereka. Jika kota-kota tidak mencukupi diri sendiri di dalam produksi makanannya, mereka akan mengambil satu lingkup area yang akan dijadikan untuk penggunaan agrikultur, dan menyumbangkan ketidakramahan kepada ekosistem-ekosistem non-manusia dan komunitas-komunitas otonom yang mencukupi diri mereka sendiri. Area ini akan diperluas dalam relasinya untuk meningkatkan populasi atau spesialisasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh kota. Orang mungkin bisa membantah bahwa produksi industri bisa dipelihara, dengan menurunkan skalanya secara serempak dan simultan, sehingga akan meninggalkan beberapa ruang bagi ekosistem dan orang-orang non-industri untuk hidup pada waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, proposal ini mengundang pertanyaan tentang mengapa peradaban industri harus diprioritaskan diatas wujud-wujud kehidupan yang lainnya. Ini juga diragukan, bahkan apakah itu mungkin bagi masyarakat untuk menyerang ”keseimbangan” antara kekayaan teknologi tinggi dan ketahanan ekologis tanpa pembagian-pembagian keuntungan antara bagian-bagian yang besar dari populasi bekerja atau memanfaatkan satu skema rancangan otoritas sosial yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleksitas struktur dan hirarki peradaban harus ditolak, beserta dengan imperialisme politik dan ekologinya dimana penyebarannya ke seluruh seberang dunia. Tidaklah mungkin bagi semua 6 milyar penduduk bumi untuk bertahan hidup sebagai hunter-gatherer, tetapi ini mungkin bagi mereka yang tidak dapat menumbuhkan makanan mereka sendiri secara signifikan di dalam ruang-ruang yang lebih kecil (dibandingkan dengan ukuran dari ladang-ladang yang hari ini telah diracuni dan dihabiskan untuk proses agrobisnis), seperti yang telah ditunjukkan oleh perkebunan organik dan teknik-teknik hortikultura pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam satu ekonomi yang didasarkan pada pembagian kerja, aparatus-aparatus manajerial dan institusi-institusi pengendalian sosial diwajibkan untuk mengurus proses produksi dan pertukaran komoditi, tetapi bukankah juga perlu bagi individu dan komunitas-komunitas kecil untuk memiliki kontrol terhadap mata pencaharian dan hidup mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan dari hirarki dan cara hidup yang teratur hanya akan melenyap ketika orang-orang sekali lagi mulai menjaga kebutuhan-kebutuhan mereka secara langsung melalui hubungan-hubungan baiknya dengan tanah mereka. Pemandangan yang hidup hanya akan dipelihara dan dikembalikan lagi ke dalam keadaan yang alami ketika perkakas-perkakas produksi massal tidak bisa lagi untuk dioperasikan. Anarki dan otonomi hanya akan tumbuh dengan subur ketika orang-orang mempelajari sekali lagi bagaimana caranya untuk hidup secara independen, bebas dari kanker peradaban dan pada akhirnya mulai sadar untuk menghancurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-8016868654952902978?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/8016868654952902978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=8016868654952902978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8016868654952902978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8016868654952902978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2010/01/melawan-masyarakat-massa.html' title='Melawan Masyarakat Massa'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-8050677246057024932</id><published>2010-01-31T23:14:00.002+07:00</published><updated>2010-01-31T23:30:20.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Manuskrip Bahagia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana langit sesak dengan irama musik&lt;br /&gt;Tanpa dawai dan jemari yang memetik&lt;br /&gt;Kedamaian dan perih rasa sakit&lt;br /&gt;Mendapati eksistensinya di tiap jiwajiwa yang menyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka duka berbaur bersama&lt;br /&gt;Sirna bersama gelora gerimis menebar dingin&lt;br /&gt;Dan ruangruang hampa&lt;br /&gt;Kembali terisi oleh isak tangis rengekan gelak tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aroma matahari tertiup bersama angin&lt;br /&gt;Mengebiri jantungjantung keserakahan&lt;br /&gt;Dan memenjarakan penkhianatan riwayat peradaban&lt;br /&gt;Yang akan menjelma menjadi histori harmoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung penyesalan&lt;br /&gt;Mendapati dirinya sendiri teronggok busuk di liang penghakiman&lt;br /&gt;Dan menuai badai kehancuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lentera dimensi hati&lt;br /&gt;Menemukan makna renungan disela persetubuhan&lt;br /&gt;Yang merayap dan membasahi getar nyali&lt;br /&gt;Dengan manimani gairah imajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disanalah putus asa hanya akan berbaris serupa nisan usang&lt;br /&gt;Mati tercampakkan&lt;br /&gt;Karena tiap raga yang bernyawa&lt;br /&gt;Tak lagi perlu diziarahi tamutamu yang bernama kekalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang dan malam serasa satu&lt;br /&gt;Dan tiap pintupintu rela terbuka untuk pengelana yang tersesat&lt;br /&gt;Membuang dan mengubur sunyi sendiri&lt;br /&gt;Masingmasing menepi ke dalam tidur berselimut birahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi berisik ratapan&lt;br /&gt;Yang menggoda amarah atau ciprat genangan darah&lt;br /&gt;Di setiap pinggiran jalan&lt;br /&gt;Atau di tikungan kelam pojokan perempatan&lt;br /&gt;Yang menggantung harapan&lt;br /&gt;Dan menghanguskannya dengan letup kebencian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Congkak air mata akan menghapus kesedihannya sendiri&lt;br /&gt;Menelan hembusan napas riang&lt;br /&gt;Dan tak lagi mengisyaratkan perih yang meradang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kita tak perlu lagi berilusi&lt;br /&gt;Karena imaji telah menemukan iluminasinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi yang serasa pasrah serasa mati&lt;br /&gt;Semua hidup, semua bermimpi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(103, 78, 167);"&gt;&lt;b&gt;: Malang, 8 Juni 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-8050677246057024932?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/8050677246057024932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=8050677246057024932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8050677246057024932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8050677246057024932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2010/01/manuskrip-bahagia.html' title='Manuskrip Bahagia'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6111904878619731101</id><published>2010-01-31T23:12:00.002+07:00</published><updated>2010-01-31T23:31:40.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Swakelola Sebagai Alternatif Radikal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bila agenda nasionalisasi tidak mencukupi untuk menghadirkan pembebasan bagi proletariat [1], adakah alternatif radikal yang dapat diambil? Tentu saja alternatif tersebut dimaksudkan untuk menghapuskan fitur-fitur, watak dan keseluruhan sifat menghisap dari sebuah sistem produksi dan konsumsi yang eksis ini. Secara singkat, agenda utamanya adalah menegasikan keseluruhan sistem kapitalisme, tanpa ragu-ragu dan setengah-setengah. Oleh karena kapitalisme eksis berdasarkan 'kerja-upahan' untuk memproduksi komoditi, dan hal tersebut hanya dimungkinkan lewat sebuah relasi sosial dan ekonomi yang hirarkis - seperti majikan-pekerja, maka untuk menegasikannya, sebuah relasi sosial sekaligus ekonomi harus diorganisir melampaui bentuk-bentuk awalnya. Dan sebuah alternatif radikal yang dimaksud dapat dijumpai dalam bentuk &lt;i&gt;self-management&lt;/i&gt; atau swakelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swakelola pekerja (&lt;i&gt;workers self-management&lt;/i&gt;) adalah suatu model dalam mengoperasikan tempat kerja tanpa majikan atau manajemen hirarkis yang baku. Sebagai gantinya, tempat kerja tersebut dijalankan secara demokratis oleh pekerjanya. Dengan demokrasi, bukan berarti bahwa para pekerja memilih seorang manajer untuk membuat keputusan kepada mereka. Tetapi para pekerja memutuskan sendiri apa yang akan mereka lakukan sebagai sebuah kelompok. Tak seorang pun dalam badan usaha yang dikelola secara mandiri, memiliki kontrol terhadap pekerja lainnya kuasa dalam menentukan setiap keputusan ada di tangan setiap pekerja secara setara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swakelola yang dimaksud juga bukanlah sebagaimana 'kontrol pekerja' (&lt;i&gt;worker's control&lt;/i&gt;) yang berada di bawah kapitalisme privat atau pun kapitalisme negara, yang hanya spekulasi mengenai hak kontrol pekerja dalam menentukan segi-segi tertentu dalam produksi, seperti memilih wakil pekerja untuk bernegosiasi dengan manajer dalam memutuskan urusan-urusan bagaimana sebaiknya agar produksi tetap berjalan. Juga tidak seperti yang dipraktekkan di Yugoslavia ala rezim Komunis yang menempatkan pekerja sebagai pemegang saham dalam perusahaan kapitalis yang menghasilkan berbagai komoditi untuk bersaing dengan komoditi lain dalam sebuah ekonomi pasar, dan berhak memilih sebuah komite direksi untuk mengelola perusahaan, tentu saja di bawah kontrol ketat Partai berkuasa dan birokrasi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swakelola adalah negasi atas sistem produksi kapitalis, dengan mengenyahkan seluruh relasi hirarkis dan sistem kerja-upahan. Dengan mengacu pada kesatuan sistem ekonomi, swakelola berarti pola manajemen langsung oleh produsen, mulai dari proses produksi, distribusi hingga komunikasi dengan komunitas atau masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swakelola bukan sebuah konsepsi abstrak yang utopis. Dalam sejarah, swakelola telah hadir berulang kalidi Russia pada 1905 dan 1917, di Spanyol pada 19361937, di Hungaria pada 1956 dan Aljazair pada 1960 serta Chili pada 1972 hingga di Argentina pada 2001. Bentuk organisasi yang paling sering dibangun sebagai praktik dari swakelola adalah Dewan Pekerja (Soviet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja dalam sebuah pabrik, sistem transportasi, komunikasi, dsb, membentuk sebuah badan umum yang kemudian memilih komite-komite yang berisi delegasi-delegasi untuk menangani tugas-tugas khusus, termasuk pertahanan diri dan koordinasi dengan perusahaan lain yang juga telah dikuasai oleh para pekerjanya. Pengoperasian perusahaan lantas dimulai kembali di bawah manajemen pekerja dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang didefinisikan oleh mereka - tentu saja, selama sebuah krisis revolusioner, sektor-sektor terpenting adalah produksi pangan, senjata, sumber daya listrik, keberlanjutan urusan medis, telekomunikasi dan layanan transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tempat kerja yang diswakelolakan berjalan berdasarkan pertemuan langsung (&lt;i&gt;face to face&lt;/i&gt;) antar pekerja dalam sebuah dewan pekerja. Pekerja di setiap perusahaan mengambil keputusan kolektif berbasis demokrasi langsung, baik one-man-one-vote atau melalui konsensus. Ini mesti berlangsung di seluruh divisi atau unit kerja terkecil dari bawah, dan pada akhirnya mencakup keseluruhan tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengkoordinasikan kerja-kerja harian di tingkatan basis atau unit kerja, dilakukan lewat pertemuan Dewan Pekerja di tiap divisi atau unit kerja, yang fungsinya membicarakan masalah kerja dan mengambil keputusan harian. Tiap divisi/unit kerja mengirimkan delegasi dengan mandat khusus ke sebuah 'komite kerja', untuk mengkoordinasikan aktifitas mereka dengan unit kerja lainnya. Yang harus diingat, delegasi bukanlah manajer profesional, tetapi pekerja biasa yang beraktifitas di tempat/unit dimana mereka didelegasikan dengan mandat dari pengutusnya. Setelah menjalankan tugasnya, delegasi akan kembali kepada dewan untuk melaporkan hasilnya, yang mungkin bisa dilanjutkan dengan mengambil keputusan baru. Setelah pertemuan dewan pekerja usai, delegasi pun kembali ke aktifitasnya seperti anggota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delegasi dapat di-recall atau diganti kapan saja bergantung pada pekerja. Dan sebuah 'komite kerja' yang dimaksud bukanlah manajemen sebagaimana bentuk perusahaan-perusahaan kapitalis, mereka tidak membuat sebuah keputusan agar pekerja mengerjakannya. Komite tersebut hanya berfungsi sebagai badan komunikasi antar unit-unit kerja. Komite bukan pula sebuah badan permanen, sejak pendelegasian di tiap unit kerja dapat dilakukan setiap pertemuan, sehingga setiap pekerja dapat menjalankan peran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swakelola menghapuskan pembagian kerja permanen antara manajer dan pekerja. Pada prinsipnya, mereka yang melakukan kerja produktiflah mulai dari membuat, merancang, merawat peralatan, mengumpulkan informasi, mengalokasikan peruntukan, dan seterusnya, yang memanajemeni kerja-kerja mereka sendiri. Swakelola bermakna pekerja mengelola pekerjaan mereka secara mandiri, oleh karenanya tidak diperlukan lagi manajer professional ataupun manajemen hirarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swakelola pada esensinya bertujuan dalam penghapusan kerja-upahan dan komoditi ekonomi, dan tentu saja alienasi atas pekerja -yang selalu berlekatan dengan kerja-upahan. Ini juga berarti pekerja mesti menghapuskan dirinya (sebagai pekerja-upahan/proletariat) saat mereka menghapuskan seluruh tatanan masyarakat berkelas. Dalam prakteknya, swakelola meniscayakan penegasian keberadaan negara dan kapital, dikarenakan kedua hal tersebut menjadi irasional dalam praksis manajemen langsung. Oleh karenanya pada prinsip yang berjalan, swakelola tidak mengizinkan semua kekuasaan yang terpisah atas mereka yang terlibat. Karena sebuah model manajemen langsung, swakelola diterapkan dengan sistem Demokrasi Langsung tanpa kecuali, dimana pendelegasian berlangsung secara ketat untuk menghindari sentralisasi kekuasaan dan manipulasi [2]. Dan pada akhirnya diperlukan sebuah badan koordinasi masyarakat secara luas, namun seluruh anggotanya tetap di bawah mandat dengan ketat, sehingga fungsi mereka terbatas pada komunikasi umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk di masa lampau, pencapaian-pencapaian tertinggi dewan-dewan tersebut telah membuat seluruh kekuasaan negara tidak lagi dibutuhkan -kesalahan utama mereka di masa lampau (dengan pengecualian khusus atas para pekerja dan petani Spanyol di Catalonia pada 19361937) terletak pada ketidaksadaran akan hal ini dan dengan demikian dapat dengan mudah dihancurkan oleh kekuatan bersenjata yang masih tersisa dari para penyembah kekuasaan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana pembentukan kekuasaan negara baru dapat dihindari dengan cara ini? Pertama, tentu saja, dengan cara mengenyahkan seluruh “partai politik revolusioner” sekalian dengan kelompok-kelompok reaksioner. Kedua, dengan memastikan bahwa seluruh kekuasaan berada di tangan badan-badan umum para pekerja dan komuniti, dan hanya di tangan mereka sajabadan-badan umum tersebut sendiri adalah dewan-dewan dan bukan sekedar komite-komite delegasi yang mendapat amanat dari keseluruhan dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya mesti dipahami bahwa keberhasilan swakelola terletak pada kesadaran proletariat di tingkatan individu, akan sebuah hasrat yang mendalam bagi penciptaan sebuah hidup yang bebas, kreatif dan menyenangkan di bawah kontrol mereka sendiri. Di tingkat kolektif, isi berarti apa-apa yang harus diswakelolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swakelola juga tak bisa lagi hanya terbatas pada tembok-tembok pabrik. Pertama-tama, harus dibentuk juga dewan-dewan ketetanggaan dan masyarakat yang terdiri dari mereka yang selama ini tak mendapatkan upah atas kerja mereka (ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar dan anak-anak sekolah) yang pada gilirannya juga akan memilih delegasi dan bekerja dalam tim bersama dewan-dewan pabrik, komunikasi, transportasi dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja semua itu baru awal dari perjalanan jangka panjang swakelola agar dapat berhasil diterapkan di tingkat global pasca kemenangan dewan-dewan federasi atas kekuasaan seluruh negara yang eksis, sehingga sesuatu yang baru bisa tercipta dengan lebih menggairahkan dan menakjubkanperubahan-perubahan yang bahkan kita sendiripun sekarang tak akan mampu membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara empirik, semua ini bukanlah sebuah ide abstrak atau rencana besar utopis yang harus diinjeksikan ke dalam pikiran “massa”. Nyaris semua yang dijabarkan di atas pernah dilakukan dan terutama formasi dewan-dewan, federasi yang dimandatkan dengan ketat, delegasi-delegasi yang dapat dengan mudah dicopot dan diganti, dan upaya-upaya mentransformasikan lingkungan sosial bukan hanya satu kali, melainkan berkali-kali. Swakelola memperlihatkan penampakan awalnya yang kecil tetapi jelas di ruang-ruang kerja oleh para pekerja di ribuan pabrik di mana-mana, dalam bentuk pendudukan pabrik dan pemogokan. Mengutip kata-kata Marx, swakelola adalah gerakan nyata yang akan menghapuskan segala bentuk tatanan yang eksis saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Proletariat yang dimaksud disini tidak terbatas pada buruh pabrik dan pekerja industrial saja. Saat 'pabrik' dalam kapitalisme lanjut adalah keseluruhan masyarakat dalam konsepsi 'pabrik sosial', yakni dimana keseluruhan masyarakat diorganisir dalam relasi majikan-pekerja, baik yang diupah maupun tidak diupah, produktif maupun non-produktif, serta kerja yang dimaksud mencakup hingga aktifitas domestik dan non-komersil, maka definisi proletariat juga mesti diperluas. Ini juga mencakup petani, mahasiswa, ibu rumah tangga, pengangguran, hingga masyarakat adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Demokrasi Langsung sebagai oposisi terhadap Demokrasi Perwakilan/representatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6111904878619731101?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6111904878619731101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6111904878619731101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6111904878619731101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6111904878619731101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2010/01/swakelola-sebagai-alternatif-radikal.html' title='Swakelola Sebagai Alternatif Radikal'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7294016015241435494</id><published>2010-01-31T23:02:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T23:32:40.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Prosa Anatomia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;- Mata -&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sekejap aku menerawang kehidupan&lt;br /&gt;Disana aku mengukir kenangan indah ataupun kelam&lt;br /&gt;Disana juga aku merekam masa depan&lt;br /&gt;Yang berputar pelan, teratur dan bersambung perlahan&lt;br /&gt;Meremukkan, memilin dan memelintir episode cinta dan gairah&lt;br /&gt;Kujamah tiap helai peluh yang semakin memerah&lt;br /&gt;Aku menatap kesedihan dan kebahagiaan, dimana keduanya sulit untuk kuabaikan&lt;br /&gt;Aku melihatnya&lt;br /&gt;Senja indah yang terpuruk manja diselasela kekalahan jiwa yang memberontak&lt;br /&gt;Dan mengingatkanku pada sekejap jejak&lt;br /&gt;Yang pernah aku tengok pada mimpimimpi yang menari&lt;br /&gt;Ketika malam ketika aku terkapar&lt;br /&gt;Disana aku melihatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- Telinga -&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah tergores sejuta sakit yang aku terima&lt;br /&gt;Ketika fitnah kudengar, ketika ancaman membakar&lt;br /&gt;Dan melanda kekosongan asa yang menjemput reaksi dengan amarah&lt;br /&gt;Terngiangngiang, ujung gendangku menggelepar&lt;br /&gt;Aku mendengarnya&lt;br /&gt;Tangisan yang mengisak diselasela kepongahan, diantara runtuhan kezaliman&lt;br /&gt;Berharap mendengar desah lembut nafas senggama yang mendebarkan&lt;br /&gt;Sinyalku malah menerima teriakanteriakan putus asa&lt;br /&gt;Dari mereka yang menganggap dunia ini serasa neraka&lt;br /&gt;Bukan karena derai kemisikinan, itu sudah biasa&lt;br /&gt;Tapi kebejatan dan kemunafikan sang pangeranpangeran kenegaraan&lt;br /&gt;Kemana aku harus mengistirahatkan lelah ini&lt;br /&gt;Kemana aku harus memutar nada kehidupan&lt;br /&gt;Yang merdu yang melankolis dan tidak membuatku meringis miris&lt;br /&gt;Sebab aku tidak tuli&lt;br /&gt;Aku mendengarnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- Mulut -&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kita berperang melawan kebungkaman&lt;br /&gt;Menghunjam ketakutanketakutan yang bersahutan&lt;br /&gt;Merupa kata, menjelma menjadi senjata&lt;br /&gt;Disinilah kita merangkai prosa, merupa sajak, meneriakkan kegelisahan&lt;br /&gt;Menjadi helaihelai kehidupan yang kelak menatap arah&lt;br /&gt;Agar tak terjebak dalam pilihan suram&lt;br /&gt;Atau tersesat karam menuju kebimbangan atau kebingungan atau hanya diam&lt;br /&gt;Kau tidak akan pernah lagi mendengar rintihan manja&lt;br /&gt;Disini hanya akan ditentukan oleh dua kata&lt;br /&gt;Ya atau tidak&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya masa depan belum tertulis kawan&lt;br /&gt;Di ujung lidah kita tersembunyi kemewahan&lt;br /&gt;Rajuk manja, desah rintih, teriak pasrah, sumpah serapah atau senandung keindahan&lt;br /&gt;Bahkan umpatanumpatan kotor yang mengasyikkan&lt;br /&gt;Djancuk!    Taik!    Anjing!&lt;br /&gt;Aku memakimu, toh aku berhak&lt;br /&gt;Karena aku bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- Tangan -&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membunuhmu&lt;br /&gt;Dengan genggamanku yang mengepal&lt;br /&gt;Karena lelah mendengar kebohongan&lt;br /&gt;Jabat ini hanya untuk kawan yang tahu arti persahabatan&lt;br /&gt;Perdamaian dan harmoni perbedaan&lt;br /&gt;Karena disana aku mampu meraba&lt;br /&gt;Aku menjamah&lt;br /&gt;Perlahan namun kurasakan dengan dalam&lt;br /&gt;Lembut kasar uraturat kolase rutinitas harian&lt;br /&gt;Aku menggambar&lt;br /&gt;Inilah kanvas yang kurindukan&lt;br /&gt;Akan kulukis dan kutumpahkan tintatinta merah yang gemerlap dan bercucuran&lt;br /&gt;Lompatanlompatan warna yang meneriakkan keceriaan&lt;br /&gt;Saling menggandeng, bukan menuding dan meradang&lt;br /&gt;Disini aku memegang kuasa&lt;br /&gt;Yang akan kubawa melintasi sahara kehidupan&lt;br /&gt;Disini aku akan menantang&lt;br /&gt;Diantara getargetar kesunyian yang beraroma pengkhianatan&lt;br /&gt;Aku bukan kekalahan&lt;br /&gt;Aku adalah kepalan dan calon kemenangan&lt;br /&gt;Karena aku menggenggam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- Kaki -&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejakjejakku menggores tiap jengkal kekosongan&lt;br /&gt;Ketika aku merayap di atas tanah penggusuran&lt;br /&gt;Melihat wajahwajah menyebalkan berseragam dengan seringai busuknya&lt;br /&gt;Rasanya aku ingin menyepak wajahnya yang buruk rupa&lt;br /&gt;Aku melangkah disana, menyeret pelan tiap detik yang kulalui&lt;br /&gt;Terkadang bimbang kemana aku harus mengarah&lt;br /&gt;Aku terlalu lelah&lt;br /&gt;Membawa beban hariku ini dipanggul oleh kebodohan&lt;br /&gt;Tiada henti, berharap mati&lt;br /&gt;Aku terlalu lelah&lt;br /&gt;Berjalan diantara kemunafikan, keserakahan, kebencian, kekejaman atau keributan&lt;br /&gt;Dan berjuta katakata yang memberi makna&lt;br /&gt;Bahwa segalanya adalah cerita tentang ajang menabur peperangan&lt;br /&gt;Aku tahu&lt;br /&gt;Karena itu aku menolak untuk berhenti&lt;br /&gt;Sebab diantara pasakpasak yang terpancang&lt;br /&gt;Benderabendera sombong yang berkibar di pojok tiangtiang keangkuhan&lt;br /&gt;Membelah pecah bumiku dan tanah kebebasanku&lt;br /&gt;Disanalah aku melangkah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. . . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak akan mengerti&lt;br /&gt;Seberapa jauh raga ini membawa kita memeluk ruangruang kehidupan&lt;br /&gt;Menganga dalam dendam&lt;br /&gt;Ataupun yang selalu siap untuk menjemput kemenangan&lt;br /&gt;Juga kekalahan yang menunggu kita untuk menyerah&lt;br /&gt;Diam dalam kebekuan penyesalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang bernyawa&lt;br /&gt;Selalu membangun dindingdinding perlindungan&lt;br /&gt;Bersama kehendak, karunia dan pesona mereka&lt;br /&gt;Disanalah kita akan menyadari&lt;br /&gt;Bahwa hakikat kehidupan menjalari tiap anatomi tubuh yang kita punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: rgb(103, 78, 167);"&gt;&lt;b&gt;: Malang, 9 Juni 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7294016015241435494?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7294016015241435494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7294016015241435494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7294016015241435494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7294016015241435494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2010/01/prosa-anatomia.html' title='Prosa Anatomia'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5694576339309195350</id><published>2010-01-31T22:20:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T23:36:15.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Pemikiran, Kata-Kata dan Aksi Langsung!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mimpi dan khayalan adalah pupuk dari perubahan sosial. Dunia memang berubah; dan akan terus berubah karena orang-orang membuatnya berubah. Kunci menuju sukses adalah solidaritas; yang dapat berarti apapun dari sekedar menjadi tempat curhat hingga memberikan amunisi. Solidaritas adalah sesuatu yang kuat, komunitas yang bersatu, menarik garis dari masa lalu tentang berbagi pengalaman dan mengalami kesulitan, memapankan jaringan kontak dari berbagai individual ataupun organisasi dan mendukung semua tindakan melawan ketidakadilan dan penindasan. Sejarah ada di sisi kita; kita bisa dan akan mempunyai harapan untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi langsung (&lt;i&gt;direct action&lt;/i&gt;) adalah berarti juga memilih pola independen (D.I.Y) dengan cara secara langsung menghadapi masalah yang ada di depan kita tanpa harus memberikan masalah apda orang lain ataupun meminta ijin dulu dari politisi, birokrat atau semua pecundang yang duduk di kursi kekuasaan. Ini juga berarti berjuang untuk mengontrol hidup kita sendiri dan berusaha untuk secara langsung memberikan efek pada dunia di sekeliling kita, mengambil tanggung jawab untuk setiap aksi yang kita lakukan dan definisikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi langsung telah menjadi bagian integral dari resistansi sejak dulu manusia itu ada. Dalam masa kini, iklim politik pemerintahan melihat aksi langsung sebagai sebuah bentuk taktik protes yang cepat menarik popularitas sebagai sebuah option untuk mencapai hasilnya. Sejarah mengatakan bahwa untuk berusaha menjadi seorang boss adalah sebuah pekerjaan yang sangat beresiko, tetapi pemerintah saat ini semakin baik dalam menangani para pembangkang. Negara dipersenjatai penuh dan diproteksi dan telah terbukti berhasil menguburkan dalam-dalam siapapun yang tidak setuju dengan keputusan mereka (lihat juga keberhasilan mereka dalam memutarbalikan fakta, seperti selalu menyalahkan kekerasan, termasuk penghancuran properti, kepada diri kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tatanan masyarakat modern yang dijalankan oleh pemerintah yang 'demokratis', dijalankan sebuah sistem dimana segala bentuk protes dan ketidaksetujuan harus ditampung dan melalui representatif negara dahulu sebelum diperdengarkan. Dan hasil yang selalu kita dapatkan apabila kita menyampaikan keluhan kita melalui representatif negara hanya satu: aksi demonstrasi marching di jalanan yang kita organisir diabaikan, tidak ada media massa yang akan meliput dan menaikkan issue yang kita bawa dan Polisi Anti Huru-Hara (PHH) serta Dalmas-nya telah siap sedia mengganyang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi telah membuat kekuatan perubahan terlepas dari tangan kita. Suara protes secara hati-hati dikontrol dan direduksi: semua jalan diserahkan pada para birokrat dan politis untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Kekuatan kita semakin tereduksi dan semua yang kita harapkan boleh kita utarakan hanya melalui kotak pemilihan suara yang disodorkan kepada kita setiap empat tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kalau kamu tidak sibuk karena kamu telah dilahirkan, maka kamu pasti sedang sibuk belanja."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Angry Brigade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Illegalism gets the good. Copyright is bullshit...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, yang tinggal di negara miskin (definisi 'negara berkembang' hanyalah perhalusan dari kata 'negara miskin'), hidup seperti kecoa dan tikus got. Sistem yang diterapkan oleh kapitalisme telah sedemikian kuat. Kita didorong untuk mengkonsumsi apapun yang ditawarkan oleh sekeliling kita. Jadi apa yang perlu diprotes? Diri kita sendiri. Memang menyedihkan saat menyadari bahwa ancaman terbesar yang dihadapi oleh planet ini adalah spesies manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan dan pengeksploitasian manusia, binatang dan lingkungan alam telah dan masih terjadi di sekitar kita, di seluruh dunia dan alasan tindakan tersebut adalah diperlukannya profit untuk membiayai gaya hidup kita sehari-hari yang mewah. Lebih dari 80% populasi dunia saat ini tinggal dalam kondisi kemiskinan yang parah dan semua bermimpi untuk hidup mewah, hanya mereka tak mampu, bumi tidak memiliki cukup sumber daya alam yang mendukung impian ini. Dalam faktanya, sumber daya alam bumi ini dengan cepat dihabiskan hanya untuk mendukung gaya hidup mewah segelintir manusia yang tinggal di 'negara dunia pertama' dan para pemerintah serta konglomerat di seluruh dunia. Selain segelintir manusia tersebut? Semua hidup dalam dunia fantasi yang haus untuk mengkonsumsi. Kita hidup di dunia yang memiliki begitu banyak produk, tapi harga yang harus dibayar adalah: pembantaian massal melalui pemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani dari Karnataka, India, saat berlangsungnya protes anti-WTO beberapa waktu lalu, mengatakan, &lt;i&gt;"Kami tidak ingin amal dan belas kasihmu semua. Mereka yang tinggal di utara seharusnya dapat mengerti perjuangan kami dan menyadari bahwa ini adalah juga bagian dari hidup mereka. Dimana-mana yang kaya selalu bertambah kaya, yang miskin semakin miskin dan lingkungan semakin mendekati kiamat. Tidak peduli dimana kita tinggal, di belahan bumi uatar atau selatan, kita telah menghadapi masa depan yang sama! Globalisasi seharusnya berarti bahwa kita ingin mengglobalkan kemakmuran masyarakat dunia, bukan mengglobalkan bisnis. Karena hidup bukanlah sebuah bisnis."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Dunia Ketiga hidup dari sampah, limbah dan sekarat atas kerakusan mereka yang hidup di negara Dunia Pertama. Perjuangan yang dilakukan oleh kita yang hidup di negara Dunia Ketiga bukanlah sekedar perjuangan melawan dominasi korporasi multinasional ataupun melawan rezim diktator dan militer, tetapi juga perjuangan untuk bertahan hidup. Gerakan resistansi anti-globalisasi di India, Afrika dan Amerika Latin sangat besar dan itu adalah demi mengambil alih kontrol atas diri mereka. Apakah kita bisa menyamakan gerakan tersebut dengan gerakan mereka yang ada di negara Dunia Pertama? Di Meksiko, pada tahun baru 1994 Zapatista membebaskan daerah Chiapas dan menjadikannya daerah otonomi bagi kaum indian agar terlepas dari sistem yang eksploitatif yang dipaksakan oleh para kapital dari negara Dunia Kesatu kepada mereka. Perempuan dan anak-anak, telah mengangkat senjata untuk melindungi diri mereka dari dominasi kulit putih yang tinggal di negara Dunia Pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dunia kita eksis hanya sebatas sejauh telepon kita dapat berhubungan, mobil kita dapat lalui, modem kita dapat koneksi, dan televisi kita dapat tayangkan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- His Hero Is Gone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zombie-zombie konsumen, itu adalah dirimu dan diriku, adalah sesuatu yang sangat vital dalam memperkuat ataupun memperlemah mata rantai dari eksploitasi global ini. Kita sangatlah lemah, tapi kita dapat mengubah pola pikir kita, kita dapat mengikuti ataupun menolak budaya trend konsumtif; jaringan diy ini adalah milik kita, kita mempunyai pilihan disini, kita dapat mengatakan ya ataupun tidak, kita dapat memutuskan mata rantai ini, kita dapat menghancurkan mata rantai ini walaupun hanya sebagian kecilnya, tapi kita mampu. Kata-kata tanpa aksi adalah bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kamu tidak mendukung musuhmu saat kamu ada dalam perang - boikot!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-- Aus Rotten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boikot: menolak untuk berhubungan atau melakukan pertukaran dalam usaha untuk melemahkan atau menghancurkan sesuatu. Sangat simpel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kekuatanmu, jangan beli (kebohongan dan produk mereka, cari alternatifnya. Bila tak ada alternatifnya, usahakan untuk memperolehnya dengan cuma-cuma: curilah!!! Ambil dari produsen-produsen dan distributor barang-barang tersebut. Jangan pernah percaya kepada para kapital yang selalu berpura-pura peduli kepada konsumen (seperti McDonald's dan Body Shop). Mesin yang dijalankan kapitalisme berputar terus dan terus, dan untuk menghentikannya bukanlah pada masalah hasil produksinya - mentalitas dibalik produk tersebutlah yang harus dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat perubahan nyata pada gaya hidup kita yang konsumtif berarti juga membuka ruang-ruang untuk memikirkan kembali seluruh hidup kita, tentang bagaimana kita hidup, bagaimana kita bereaksi, berkomunikasi, hubungan sosial kita, kerja kita, berapa banyak kebohongan dan kepalsuan yang telah kita ambil. Ini adalah sebuah revolusi dalam diri kita sendiri; ini adalah tentang pengambil alihan kontrol, mengklaim kembali kekuatan sebagai seorang individual. Ini adalah tongkat penyangga bagi resistansi kita melawan kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Semakin banyak kamu mengonsumsi, semakin berkurang kamu hidup."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Angry Brigade&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kita tidak hidup, melainkan mempraktekkan kematian selama kita hidup."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- His Hero Is Gone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bergerak lebih jauh daripada hanya sekedar mengkonsumsi produk ramah lingkungan seperti yang dikampanyekan oleh Greenpeace ataupun grup-grup pecinta lingkungan sebagai alternatif bagi konsumen, tetapi melihat kepada sistem kapitalisme dan efek globalisasi sebagai akar dari banyak sekali permasalahan di dunia, dari kepunahan spesies, eksploitasi buruh hingga perang. Korporasi multinasional adalah wajah buruk dari ketiadaan batas dari kapitalisme. Mereka bebas untuk menjelajahi dunia demi penyedotan sumber daya alam, buruh murah dan ketiadaan hukum perlindungan ingkungan dalam usahanya untuk melarikan diri dari ketatnya dan menguatnya standar yang diajukan oleh para buruh di negara Dunia Pertama. Perjuangan demi hidup yang menyenangkan, demi upah yang mencukupi, kesehatan dan keamanan masih sangat jauh dari selesai. Kita juga harus berpikir secara global: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengapa harus membuat sepatu di Amerika disaat Nike dapat menggunakan buruh-buruh diupah rendah di Indonesia dan melipatgandakan profit bagi perusahaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi mereka sudah sangat mengglobal, begitu juga resistansi kita seharusnya. Pemerintah tidak akan melakukan apapun dalam berhadapan dengan perkembangan ekonomi bagi korporasi. Ini semua terserah kepada kita sendiri untuk menghentikan lingkaran roda pengeksploitasian ini. Kita harus melenyapkannya dengan diri kita sendiri, memboikot sistem mereka yang tidak adil dan tidak merata. Ini saatnya untuk bergerak jauh melampaui sekedar produk dari korporasi. Perhatikan lagi semua kejadian yang ada di sekitar kita, hal tersebut dapat membantu pemfokusan kemarahan kita dan juga menolong untuk mempersatukan dari begitu banyak issue-issue yang dibawa oleh kelompok-kelompok faksional dengan diri kita. Aksi anti-WTO N30 dan MayDay 2000 telah memperlihatkan keapda kita semua bagaimana berbagai banyak macam organisasi, dari perserikatan, aktivis HAM, environmentalis, beraksi bersama di jalanan dalam menyerang musuh bersama mereka yang sesungguhnya: kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat, kapitalisme adalah juga mengenai diri kita sendiri dan bagaimana tipe sosialisasi kita dengan individu lainnya. Kapitalisme jauh lebih besar dan kuat daripada sekedar taraf level Nike ataupun McDonald's sebagai contohnya, tapi kapitalisme juga berarti masalah Dunia Baru, susu murni KBPS, kios-kios rokok; besar atau kecil, kapitalisme adalah tentang bagaimana pekerja menjual diri mereka dalam sebuah hubungan yang jelas eksploitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tetaplah jadi parasit, atau jadilah pejuang bumi."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Kapten Paul Watson, Sea Shepherd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka mengabaikan nyanyian dan barisan demonstrasi kita, tapi dapatkah mereka mengabaikan batu dan bata? Inilah saatnya untuk melakukan sesuatu lebih daripada sekedar bicara saat mereka telah mengabaikan aksi demonstrasi damai!" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Aus Rotten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatunya bermula dari diri kita sendiri. Jika kamu lari untuk menyelamatkan hidupmu dan seorang polisi berteriak, "Stop!" akankah kamu berhenti? Pemerintah merepresentasikan kekuatan uang, bukan kekuatan rakyat, bukan kekuatan bumi dan selama ini kekuatan itulah yang selalu kita dukung dan kita beri kekuatan lebih. Pemerintah adalah satu-satunya sumber yang tak dapat dipercaya untuk memberikan keadilan kepada rakyatnya kecuali atas kepentingan pribadinya sendiri. Kita tidak perlu merasa berhutang pada pemerintah, toh mereka menjadi makmur atas hasil pembayaran pajak yang kita bayar (dengan dibawah ancaman). Marahlah, karena ini adalah dunia kita! Berpikirlah tentang flora dan fauna yang sebanyak 20.000 spesiesnya terancam punah setiap tahunnya; anak kecil di China yang harus bekerja keras untuk membuat mainan yang kita utak-atik setiap harinya; buruh Tangerang yang kesakitan dan kelelahan dalam membuat sepatu Nike yang kita kenakan. Garis batas antara legal dan ilegal harus kita hapuskan. Saat ketidakadilan menjadi sebuah hukum - resistansi menjadi kewajiban kita. Kita mempunyai kewajiban untuk melindungi bumi yang telah menghidupi kita beserta generasi mendatang. Penghancuran alam adalah sebuah kejahatan yang tak pernah tercatat sepanjang sejarah manusia, dan hal inilah yang menuntut sebuah gerakan resistansi dari diri kita semua. Kita tidak perlu menunggu krisis kapitalisme, yang kita tahu bahwa hal tersebut sudah lewat dan entah kapan akan datang lagi. Tidak ada waktu untuk mengabdikan diri kita kepada sistem, tak ada waktu untuk memikirkan reformis, karena setiap waktu yang kita miliki selalu tercuri oleh mereka dalam setiap ada kemajuan ekonomi. Kita harus mengklaim kembali hidup kita, bukan sekedar mengganti produk yang kita gunakan. Kuatkan dirimu, berhentilah menjadi bagian dari sistem eksploitatif ini dan fokuskan kemarahanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam alam politis dari Angry Brigade, RAF, 1st Of May, IRA, Weathermen, Black September, Dutch Provo, dan lain sebagainya, semuanya melakukan pemboman dan kampanye teror selama tahun 1970-an, ALF mengkampanyekan animal liberation, mereka adalah sedikit dari contoh dimana agenda operasional mereka adalah bentuk aksi langsung dan pemerintah melihatnya sebagai kriminal pelanggar batas; tapi hal-hal tersebut jugalah yang menjadi fondasi bagi para aktivis di seluruh dunia untuk mulai melakukan aksi-aksi langsung apapun bentuknya. Grup-grup dengan issue tunggal seperti environmentalis, anti rasis, serikat buruh, yang secara tradisional bergerak seperti kelompok reformis, saat ini sudah mulai menerapkan politik revolusioner dalam pola geraknya. Sayang saja di Indonesia hal ini belum biasa karena politik dan revolusi masih dianggap sebagai sesuatu yang sangat tabu dan hanya merupakan bagian dari rutinitas para politisi dan birokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Banyak aktivis yang saat ini membuat koneksitas antara perjuangan mereka dengan mereka yang berada di komunitas kelas pekerja."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Do Or Die no. 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu semuanya yang seharusnya dapat juga kita lakukan, saat semua tetap sibuk dengan berpikir soal penyusunan undang-undang, atau memikirkan soal mencari pemerintah yang lebih baik; globalisasi telah melanda hampir semua gearkan protes... gambaran yang besar beserta solusinya, sekarang telah tampak sangat jelas. Ribuan grup anti kapitalis telah mulai berkembang dimana-mana di muka bumi ini. Lalu apa yang mereka lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menandatangani petisi dan pergi ke aksi-aksi demonstrasi, mereka berpikir mengenai gaya hidup mereka, aksi mereka dan efeknya; sebagian lainnya menghancurkan mesin-mesin milik korporasi, menghancurkan properti; mereka mempertanyakan segalanya, mereka membangun alternatifnya, mereka melakukannya dengan cara mereka sendiri, mereka menghapus batasan yang ditetapkan pemerintah, mereka menolak pemerintah dan beraksi langsung untuk merubah kondisi dunia tempat mereka tinggal. Pendeknya, mereka meresikokan segalanya demi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanyakan pada dirimu sendiri: siapa audiens kita? Apa pesan kita? Apakah ini adalah taktik terbaik yang daapt dilakukan oleh kita saat ini? Apa tujuan kita? Dan akhirnya, sejauh mana kesiapan kita untuk melakukannya? Tapi sebelum kita lakukan aksi kita, selalu ingat bahwa kita juga perlu untuk merombak diri kita sendiri, merombak pola pikir dan pola pandang kita dan cara sosialisasi kita yang menyertai kita dalam hidup kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala macam aksi adalah valid; tapi... membuat aksimu sendiri adalah sebuah kreasi, sebuah langkah radikal kecil ke depan menuju dunia yang berbeda. Tanpa visi ini, aksi langsung menjadi tak berarti sama sekali. Kalau kita hanya memfokuskan pada aksinya saja, kita akan dapat terjebak ke dalam sebuah gerakan yang reaksioner dan tak mendasar sama sekali, sebuah gerakan yang sama sekali kebingungan akan siapa yang harus dilawan. Visi ini sudah barang tentu... revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jangan pernah tergantung pada pemerintah atau institusi untuk membuat perubahan. Semua perubahan sosial yang signifikan sepanjang sejarah manusia telah dilakukan oleh aksi-aksi individual."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Margaret Mead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dunia ini berada dalam saat depresi, tetapi harapan dapat ditemukan dalam diri mereka yang bisa, berani dan beraksi."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Dave Foreman, Eco-Defence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang aktivis di Jakarta menanyakan kepada marketing manager dari perusahaan Nestle tentang bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh kampanye boikot. Jawabannya adalah, &lt;i&gt;"Tentu saja ada. Setiap saat seorang konsumen datang ke sebuah toko dan membuat keputusan untuk tidak membeli salah satu dari produk kami, hal itu sangat menyakitkan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat, kamu dapat membuat sebuah perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagian juga berpendapat bahwa daripada kita mengkampanyekan boikot, mengapa kita tidak mengkampanyekan pencurian dan perampokan atau pembajakan produk? Karena alangkah sulit untuk melepaskan diri dari kekangan dan jebakan sistem konsumtif ini. Memang kadang taktik-taktik tertentu tidak sesuai dengan diri dan pola pandang kita. tapi itu semua terserah kepada diri kita, dirimu dan diriku sendiri untuk memutuskan dan memilih taktik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghancuran properti, vandalisme, dianggap sebagai sebuah bentuk kekerasan dalam kacamata sistem ataupun moralis yang hipokrit. Mereka akan mengkampanyekan bahwa perusakan properti hanya akan menyulut kekerasan negara sebagai reaksi terhadap tindakan tersebut. Mereka akan selalu menghalangi tindakan tersebut. Kenapa? Karena properti adalah tulang punggung kapitalisme yang sangat lemah dan tak dapat mempertahankan diri; kapitalisme juga berawal dari kepemilikan alat produksi dan properti, mereka mendewakan properti. Dan itulah yang paling mudah kita serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka khawatir dengan beberapa kaca jendela yang kita pecahkan. Seharusnya mereka datang dan melihat sendiri bagaimana kekerasan telah dilakukan kepada komunitas kami dengan berada di bawah nama perdagangan bebas."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;-- Seorang aktivis Meksiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tunggu apalagi kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-5694576339309195350?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/5694576339309195350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=5694576339309195350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5694576339309195350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5694576339309195350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2010/01/pemikiran-kata-kata-dan-aksi-langsung.html' title='Pemikiran, Kata-Kata dan Aksi Langsung!'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3716123815740240991</id><published>2009-03-03T06:50:00.006+07:00</published><updated>2009-03-03T07:39:22.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Organisasikan Komunitasmu: Jangan Memilih!</title><content type='html'>&lt;div style="color: #073763;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="CONTENT-TYPE"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)" name="GENERATOR"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;style type="text/css"&gt;	&lt;!--		@page { margin: 2cm }		P { margin-bottom: 0.21cm }		A:link { so-language: zxx }	--&gt;	&lt;/style&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Dalam demokrasi, harus ada yang menang dan kalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;—&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Hillary Clinton, Program Musik &lt;i&gt;Dahsyat&lt;/i&gt; di RCTI 19 Feb 09&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Semua revolusi modern telah berakhir dengan kembalinya kekuatan negara&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;—&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Albert Camus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Dewasa ini, “demokrasi” menguasai dunia. Runtuhnya rezim komunis Rusia, pendudukan di Afghanistan dan Irak yang mengatasnamakan demokrasi, sistem Pemilu multipartai yang semakin dipopulerkan di berbagai negara-negara miskin Dunia Ketiga, pertemuan-pertemuan tingkat dunia yang membahas persoalan demokrasi ekonomi, pembantaian warga sipil palestina di Jalur Gaza dan serangan balas dendam pada warga Israel yang tidak bersalah demi kekuasaan modal, juga jadwal Pemilu pada bulan April 2009 di Indonesia—yang selalu diklaim dan digembar-gemborkan sebagai pesta demokrasi. Lalu kenapa kita tidak merasa ada sesuatu yang menggembirakan, jika demokrasi adalah solusi dari segala masalah kita dan dunia? Kenyataannya dunia masih juga berjalan di antara kemiskinan, pengangguran, penghancuran ekologi, penghancuran hak-hak warga oleh korporasi, dan masalah-masalah lainnya. Lebih dari itu, kemandirian komunitas telah menjadi sesuatu yang benar-benar langka. Apakah ada yang salah dengan “demokrasi”? Apakah ada alternatif yang lebih memungkinkan dari “demokrasi”?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Setiap Anak Kecil Dapat Tumbuh Menjadi Seorang Presiden&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Bohong. Menjadi seorang Presiden berarti memegang sebuah kekuatan dalam posisi yang hierarkis, sama halnya dengan menjadi seorang milyuner: untuk ada satu orang Presiden, harus ada milyaran orang yang memiliki kekuatan lebih rendah dari dirinya. Dan seperti halnya dengan milyuner, hal yang sama berlaku juga dengan keberadaan seorang Presiden: bukan sebuah kebetulan bahwa kedua tipe tersebut saling menguntungkan, semenjak keduanya datang dari dunia yang memiliki banyak hak-hak istimewa dengan cara membatasi hak-hak kita sebagai orang-orang yang bukan bagian dari mereka. Sistem ekonomi kita, juga sebenarnya tidaklah demokratis, kita semua sudah tahu bahwa sumber kekayaan didistribusikan dengan proporsi yang secara absurd sangatlah tidak adil. Untuk menjadi seorang Presiden engkau harus memulainya dengan memiliki sumber kekayaan, atau setidaknya memiliki kedudukan untuk mengumpulkan lebih banyak lagi sumber kekayaan. Walaupun apabila memang benar bahwa setiap orang dapat tumbuh menjadi seorang Presiden, hal tersebut tidaklah akan menolong milyaran dari kita yang kebetulan tidak menjadi seorang Presiden—yang masih harus hidup dalam bayang-bayang kekuasaannya. Hal inilah yang menjadi kesulitan mendasar, yang intrinsik, dalam sistem demokrasi representatif[1]—di mana kesulitan tersebut terjadi dalam level paling bawah maupun dalam level teratas. Sebagai contoh: Walikota, bersama beberapa orang politisi profesional, dapat mengagendakan pertemuan-pertemuan yang mendiskusikan masalah-masalah yang dialami oleh warga kota tersebut. Kemudian mereka menghasilkan berbagai keputusan setiap harinya untuk ditaati oleh setiap warga kota, tanpa sekalipun pernah mengkonsultasikannya dengan para warganya. Masalahnya, masalah yang dialami oleh tiap warga pasti berbeda-beda, sehingga mereka yang tidak mengalami masalah yang sama jelas akan merasa keberatan dengan diberlakukannya keputusan sepihak dari Walikota. Tidak perlu heran apabila ketidakpuasan akan terus terjadi. Para warga kota dapat memilih Walikota yang lain, walaupun pilihannya hanya akan kembali ke lingkaran yang itu-itu saja: mereka yang telah disediakan dalam daftar politisi atau calon politisi yang sudah dipilihkan untuk warga kota. Dari pilihan itu, tetap saja kepentingan dan kekuatan kelas dari para politisi tersebut akan selalu bertentangan dengan kepentingan warga kota. Lagipula, para loyalis partai politik selalu saja hanya melakukan hal-hal yang dianggap baik demi mendapatkan kursi kekuasaan dan bagaimana caranya mempertahankan kursi tersebut. Apabila tidak ada Presiden, maka bukan berarti bahwa “demokrasi” kita tersebut kurang demokratis. Masalah mendasarnya adalah korupsi, kepemilikan hak-hak istimewa dan hierarki tidak akan pernah lenyap walaupun kita telah memilih jutaan Presiden; karena cacat tersebut tidak terletak secara personal pada siapa yang menjadi Presiden, melainkan bahwa hal-hal tersebut merupakan metode-metode pemerintahan yang telah melekat erat dalam bentuk pemerintahan apa pun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tirani Mayoritas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Apabila anda pernah mengalami suatu masa di mana anda menjadi bagian dari kelompok minoritas yang tidak masuk hitungan sama sekali, sementara kelompok mayoritas memutuskan bahwa anda harus kehilangan sesuatu yang sangat penting bagi diri anda sendiri tapi dianggap tidak penting oleh kelompok mayoritas, akankah anda hanya menurut demi kepentingan mayoritas? Saat hal tersebut terjadi, benarkah seseorang akan menyadari bahwa kekuasaan sekelompok orang ada karena mereka telah menyingkirkan hak-hak orang lainnya? Kita menerima kebenaran secara mutlak bahwa kepentingan mayoritas lebih penting karena kita tidak pernah percaya bahwa hal tersebut akan mengancam kepentingan kita—dan biasanya mereka, para minoritas yang telah terancam kepentingannya, telah ditutup dulu mulutnya sebelum kita sempat mendengar langsung tentang kondisi yang mereka alami. Tak ada “masyarakat biasa” yang mengakui bahwa dirinya terancam oleh aturan mayoritas, karena setiap orang berpikir ada sebuah “kekuasaan moral” yang menyatakan bahwa kepentingan mayoritas ada di atas segala-galanya: sesuatu yang di dalam kenyataan disebut sebagai fakta dengan merujuk pada standarisasi nilai-nilai yang tidak pernah ditanyakan terlebih dahulu, apakah kita sepakat atau tidak dengan aturan tersebut. Kalaupun hal tersebut tidak disebut sebagai fakta, setidaknya kita begitu sering mendengar hal tersebut dari berbagai teori, yang menyatakan bahwa ide tentang kepentingan mayoritas ada di atas segala-galanya. Dari demokrasi tersentral ala negara-negara Komunis, demokrasi Pancasila, sampai dengan demokrasi pasar yang eksis sekarang ini, kesemuanya tidak pernah mengakomodir kepentingan yang berbeda dari kepentingan mayoritas[2], bahkan jika itu adalah sesuatu yang keliru. Demokrasi dengan aturan mayoritas selalu berakhir dengan keputusan bahwa, apabila segala fakta telah terbukti benar, maka semua orang akan dibuat melihat bahwa hanya ada satu macam cara melakukan sesuatu yang bisa dikatakan benar alias hanya ada satu macam kebenaran. Tak heran jika pola demokrasi seperti demikian tak ada bedanya dengan kediktatoran. Masalahnya, dalam banyak kasus bahkan apabila “fakta” dapat dihadirkan secara jelas pada semua orang (yang jelas tak akan mungkin) beberapa hal tak dapat disetujui begitu saja, yang merupakan bukti bahwa sebenarnya kebenaran tidak hanya satu macam saja. Ada begitu banyak kebenaran di dunia ini, karena masing-masing individu dan lingkungan yang membentuknya punya keunikannya sendiri. Memaksa kebenaran yang bervariatif menjadi kebenaran tunggal akan menghilangkan keindahan yang mewarnai hidup ini. Kita semua membutuhkan bentuk-bentuk demokrasi yang mampu menghitung peristiwa-peristiwa tentang perbedaan kebenaran, di mana kita juga bebas dari sebuah sistem kediktatoran mayoritas sebagaimana kediktatoran kelas yang memiliki hak-hak istimewa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Aturan Hukum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Perlindungan yang disediakan oleh institusi-institusi legal yang kita miliki sama sekali tidak cukup. “Aturan dan hukum yang adil”, yang dewasa ini diberhalakan oleh mereka yang memang memerlukan perlindungan atas kepentingannya (misalnya tuan tanah atau direktur bank), tidak dapat melindungi setiap orang dari kekacauan atau ketidakadilan; hal tersebut hanya menciptakan arena spesialisasi baru, di mana potensi dan kekuatan yang sebenarnya dimiliki oleh komunitas akan direduksi ke dalam sebuah arena jual beli yang mahal untuk membayar hakim atau pengacara. Masyarakat yang miskin, lemah, dan tidak berdaya, adalah kelompok yang paling akhir diperhatikan oleh aturan hukum yang ada. Di bawah kondisi demikian, potensi mandiri dan kekuatan yang dimiliki oleh kelompok masyarakat akan disibukkan pada persoalan pemenuhan kemampuan finansial untuk membiayai institusi pengadilan, bukan digunakan untuk merebut kembali hidup yang telah dirampas. Memapankan keadilan dalam masyarakat melalui penguatan dan pemaksaan kontrol oleh hukum tidak akan pernah berhasil: beberapa hukum hanya dapat menginstitusionalkan apa yang telah menjadi aturan dalam masyarakat. Apa yang kita butuhkan adalah meninggalkan demokrasi representatif, untuk sebuah demokrasi partisipatoris[3] sepenuhnya. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Bukan Sebuah Kebetulan Apabila “Kebebasan” Tak Ada Dalam Kotak Pemilu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kebebasan bukanlah sebuah kondisi—melainkan sesuatu yang lebih dapat dikatakan sebagai sebuah sensasi—dan hal tersebut bukanlah sebuah konsep akan janji kesetiaan untuk dituju, sebuah sebab yang mendasari tindakan, ataupun sebuah standar yang mengharuskan kita berbaris di bawah satu bendera; melainkan sebuah pengalaman yang harus anda alami sehari-hari yang bila tidak dialami, maka kebebasan tersebut akan meninggalkan anda. Kebebasan bukanlah saat kita beraksi ketika bendera dikibarkan dan bom-bom dijatuhkan hanya demi “membuat dunia aman untuk demokrasi”, tak peduli apa pun warna bendera yang dikibarkan (bahkan juga bendera hitam). Kebebasan tak bisa diterapkan dalam sistem pemerintahan ataupun doktrin filosofis apa pun. Memberikan kebebasan pada orang lain tak akan mampu memperkuat kebebasan, selain hanya mengekang kemampuan orang tersebut untuk menemukan kebebasannya sendiri. Kebebasan muncul pada saat-saat yang sederhana; saat membuat anak kecil percaya pada sesuatu yang dilakukannya, pada momen-momen bersama dengan beberapa teman dekat dan kerabat, ataupun pada saat para pekerja menolak perintah pimpinan serikat buruhnya, dan kemudian mengorganisir pemogokan mandiri tanpa pemimpin. Apabila kita memang memperjuangkan kebebasan kita, maka kita harus mulai berjanji pada diri kita sendiri untuk selalu mengejar dan menghargai momen-momen tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkannya. Hal ini jelas lebih baik daripada menghabiskan waktu kita untuk melayani kepentingan partai atau ideologi (apa pun). &lt;i&gt;Kebebasan yang nyata tak akan dapat ditemui dalam kotak Pemilu.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Kebebasan bukan sekedar kemampuan untuk memilih satu dari&lt;/i&gt; &lt;i&gt;beberapa pilihan, melainkan berpartisipasi aktif untuk membuat&lt;/i&gt; &lt;i&gt;pilihan sendiri: membentuk dan mendekor ulang lingkungan di mana&lt;/i&gt; &lt;i&gt;pilihan-pilihan tersebut dapat terbentuk. &lt;/i&gt;Tanpa hal ini, kita tak akan memiliki apa pun, selain hanya menerima pilihan yang telah ada berulang-ulang kali—membuat keputusan yang hasil akhirnya juga akan selalu sama. Apabila pilihan ada di tangan kita, maka segala sesuatu berarti kemungkinan baru. Dan ketika telah tiba saatnya untuk mengambilalih kekuatan dan kekuasaan atas diri kita sendiri, maka tak akan ada seorang pun yang dapat merepresentasikan diri kita—hal itu adalah sesuatu yang harus kita lakukan secara mandiri. Kedaulatan tak akan pernah bisa direpresentasikan, bukan?!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Lihat, Kotak Suara Pemilu—Demokrasi!”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Apabila kebebasan adalah sesuatu yang berharga di mana telah banyak generasi yang berjuang dan mati untuknya, maka kotak suara Pemilu adalah sebuah pereduksian makna atas kebebasan itu sendiri; seseorang cukup memasukkan pilihan suaranya pada sebuah kotak, kemudian kembali ke tempat kerjanya di mana dirinya tak lagi memiliki kontrol atas hidupnya, yang juga berarti hal tersebut justru tidak dapat dibilang sebagai upaya untuk meneruskan perjuangan demi kebebasan yang telah dilakukan lebih dulu oleh generasi-generasi sebelum kita. Untuk gambaran yang lebih mudah mengenai kebebasan, lihatlah musisi yang sedang melakukan improvisasi musikal bersama beberapa partnernya; ia melakukannya dalam suasana yang menyenangkan, dengan kerjasama yang benar-benar tanpa paksaan, sehingga mereka dapat aktif mencari nada, tempo, dan suasana yang nyaman di mana mereka dapat eksis—semua berpartisipasi untuk mentransformasikan dunia yang sebaliknya juga mentransformasikan diri mereka. Ambil model tersebut dan terapkan pada setiap interaksi kita dengan orang lain, maka anda akan memiliki sesuatu yang secara kualitas jadi lebih baik daripada sistem yang ada saat ini: sebuah harmoni dalam hubungan dan kehidupan manusia—sebuah demokrasi yang sesungguhnya. Untuk mencapai titik tersebut, kita harus mulai menganggap Pemilu sebagai sebuah ekspresi kebebasan dan partisipasi yang telah ketinggalan zaman dan tak layak dilakukan untuk merengkuh kebebasan yang lebih nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Demokrasi Representatif Memiliki Kontradiksi Dalam Istilahnya Sendiri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Tak ada seorang pun yang dapat merepresentasikan kekuatan dan ketertarikan yang anda miliki—anda hanya akan mendapat kekuatan dengan melakukan sesuatu, dan anda hanya akan dapat tahu apa ketertarikan anda dengan cara melibatkan diri secara langsung. Para politisi telah mengembangkan karirnya dengan mengklaim bahwa mereka merepresentasikan orang lain seolah-olah kebebasan dan kekuatan politis dapat diselenggarakan oleh seorang wakil. Sejujurnya, para politisi yang sering disebut sebagai wakil rakyat, hanya orang-orang yang mewakili kepentingannya sendiri—dan kepentingan kelasnya yang berbeda dengan kita, masyarakat kebanyakan. Kepentingan para politisi yang mencari suara kita adalah mempertahankan sistem yang membeda-bedakan manusia ke dalam kelas-kelas sosial, sehingga mereka dapat menikmati hak istimewa yang hanya tersentral di sekitar mereka saja. Kepentingan kita adalah menghancurkan tersentralnya akses-akses atas hak-hak hidup dan pembagian manusia ke dalam kelas-kelas sosial, di samping memberdayakan dan memandirikan diri kita sendiri. Pemilu adalah ekspresi dari ketidakberdayaan dan ketidakmandirian kita: sebuah ijin yang kita berikan yang menyatakan bahwa kita hanya dapat mengerti kemampuan masyarakat kita melalui orang lain yang nantinya akan mewakili kita. Saat kita membiarkan para politisi tersebut menyediakan pilihan bagi kita, maka hal tersebut tak ada bedanya dengan saat kita menyerahkan urusan teknologi pada para teknokrat, urusan kesehatan pada dokter, tata kota yang kita tinggali pada ahli planologi; kita akan berakhir dengan terus hidup di sebuah dunia yang asing bagi diri kita sendiri, yang walaupun tenaga kita yang menciptakannya, kita tetap tidak mengerti apa yang sedang kita lakukan selain hanya menunggu diberitahu oleh para pemimpin dan para spesialis tentang apa saja kemungkinan yang kita miliki. Faktanya adalah kita tak perlu memilih satu di antara beberapa kandidat Presiden, merk &lt;i&gt;soft-drink&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;channel&lt;/i&gt; televisi, koran, ataupun ideologi politik. Kita dapat membuat keputusan kita sendiri sebagai individu dan komunitas, kita dapat membuat makanan yang enak dengan tangan kita sendiri, membuat koalisi sendiri, media sendiri, hiburan sendiri: kita dapat menciptakan pendekatan individual kita sendiri pada hidup yang memberi kita semua keunikan masing-masing. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Konsensus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Secara radikal, demokrasi partisipatoris juga dikenal sebagai demokrasi konsensus, sesuatu yang di belahan dunia lain telah dikenal cukup akrab dan bahkan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, dari komunitas adat di Amerika Latin sampai pada sel-sel aksi politis posmodern (grup affiniti atau kelompok affinitas[4]) di berbagai negara Dunia Pertama ataupun pertanian organik yang dioperasikan secara kooperatif di Australia. Demokrasi konsensus juga telah berlangsung selama sekian waktu dalam komunitas Sedulur Sikep[5] sampai pada aksi gotong-royong para petani di Kulon Progo yang menolak penambangan pasir besi. Demokrasi konsensus adalah sebuah bentuk demokrasi langsung, yang sangat berbeda dengan demokrasi representatif: para partisipan selalu terlibat dalam pengambilan keputusan harian, melalui desentralisasi ilmu pengetahuan dan kekuasaan, sehingga pengambilan kontrol atas hidup sehari-hari menjadi sesuatu yang sangat mungkin. Berbeda dengan demokrasi yang mengandalkan aturan mayoritas, nilai-nilai yang dianut demokrasi konsensus membutuhkan keterlibatan setiap individu secara setara; apabila ada satu saja orang yang tidak setuju dengan sebuah keputusan yang diambil, maka adalah tugas semuanya untuk menemukan solusi baru yang dapat diterima oleh semua. Demokrasi konsensus tidak menuntut agar seseorang menerima kekuatan orang lain atas hidupnya, walaupun hal ini juga bukan berarti bahwa tiap orang tidak membutuhkan orang lain; walaupun dalam soalan efisiensi, hal seperti ini amatlah lamban, tetapi dalam segi kebebasan dan itikad baik, hal tersebut akan mendapat poin yang sangat tinggi. Demokrasi konsensus tidak memaksa orang untuk mengikuti pemimpin ataupun standarisasi nilai, melainkan membiarkan orang lain untuk memiliki tujuannya dan  cara pencapaiannya sendiri. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Otonomi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Agar demokrasi langsung dapat menjadi berarti, orang-orang harus memiliki kontrol atas hidup yang berkaitan dengan dirinya maupun sekelilingnya. Otonomi adalah ide di mana pilihan untuk menentukan apa yang terbaik bagi diri kita masing-masing ada di tangan kita, dan bukan orang lain—apalagi orang yang hanya kita kenal dari poster atau baliho yang dipasang menjelang Pemilu. Otonomi juga berarti bahwa tak ada seorang pun yang dapat menentukan pilihan tentang apa yang harus anda lakukan untuk mengisi waktu dan potensi yang anda miliki—ataupun menentukan bagaimana lingkungan sekitarmu harus dibentuk. Jangan kacaukan hal tersebut dengan “kemerdekaan” individual yang sempit—dalam kenyataannya &lt;i&gt;tak ada&lt;/i&gt; seorang pun yang benar-benar merdeka dan mandiri sejak banyak hal dalam kehidupan kita saling terhubung dan tergantung dengan sesama kita (kita terbiasa bekerja dan menyebut diri kita mandiri, padahal kita tetap membutuhkan peran orang lain untuk membuat kita dapat hidup mandiri[6])—kedua hal tersebut hanyalah sebuah mitos individualis sempit yang membuat kita menolak mengakui perlunya keberadaan komunitas. Pemujaan yang berlebih terhadap istilah “mandiri” dalam masyarakat kompetitif menegaskan sebuah penyerangan terhadap siapa pun yang tak mau melakukan pengeksploitasian atas orang lain demi kepentingannya sendiri. Contoh jelasnya terdapat pada istilah otonomi dan mandiri seperti yang sering disebut-sebut oleh media massa dan pemerintah (seperti dalam kata “Otonomi Daerah”[7]). Otonomi yang kita tekankan adalah sebuah hubungan saling ketergantungan yang &lt;i&gt;bebas&lt;/i&gt; di antara sesama kita yang berbagi konsensus, seperti pilihan dengan siapa kita bertindak secara bebas demi pembangunan swakelola atas seluruh aspek kehidupan, dll. Otonomi adalah sebuah antitesis dari birokrasi (sebuah hal yang jelas membuat kata “Otonomi Daerah” tampak sebagai sebuah lelucon). Agar otonomi dapat terwujud, segala aspek komunitas, dari teknologi hingga sejarah harus diorganisir ulang agar dapat diakses oleh siapa pun. Agar perjuangan ini menemui titik terang, semua orang harus menggunakan kesempatan akan akses tersebut. Grup-grup otonomis dapat dibentuk tanpa perlu sebuah agenda yang jelas, selama sesama anggotanya mendapat keuntungan dari partisipasi anggota lainnya. Beberapa grup dapat mengandung kontradiksinya sendiri, sebagaimana secara individu kita semua juga seperti itu, tetapi masih tetap dapat bekerja bersama-sama. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Momen-momen di mana kita semua harus diseragamkan di bawah satu bendera, satu model dan satu pola, sudah tak mampu lagi untuk menjawab kebutuhan kita akan kebebasan yang setara. Kita harus mencoba memasuki dunia baru. Grup-grup otonomis harus mengambil sikap yang jelas untuk melawan tekanan dari luar (maupun dari dalam) yang menyatakan bahwa tak ada hak bagi individu untuk menentukan hidupnya sendiri, atau mereka yang berusaha mengilfiltrasi otonomi dan konsensus dengan melakukan penghancuran struktur. Kekuasaan atas otonomi harus dilakukan dengan cara apa pun, termasuk penghancuran struktur status quo dan menggantikannya dengan struktur yang lebih demokratis secara radikal. Sangat tidak cukup saat kita menghancurkan jalanan karena menganggap pembangunan jalan hanya menimbulkan lebih banyak lagi polusi. Kita harus mampu mencari cara seperti menyediakan transportasi gratis, misalnya. Atau contoh lainnya, kita tak cukup sekedar mengkritik pola pendidikan di Indonesia tanpa mencoba membentuk sebuah sekolah dengan pola pendidikan yang berbeda. Tak perlu sekolah besar, cukup sekolah kecil non-formal yang menggunakan pola pengajaran yang progresif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Aksi Langsung&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Otonomi juga berarti aksi langsung, tidak menunggu proposal untuk disetujui oleh “jalur legal” yang selalu memakan waktu yang berkepanjangan dan dana yang mengalir terus menerus tanpa jelas ke mana akhirnya. Mari bangun jalur kita sendiri. Kalau kita ingin orang-orang yang kelaparan mendapatkan makanan, jangan berikan uangmu pada institusi legal yang biasanya membutuhkan biaya-biaya administrasi yang akhirnya uangmu akan habis untuk keperluan birokratis mereka—cari di mana sumber makanan murah dan cukup bergizi, kumpulkan, dan bagikan langsung pada mereka yang mengalami kelaparan. Kalau kamu membutuhkan makanan murah, jangan tunggu sampai ada orang kaya memberimu makanan ataupun mencari tanah kosong dan meminta ijin pada insitusi legal untuk menggunakan lahan tersebut—hal itu hanya akan memakan waktu bertahun-tahun dan jalur berbelit-belit yang malahan akan menghabiskan dana yang kamu miliki. Cari lahan-lahan kosong, tanami dengan tanaman pangan yang mampu tumbuh di tempat tersebut. Langkah berikutnya adalah memelihara dan menjaganya agar dapat tumbuh subur. Akan lebih baik jika dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut secara gotong-royong dengan lebih banyak orang. Kita akan mampu untuk memelihara dan menikmati hasilnya bersama-sama. Apabila ada tuan tanah berusaha meratakan lahan panganmu karena kamu dianggap menggunakan lahan kosongnya tanpa izin, pertahankanlah bersama-sama. Para tuan tanah tersebut terlihat benar hanya karena mereka memiliki uang yang jauh lebih banyak daripada dirimu dan hukum memang melindungi mereka, bukan kalian. Jangan tunggu sebuah ijin legal disahkan untukmu, jangan tunggu mereka yang memegang kekuasaan memberitahu padamu apa yang harus dilakukan dengan hidupmu. Lakukan sesuatu. Saat ini juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Federasi Tanpa Pemimpin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Grup-grup otonomis independen dapat bekerjasama dalam sebuah federasi tanpa satu kelompok pun yang memiliki hak lebih untuk memutuskan sesuatu yang merupakan kepentingan semua kelompok. Beberapa struktur sosial seperti demikian tampak seperti sebuah utopia. Tapi sebenarnya hal-hal seperti itu mampu direalisasikan—tak perlu berharap akan terjadi dalam skala besar, cukup kita lakukan dalam skala kecil terlebih dahulu. Hal-hal besar sendiri selalu lahir dari hal-hal kecil yang terus terakumulasi dan berkelanjutan. Individu-individu yang merasa setuju sepenuhnya dengan keputusan sebuah grup tidak boleh menutup dirinya untuk bergabung juga dengan grup lainnya untuk mengembangkan keinginannya. Agar hal-hal seperti itu dapat berjalan dalam jangka panjang, kita semua perlu untuk tetap mengembangkan sikap kooperatif, saling membutuhkan dan toleransi terhadap generasi yang muncul berikutnya—hal-hal seperti itulah yang kami usulkan saat ini. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Menyelesaikan Perbedaan Masalah Tanpa Perlu Keberadaan Pemerintah Ataupun Pemimpin?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dalam struktur sosial di mana partisipasi tiap individu diutamakan, maka harus ada sebuah tekanan untuk mendorong pereduksian kebiasaan-kebiasaan yang merusak dan penuh kekerasan. Dibutuhkan sebuah pendekatan yang humanis, bukan yang penuh paksaan dan tekanan seperti yang selama ini pemerintah lakukan dengan ancaman penjara dan aparat keamanannya yang terkenal penuh kekerasan—yang hanya memupuk korupsi di antara para petugas hukum dan membenarkan tindakan kriminal yang ada. Mereka yang menolak untuk berintegrasi dengan komunitas manapun, serta menolak bantuan atau masukan dari yang lain, jelas akan menemukan kenyataan bahwa diri mereka akan tersisihkan dari interaksi manusia; tetapi hal tersebut pun lebih baik daripada pengasingan di penjara, seperti yang selama ini selalu berlaku dalam sistem sosial kita. Kekerasan seharusnya hanya dijadikan sebuah alat untuk mempertahankan diri bagi sebuah komunitas, bukannya sebagai alasan untuk menghancurkan komunitas lainnya atas pembenaran superioritas diri seperti yang selama ini juga selalu terjadi dalam sistem sosial kita. Hal ini juga diaplikasikan bagi kelompok masyarakat ataupun grup otonomis yang belum menjalin hubungan baik dengan komunitas kita. Ketidaksetujuan yang memasuki tahapan sangat serius dapat diselesaikan dengan berbagai cara seperti reorganisasi grup ataupun pembubaran. Seringkali individu-individu yang tidak dapat lagi mendapatkan kata setuju dalam sebuah grup ataupun komunitas, justru dapat lebih banyak meraih sukses dalam melakukan pola kooperatif yang dilakukan bersama individu lain di luar komunitasnya yang pertama. Apabila dalam konsensus tak dapat ditemukan kata setuju pada sebuah komunitas, maka grup tersebut perlu untuk dipecah menjadi bagian yang lebih kecil dan saling setuju dalam beberapa aktifitasnya. Hal tersebut memang kadang membuat frustrasi, tetapi hal itu tetap lebih baik daripada akhirnya keputusan dipaksakan oleh sebagian individu yang merasa memiliki kekuatan lebih dari yang lainnya. Semua komunitas independen harus selalu berurusan dengan hal tersebut, suka atau tidak suka, apabila memang tetap ingin membangun sebuah komunitas yang sehat dan terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Hidup (Ternyata) Tak Memerlukan Ijin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Ini adalah bagian tersulit, tentu saja. Tetapi bukankah kita tidak sedang membicarakan sebuah aturan sosial yang adil? Kita sedang mendiskusikan mengenai sebuah revolusi total atas hubungan manusia sehari-hari—sebuah solusi yang perlu dilakukan untuk menangani masalah-masalah yang dihadapi oleh spesies kita dewasa ini. Mari hadapi kenyataan—bahwa sebelum kita semua mampu menerapkan hal tersebut, maka tak perlu heran saat kekerasan yang terjadi dalam interaksi kita sehari-hari akan terus berlanjut, dan &lt;i&gt;tak ada &lt;/i&gt;sistem ataupun hukum yang dapat menghentikannya dan melindungi kita. Alasan terbaik untuk menggantikan demokrasi representatif adalah dengan cara membangun demokrasi konsensus di mana tak akan ada lagi solusi palsu. Memang tak ada cara yang mudah untuk menekan angka konflik tanpa mencari akar konflik itu sendiri. Mereka semua yang terlibat harus mulai &lt;i&gt;belajar &lt;/i&gt;untuk menjadi eksis tanpa harus merendahkan yang lain, serta mengeliminir kebiasaan-kebiasaan menyebalkan kita sendiri yang justru membuat kita lelah untuk membuat sesuatu yang lebih baik di dunia ini. Perkembangan pertama yang dapat diraih dalam dunia baru ini dapat ditemukan dalam hubungan pertemanan dan cinta kita. Saat kita semua terbebaskan dari hubungan yang dipaksakan, hubungan akan menjadi lebih nyaman. Ambil contoh ini, dan terapkan dalam seluruh masyarakat—ini arti yang dimaksud dengan kalimat “melampaui demokrasi”. Adalah sebuah prospek yang menantang untuk mencapai hal tersebut dari tempat kita berada saat ini… tetapi apa yang menjadi menarik dan indah dari konsensus dan otonomi adalah bahwa kita tidak perlu menunggu terpilihnya sebuah pemerintahan yang adil dan mengerti keinginan kita semua untuk mengaplikasikan konsep di atas—kita dapat mempraktekkannya saat ini juga, dengan orang-orang di sekitar kita dan secara langsung menerima keuntungan dari hal tersebut. Sekali saja hal tersebut dipraktekkan, maka akan terbuka jelas pola hidup tersebut bagi orang lainnya; tak perlu ada khotbah mengenai mana yang baik dan mana yang buruk saat kita menghidupi aktifitas-aktifitas secara langsung. Bentuk grup otonomismu sendiri untuk menjawab tantangan bahwa penguasa tak diperlukan untuk menentukan jalan hidupmu, dan untuk membentuk lingkungan di sekitarmu yang berarti juga hidupmu sendiri. Tak ada seorang wakil pun yang dapat melakukannya untukmu—seperti juga bahwa sejak dulu &lt;i&gt;tak pernah ada &lt;/i&gt;seorang wakil pun yang mampu melakukan sesuatu untuk hidup kita. Dari hal-hal kecil seperti yang kita lakukanlah maka demokrasi yang sesungguhnya akan terbentuk. Maka, saat seseorang berkata kepada kita di suatu waktu, “Berterimakasihlah bahwa kamu telah hidup di dalam alam yang lebih demokratis dibanding masa lalu,” kita akan menjawabnya: “Tidak cukup sampai di situ! Kita harus mengetahui dengan lebih jelas apa yang kita inginkan dan apa yang harus kita lakukan, lewat pengalaman langsung kita sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Aksi Langsung Versus Pemilu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Panduan Bagi Komunitas-Masyarakat Non-Partai&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Di Indonesia, Pemilu yang disebut sebagai pesta demokrasi di mana “masyarakat umum” akan memilih calon pemimpin mereka—yang diharapkan akan menciptakan perubahan—telah kehilangan pamornya. Ini bukan berarti bahwa masyarakat itu sendiri telah memiliki kesadaran bahwa sistem demokrasi elit ini sudah busuk dan sepatutnya diganti. Buktinya rutinitas ajang popularitas politisi dan elit borjuis terus saja berlangsung. Mengapa seperti ini? Jawaban yang mungkin paling mudah dan sederhana adalah bahwa, meskipun masyarakat “tidak percaya lagi” terhadap pemilu, mereka tidak punya pilihan lain mengenai pilihan macam apa yang dapat menciptakan perubahan yang berarti, selain memilih politisi. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Inilah mengapa banyak masyarakat merasa tak berdaya. Apalagi menimbang mentalitas budaya dominan masyarakat Indonesia di mana ketergantungan dan pendambaan akan pemimpin politik masih sangat kental. Artinya, rasa percaya diri masyarakat terhadap potensi diri mereka sendiri untuk membuat perubahan sangatlah rendah. Meski begitu, budaya sendiri merupakan sesuatu yang dibuat oleh relasi antar manusia, oleh aktivitas manusia itu sendiri, yang berarti mentalitas yang dihasilkan oleh budaya itu sendiri sangat mungkin untuk dirubah. Untuk merubahnya, kita harus terbiasa untuk melakukan aksi langsung. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Bila memang benar bahwa pemilu hanya akan memperbesar kantong para politisi dan elit borjuis, maka, adakah cara yang lebih efisien dan efektif untuk dapat merubah kehidupan kita? Jawaban yang paling mungkin dan berarti adalah bagaimana kita mewakilkan diri kita sendiri untuk memengaruhi setiap kebijakan yang akan dibuat mengenai kehidupan kita. Bagi sebagian orang, pilihan semacam ini disebut sebagai aksi langsung. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Untuk lebih menjelaskannya, aksi langsung bukanlah cara-cara melobi atau kembali memilih kandidat untuk partisipasi politik, sama sekali bukan. Aksi langsung adalah bagaimana kita membangun suatu cara di mana kita sendiri secara langsung berpartisipasi aktif dalam perencanaan hidup kita. Ini berarti kita memotong peranan para penengah. Aksi langsung adalah juga bagaimana kita menyelesaikan permasalahan tanpa harus kompromi atau mempercayai peranan para elit politik di DPR, kepanjangan tangan korporasi, atau siapa pun yang mengklaim memiliki kekuasaan di atas kita. Contoh konkrit aksi langsung ada di mana-mana. Ketika sekelompok orang mendistribusikan pangan secara cuma-cuma bagi tunawisma tanpa harus menunggu kucuran dana atau izin pemerintah, mereka telah melakukan aksi langsung. Ketika seseorang membuat dan mendistribusikan medianya sendiri tanpa harus tergantung pada media-media milik borjuis untuk memuatnya, dia telah melakukan aksi langsung. Ketika komunitas kampung membangun sekolah mandirinya sendiri dan menginisiatifkan pelajarnya untuk membuat kurikulum pelajaran menurut kebutuhan mereka masing-masing tanpa harus bersandar atau tergantung pada lembaga pendidikan resmi, itu adalah aksi langsung. Aksi langsung merupakan fondasi perjuangan masyarakat yang sebenarnya, ketika mereka ingin melakukan perubahan yang berarti. Artinya, aksi langsung adalah ketika kita tidak lagi menuntut atau mengemis agar perubahan dapat dilakukan oleh seseorang yang berada di luar dari kita dan komunitas kita—tapi bagaimana kita dan komunitas kita sendiri yang mengupayakan perubahan tersebut sekarang juga. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dalam banyak hal, aksi langsung jelas lebih efektif dibandingkan pemilu. Pemilu itu seperti judi, bila salah satu kandidat tidak terpilih, maka energi yang telah diupayakan oleh komunitas-masyarakat untuk menggolkan kandidatnya akan terbuang sia-sia. Dengan aksi langsung, komunitas-masyarakat akan lebih yakin dengan kerjasama serta energi yang mereka keluarkan. Dan manfaat yang didapat dari aksi langsung akan membuat infrastruktur dalam masing-masing komunitas semakin kuat. Hubungan antar komunitas pun akan lebih hidup—serta manfaat-manfaat lainnya yang tidak akan sia-sia. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pemilu memusatkan seluruh kekuatan masyarakat ke tangan segelintir politisi. Semua itu dilakukan dengan berbagai intrik, manipulasi politik, serta kongkalikong dengan para pengusaha. Mereka memaksa setiap masyarakat untuk tunduk dan tidak punya partisipasi apa-apa, selain apa yang mereka perintahkan lewat mobilisasi massa dan bayaran yang sangat kecil dibanding keuntungan yang mereka dapatkan. Dengan aksi langsung, engkau akan lebih mengenal kemampuan, inisiatif, serta sumber daya-sumber daya yang ada di sekitarmu, dan memahami sejauh mana kau bisa melakukan perubahan yang sebenarnya. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pemilu juga memaksa semua orang agar menyepakati suatu landasan yang belum tentu cocok dengan kita. Berbagai bentuk koalisi akan dibangun untuk membuat kompromi—setiap faksi bersikukuh bahwa landasan merekalah yang paling benar dan faksi yang lainnya hanya menjadi perusak semenjak tidak dapat mengikuti landasan faksi tersebut. Namun dari kesemuanya, tak ada satu pun yang memperjuangkan kepentingan kita. Akan ada banyak energi yang terbuang sia-sia dalam rutinitas tuding-menuding ini. Dengan aksi langsung, kita tidak membutuhkan dagelan semacam itu: berbagai kelompok yang berbeda dapat menggunakan cara yang berbeda juga—semua itu dilakukan menurut apa yang mereka percayai dan mereka butuhkan. Berikutnya, yang lebih penting, mereka merasa nyaman melakukannya. Dengan demikian, kemungkinan untuk membangun kerjasama yang saling mengisi dapat terjadi. Masyarakat yang menggunakan aksi langsung yang berbeda-beda tidak perlu berdebat sengit, kecuali mereka memang sedang mencari konflik (mungkin karena ekses pengalaman pemilu bertahun-tahun yang membuat mereka sulit untuk menerima pendapat berbeda dari yang lain). Konflik yang terjadi di masa-masa pemilu seringkali menjadi pengalihan dari permasalahan-permasalahan yang nyata, sebagaimana ketika beberapa kelompok masyarakat terlibat dalam drama dan konflik dari partai politik tertentu. Dengan aksi langsung, permasalahan yang mendesak harus diangkat, dibahas, dan menuntut untuk diselesaikan. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Lagipula, Pemilu hanya dilakukan dalam kurun waktu lima tahun sekali. Aksi langsung dapat dilakukan kapan saja. Pemilu hanya mengangkat beberapa agenda politik yang dibuat oleh elit politik, sementara aksi langsung dapat dilakukan di setiap aspek kehidupanmu dan di mana saja engkau berada. Pemilu dan voting sering dilebih-lebihkan sebagai “kebebasan” yang sedang beraksi. Pemilu bukanlah kebebasan, karena kebebasan berarti secara aktif memikirkan dan memutuskan sesuatu dari awal—bukan sekedar kebebasan dalam memilih apa yang hanya disediakan oleh mereka, para elit politik yang tak pernah kita kenal. Tak ada yang dapat menggantikan aksi langsung. Dengan aksi langsung, engkau  sendirilah yang membuat rencana, mencoba pilihan-pilihan dan resiko-resikonya. Dan batas dari semua itu hanyalah langit. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;[1] Demokrasi representatif atau demokrasi perwakilan, adalah jenis demokrasi yang paling umum kita ketahui—dari yang dipraktekkan dalam kenegaraan, sampai pada komunitas kecil pada umumnya. Demokrasi model seperti ini sangat rentan terhadap pengkhianatan yang dilakukan oleh para wakil yang diklaim dipilih oleh banyak orang. Selain itu, kendali terhadap pilihan yang akan diambil sangat terpusat hanya pada para pemimpinnya, sehingga mayoritas orang, sebenarnya hanya dijadikan alat saja bagi para pemimpin tersebut. Tak heran jika kemudian demokrasi representatif melahirkan pengkhianatan-pengkhianatan yang dilakukan oleh para pemimpinnya. Demokrasi representatif, secara mudahnya dapat diidentifikasi berbentuk piramida di mana keputusan yang dibuat berasal dari atas (minoritas) ke bawah (mayoritas).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;[2] Pada kenyataannya, kepentingan mayoritas ini juga memiliki kontradiksi. Contohnya, saat Partai Golkar memenangkan pemilu dengan suara paling banyak, mayoritas dari para pemilihnya tetap saja berkubang dalam kemiskinan dan rasa frustasi—hanya para pemimpin dan elit-elit partai tersebut saja yang dapat menikmati hak-hak istimewanya. Siapa pun pemimpinnya, selama masyarakat tidak mempunyai kontrol langsung terhadap keputusan-keputusan yang dibuat, masyarakat hanya akan dijadikan sebagai sapi perahan oleh para pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;[3] Demokrasi partisipatoris atau demokrasi akar-rumput atau biasa juga disebut demokrasi konsensus, adalah kebalikan dari demokrasi representatif. Demokrasi model ini sangat menekankan pada partisipasi aktif dari anggota komunitas bukan hanya untuk menentukan pilihan saja, tapi juga dalam pembuatan pilihan-pilihan. Demokrasi partisipatoris jelas tidak dapat dipraktekkan dalam kenegaraan karena negara membutuhkan birokrasi yang bertingkat, yang memisahkan para wakil dengan para pemilihnya. Demokrasi partisipatoris adalah demokrasi dalam artian sesungguhnya, di mana masing-masing orang memiliki hak untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya. Jika demokrasi representatif menggunakan metode dari atas ke bawah (&lt;i&gt;top-down&lt;/i&gt;), maka demokrasi partisipatoris lebih menekankan pengambilan keputusan dari bawah (&lt;i&gt;bottom-up&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;[4] &lt;/span&gt;Kelompok affinitas merupakan kelompok kecil berjumlah 5 sampai 20 orang yang bekerjasama secara otonom pada proyek-proyek aksi langsung ataupun proyek lain. Kelompok affinitas menantang pengambilan keputusan dari atas ke bawah, dan memberdayakan mereka yang terlibat untuk mengambil aksi langsung yang kreatif. Kelompok affinitas memampukan orang untuk melihat aksi mereka dengan kemerdekaan penuh dan kekuasaaan untuk pengambilan keputusan. Kelompok affinitas menggunakan prinsip-prinsip desentralis dan non-hierarki. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;[5] Sedulur Sikep atau dikenal juga dengan sebutan Masyarakat Samin, adalah komunitas yang di awal kelahirannya memberontak untuk membayar pajak pada pemerintah kolonial Belanda. Metode perlawanan yang mereka lakukan adalah dengan melakukan pembangkangan sosial terhadap kepatuhan yang dipaksakan pada mereka. Komunitas ini menganggap setiap orang setara. Sampai sekarang komunitas ini masih eksis dan tersebar di beberapa wilayah seperti Blora, Pati, Pacitan, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;[6] Kemandirian dan keberdayaan yang kami maksud adalah kemandirian yang saling terhubung antar individu maupun antar komunitas—kemandirian yang tidak terpisah dengan hal-hal lainnya. Faktor-faktor ini perlu ditekankan karena sebenarnya setiap individu maupun komunitas punya keunikannya masing-masing. Bandingkan dengan individu maupun komunitas yang hanya bisa membebek pada komunitas-komunitas lainnya: semua hal akan menjadi seragam dan membosankan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Di sisi lainnya, kemandirian yang dimaksud oleh para individualis sempit adalah kemandirian yang memutuskan relasi sosial dengan sesamanya. Mereka merasa dirinya sendiri jauh lebih baik dari orang lain. Kemandirian yang diklaim oleh para individualis sempit ini biasanya berujung pada tindakan kekerasan terhadap kelompok lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" lang="id-ID" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #073763; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;[7] Otonomi Daerah adalah sebuah parodi tak lucu akan kemandirian. Bagaimana mungkin sebuah daerah mampu otonom dalam konstelasi birokrasi yang terpusat, yang keputusannya tetap berada di tingkat paling atas? Otonomi daerah hanyalah sebuah restu yang diberikan pejabat-pejabat pusat di Jakarta agar para pejabat daerah bisa korupsi lebih banyak lagi, dan artinya, yang paling menderita lagi-lagi orang-orang seperti kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #073763;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3716123815740240991?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3716123815740240991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3716123815740240991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3716123815740240991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3716123815740240991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2009/03/organisasikan-komunitasmu-jangan.html' title='Organisasikan Komunitasmu: Jangan Memilih!'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-441324875660235519</id><published>2008-10-31T18:23:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:08:55.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Sang Peradaban</title><content type='html'>Lukisan mahal&lt;br /&gt;Goresan tinta tetesan darah&lt;br /&gt;Sejarah dan sampah&lt;br /&gt;Opera megah warisan kemenangan&lt;br /&gt;Dibalik cerita peperangan&lt;br /&gt;Yang ditulis dengan tumpah air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan perang&lt;br /&gt;Suci dan keagungan&lt;br /&gt;Memang barisan kata&lt;br /&gt;Yang seringkali bersenggama&lt;br /&gt;Untuk sekali lagi menegaskan&lt;br /&gt;Bahwa kenyataan&lt;br /&gt;Tidak akan pernah diam&lt;br /&gt;Dan mati terbungkam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian peradaban&lt;br /&gt;Tarian yang tidak lagi mengasyikkan&lt;br /&gt;Tak ada kemeriahan&lt;br /&gt;Ataupun warisan kejayaan&lt;br /&gt;Selain imaji kebahagiaan&lt;br /&gt;Dan jejak-jejak perbudakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: #674ea7;"&gt;&lt;b&gt;(Malang, 27 Okt '08)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-441324875660235519?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/441324875660235519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=441324875660235519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/441324875660235519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/441324875660235519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/10/sang-peradaban.html' title='Sang Peradaban'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7963157093500270136</id><published>2008-10-31T18:22:00.002+07:00</published><updated>2010-01-31T23:01:32.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalam Puitik'/><title type='text'>Dialektika Cinta</title><content type='html'>Kau lihat sayang,&lt;br /&gt;Langit termenung sendiri malam ini&lt;br /&gt;Ia tidak mampu tertawa seperti biasanya&lt;br /&gt;Apalagi bermain bersama sang awan&lt;br /&gt;Entah menghilang kemana dia&lt;br /&gt;Gelap dan hanya ditemani sang bulan&lt;br /&gt;Yang juga melamun tanpa teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu tidak kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bintang-bintang&lt;br /&gt;Telah aku korupsi malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari ini&lt;br /&gt;Jika sang pagi telah menjelang&lt;br /&gt;Matahari tidak akan lagi mengusirnya&lt;br /&gt;Dan jika sang malam telah datang&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang bisa menatapnya&lt;br /&gt;Merasakan kilaunya yang menawan&lt;br /&gt;Dan tak satupun ilmuwan yang akan merebutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu,&lt;br /&gt;Bintang-bintang itu kini hanya milikku&lt;br /&gt;Semuanya telah aku simpan rapat&lt;br /&gt;Menjadi koleksi pribadiku&lt;br /&gt;Bersama amarah, cinta dan gairah&lt;br /&gt;Aku penjarakan mereka di tempat yang gelap&lt;br /&gt;Mendekap rapat jadi satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau tidak perlu risau&lt;br /&gt;Ada satu yang masih kusisakan untukmu&lt;br /&gt;Agar kau tak lagi berduka&lt;br /&gt;Hingga kelak, hanya engkaulah satu-satunya yang bersinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei tunggu, belum apa-apa!&lt;br /&gt;Itu hanya intro sayang&lt;br /&gt;Permainan ini belum dimulai&lt;br /&gt;Masih banyak konspirasi besar yang kurancang untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu, mungkin nanti&lt;br /&gt;Juga akan kurencanakan sebuah penculikan&lt;br /&gt;Kepada matahari atau sang bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan kudeta untuk menjatuhkan Tuhan&lt;br /&gt;Ataupun makar untuk sekedar merebut kekuasaan&lt;br /&gt;Tidak, bukan seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kusiapkan sebuah rencana pertunjukan&lt;br /&gt;Dimana kamu akan merasakan&lt;br /&gt;Indahnya nafas percintaan&lt;br /&gt;Yang bukan eksklusif, basa-basi atau sekedar birahi&lt;br /&gt;Bukan pula sekedar imaji cinta yang menjadi tren hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kamu akan mengerti sayang,&lt;br /&gt;Bahwa ini semua tentang rasa, nurani dan harmoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(103, 78, 167);"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(103, 78, 167);"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(Malang, 27 Okt '08)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7963157093500270136?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7963157093500270136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7963157093500270136' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7963157093500270136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7963157093500270136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/10/dialektika-cinta.html' title='Dialektika Cinta'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1488276727351241662</id><published>2008-10-31T18:21:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:09:06.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Biarkan Bumi Bercerita</title><content type='html'>&lt;i&gt;Semua orang tahu&lt;br /&gt;Jika kamu tidak lagi mengenal matahari&lt;br /&gt;Dan hidup dikejar penyesalan&lt;br /&gt;Itulah saat yang kita takutkan&lt;br /&gt;Dimana bumi telah kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu biarkan ia bercerita untuk kita...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;Tidakkah kalian tahu&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya ku rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah?&lt;br /&gt;Tidak! Aku tidak pernah lelah&lt;br /&gt;Jutaan tahun aku menghabiskan waktu&lt;br /&gt;Untuk menimang kalian&lt;br /&gt;Memanjakan setiap hak hidup yang kalian miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering aku menjadi rajatega&lt;br /&gt;Untuk mengkhianati kalian&lt;br /&gt;Apakah itu tidak cukup untuk membuat kalian tahu&lt;br /&gt;Sekedar membuat kalian ingat&lt;br /&gt;Bahwa seberapa sering kalian mengkhianati aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat mata kalian terbenam&lt;br /&gt;Aku tidak pernah berhenti berdetak, bahkan sedetik pun&lt;br /&gt;Untuk terus mengejar matahari &lt;br /&gt;Agar tidak ikut terbenam bersama kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kulihat rahasia hati di gejolak hidup kalian&lt;br /&gt;Ditemani bintang, diiringi bulan&lt;br /&gt;Kumainkan sinema pagi, siang dan malam&lt;br /&gt;Tetap setia kujalani rutinitas membosankan ini&lt;br /&gt;Karena tanggung jawabku untuk kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nyatanya&lt;br /&gt;Kalian memang tidak tahu terima kasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai mata yang selalu terbenam&lt;br /&gt;Gejolak jiwa yang tidak pernah terhalang&lt;br /&gt;Tidakkah kalian sadari ini&lt;br /&gt;Seperti kata penyair yang kalian idolakan&lt;br /&gt;" Aku juga ingin hidup 100 tahun lagi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalian telah berkhianat&lt;br /&gt;Lihatlah betapa rasa sayang yang telah kuberikan&lt;br /&gt;Telah kau rubah sendiri menjadi kutukan&lt;br /&gt;Karena itu, jangan salahkan!&lt;br /&gt;Jika nanti kumuntahkan amarah&lt;br /&gt;Dibawah langit yang akan pekat menghitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: #674ea7;"&gt;&lt;b&gt;(Malang, 25 Okt '08)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1488276727351241662?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1488276727351241662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1488276727351241662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1488276727351241662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1488276727351241662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/10/biarkan-bumi-bercerita.html' title='Biarkan Bumi Bercerita'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7143845283390719624</id><published>2008-10-26T04:39:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:01:24.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalam Puitik'/><title type='text'>Pusara Hati Untuk Sahabat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Tak ada lagi genjrengan gitar bolong&lt;br /&gt;Yang tidak bercerita apapun tentang nada-nada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi ocehan cempreng&lt;br /&gt;Yang menemani tubuh-tubuh tumbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi nasehat yang sok tua&lt;br /&gt;Tapi ah, nyatanya selalu tepat mengena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana kau?&lt;br /&gt;Pergi kemana kau?!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menatap pusara yang dimakan panas&lt;br /&gt;Kering, retak dan meninggalkan kenangan&lt;br /&gt;Terdiam ku tak bergerak&lt;br /&gt;Dan ah, akhirnya jatuh juga tangisan ini&lt;br /&gt;Pada seutas ketegangan jiwa dan hasrat&lt;br /&gt;Yang tergeletak diantara kebisingan melodia angkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak meninggalkan ragu&lt;br /&gt;Benarkah ini dirimu kawan!?&lt;br /&gt;Bodoh, tentu saja!&lt;br /&gt;Ah, semoga ini salah, semoga ini mimpi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening hingga ku beranjak&lt;br /&gt;Tanah basah di areal sepi ini seakan ikut terbenam&lt;br /&gt;Ke dalam nyanyian kelam yang mengiringi hari ini&lt;br /&gt;Semua memori kita seakan tidak menyisakan apa-apa&lt;br /&gt;Hilang lenyap tereduksi menjadi kalam doa&lt;br /&gt;Yang masih berusaha kupanjatkan&lt;br /&gt;Diantara kemarahan, penyesalan dan kesedihan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf kawan, maaf!&lt;br /&gt;Aku sama sekali tak menyaksikan itu&lt;br /&gt;Gejolak pesakitan yang ternyata bersarang di tubuhmu&lt;br /&gt;Maaf kawan, maaf!&lt;br /&gt;Aku terlalu percaya pada keceriaanmu&lt;br /&gt;Pada semangatmu yang menyala&lt;br /&gt;Pada langkahmu yang begitu tak terbendung&lt;br /&gt;Semua pesona itu begitu meyakinkan&lt;br /&gt;Sampai ku tahu bahwa ku salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa?!&lt;br /&gt;Kenapa kau diam saja!&lt;br /&gt;Sekian lama kita terpisah&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya&lt;br /&gt;Ah, akhir yang harus kuterima ini&lt;br /&gt;Kenapa jalan ceritanya harus seperti ini?&lt;br /&gt;Sekali lagi aku mengalami episode seperti ini&lt;br /&gt;Kenapa mesti terulang kembali?&lt;br /&gt;Tahukah kamu&lt;br /&gt;Ini semua sangat menyesakkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setidaknya aku bisa belajar&lt;br /&gt;Aku tahu, hari ini pasti menoreh luka&lt;br /&gt;Bukan hanya untukku&lt;br /&gt;Tapi juga lembar-lembar mimpi kita&lt;br /&gt;Hancur, kita sama-sama terluka&lt;br /&gt;Tapi inilah penghabisan&lt;br /&gt;Yang tak mampu kutagih pada siapapun&lt;br /&gt;Penghujung jalan ini&lt;br /&gt;Harus terus kubangun kembali&lt;br /&gt;Untuk menutup semua keresahan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku...&lt;br /&gt;Masihkah engkau percaya?&lt;br /&gt;Tentang kisah kebesaran hati&lt;br /&gt;Yang pernah kita genggam bersama&lt;br /&gt;Bahwa hidup ini adalah arena pertarungan&lt;br /&gt;Yang selalu menyisakan pilihan&lt;br /&gt;Mati terlupakan atau dikenang karena kalah&lt;br /&gt;Dan mana yang kau pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku...&lt;br /&gt;Ini bukan ajang taruhan&lt;br /&gt;Siapa mati lebih dulu, dia yang kalah&lt;br /&gt;Bukan! Bukan seperti itu!&lt;br /&gt;Skenario ini pasti kita jalani&lt;br /&gt;Tak peduli aku ataupun kamu&lt;br /&gt;Hari ini atau esok&lt;br /&gt;Tak peduli kapanpun itu&lt;br /&gt;Cerita ini pasti akan diakhiri&lt;br /&gt;Semua ini pasti akan kita hadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kematian memisahkan kita&lt;br /&gt;Maafkan aku sahabat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebuah memoar hati untuk seorang kawan&lt;br /&gt;Yang meninggalkan kenangan terdalam&lt;br /&gt;Bagi mimpi-mimpi indah yang takkan pernah tercapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In memoriam...&lt;br /&gt;Andrean Putra Chandrawinata (1982-2008)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7143845283390719624?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7143845283390719624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7143845283390719624' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7143845283390719624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7143845283390719624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/10/pusara-hati-untuk-sahabat.html' title='Pusara Hati Untuk Sahabat'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7809273500317056008</id><published>2008-10-26T04:38:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:48:26.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Fenomena Era Konsumtif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Faktor utama yang membuat masyarakat konsumen modern menjadi mungkin dan niscaya adalah keberhasilan dari Revolusi Industri, khususnya dalam meningkatkan produktivitas buruh. Revolusi Industri --dimulai dengan Inggris lebih dari 200 tahun silam-- yang menggabungkan inovasi teknologi dan manajemen sehingga memungkinkan buruh pada umumnya menghasilkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;output&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt; (produk) yang lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. Populasi kita juga menjadi dua kali lipat, beberapa kali dan menjadi lebih banyak lagi, namun pertumbuhan produktivitas --juga outputnya-- berlangsung jauh lebih cepat sehingga output per orang akan semakin lebih banyak beberapa kali lipat. Inilah yang secara mendasar merupakan penjelasan bagi meningkatnya standar kehidupan yang demikian menonjol pada bagian awal abad ini, hingga masa sekarang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Sebelum abad ke-17, orang pada umumnya hanya memiliki satu pakaian, atau apabila ia cukup sejahtera, bisa memiliki dua atau lebih potongan pakaian selama masa dewasanya. Jumlah barang yang dimiliki oleh sebuah keluarga yang bukan golongan elit mungkin dapat dihitung dengan jari. Sedikit sekali. Dan kini gaya hidup semacam itu kita sebut sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;kemiskinan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Karena itu, dengan pertumbuhan produktivitas yang begitu cepat dan fantastis, melampaui pertumbuhan populasi itu sendiri, maka ekonomi kita lantas bergantung pada konsumsi massa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;. Logikanya sederhana! Karena kita menjadi semakin produktif maka akan semakin banyak pula barang yang dihasilkan. Apa yang dihasilkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;harus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt; dijual, ini adalah syarat mendasar. Karena kebutuhan dasar orang semakin terpenuhi, maka ada kemungkinan bahwa kita sedang mendekati titik jenuh. Lalu, apa yang akan terjadi pada sistem yang terus berputar untuk menghasilkan barang-barang yang semakin bertambah ini? Perhatian ini merupakan dasar bagi pengerahan lebih banyak bakat dan energi masyarakat kita untuk menemukan cara agar orang menginginkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;barang-barang yang semula tidak mereka butuhkan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Oleh karena itu, korporasi atau industri raksasa diciptakan untuk membujuk setiap orang agar yang mempunyai uang agar tetap menggunakannya untuk membeli semakin banyak dan semakin banyak. Bukan hanya barang-barang yang akan membuat hidup mereka lebih baik, tetapi juga barang X yang hanya menciptakan persoalan, serta barang Y untuk memecahkan persoalan yang diciptakan oleh barang X, dan ini terjadi berulang-ulang dalam berbagai hal. Inikah yang kita inginkan, kawan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Imaji yang Ditawarkan kepada Manusia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Sebenarnya apa sih yang diinginkan oleh mayoritas setiap manusia? Yaitu rasa aman, kenyamanan, kehormatan dan hiburan. Manusia telah sangat berhasil dalam meraih tiga di antara empat hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Rasa aman&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;; sebagian dari kita tidak harus mencemaskan dari mana makanan kita berasal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;, pada akhirnya kita semua akan mati, tetapi umumnya kita beralasan untuk selalu berharap dapat hidup lebih dari 70 atau bahkan 80 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Kenyamanan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;; di antara banyak kenyamanan istimewa yang telah kita raih, perrtumbuhan produktiftas telah memungkinkan masyarakat sekarang memiliki komoditas yang lebih baik yang pastinya akan membuat iri para raja maupun bangsawan di abad-abad silam. Sebagian besar hal itu merupakan hasil dari teknologi, yang sekaligus merepresentasikan fakta bahwa akses kita terhadap benda material maupun energi menjadi lebih kaya ketimbang aristokrat di zaman kuno.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Hiburan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;; kita juga telah menikmati hal ini sama baiknya dengan kenyamanan. Contohnya adalah akses kita sepanjang 24 jam sehari untuk membaca buku, mendengarkan atau bermain musik, menonton film ataupun bermacam-macam hiburan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Lalu bagaimana dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;kehormatan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;? Hal-hal yang membuat kita merasa dihargai oleh orang lain, hal-hal yang menciptakan rasa seperti ini akan sangat bervariasi dari tiap individu maupun budaya, namun keinginan akan rasa hormat itu tampaknya bersifat universal. Dalam masyarakat kita, salah satu cara untuk mendapatkan kehormatan ialah melalui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;keberhasilan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;. Bagi banyak orang, penghargaan sangat terkait dengan apakah mereka mampu meraih keberhasilan dalam hal-hal yang diakui oleh kelompok mereka. Istilahnya mungkin bisa berbeda-beda, namun seluruh definisi keberhasilan ini sangat terkait dengan apa yang terjadi pada pertumbuhan setelah masa Revolusi Industri. Kita dibujuk oleh produsen bahwa harga diri kita menuntut agar kita bertindak lebih pintar daripada orang lain (yang bekerja sangat keras agar lebih maju dibanding kita), karena keberhasilan didefinisikan sebagai keberhasilan material !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Siapa yang mati dengan banyak mainan, dialah yang menang… “&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kita tidak bisa melepaskan diri dari alur atau siklus kehidupan ini, sebab uang untuk membiayai kehidupan yang aman, nyaman, menghibur serta berhasil tentu menuntut adanya kerja keras dari pekerjaan yang bisa menghasilkan; dan tidak akan ada pekerjaan jika orang-orang tidak selalu membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan yang diproduksi oleh para pekerja produktif ini. Dan hal inilah yang menjadi bagian dari penjelasan tentang mengapa masyarakat kita mendefinisikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;kehormatan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt; dengan istilah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;keberhasilan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;. Inilah imaji kebahagiaan yang sangat kuat yang bisa memikat manusia sedemikian rupa, karena definisi itu membuat kita ingin terus mengejar lebih banyak uang dan membelanjakan lebih banyak uang lagi sehingga akan terus membuat sistem yang menyebalkan ini tetap hidup dan bekerja. Inilah jantung budaya konsumerisme, imbas dari sistem dominasi kapitalisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sebuah Harapan Menuju Transisi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Jadi, disinilah sekarang kita berada, di dalam situasi ketika masyarakat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;harus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt; mengonsumsi lebih banyak sekalipun hal-hal yang dikonsumsi tersebut tidak akan menambahkan apapun pada kesejahteraan atau kebutuhan tertentu. Seandainya orang melawan tekanan untuk memasuki arena balap-tikus konsumerisme --mencari lebih banyak uang untuk mengonsumsi lebih banyak lagi—maka akan terbayanglah suatu kegagalan bisnis, karena para produsen tidak dapat menjual apabila konsumen tidak dapat membeli. Bayangkan seandainya kita semua bersepakat bahwa kita harus menjauh dari budaya konsumerisme yang begitu total dan mengakar karena alasan-alasan kemanusiaan, lingkungan, kultural atau mungkin spiritual, sangat jauh! Mustahil kita bisa membayangkannya secara menyeluruh, mungkin kita hanya dapat membayangkan retakan-retakan yang akan muncul disekitarnya. Tapi jelas retakan inilah kesempatan yang kita punya untuk lebih memperbesar lagi retakan yang nantinya akan meluluhlantakkan sistem (menyebalkan) ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dan inilah yang harus kita sadari, ketika Anda memikirkan mengenai hal ini, tentunya Anda akan menyadari bahwa tidak ada yang lebih buruk daripada sistem kita saat ini. Dimana semuanya dilabeli oleh harga dan imaji-imaji kebahagiaan semu. Untuk mengubah nilai-nilai yang telah telanjur dipegang teguh oleh khalayak luas ini sangatlah sulit bukan?! Apalagi menuju transisi dunia yang berbasis nilai-nilai manusia daripada nilai-nilai yang didikte oleh harga. Ah, situasi yang sangat kompleks dengan banyak unsur yang saling dependen. Namun, tentunya kita masih memiliki cukup waktu untuk sedikit demi sedikit menyadarinya dan berjalan bersama menuju indahnya transisi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;So, let’s dance together dude,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;believe that your desires are more essencial than your useless needs…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Rekam Jejak :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt; Ketika berbicara mengenai ‘barang konsumsi massa’, istilah tersebut harus dipahami sebagai barang maupun jasa. Jadi barang konsumsi massa disini saya artikan sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;barang yang mudah didapat, dan memang, diproduksi secara massal&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;. Barang mewah, sebaliknya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;diproduksi dalam jumlah sedikit dan terbatas&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif; font-size: small;"&gt; sehingga memberi penampilan yang istimewa untuk sekelompok elit pembeli yang jumlahnya terbatas. Perlu juga dicatat bahwa barang konsumsi massa juga mencakup barang dan jasa yang diperlukan demi kelangsungan hidup manusia dan karena itu juga dapat dikatakan untuk melayani kebutuhan dasar manusia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7809273500317056008?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7809273500317056008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7809273500317056008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7809273500317056008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7809273500317056008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/10/fenomena-konsumerisme.html' title='Fenomena Era Konsumtif'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-4917642113203551684</id><published>2008-10-09T09:24:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:17:03.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Instruksi Imaji</title><content type='html'>Ketika nyawa hanya dipertaruhkan diantara titik hidup dan mati&lt;br /&gt;Dan dunia selalu berputar diantara kehampaan-kehampaan pergulatan&lt;br /&gt;Maka kepastian dan ketidakpastian akan tetap menjadi pertanyaan&lt;br /&gt;Dan tidak akan memberikan jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kepuasan hanya didefinisikan pada komoditas dan kemewahan&lt;br /&gt;Dan ketidakpuasan selalu menjadi milik mereka yang terpinggirkan&lt;br /&gt;Kebahagiaan tidak akan pernah terasa secara nyata&lt;br /&gt;Dan tetap tidak akan memberikan jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menjawab semua itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu yang mampu menjadi jawaban&lt;br /&gt;Kreasikan hidupmu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 28 Sept '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-4917642113203551684?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/4917642113203551684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=4917642113203551684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4917642113203551684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4917642113203551684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/10/instruksi-imaji.html' title='Instruksi Imaji'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3771626232512612719</id><published>2008-10-09T09:23:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:17:18.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Total Resistensi</title><content type='html'>Ketika tindakan diam tidak akan menghasilkan apa-apa&lt;br /&gt;Dan semua kreasi yang kita lakukan menjadi lenyap tak bersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika imitasi telah menjadi budaya yang diberhalakan oleh semua orang&lt;br /&gt;Dan semua area imajinasi kita hanya terbatas pada pena dan kertas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak semua tindakan apatis diartikan sebagai dukungan&lt;br /&gt;Dukungan penuh terhadap semua sistem yang dominan pada hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang harus kita lakukan adalah&lt;br /&gt;Menjadi sekuntum bunga yang akan tumbuh bersama&lt;br /&gt;Diantara deretan tembok-tembok kekuasaan&lt;br /&gt;Untuk sedikit demi sedikit menggerogotinya secara perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya&lt;br /&gt;Akan merubuhkan kekuasaan itu sendiri !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 7 Okt '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3771626232512612719?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3771626232512612719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3771626232512612719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3771626232512612719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3771626232512612719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/10/total-resistensi.html' title='Total Resistensi'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5017045058436893314</id><published>2008-08-30T20:46:00.003+07:00</published><updated>2008-10-21T03:24:58.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Mahasiswa di Era Kapitalisme dan Hedonisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjadi Mahasiswa : Kuliah Sebagai Obsesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memasuki perguruan tinggi merupakan cita-cita setiap remaja. Minat memasuki perguruan tinggi rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Ini membuktikan bahwa melanjutkan pendidikan tidak hanya berhenti pada tingkat SMU saja.Bahkan mulai banyak orang yang menyadari bahwa pendidikan adalah hakikat manusia dalam kehidupan, pendidikan seumur hidup (long-life education).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka, memasuki perguruan tinggi diiringi berbagai macam obsesi. Obsesi mencari ilmu dan  pengetahuan, bisa jadi, alasan yang telah usang. Alasan utama seringkali adalah memudahkan mencari pekerjaan. Pendidikan adalah sarana yang membantu memudahkan mobilitas sosial. Dengan kuliah diharapkan akan mendapatkan pekerjaan yang berbeda dengan mereka yang hanya lulusan sekolah (SD, SMP atau SMU). Pada kenyataannya obsesi semacam itu kian hari semakin jauh dari benak para remaja yang hendak memasuki perguruan tinggi – selanjutnya akan disebut kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya yang telah berubah ini, yang dimaksud mobilitas sosial bukan berarti berkaitan dengan masalah (mendapatkan) pekerjaan, posisi atau jabatan yang mendatangkan uang.  Dalam iklim budaya kapitalistik sekarang ini, mobilitas lebih banyak bermakna perubahan gaya hidup. Menjadi mahasiswa adalah soal status yang mendefinisikan gaya hidup kaum muda yang dicirikan sebagai kaum yang bergaya hidup berbeda dibanding kaum lainnya. Gaya hidup mahasiswa adalah gaya hidup kelas menengah – bahkan juga gaya hidup kelas atas, yang dicirikan dengan kemampuannya mengonsumsi produk dan gaya hidup modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi muncul sebuah tendensi dimana mahasiswa tidak lagi bercitra sebagai kaum intelektual, pembela rakyat atau aktivis perubahan (agent of change). Posisi dan peran insan kampus ini mengalami titik kritis dan dipandang oleh masyarakat semakin tak jelas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengingkari Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah gerakan mahasiswa adalah sejarah pembebasan rakyat, sejarah perubahan bagi terciptanya keadilan sosial. Di Indonesia, gerakan mahasiswa lahir atas kondisi historis untuk menjawab kondisi penindasan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya mahasiswa saat ini berbeda dengan mahasiswa zaman dulu: malas membaca dan belajar, kecuali buku teks dengan maksud mengejar kepentingan akademik pragmatis, supaya dapat nilai formal yang baik. Kebanyakan dari mereka, dalam budaya hedonistik kapitalisme, menghambur-hamburkan uang orangtua (hasil keberhasilan status sosial dalam logika penindasan kapitalisme) dan jarang yang berpikir susah-susah. Waktu mereka hanya untuk bersenang-senang dan jelas seperti binatang yang bergerak dan hidup berdasarkan insting (kehendak). Mirip binatang, mengendus-endus produk di mall, memenuhi insting spesies makhluk (seks) dengan “pacar”, diperbudak dengan pasangannya hanya untuk menghabiskan waktu dengan “bercinta” dan membuang-buang waktu bagi cinta universal (untuk kehidupan sosial yang adil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangannya, hakikat mahasiswa sebagai “siswa” yang “maha” justru terbalik: Mereka, sebagai bagian dari budaya konsumen dan “anak modal”, justru tidak hadir sebagai golongan sosial yang mampu berpikir kritis-filosofis dan tidak mampu menjadikan diri sebagai manusia yang mempertanyakan segala sesuatu (realitas sosial) untuk kemudian menjadi kekuatan perubahan bagi struktur sosial yang adil. Tentu saja hal ini menyimpang bukan hanya secara hakikat eksistensial manusia terdidik yang disebut mahasiswa, tetapi juga secara konteks sejarah gerakan mahasiswa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahasiswa Sebagai Tumbal Kapitalisme Pasar ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, mahasiswa diasingkan dari realitas sosial dan dari kebiasaan berpikir kritis serta berilmu pengetahuan baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Dalam hal ini, kapitalisme menyerang dan membentuk mahasiswa agar ia tak lagi dapat menjadi “mahasiswa sejati”, yang belajar sungguh-sungguh dan “haus pengetahuan”, lalu beranjak membela kebenaran dan keadilan. Dengan demikian    , semakin mahasiswa jauh dari ilmu pengetahuan dan aksi keberpihakan, maka upaya yang dilakukan kapitalisme untuk mempertahankan penindasannya akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita melihat bahwa munculnya gaya hidup “anti-ilmiah” dan “anti-aksi advokasi di kalangan mahasiswa bukan muncul dengan sendirinya tapi memang sengaja dibentuk. Jangan menyalahkan mahasiswa, tapi juga jangan memanjakannya. Di sisi lain, meskipun tidak berlaku pada semua mahasiswa (atau kaum muda), kapitalisme (terutama di sektor pendidikan) juga menindas secara ekonomi. Bukti penindasan tersebut adalah munculnya aksi-aksi yang masih saja terjadi soal isu mahalnya pendidikan, aksi menolak kenaikan SPP dan pungutan liar, aksi menolak komersialisasi kampus hingga menuntut pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis. Selain itu, pendidikan kapitalis itu sendiri telah mendiskriminasi kalangan muda dalam meraih pendidikan tinggi. Berapa banyak lulusan sekolah menengah atas yang tak bisa menikmati pendidikan tinggi. Lagi-lagi, karena pendidikan mahal dan terkomersilkan, sehingga hanya anak orang kaya saja yang boleh belajar di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan desain para penumpuk modal, terutama yang berlevel internasional, diharapkan kampus tidak menjadi penghalang bagi usahanya dalam mengakumulasi kapital (modal). Bahkan generasi muda dan mahasiswa dicetak untuk meraih profesi-profesi yang kelak akan mengabdikan diri pada penumpuk modal. Peran negara juga diharapkan sesuai dengan kepentingan mereka. Untuk menghilangkan kemungkinan bagi terciptanya mahasiswa-mahasiswa yang kritis dan menentang kapitalisme, negara diharuskan melakukan sistem pendidikan dan kebijaksanaan kampus yang tidak memungkinkan para mahasiswa untuk memulai perubahan. Tentu saja usaha ini juga sejalan dengan kepentingan birokrasi-birokrasi kampus yang diuntungkan jika mahasiswanya bodoh-bodoh. Kalau bisa, dibuat bagaimana mahasiswa hanya dieksploitasi dari pembayaran-pembayaran dana pendidikan yang akan menguntungkan pihak-pihak yang berkaitan. Sementara tidak pernah kemudian budaya akademis yang kritis itu digagas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan-kegiatan mahasiswa yang diapresiasi adalah kegiatan yang tidak memungkinkan mahasiswa berpikir, apalagi kritis dan melawan kesewenang-wenangan kampus dan “negara yang terkapitalkan”. Kita bisa lihat, kegiatan-kegiatan yang bersimbiosis dengan suatu faksi kapital akan selalu menjadi besar dan digandrungi oleh banyak mahasiswa ketimbang kegiatan yang memungkinkan mahasiswa kritis. Bola basket, cheerleaders, parade musik, paduan suara dan lain-lainnya akan selalu mendapat biaya yang besar terutama dari kekuatan kapital, dan dalam banyak kampus lebih didukung oleh pihak birokrasi. Kegiatan yang memungkinkan mahasiswa menjadi objek pemuja artis, yang membuat mahasiswa tidak bisa berpikir selain memuaskan budaya hedonisme, akan lebih melanggengkan sistem kapitalisme dan penindasannya. Sementara kegiatan-kegiatan seminar, diskusi dan ekspresi mahasiswa atas ketimpangan sosial berupa aksi akan dihadapkan dengan birokrasi yang njelimet, bahkan tidak jarang juga ditolak mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, mahasiswa dan calon mahasiswa (remaja dan kaum muda) di negeri ini mengalami penindasan. Disini terdapat konstruksi gaya hidup dan budaya, meskipun bukan kontradiksi pokok, namun merupakan pintu masuk bagi kapitalis untuk bertahan dan melakukan penindasan. Kalau kaum muda bodoh dan tanpa pendidikan, kalau nalar kritis ditumpulkan dan pengetahuan dijauhkan, siapa pun akan menjadi rombongan makhluk idiot dan ‘penurut’ yang dengan begitu mudahnya diarahkan, dibentuk, dikuasai dan ditindas demi kepentingan segelintir elite (modal) yang memegang kekuasaan. Tak ada yang menyangkal, mahasiswa berada dalam kondisi dipertaruhkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-5017045058436893314?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/5017045058436893314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=5017045058436893314' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5017045058436893314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5017045058436893314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/08/mahasiswa-di-era-kapitalisme-dan.html' title='Mahasiswa di Era Kapitalisme dan Hedonisme'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7113849220482950649</id><published>2008-08-30T20:46:00.001+07:00</published><updated>2008-08-30T20:48:18.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>RUU BHP : Bentuk Komersialisasi Dunia Pendidikan</title><content type='html'>Hakikat pendidikan sebagai alat untuk mencerdaskan manusia sehingga ia mampu membebaskan dirinya dari segala bentuk penindasan saat ini semakin tak bisa teraih oleh kaum marjinal, yakni mereka yang termiskinkan oleh sistem kapitalisme dengan wajah barunya, Neoliberalisme. Pendidikan hendaknya bisa dinikmati oleh seluruh manusia di muka bumi demikian juga halnya dengan Bangsa Indonesia yang dengan tegas disebutkan dalam Preambule UUD 1945. Akan tetapi di bawah kebijakan neoliberalisme dalam dunia pendidikan, yakni privatisasi pendidikan menjadi hal yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Privatisasi pendidikan bisa ditunjukkan dengan perubahan status perguruan tinggi negeri sejak tahun 1999, bersamaan dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah RI Nomor 61/Tahun 1999 tentang penetapan perguruan tinggi negeri sebagai badan hukum. Dari 4 kampus percobaan (UI, UGM, ITB, dan IPB) kemudian bertambah 8 tahun 2000 yaitu UPI Bandung, Univ. Airlangga (Unair), Univ. Diponegoro (Undip), dan Univ. Sumatra Utara (USU), dan untuk tahun 2007 selanjutnya jumlah perguruan tinggi negeri yang akan berubah status menjadi BHMN semakin bertambah. Intinya, perubahan status itu tak lebih dari penghalusan privatisasi dan kapitalisasi perguruan tinggi negeri. Fakta tersebut jelas menunjukkan ketertundukan pemerintah terhadap komersialisasi pendidikan. Akibatnya, pendidikan semakin mahal dan hanya kelas menengah ke atas yang mampu mengakses pendidikan, apa lagi sampai ke tingkat perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan dibentuknya RUU BHP yang kini masih menjadi perdebatan adalah pasal 53 UU Sisdiknas yang mengatakan bahwa penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan, yang berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik, berprinsip nirlaba dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan. Dalam pasal tersebut dikatakan pula bahwa ketentuan mengenai badan hukum pendidikan diatur dengan undang-undang tersendiri yang kini sedang dibahas. Tak jauh beda dengan perubahan status perguruan tinggi negri menjadi BHMN, BHP tak lebih dari bentuk privatisasi yang dipehalus dengan menggunakan prinsip nirlaba dengan dalih untuk membendung komersialisasi atau kapitalisasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian? Ternyata fakta justru berbicara lain, pemerintah telah mengeluarkan Perpres no 76 dan 77 yang merupakan turunan dari UU Penanaman Modal Asing. Dalam perpres itu dengan jelas dinyatakan bahwa penanaman modal asing diperbolehkan sampai sebesar 40% bagi sektor pendidikan. Sementara untuk menuju universitas yang berstatus BHP, universitas harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mahasiswa&lt;br /&gt;2. Matakuliah&lt;br /&gt;3. Manajemen&lt;br /&gt;4. Sumber daya manusia&lt;br /&gt;5. Keuangan&lt;br /&gt;6. Perolehan pendapatan&lt;br /&gt;7. Administrasi yang profesional, menurut HELTS 2003-2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tujuh butir persayaratan di atas jelas belum bisa dipenuhi oleh universitas-universitas di Indonesia, bahkan universitas sebesar UI atau UGM sekalipun masih menjadikan mahasiswa sebagai donatur bagi pendapatan universitas. IPB yang mempunyai daya tampung mahasiswa baru sebesar 2300 kursi ternyata hanya dapat meluluskan 300 mahasiswa baru yang murni nilai SPMB, sisanya dilelang kepada instansi-instansi swasta atau pemerintah yang mampu membeli harga bangku kuliah yang cukup mahal (kantor berita Antara, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jelas ketika semua universitas telah berubah status menjadi BHP maka yang menjadi sasaran empuk guna membiayai berbagai fasilitas pendidikan adalah mahasiswa. Tidak ada jalan lain bagi semua instansi pendidikan untuk menaikkan biaya pendidikan sehingga masyarakat menengah ke bawah tidak lagi sanggup mengakses pendidikan. Sedangkan menurut seorang pengamat pendidikan dari UGM, Darmaningtyas, berpendapat bahwa konsideran-kkonsideran dalam RUU BHP telah mengalami revisi sebanyak 32 kali dan selalu tidak jelas mengenai apa saja yang akan diatur apakah sistem pendidikan, manajeman pendidikan atau partisipasi masyarakat. Sementara, Dirjen Dikti Fasli Djalal pun menyatakan bahwa jika terjadi ketakutan pada kalangan akademika tentang manajeman perusahaan yang diterapkan pada lembaga pendidikan hanya dapat menjawab, “pada saatnya nanti akan muncul stakeholders berupa orang-orang yang amanah, tidak punya kepentingan pribadi, tidak makan gaji dari sana sehingga membawa hati nurani dan lebih responsif terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat.” (Republika, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya, apa yang menjamin bahwa akan muncul stakeholder yang mempunyai amanah, tidak makan gaji dari sana serta responsive terhadap kebutuhan masyarakat? TIDAK ADA! Hanya ada satu kesimpulan, negara saat ini tengah melepas tanggung jawabnya untuk menyediakan pendidikan yang layak bagi warganya, sehingga tidak ada jalan lain bagi seluruh rakyat Indonesia baik dari mahasiswa, buruh, kaum miskin kota beserta elemen massa rakyat lainnya untuk menyatukan diri menuntut pendidikan gratis, menolak BHP, mencabut UU Sisdiknas, serta kebijakan lainnya yang berpihak pada kepentingan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan suatu hal yang mustahil untuk mewujudkan pendidikan gratis. Guna membiayai pendidikan gratis, sebenarnya negeri ini mampu. Indonesia mempunyai sumber daya alam yang luar biasa yang sebenarnya bisa diolah guna membiayai kesejahteraan rakyat termasuk pendidikan gratis. LIhat saja pendapatan dari berbagai pertambangan asing di Indonesia seperti ExxonMobil pada tahun 2007 berdasarkan laporannya, yang mencapai angka $ 40,6 billion atau Rp3.723 triliun serta Cevron di tahun 2007 yang mampu memperoleh keuntungan sampai $ 18,7 billion atau Rp 171 triliun. Demikian pula dengan 137 pertambangan asing lainnya di Indonesia yang juga mengeruk keuntungan di negeri berlahan subur ini. Bandingkan dengan keuntungan pemerintah dari hasil tambang yang telah dijual ke asing, tidak pernah menembus angka 3%. Sungguh hal yang ironis, pertambangan tersebut yang semestinya diperuntukkan bagi rakyat telah dijual ke tangan imperialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya, rakyat di negeri ini mampu memperoleh haknya guna menikmati pendidikan gratis serta kesejahteraannya. Intinya, merupakan hal yang seharusnyalah negara ini mengambil alih aset pertambangan asing guna kesejahteraan rakyat. Selain mengambil alih aset pertambangan asing, pembiayaan pendidikan gratis juga bisa diperoleh dari penghapusan utang luar negeri. Tercatat, utang luar negri Indonesia sampai dengan tri wulan ke dua tahun 2007, utang luar negeri Indonesia telah mencapai 132,719 juta dolar AS (Summary base line Studies, Koalisi Anti Utang kerja sama dengan PUSTEK UGM). Utang luar negari tersebut, pada hakikatnya tidak mampu menyejahterakan rakyat dan hanya dinikmati segelintir orang saja, serta justru membebani APBN sehingga harus dihapuskan untuk kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan terhadap pendidikan gratis tersebut tentu harus diraih dengan perjuangan rakyat sendiri degan persatuan multisektoral sebab persoalan pendidikan merupakan persoalan seluruh rakyat, bukan persoalan mahasiswa semata. Sudah bukan saatnya lagi menyandarkan diri pada pemerintah atau elit politik yang ada sebab 10 tahun pasca reformasi sudah cukup membuktikan bahwa elit politik saat ini adalah agen imperialis yang tentunya menjadi musuh bersama kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7113849220482950649?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7113849220482950649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7113849220482950649' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7113849220482950649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7113849220482950649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/08/ruu-bhp-bentuk-komersialisasi-dunia.html' title='RUU BHP : Bentuk Komersialisasi Dunia Pendidikan'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7597258241196084482</id><published>2008-08-30T20:46:00.000+07:00</published><updated>2008-08-30T20:47:52.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Patriotisme Buta</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ Jangan pernah bertanya,  apa yang bisa diberikan negara untuk kita, tapi sebaliknya, apa yang bisa kita perbuat untuk negara “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah doktrin patriotisme paling populer yang dilontarkan oleh John F. Kennedy yang kemudian menjadi sebuah pembenaran bahwa negara adalah segala-galanya dan segala macam kebusukan didalamnya adalah lumrah dalam tiap-tiap negara.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Leo Tolstoy, seorang sastrawan anarkis Rusia, mengartikan patriotisme sebagai sebua prinsip yang membenarkan pelatihan membunuh, suatu usaha yang memerlukan peralatan (senjata) yang lebih canggih untuk membantai sesama daripada untuk memproduksi kebutuhan manusia, seperti pakaian, rumah dan sekolah, atau dia hanyalah usaha yang dapat membawa ‘kebesaran’ dan ‘kesuksesan’, lebih dari usaha-usaha lain seperti kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa dihasilkan oleh patriotisme. Rasisme, fasisme, xenophobia (kebencian atau kecurigaan terhadapa hal-hal yang dianggap asing), primordialisme (mengunggulkan sifat kedaerahan lebih dari yang lain), chauvinisme dan masih banyak lagi. Kecintaan terhadap negara secara membabi buta hanyalah usaha untuk mengalihkan perhatian kita agar kita lupa bahwa masih banyak hak-hak hidup sejahtera dan merdeka yag harus direbut kembali. Manusia juga berhak untuk hidup setara tanpa keterbatasan, tanpa harus dipagari oleh kekonyolan daerah kekuasaan, tanpa harus merasa terasing dengan keawaman dan bebas bergerak diatas bumi yang seharusnya dapat dimiliki dan dimanfaatkan secara adil bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenyataan yang ada sekarang adalah setiap bagian dari dunia yang terpecah-pecah ini, dimonopoli oleh sekelompok kecil manusia yang memaksakan kehendaknya sendiri untuk mengatur, menguasai dan memanfaatkan sumber daya alam dengan mengeluarkan aturan bahwa tanah, air dan udara adalah milik negara. Dan setiap orang yang dianggap menguntungkan birokrasi pasti akan mendapatkan lebih dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dengan alasan itu kita diwajibkan untuk meyakini patriotisme, maka sama juga kita memberikan hak kita untuk dieksploitasi. Coba kita berpikir secara logika seperti sepleton pasukan yang di setiap saat harus siap untuk membela kepentingan negara, berangkat ke medan pertempuran dan siap untuk membunuh sesama manusia, padahal di benak mereka sebenarnya yang mereka inginkan adalah sebuah perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang segala dampak buruk patriotisme terhadap masyarakat sipil terasa tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan penghinaan dan luka yang dirasakan oleh mereka yang bekerja di kemiliteran. Mereka adalah korban yang dijadikan pembela dan penjaga negara, lantas apa yang bisa diberikan petriotisme kepada seorang prajurit? Tahayul kepahlawanankah? Prajurit rendahan sama saja dengan budak. Di mata negara, mereka adalah tumbal yang harus mengorbankan nyawanya. Sehari-harinya mereka harus tunduk kepada pangkat yang lebih tinggi. Kebebasan mereka penuh dengan kebiasaan buruk, bahaya dan kematian. Bahkan menurut seorang jendral, tugas serdadu adalah kesetiaan yang tidak dapat dipertanyakan kepada atasan atau pemerintah, meskipun dia tidak setuju dengan pemerintahannya. Inilah sebuah perkembangan yang aneh, patriotisme telah membuat seorang makhluk yang berpikir menjadi seekor binatang peliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini kita tidak pernah merasakan wajib militer. Kita tidak pernah dipaksa untuk menjadi tentara, tapi keadaan ekonomi yang memaksa calon tentara untuk masuk militer, selain imajinasi kepahlawanan yang tertanam lewat doktrin patriotisme. Karir dalam militer tidak saja menarik dan disegani, tapi juga lebih baik daripada susah-susah cari kerja, tidak bisa makan atau tidur di tempat-tempat yang umum. Karir tersebut setidaknya menghasilkan gaji meski pas-pasan, dapat jatah makan tiga kali sehari dan tersedia tempat untuk tidur. Tapi bagi mereka yang tak ingin harga dirinya terinjak-injak, kebutuhan ekonomi bukan alasan untuk masuk militer. Masih banyak orang-orang yang memiliki sifat mandiri, cinta kebebasan dan berani menanggung resiko tanpa harus mengenakan seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham-paham fasis pun dicoba untuk diterapkan dalam pendidikan formal, seperti menentukan cara berpakaian dan berpenampilan yang menurut mereka adalah mencerminkan sifat-sifat patriot, narkoba yang merusak patriotisme atau apalah… Semua dihubung-hubungkan dengan patriotisme. Anak-anak diajarkan taktik militer, perjuangan tentara diagung-agungkan dalam pelajaran sekolah kemudian pikiran anak-anak dibentuk dan disesuaikan dengan tujuan negara. Sungguh bukan kesalahan jika kita menjadi bodoh. Tapi bagaimana sikap kita sekarang untuk memperbaiki kesalahan itu dan bagaimana kita bisa menyadari bahwa yang terpenting untuk hidup dalam sebuah negara adalah tetap mengembangkan pikiran rasional menolak pembodohan-pembodohan yang terus menyerang kita agar kita tetap bisa ditindas dan dikonsumsi oleh pemerintahan, kapitalisme dan kawan-kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita dapat mengabaikan patriotisme ini, jika kita telah menyadari bahwa sebuah solidaritas internasional akan lebih berharga dan lebih dibutuhkan daripada paham sempit ini maka kita telah membuka jalan menuju masyarakat yang bebas, otonom dan tanpa penindasan dimana semua nasionalitas berada dibawah naungan persaudaraan universal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7597258241196084482?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7597258241196084482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7597258241196084482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7597258241196084482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7597258241196084482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/08/patriotisme-buta.html' title='Patriotisme Buta'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7411896727907070228</id><published>2008-08-11T11:08:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:52:07.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Alegori Masyarakat Komunis Dalam Komik Smurf</title><content type='html'>Makhluk biru mungil itu menempati rumahnya yang berbentuk seperti jamur. Mereka hidup bersama di sebuah desa antah-berantah pedalaman hutan Eropa. Mereka hidup rukun dan masing-masing menjalankan fungsinya dengan baik dalam masyarakat. Mereka punya bahasa sendiri yang mengganti kata kerja dan kata sifat dengan identitas bangsa mereka… Smurf!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komik Belgia karangan Pierre Culliford, populer dengan nama pena Peyo, ini sempat populer di Indonesia pada tahun 1980-an, bahkan pada saat itu sebuah stasiun televisi swasta sempat menayangkan film kartunnya selama beberapa waktu dan sebuah jaringan restoran multinasional mengadopsi mainan figurnya sebagai hadiah menu khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan tahun sesudah masa kejayaan Smurf di Indonesia berlalu, anak-anak yang dulu mengkonsumsi kisah di Desa Smurf itu beranjak dewasa dan melihat kebobrokan bangsa ini. Tidak seperti generasi sebelumnya yang terhegemoni politik scapegoating Orde Baru, mereka justru jauh lebih akseptif terhadap wacana-wacana gerakan berideologi kiri. Sebagai antitesa atas kegagalan ideologi yang dianut pemerintah despotik, sosok Karl Marx dan Che Guevara hadir bagai pahlawan di tengah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, penerimaan kaum muda terhadap ideologi kiri tersebut terjadi karena sejak kecil mereka sudah mendapat gambaran ideal mengenai pola kehidupan masyarakat sosialis melalui komik Smurf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komunalisme Desa Smurf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di Desa Smurf telah menggambarkan dengan sempurna praktek sosialisme utopis yang ada di dalam kepala Marx, dengan menggambarkan sebuah komune yang dikelola secara kolektif di bawah pimpinan sang revolusioner tunggal bernama Papa Smurf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di desa itu semua Smurf bekerja sesuai profesi pilihannya dengan suka cita dan hak yang sama tanpa harus mengenal sistem mata uang --benar-benar sebuah kondisi yang ideal bagi kaum komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ekonomis, Desa Smurf seperti sebuah pasar yang tertutup, tidak mengenal mata uang, dan semua menjadi milik bersama --properti publik. Setiap Smurf adalah pekerja sekaligus pemilik. Para Smurf menolak ide pasar bebas, karena keserakahan dan ketidakadilannya, dan kepentingan kolektif lebih penting dan lebih berharga daripada kepentingan individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ancaman Kontra Revolusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti layaknya negara komunis di dunia ini, Desa Smurf pun tidak lepas dari bayang-bayang masalah. Di bagian hutan yang lain hidup Gargamel, seorang perjaka tua jahat yang hidup bersama kucingnya yang setia, Azrael. Gargamel dengan kemampuan sihirnya ingin melebur para Smurf yang dipercayainya sebagai bahan baku untuk membuat emas. Sementara Azrael hanya semata ingin merasakan kenikmatan daging para Smurf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Gargamel dapat digambarkan sebagai negara-negara kapitalis yang melihat segalanya sebagai potensi komodifikasi. Kebetulan pula, sejarah menunjukkan emas adalah salah satu komoditas yang menjadi daya tarik penjelajahan kaum imperialis. Semua yang buruk tentang kapitalisme ada pada dirinya. Ia rakus, kejam, dan hanya mempedulikan kepuasan dirinya sendiri. Dia adalah contoh manusia yang lebih mengutamakan kepentingan individual di atas kepentingan masyarakat yang dihidupinya. Bukan kebetulan juga kalau ternyata ia adalah seorang perjaka tua yang tinggal dalam kastil di tengah hutan dengan hanya ditemani seekor kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara metafor, ia ingin menghabisi sosialisme, sama seperti yang dilakukan negara barat terhadap Sovyet dan negara-negara satelitnya selama perang dingin. Kemudian sebagai seorang kapitalis sejati, ia berharap bisa menjadikan segalanya sebagai komoditas --termasuk makhluk hidup lain. Bahkan rencana kedua yang akan dilakukan Gargamel terhadap para Smurf adalah ia ingin mengubah mereka menjadi bongkahan emas secepatnya setelah ia berhasil menangkapnya. Sebagai seorang kapitalis, ia lebih mempedulikan kesejahteraan dirinya sendiri daripada kesetaraan dan keadilan. Sudah menjadi sifat alaminya untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing peliharaan Gargamel, Azrael, mewakili serikat pekerja mandul di negara-negara yang menganut sistem pasar bebas. Ia tidak pernah mengeluh karena memang ia tidak punya suara. Ia tidak bisa menegoisasikan gajinya --ia makan apa saja yang disuguhkan majikannya. Dan karena tubuhnya berukuran lebih kecil dan tidak lebih kuat dari Gargamel, maka ia juga mewakili kaum proletar, sementara Gargamel mewakili kaum borjuis. Azrael dieksploitasi dan ditindas. Ia mempertaruhkan nyawanya untuk melakukan pekerjaan berbahaya yang tidak bisa dilakukan majikannya dan tidak memiliki kapasitas intelektual untuk mempertanyakan masalah ini, sama seperti para pekerja yang menderita nasib buruk yang sama selama berabad-abad karena kurangnya pendidikan yang didapatkannya, dan ia tidak punya pilihan lain selain menghamba pada majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konflik Internal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak usaha untuk menunjukkan betapa idealnya kehidupan kolektif di bawah satu pimpinan ini digambarkan dengan jelas dalam salah satu serinya yang berjudul Smurfuhrer, dimana konflik khas Marxian klasik antara pemerintah yang jahat dan menindas --dimana pemimpin (dan kapitalis) yang rakus mengeksploitasi masyarakat untuk kepentingannya sendiri; dipertentangkan dengan politik egalitarian ideal yang telah di formulasikan oleh Marx-- kesemuanya digambarkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ diceritakan Papa Smurf harus menempuh perjalanan panjang untuk mencari bahan ramuan ajaibnya. Sepeninggal Papa Smurf, para Smurf yang lain mengadakan pemilihan untuk memilih pengganti Papa Smurf, lalu terpilihlah satu Smurf sebagai pemimpin. Tapi ternyata ia menjadi otoriter dan menimbulkan gelombang pemberontakan dari para Smurf yang lain untuk menggulingkan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya? Desa Smurf itu pun jadi rusak akibat insureksi yang di jalankan milisi pemberontak itu, dan desa yang utopis itu baru pulih kembali setelah Papa Smurf pulang di saat pertarungan sengit antara para Smurf sedang terjadi. Dalam hal ini, Papa Smurf, sebagaimana juga dengan Marx, telah mewakili bentuk Marxisme yang ideal dengan menampilkan gambaran ketergantungan masyarakat yang butuh sosok pahlawan pelopor (avant garde) revolusioner yang bisa dijadikan panutan dan pemimpin yang maha hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Representasi Penokohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara visual pun ditemukan kemiripan antara karakter penghuni Desa Smurf dengan tokoh ideologis mazhab kiri di dunia nyata. Figur pemimpin desa, Papa Smurf, dengan jenggotnya yang lebat akan dengan mudah mengingatkan pada sosok Karl Marx. Jangan lupa pula, Papa Smurf adalah satu-satunya penghuni Desa Smurf yang menggunakan pakaian bewarna merah –warna tradisional kaum sosialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi karakter dalam Desa Smurf yang memiliki kemiripan tersebut adalah Smurf Kacamata. Kacamata bulat yang dikenakannya mengingatkan pada sosok Leon Trotsky, salah seorang pentolan partai Bolshevyk yang terjegal setelah Stalin mengambil alih tampuk kekuasaan. Dalam kisahnya digambarkan Smurf Kacamata sebagai seekor Smurf dengan kecerdasan yang hampir menyamai Papa Smurf. Namun sikapnya yang sok tau dan sombong membuatnya sering jadi bulan-bulanan dan bahan cemoohan para penghuni Desa Smurf lain, sama seperti nasib Trotsky yang kemudian mati terbunuh dengan alat pemecah es dalam pengasingannya di Meksiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S.M.U.R.F?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pencipta aslinya komik ini berjudul Les Schtroumpfs yang berasal dari bahasa Prancis. Namun kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa sebagai Smurf. Apa arti kata “Smurf” itu? Para fans, mungkin sebagian di antaranya adalah penganut teori konspirasi, mempunyai dua dugaan. Satu, nama S.M.U.R.F. adalah kependekan dari Socialist Men Under Red Father. Dua, kepanjangan dari nama S.M.U.R.F. adalah Sovyet Militants Under Red Faction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Medium adalah Pesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurang-kurangnya, Peyo berhasil menggambarkan teori Marxisme dalam bentuk kisah dongeng yang alegoris. Jauh dari gagal, komik Smurf pada akhirnya telah berhasil menyebarkan pesan dengan baik, dengan bias kehidupan nyata yang kita alami, jauh lebih baik daripada yang pernah literatur fantasi lainnya coba lakukan. Boleh saja sebagian besar ide dalam komik ini terinspirasi ideal Marxisme utopis, karena, walaupun ia tidak menggambarkan dunia secara nyata juga apa adanya dengan segala kompleksitasnya, kita masih bisa membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mungkin kita bisa tahu kenapa kaum muda bisa lebih menerima gagasan utopis dari generasi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Aribowo/&lt;a href="http://sayapimaji.multiply.com/"&gt;sayapimaji.multiply.com&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7411896727907070228?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7411896727907070228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7411896727907070228' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7411896727907070228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7411896727907070228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/08/alegori-masyarakat-komunis-dalam-komik_11.html' title='Alegori Masyarakat Komunis Dalam Komik Smurf'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3689967437995916650</id><published>2008-08-11T11:08:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T18:02:15.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Pengkhianatan Matahari Pagi (Disharmony Of Humanity)</title><content type='html'>Pernahkah kita belajar pada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi yang mencoba mengabaikan nurani&lt;br /&gt;Kolaborasi duniawi yang selalu menghakimi massa&lt;br /&gt;Arogansi yang tak pernah jera untuk menjajah cinta&lt;br /&gt;Dan siluet insan gadungan yang membunuh sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanggupkah kita takkan lupa untuk menuntut pada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkara yang memadamkan nyala api kedamaian&lt;br /&gt;Munafik yang mengotori kesucian sperma&lt;br /&gt;Fatamorgana yang menenggelamkan panorama&lt;br /&gt;Dan teatrikal yang mengangkangi firman sangkakala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah kita hanya sekedar berhenti berharap pada...&lt;br /&gt;Untaian kalam hati yang terdiam bisu menangisi parodi basi&lt;br /&gt;Dan ratapan sunyi yang merengek tiada pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah salah jika nurani menuntut ?&lt;br /&gt;Apakah dosa jika ia menari menantang barisan belati ?&lt;br /&gt;Padahal nurani itu rasa dan rasa adalah anugerah&lt;br /&gt;Yang selayaknya disajikan untuk sesama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu cobalah sejenak untuk menikmati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Oh betapa agungnya dunia kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di hadapan barisan nisan yang dikomando matahari pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rancangan realita yang serupa alam mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berjajar rapi dalam etalase tirani mendekonstruksi ambisi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menghabisi semua nyawa untuk selembar kontrak asuransi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan janji surga yang diakumulasi oleh pahala bertubi-tubi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Serupa berhala konstitusi yang saling berebut jatah kursi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membuat kebebasan hanya berkibar dibalik layar kaca televisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan monumen cinta hanya akan berdiri setelah diimingi sederetan nafsu konsumsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hingga puncak kesabaran, tingkat keimanan dan barikade impian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menanti ajal untuk hancur berantakan ! "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sudah !&lt;br /&gt;Buyarkan lamunan sejenak untuk menabur semangat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang cobalah untuk pasrah&lt;br /&gt;Dan biarkan tubuhmu ditelanjangi oleh angkuhnya bayangan malam&lt;br /&gt;Jangan beri kesempatan pada gairah bulan dan bintang&lt;br /&gt;Karena mereka hanyalah biduan yang bersinar diantara kelam&lt;br /&gt;Jangan berharap angin berhenti berdansa&lt;br /&gt;Sebelum ia menjumpaimu untuk meniupkan asa&lt;br /&gt;Karena air susu tidak akan dibalas dengan air tuba&lt;br /&gt;Tapi dengan harapan yang akan terbakar&lt;br /&gt;Melahirkan reinkarnasi rasa untuk mengebiri naluri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena matahari terlalu pagi untuk mengkhianati&lt;br /&gt;Maka jangan izinkan dirimu untuk mati terlalu dini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 1 Agt '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3689967437995916650?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3689967437995916650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3689967437995916650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3689967437995916650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3689967437995916650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/08/pengkhianatan-matahari-pagi-disharmony_11.html' title='Pengkhianatan Matahari Pagi (Disharmony Of Humanity)'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3895666407879510123</id><published>2008-08-11T11:07:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T19:32:41.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Hymne Pembakar Nalar</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Wahai kalian polisi-polisi moral yang mengatasnamakan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hipokrit sejati yang memupuk kebodohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Merasa lebih suci dan paling benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membakukan persepsi menghalalkan kekerasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ingatlah bahwa dunia ini tidak berada di balik telapak tangan kalian...! "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi para gerombolan institusi di balik argumen basi&lt;br /&gt;Yang membeli takdir dan memperlakukan hidup seperti tahanan&lt;br /&gt;Seakan sang kematian hanya dihargai oleh lembaran royalti&lt;br /&gt;Merancang alam bawah sadar dengan ancaman golok dan senapan&lt;br /&gt;Bersembunyi dibalik mitos yang kalian agungkan&lt;br /&gt;Membawa kebenaran layaknya Nabi dengan aroma kesucian&lt;br /&gt;Jika yang kalian inginkan adalah konflik atas nama kebanggaan&lt;br /&gt;Jika kalian pikir ide kami dapat kalian berangus dan penjarakan&lt;br /&gt;Maka tunggulah teriakan kami akan menembus kerongkongan kalian !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan apapun termasuk menjadi Tuhan&lt;br /&gt;Kami akan berdiri di sini, tak sendiri, hingga nafas penghabisan&lt;br /&gt;Dan sebelum rima pemberontakan tercatat di pajangan nisan kalian&lt;br /&gt;Maka berhentilah mengancam kebebasan kami !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian serupa chauvinis Israel yang menodai mimpi bocah Palestina&lt;br /&gt;Dengan serombongan fundamentalis super-arogansi tanpa dialektika&lt;br /&gt;Labelisasi yang membatasi surga dan neraka&lt;br /&gt;Hitam-putih dunia yang kalian ratakan dengan parang dan dakwah&lt;br /&gt;Genangan darah, amarah dan sumpah serapah&lt;br /&gt;Membela rezim dengan komando barbar&lt;br /&gt;Bicara tentang aturan, nilai dan moral&lt;br /&gt;Nyatanya kalian cuma omong kosong besar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dunia tidak lagi berakal dan nalar seakan menjadi gombal&lt;br /&gt;Maka bagi para pelaknat rasional yang mendambakan tumbal&lt;br /&gt;Bersiaplah kalian menuai badai di hari akhir menjelang ajal&lt;br /&gt;Karena hari ini, esok atau nanti&lt;br /&gt;Kami pasti akan berdiri dengan tangan terkepal !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 3 Agt '07)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3895666407879510123?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3895666407879510123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3895666407879510123' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3895666407879510123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3895666407879510123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/08/hymne-pembakar-nalar_11.html' title='Hymne Pembakar Nalar'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6833590746215811467</id><published>2008-07-27T05:31:00.003+07:00</published><updated>2008-07-27T05:34:57.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Atheis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Cerpen M. Dawam Rahardjo &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dimuat di Media Indonesia 09/02/2007 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAKAK kami Suparman kini tinggal di Jakarta menjelang masa pensiun. Tapi ia tidak terikat. Karena ia mengelola sebuah perusahaan konsultan sendiri, dengan karyawan sekitar 50 orang. Ia adalah seorang arsitek lulusan ITB. Setelah lulus, ia melamar sebagai arsitek di sebuah perusahaan. Setelah mendapatkan pengalaman, ia mendirikan perusahaan sendiri bersama beberapa orang kawannya. Usahanya ini boleh dikatakan maju, berkat kegiatan pembangunan di Ibu Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak kami itu ialah saudara tertua dalam keluarga kami yang tinggal di sebuah desa bernama Jatiwarno di Wonogiri. Sekitar 30 kilometer dari Kota Solo. Daerah tempat tinggal kami itu dikenal kering. Dulu sering kali menjadi berita di koran karena kelaparan. Di zaman kolonial pernah terjadi busung lapar. Kini Wonogiri tidak lagi kering seperti dulu karena di situ dibangun waduk Gajah Mungkur. Sekarang sudah ada ladang-ladang ubi kayu dan jagung selain sawah padi. Waduk ini juga menjadi pusat pariwisata yang dikunjungi terutama oleh orang-orang Solo. Keluarga kami, keluarga Parto Sentono lebih populer dipanggil Kiai Parto adalah sebuah keluarga yang religius. Ayah kami itu adalah seorang petani yang juga berperan sebagai ulama lokal karena ia adalah santri lulusan Mamba'ul Ulum dan tinggal di pesantren Jamsaren. Jadi ia pernah berguru kepada KH Abu Amar, Ulama Solo yang masyhur itu. Itulah sebabnya Kiai Parto mengirim kami, anak-anaknya, ke pesantren sebagai lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Parman sebagai anak tertua dikirim ke Gontor Ponorogo yang jaraknya tidak jauh dari desa kami. Kakak saya yang kedua Muhammad Ikhsan dipondokkan ke Pesantren Pabelan di bawah pimpinan Kiai Haji Hamam Ja'far. Saya sendiri sebagai anak ketiga cukup bersekolah di Madrasah Al-Islam, Honggowongso, Solo. Jadi saya punya dua orang adik. Yang pertama, dikirim ke Tebu Ireng, sedangkan adik saya yang paling bontot disuruh belajar ke madrasah Mu'alimat Muhammadiyah, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun semuanya berlatar belakang pendidikan pesantren, kami semua mempunyai profesi yang berbeda-beda, misalnya Mas Parman menjadi seorang arsitek, sedangkan saya sendiri menjadi petani jagung dan ubi kayu meneruskan pekerjaan bapak. Karena itulah, saya adalah anak yang paling dekat dengan keluarga dan menyelenggarakan pertemuan halalbihalal setiap tahun dengan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak merasa sangat bangga anaknya bisa masuk ke pondok modern Gontor. Mas Parman sendiri juga merasa mantap berguru dengan Kiai Zarkasi dan Kiai Sahal. Di masa sekolah dasar, kami semua dididik langsung oleh bapak kami. Mas Parman ternyata berhasil menjadi seorang santri yang cerdas. Bapak sangat berharap kelak Mas Parman menjadi seorang ulama modern. Bapak memang tidak mengikuti perkembangan anaknya itu sehingga ia merasa terkejut ketika pada suatu hari ia berkunjung ke Gontor, anaknya itu ternyata sudah tidak lagi bersekolah di situ. Namun sebentar kemudian, ia mendengar di mana anaknya berada. Ternyata Mas Parman yang pandai matematika itu ikut ujian SMP negeri dan lulus dengan nilai yang sangat baik. Ia kemudian melamar untuk bersekolah di Solo dan diterima di SMA 2 atau SMA B yang terletak di Banjar Sari. Sekolahnya itu berdekatan dengan SMA 1 jurusan sastra budaya. Sehingga ia banyak bergaul dengan pelajar-pelajar sastra. Walaupun belajar ilmu eksakta, Mas Parman ternyata punya bakat seni. Ia bisa melukis dan membuat puisi. Ia ikut di klub sastra remaja yaitu sastra remaja Harian Nasional di Yogya. Bapak tidak bertanya banyak kepada anak sulungnya itu. Walaupun ia merasa sangat kecewa dan agak marah karena Mas Parman telah mengambil keputusan besar tanpa berkonsultasi dengan Bapak dulu. Saya mewakili keluarga menanyakan perihal keputusannya itu kepada Mas Parman. "Mas, kenapa tidak minta izin bapak dulu ketika Mas keluar dari Gontor?," tanyaku pada suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau aku bilang dulu pada bapak, pasti tidak dikasih izin," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa pula Mas berani mengambil keputusan besar itu?" tanyaku lagi. "Aku ternyata tidak betah tinggal di pondok. Aku merasa pesantren ini adalah sebuah masyarakat buatan. Kami hidup menyendiri, dilarang bergaul dengan penduduk desa. Kami di pondok menganggap diri sebagai keluarga ndoro," jawabnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu kan karena kepentingan para santri sendiri supaya tidak terkontaminasi oleh pengaruh luar," jelas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi hidup kan menjadi artifisial, santri hanya diajar sesuatu yang baik tapi tidak mengetahui dunia nyata yang tidak terlalu bersih. Malah banyak kotornya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau hanya itu alasannya, mengapa Mas tetap mengambil keputusan?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus terang saja, aku sendiri jenuh dan bosan hidup di pondok. Aku memahami jika sebagian santri melakukan homo bahkan mencuri-curi bergaul dengan perempuan di luar pondok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itulah akibatnya kalau para santri tidak disiplin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya aku bosan, yang lebih mendasar lagi aku tidak bisa menerima pelajaran-pelajaran agama. Kupikir pendidikan semacam itu tidak berguna, karena tidak membekali santri untuk bisa hidup dalam realitas yang sering keras itu di luar dunia pesantren. Jadi apa gunanya aku bersusah payah mencapai kelulusan. Itulah maka aku mengambil keputusan untuk pindah sekolah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Ikhsan ternyata senang nyantri di Pabelan," ujar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O... Pabelan itu beda dengan Gontor, Kiainya juga alumni Gontor, tapi ia bisa berbeda dengan Gontor. Santri Pabelan bebas bergaul bahkan diharuskan. Kiai Hamam bisa menerima saran dari LP3ES untuk menyelenggarakan program lingkungan hidup. Pesantren bahkan menyediakan air bersih yang diolah dari kali Pabelan untuk penduduk desa. Kiai Hamam juga membuat pemandian umum desa. Sehingga santri-santrinya bisa bergaul dengan penduduk desa setiap pagi sore sambil mandi bersama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Parman kemudian melanjutkan perubahan di dalam hidupnya. "Har, aku ingin memberitahukan padamu, perubahan pola hidupku di Solo. Aku sekarang sudah tidak menjalankan salat, juga puasa Ramadan," katanya jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, apakah ini tidak terlalu jauh? Ibu bapak pasti akan marah besar sama Mas," jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya jangan dilaporkan ke ibu bapak, tapi ceritakan saja apa adanya kepada Mas Ikhsan, barangkali ia bisa menerima dengan kepala dingin." Saya kemudian berpisah dengan Mas Parman dan melaksanakan wasiatnya. Tidak henti-hentinya saya berpikir dan merenung, sehingga memberatkan pikiran saya. Sebagai adik kandung, saya menyayangkan keputusan dan langkah radikal Mas Parman. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa sehingga hanya bisa menerima dengan sedih yang menjadi unek-unek terus-menerus. Sebab, saya pun juga ingin jawaban terhadap masalah-masalah yang ditimbulkan keputusan kakak saya itu. Saya khawatir sikapnya itu akan memengaruhi kakak dan adikku yang lainnya sehingga unek-unek itu saya sampaikan kepada Mas Ikhsan. Ia juga tampak terkejut tapi hanya terdiam saja tanpa reaksi. Karena itu aku minta kepada Mas Ikhsan untuk bertemu sendiri dengan Mas Parman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada suatu hari, Mas Ikhsan menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan Mas Parman di Solo. Ia tinggal di daerah Manahan. Berikut ini adalah laporan Mas Ikhsan kepadaku dari hasil pertemuannya dengan Mas Parman. "Aku diajak Mas Parman pada suatu malam di suatu warung hik yang masyhur dengan jualan wedang ronde dan makanan tradisional Surakarta. Mas Parman memang romantis. Dia tidak ragu mengajakku menikmati suasana Solo di waktu malam yang dirasakan rakyat jelata. Terkesan olehku bahwa ia memang merakyat hidupnya. Karena setiap kali kami berbincang-bincang, selalu saja ada orang yang menyapa. Ada juga para pengemis dan gelandangan. Di warung hik itulah aku mencoba secara tenang menanyakan banyak hal kepada Mas Parman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, aku sudah mendengar semua cerita mengenai dirimu dari adik kita, Haryono, terus terang saja aku terkejut. Timbul seribu satu pertanyaan dalam pikiranku, aku masih seorang santri yang baik dan terus bercita-cita menjadi ulama pemikir modern. Sebagai adik, aku tidak bisa memahami sikapmu. Bahkan aku tidak percaya dengan cerita Haryono, aku juga sudah tanya kepada Haryono bagaimana pandangannya. Tapi ia tidak banyak memberi penjelasan sehingga aku harus langsung bertemu denganmu. Mohon jangan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan dan komentarku. Aku bahkan ingin belajar kepada Mas, yang memiliki sebuah pengalaman dramatis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O... boleh saja, jadi aku sekarang sudah tidak menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, Mas telah murtad?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, sebelum hukuman murtad dijatuhkan kepadaku, aku lebih baik keluar saja dulu dari Islam. Sekarang siapa pun juga tidak berhak menghakimiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O... begitu, aku pun tidak akan menghakimimu. Cuma aku ingin bertanya apakah Mas telah meninggalkan seluruh akidah Islam?" tanyaku ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, aku sekarang seorang atheis, aku sudah tidak percaya kepada Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu status Mas sekarang sebagai apa?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sudah menjadi humanis. Aku bercita-cita ingin menjadi pemikir bebas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk menjadi orang seperti itu kan tidak perlu meninggalkan akidah. Islam memberi kebebasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya aku tahu, aku hanya ingin mengatakan bahwa selama di Gontor aku tidak pernah memperoleh penjelasan yang memuaskan mengenai Tuhan. Dan mengapa orang harus percaya kepada Tuhan. Aku ingin bebas dari belenggu akal dan aku harus bisa mendasarkan perilakuku berdasarkan rasionalitas. Tidak dibelenggu iman dan syariat. Sekarang ini aku merasakan diriku menjadi orang bebas, tanpa belenggu. Ketika menjadi orang Islam aku merasa terjatuh ke dalam belenggu. Sekarang ini aku merasa mengalami pencerahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas kan tahu bahwa Islam itu mengajarkan perbuatan baik berdasarkan iman. Jadi manusia memerlukan Tuhan untuk bisa berbuat baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah yang saya tidak setujui dalam Islam. Seperti kamu tahu sendiri, perbuatan baik itu tidak diakui Tuhan jika tidak didasarkan kepada iman. Mengapa harus begitu. Buddha Gautama mengajarkan perbuatan-perbuatan baik tanpa mensyaratkan iman kepada-Nya. Demikian pula Konghucu. Aku suka dengan dua agama yang kita sebut sebagai agama bumi itu. Aku ingin menjadi orang baik tanpa iman. Kalau mendengar keteranganmu itu terkesan olehku bahwa Tuhan itu adalah ciptaan manusia sendiri, bukannya sebaliknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Astaghfirullahal'adzim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam kenyataannya, agama itu hanyalah candu yang membius dan membuat lupa terhadap kesengsaraan dan penindasan yang menimpa mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berlindung aku dari bisikan semacam itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sorry ya, jangan anggap aku sesat. Semuanya itu sudah kupikirkan dan kurenungkan dalam-dalam. Pokoknya aku ingin bebas menjadi humanis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi aku yakin bahwa Islam akan membawaku ke sana, tapi sampean punya pendapat yang lain dan aku ingin belajar darimu sebagai seorang kakak tertua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tidak perlu jawaban verbal dariku. Lihat saja perbuatanku. Bukankah agamamu mengajarkan bahwa Tuhan itu akan bisa ditemui dengan perbuatan baik di dunia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau gitu, Mas masih percaya kepada Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak! Aku tidak bisa percaya pada adanya Tuhan. Aku hanya ingin berbuat baik kepada sesama manusia berdasarkan alasan-alasan yang rasional saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, menurutku manusia yang percaya kepada Tuhan itu tentu akan terdorong untuk berbuat baik, karena itu apa salahnya kita percaya akan adanya Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya terserah. Cuma saya tidak mau percaya kepada Tuhan yang diciptakan manusia. Tuhan begini, sama saja dengan dewa-dewa Hindu maupun Yunani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Mas Ikhsan menceritakan kembali dialognya. "Lalu bagaimana tanggapan dan sikapmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lakumdinukum waliyadin, biar dia percaya apa yang ia percayai dan kita percaya apa yang kita percayai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bagaimana pandanganmu mengenai kakak kita itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak menganggap dia orang sesat. Ia hanya memilih suatu jalan hidup. Dalam hatiku, aku percaya bahwa Mas Suparman itu sebetulnya percaya kepada Tuhan. Cuma dia tidak mau merumuskan apa Tuhan itu. Bukankah agama kita mengajarkan bahwa apa pun yang kita pikirkan mengenai Tuhan, itu bukan Tuhan. Jadi Tuhan itu diimani saja, tidak perlu dirasionalkan. Walaupun teori-teori mengenai Tuhan boleh saja dikemukakan. Biar dia tidak percaya kepada Tuhan, asalkan ia berbuat baik dan melaksanakan ajaran Islam menurut ukuran-ukuran kita. Tidak perlu kita mensyaratkan iman kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Suparman yang kini sudah menjelang masa pensiun itu sekitar enam puluh lima tahunan nampaknya, paling tidak menurut kesan saya, telah mencapai apa yang ia cita-citakan berdasarkan kebebasan yang ia yakini. Saya berpendapat bahwa pada dasarnya, kakak kami itu masih seorang muslim yang baik. Hidupnya sesuai dengan sepuluh wasiat Tuhan yang didendangkan Iin dan Jaka Bimbo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama aku masih percaya bahwa ia masih punya iman dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Seperti kata Jalaludin Rumi dan Al Halaj, ia pada akhirnya akan memperoleh pengertian Tuhan yang sebetulnya melekat pada dirinya sendiri jika ia masih tetap bisa menjalankan hidup yang benar berarti Allah masih membimbingnya. Cuma, dia tidak tahu dan tidak mengaku. Malah saya berpendapat bahwa sikap Mas Parman itulah yang mencerminkan Tauhid yang semurni-murninya. Wallahu'alam. Kedua, ia berbuat baik kepada ibu bapaknya, ia tidak pernah mau menyakiti kedua orang tuanya. Harus kami akui bahwa di antara kami, Mas Parmanlah yang paling banyak membantu orang tua kami. Ketiga, ia bisa menjaga harta anak-anak yatim, yaitu adik-adiknya, ia tidak mau mengambil bagian warisannya. Ia serahkan semuanya kepada kita. Mas Parman juga membuat yayasan yang menampung anak-anak yatim. Tutur katanya tidak pernah menyakiti orang lain, ia selalu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Silahkan Anda interpretasikan sendiri kisah cerpen diatas...)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6833590746215811467?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6833590746215811467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6833590746215811467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6833590746215811467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6833590746215811467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/07/atheis.html' title='Atheis'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1906047942419548652</id><published>2008-07-19T03:00:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T19:14:00.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Kita Adalah Korban...!</title><content type='html'>Kita adalah korban dari sistem yang membodohi hidup kita...&lt;br /&gt;Kita adalah korban simbol kemapanan yang menggerogoti nurani kita...&lt;br /&gt;Kita adalah korban neoliberalisme yang mengidap kegilaan fatal dan apatis akut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terlalu sibuk dengan dunia kerja yang pada dasarnya sebagian besar alasan kita untuk bekerja karena tidak ada pilihan lain selain itu, bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sampai kita meninggal dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(yang mana kebutuhan hidup kita pun telah terkomodifikasikan sedemikian rupa)&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;Kita pun acuh pada hal-hal yang telah terjadi di luar kehidupan kita...&lt;br /&gt;Pada hal-hal yang dirasakan saudara-saudara kita...&lt;br /&gt;Kita lupa pada penindasan, ketidakadilan, pembodohan dan ke-tidakmanusiawi-an...&lt;br /&gt;Kita diam karena kita tidak memiliki waktu untuk memeriksa kehidupan kita selain hanya untuk bekerja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajar/mahasiswa diarahkan sedemikian rupa untuk terus sibuk memikirkan pelajarannya agar dapat segera lulus dan bekerja...&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga selalu sibuk untuk melayani keperluan anggota rumah tangganya agar suami dapat bekerja dengan lebih baik...&lt;br /&gt;Dan sang anak pun dapat belajar dengan baik untuk dapat meraih cita-citanya, yakni bekerja dengan penghasilan tinggi...&lt;br /&gt;Para pekerja dikepung sana-sini oleh berbagai benda-benda yang harus dikonsumsi agar dapat menjalani hidup bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kita pun lupa bahwa di bawah rezim tirani neoliberal ini semua orang yang tidak memiliki kapital adalah korban...&lt;br /&gt;Entah, satu detik, satu menit atau satu jam kemudian, satu hari atau minggu berikutnya, atau bulan atau tahun berikutnya...&lt;br /&gt;Entah, kita bisa saja kehilangan hidup dan mimpi indah kita karena tergerus oleh logika akumulasi kapital...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tetap tidak sadar...&lt;br /&gt;Tunggulah saatnya, selamanya kita akan terus menjadi korban...&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 16 Juli '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1906047942419548652?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1906047942419548652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1906047942419548652' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1906047942419548652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1906047942419548652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/07/kita-adalah-korban.html' title='Kita Adalah Korban...!'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-8456543271645124423</id><published>2008-07-01T06:43:00.009+07:00</published><updated>2008-11-06T18:53:35.925+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Filosofi Dibalik Simbol Anarkis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIMBOL A DALAM LINGKARAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol A-dalam lingkaran sampai saat ini sudah bisa dipastikan dijadikan sebagai simbol anarki. Ini adalah sebuah monogram yang terdiri dari sebuah huruf kapital "A" yang dikelilingi oleh huruf kapital "O". Huruf "A" diambil dari huruf awal dari "anarki" atau "anarkisme" dalam banyak bahasa-bahasa Eropa demikian juga kesamaan tulisan baik Latin maupun Cyrillic. Huruf "O" berarti Order. Bila digabungkan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Anarchy is Order"&lt;/span&gt; yang merupakan kutipan perkataan Proudhon &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Demanding the Impossible hal. 55)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat, penggunaan pertama kali simbol A dalam lingkaran oleh anarkis adalah oleh Dewan Federal Spanyol International Workingmen’s Association. Lambang ini dibuat oleh freemason, Giuseppe Fanelli pada tahun 1868. Kemudian simbol ini digunakan pada saat terjadinya Perang Saudara Spanyol, (1936-1939). Terdapat gambar foto salah seorang anggota milisi anarkis dengan simbol A-dalam lingkaran dicat dengan jelas dibelakang helmnya. Simbol tersebut juga diadopsi oleh sebuah organisasi bernama Alliance Ouvrière Anarchiste (AOA) pada saat berdirinya organisasi ini pada tanggal 25 November 1956 di Brussels, dan telah dimunculkan secara independen kembali pada tahun 1964 oleh grup Anarkis Perancis, Jeunesse Libertaire &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Libertarian Youth)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir kebanyakan orang kini mengenal pergerakan Anarki dengan simbol ini. Kata Anarki atau Anarkisme di hampir seluruh bahasa dimulai dengan huruf "A", hal ini membuat simbol itu dapat diterima disemua negara. Lingkaran tersebut melambangkan persatuan. Dalam hal disatukannya lingkaran dengan huruf "A", lingkaran tersebut melambangkan kekuatan. Banyak grup-grup Anarkis, walaupun mereka terpisah secara geografis dan berbeda pandangan pada Anarkisme, saling membantu dengan hasrat solidaritasnya yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf "A" juga mempunyai makna simbolis sama dengan bahasa Italia: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;autogestione (arti harfiahnya kontrol-diri)&lt;/span&gt;, yang juga dapat diartikan sebagai kekuatan diri. Pergerakan ini mengambil dari pergerakan radikal para pekerja pabrik yang mengambil alih pabriknya, dan menjalankan pabrik itu secara demokratis, tanpa bos. Pergerakan Anarki juga sering dihubungkan dengan persatuan dari para pekerja buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol ini juga dapat ditulis dengan kodepoin Unicode U+24B6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, simbol A-dalam lingkaran ini juga digunakan sejak lama oleh gerakan anarko-punk, yang merupakan bagian dari gerakan punk-rock pada akhir tahun 1970-an, gerakan punk menggunakan simbol anarki A-dalam lingkaran lebih meluas, bahkan oleh kelompok punk non-anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BENDERA HITAM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna hitam sering dihubungkan dengan pergerakan anarkis semenjak tahun 1880-an. Banyak kelompok-kelompok anarkis yang menggunakan kata "hitam" pada nama pergerakannya. Juga ada beberapa periodik dari pergerakan anarkis yang menggunakan istilah Bendera Hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseragaman warna hitam dari bendera tersebut ialah sebagai bentuk dari implementasi pergerakan anarkis untuk menerobos semua batasan. Terutama, warna tersebut merepresentasikan pergerakan internasionalisme yang tidak mengindahkan dari batasan negara – bendera hitam juga melambangkan dari anti bendera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(bendera yang berwarna biasanya dijadikan simbol dari sebuah negara)&lt;/span&gt;. Dan bendera putih merupakan tanda yang diakui secara internasional untuk menyerah dari penguasa — bendera hitam tersebut juga bisa dinilai sebagai simbol pantang menyerah. Pandangan lain dari penggunaan bendera hitam adalah melambangkan peringatan bagi para pejuang anarkis yang kurang mujur dalam perjuangannya. Bendera hitam diambil dari gambar bendera bajak laut Jolly Rogers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Bendera Hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak teori-teori anarki diambil dan dimodifikasi dari berbagai versi pergerakan sosialis, dengan simbol bendera yang berwarna merah. Ketika anarkisme mulai memisahkan diri dari pergerakan sosialis sekitar tahun 1880-an, anarkisme lalu mengambil lambang bendera hitam sebagai simbol dari perbedaan pandangan dari jalur pergerakan sosialisme. Bagaimanapun juga hal ini patut diperhatikan, bahwa anarkisme bukan sebuah cabang dari teori sosialisme. Anarkisme bukanlah sebuah pergerakan yang merujuk pada satu sumber ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada pergerakan awal anarkisme, bukti nyata dari penggunaan warna hitam pada pergerakan anarkisme dimulai pada tahun 1880-an, sebagai tanda duka untuk Komune Paris. Koran anarkis Perancis, Le Drapeau Noir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(The Black Flag)&lt;/span&gt;, yang bertahan sampai tahun 1882, merupakan salah satu acuan dari penggunaan warna hitam sebagi warna anarkis. Black International adalah sebuah nama dari kelompok anarkis di London yang dibentuk pada bulan Juli tahun 1881.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada revolusi Rusia di tahun 1917, pejuang anarkis Nestor Makhno juga dikenal sebagai The Black Army. Mereka berjuang dengan membawa bendera hitam dan mencapai beberapa hasil yang krusial di Rusia sampai mereka dikalahkan oleh Tentara Merah Rusia. Kelompok revolusioner Meksiko, Emiliano Zapata, pada sekitar tahun 1910-an, juga menggunakan bendera hitam dengan gambar tengkorak yang disatukan dengan gambar Bunda Maria didalamnya. Slogan dari bendera tersebut adalah "Tierra y Libertad" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Land and Liberty)&lt;/span&gt;. Pada tahun 1925, Pergerakan anarkis di Jepang membentuk kelompok yang dinamakan Black Youth League, yang mempunyai cabang di daerah koloni Jepang, Taiwan. Pada tahun 1945, kelompok tersebut memberi judul jurnal mereka Kurohata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Black Flag)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya, para pelajar di Paris membawa bendera hitam (ditambah warna merah) selama aksi mereka General Strike di bulan Mei 1968. Pada tahun yang sama, bendera ini juga terlihat dipergunakan oleh American Students for a Democratic Society pada konvensi nasional mereka. Juga diwaktu yang sama, sebuah jurnal dari Inggris, Black Flag mulai diterbitkan, dan masih bertahan sampai sekarang. Bendera hitam juga digunakan oleh para pejuang Hizbuttahrir dengan membubuhkan kaligrafi panji Islam diatasnya, mereka memperjuangkan tak ada penguasa dimuka bumi ini selain Allah. Bendera hitam tetap menjadi salah satu simbol dari pergerakan anti penguasa dan pemerintahan sebelah pihak, sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIMBOL-SIMBOL ANARKIS LAINNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol A-dalam lingkaran dan bendera hitam, keduanya adalah simbol-simbol utama yang kebanyakan dipergunakan oleh anarkis dalam gerakannya. Namun, dalam sejarah banyak pula kelompok-kelompok anarkis yang menggunakan simbol-simbolnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bendera Merah dan Hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bendera merah dan hitam adalah simbol yang dipergunakan oleh gerakan Anarko-Sindikalisme dan Anarko-Komunisme. Anarko-Sindikalisme yang mana merupakan bagian dari gerakan serikat buruh, melukiskan prinsip-prinsipnya yang diambil dari Anarkisme dan lebih condong kepada sosialisme dibanding kebanyakan gerakan anarkis anti-kapitalisme lainnya. Warna hitam adalah warna tradisional anarkisme, dan merah adalah warna tradisional dari sosialisme.&lt;br /&gt;Bendera merah dan hitam mengkombinasikan 2 warna dalam porsi yang seimbang, dengan pemisahan diagonal yang sederhana. Secara tipikal, bagian merah terletak di sisi kiri-atas, dengan warna hitam terletak di sisi kanan-bawah bendera. Hal ini menyimbolkan eksistensi dari ide-ide anarkis dan sosialis dalam gerakan anarko-sindikalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat, salah satu kelompok anarko-sindikalis adalah Confederación Nacional del Trabajo (CNT) di Spanyol, yang masih eksis sampai hari ini. CNT, sepanjang dengan Federación Anarquista Ibérica (FAI), sebuah faksi militan yang utama didalam CNT, merupakan pemain utama dalam gerakan anarkisme yang populer di spanyol sepanjang abad ke 19 sampai abad ke 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini memiliki versi bendera merah-dan-hitam sendiri yang terdapat inisial pada benderanya. inisial CNT berada diwarna merah, sementara FAI berada diwarna hitam - warna yang merepresentasikan anarki - sebagaimana FAI yang didirikan pada tahun 1927 untuk menjaga CNT agar tetap berada dalam prinsip-prinsip anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kucing Hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gambar kucing hitam juga disebut kucing liar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(wild cat)&lt;/span&gt; biasanya digambarkan dengan buntut yang mengangkat menyerupai panah dan cakar juga gigi yang mengancam, gambar ini juga dapat diartikan sebagai pergerakan anarkisme, khususnya anarko-sindikalis. Simbol ini pertama digambar oleh Ralph Chaplin, yang merupakan pendiri dari kelompok IWW. Digambar untuk memperlihatkan pergerakan mogok kerja mereka dengan cara yang radikal seperti kucing liar. The Industrial Workers of the World &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(IWW atau bisa disebut Wobblies)&lt;/span&gt; merupakan salah satu kelompok sindikat anarcho pekerja, mereka terlibat pada penyatuan awal serikat pekerja seluruh Amerika di awal tahun 1990-an dan juga terlibat pada berbagai kegiatan seperti penolakan dari hadirnya Starbucks coffee shop di New York City. Mereka menggunakan gambar kucing hitam tersebut sebagai lambang dari pergerakan para kelas pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah simbol, kucing hitam mempunyai sejarah yang menghubungkan dengan kegiatan penyhiran, satanis, dan kematian. Hal ini dilihat dari budaya kuno Hebrew dan Babylonia. Penggunaan simbol tersebut pada kegiatan penyihiran tetap digunakan sampai sekarang; anarkisme mengambil simbol tersebut dari esensi kegiatan sihir dan Wicca, walaupun kedua kegiatan tersebut tidak bisa direpresentasikan oleh lambang kucing hitam dengan buntut yang menunjuk keatas membentuk panah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terjadi ketidaksengajaan, dalam salah satu agama penyihiran, Stregheria, juga merupakan sebuah agama sihir anarkis (yang mana memposisikan pemerintah/kapitalis dan gereja Kristen sebagai organisasi penindas yang dikutuk). Kucing hitam mempunyai makna khusus untuk agama Streghe, mereka percaya dewi mereka, Diana, mengambil bentuk kucing hitam untuk menguasai kota Aradia dari Lucifer dalam mimpi Lucifer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul simbol asli kucing hitam masih belum jelas, namun menurut salah satu cerita gambar tersebut diambil dari sebuah kisah pada saat aksi pemogokan yang diorganisir oleh IWW mengalami kemalangan. Banyak anggota organisasi yang terkena pukulan polisi dan dibawa ke rumah sakit. Pada saat itu ada seekor kucing hitam yang kurus berjalan kedalam camp pemogok. Kemudian kucing tersebut terpaksa dimakan oleh para pemogok yang saat itu sedang kelaparan dan berkat kucing itu kesehatan mereka menjadi pulih kembali. Akhirnya aksi mogok pekerja tersebut berhasil mencapai tuntutannya dan akhirnya mereka mengadopsi kucing tersebut sebagai maskot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Kucing Hitam juga telah dipakai oleh beberapa kelompok kolektif anarkis, termasuk acara musik yang cukup dikenal di Austin, Texas (yang telah diberhentikan menyusul adanya kerusuhan di acara itu pada 6 Juli 2002) dan sekarang berubah fungsi menjadi "dapur kolektif" di sebuah distrik universitas kota Seattle, Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Palang Hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok anarkis palang hitam khususnya bertujuan untuk memperjuangkan pembebasan semua tahanan. Awal dibentuk di Tsarist, Rusia sebagai organisasi pendukung para tahanan politik disana. Simbol organisasi tersebut adalah palang hitam, sudut atas palang itu diganti dengan gambar ‘kepalan tinju’, ‘jari-jari yang tertutup rapat’, atau ‘kepalan yang mengangkat keatas’, simbol tersebut juga bisa dihubungkan dengan pergerakan anarkis, penolakan akan penguasa, dan kekuatan personal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(black power, youth power, women’s liberation, American Indian Movement, International Socialist Organization, ‘power to the people’, dan lain-lain…)&lt;/span&gt;. Kepalan tersebut juga merepresentasikan persatuan, dengan "jari-jari yang lemah dapat menjadi kuat dengan dikepalkannya tangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol palang hitam tersebut diambil dari simbol palang merah yang digunakan oleh Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (yang didirikan pada tahun 1863), organisasi kemanusiaan terbesar di dunia. Awalnya pergerakan itu disebut Palang Merah Anarkis, nama tersebut diganti pada tahun 1920 untuk menghindari perdebatan ketika Palang Merah mulai mengorganisir pembebasan para tahanan juga. Seperti Palang Merah, perlu diperhatikan juga bahwa simbol tersebut tidak diambil dari salib agama Kristen, walaupun simbol itu hampir menyerupai salib agama Kristen. Simbol Palang Merah dan Palang Hitam Anarkis adalah simbol kemanusiaan, sedangkan simbol salib Kristen melambangkan organisasi agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepatu Kayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gambar sepatu kayu digunakan secara simbolis oleh para anarkis pada abad ke-19 dan dan awal abad ke-20, walaupun sampai sekarang penggunaan simbol tersebut jarang lagi digunakan. Bahasa Perancis untuk sepatu kayu adalah sabot, yang mungkin merupakan dasar dari kata sabotase. Para pekerja yang ingin menghentikan kegiatan kerja mereka akan melempar sepatu kayu kedalam mesin-mesin pabrik atau pertanian, yang secara efektif menghentikan kerja mesin itu sampai mesin itu dapat diperbaiki kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Philadelphia, Pennsylvania, terdapat toko buku anarkis yang diberi nama The Wooden Shoe, dan sejak tahun 2001 sampai tahun 2003 ada majalah anarkis dari Denmark yang berjudul Sabot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kunci Inggris dan Kapak Kuno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gambar kunci Inggris juga diambil sebagai simbol dari sabotase, hal ini mungkin ada kaitannya dengan buku Edward Abbey, ‘The Monkey Wrench Gang’ dan dipopulerkan oleh kelompok Earth First!. Kunci Inggris dalam struktu bahasa kata benda juga berarti menyabotasi sesuatu, biasanya sesuatu yang jahat dan buruk untuk lingkungan dunia. Lambang kunci Inggris untuk kelompok Earth First! sering digabungkan secara menyilang dengan gambar kapak kuno (seperti simbol palu arit komunis) untuk menampilkan simbol akan kehancuran mesin-mesin yang merusak bumi. Earth First!, walaupun bukan sebuah organisasi resmi, telah memutuskan lewat konsensus (sebuah metode populer untuk mendapatkan keputusan diantara para anarkis), bahwa mereka tidak mendukung pengrusakan properti sebagai taktik perjuangan mereka. Lambang kunci inggris sampai sekarang masih digunakan oleh kelompok Earth First!, yang mana filosofi dasar mereka adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"tak ada kompromi dalam memperjuangkan keberlangsungan bumi"&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"stand up for what you stand on&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bendera Hitam dan Hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bendera hitam dan hijau adalah suatu modifikasi dari bendera anarki merah dan hitam. Bendera tersebut digunakan oleh para ekologi sosial, eko-anarkis, anarkis anti kebudayaan dan primitifisme. Warna bendera tersebut diambil untuk menggambarkan pandangan anarkis mereka yang memfokuskan pada penguasaan diri dari segala bentuk kehidupan (hewan , manusia, dan semua tumbuhan) bukan hanya manusia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bendera Hitam dan Merah Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Variasi lain dari bendera merah dan hitam, bendera hitam dan pink digunakan oleh para anarkis gay, dan terkadang digunakan juga oleh Anarko-Feminis. Tak seperti bendera hitam dan hijau, warna bendera tersebut tidak merepresentasikan bentuk lain dari pergerakan anarkisme, namun warna tersebut digunakan untuk melambangkan perlawanan pada tatanan hirarkis di dunia heterosexual, sexisme dan tatanan patriarki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-8456543271645124423?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/8456543271645124423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=8456543271645124423' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8456543271645124423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8456543271645124423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/07/filosofi-dibalik-simbol-anarkis.html' title='Filosofi Dibalik Simbol Anarkis'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3413605807878630361</id><published>2008-07-01T06:43:00.008+07:00</published><updated>2008-11-06T18:02:52.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalam Puitik'/><title type='text'>Dibatas Airmata, Menantang Kesedihan</title><content type='html'>Kalian yang mengurai airmata&lt;br /&gt;Terkapar dalam kubang kesedihan yang menyiksa&lt;br /&gt;Terlelap termenung sendiri dalam penyesalan&lt;br /&gt;Untuk apa, tiada guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah di cermin&lt;br /&gt;Kitalah keindahan yang tak terjamah&lt;br /&gt;Kitalah siang yang terbenam&lt;br /&gt;Kitalah malam yang benderang&lt;br /&gt;Kitalah kehidupan yang berwarna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percintaan seharusnya tidak membuat lara&lt;br /&gt;Memasung diri pada rangkaian derita&lt;br /&gt;Menjelma diri menjadi asa yang tertunda&lt;br /&gt;Untuk apa, tiada guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ribuan bunga menanti kebangkitan kita&lt;br /&gt;Rasakanlah bagaimana dunia baru akan tersenyum&lt;br /&gt;Nikmatilah parade kegembiraan&lt;br /&gt;Yang siap untuk mengarak kita&lt;br /&gt;Menuju ke oase kehidupan&lt;br /&gt;Dimana tak ada lagi airmata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamerkanlah semangatmu pada dunia&lt;br /&gt;Tertawalah diatas penderitaan&lt;br /&gt;Karena inilah...&lt;br /&gt;Perhelatan akbar menantang kesedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 30 Juni '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3413605807878630361?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3413605807878630361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3413605807878630361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3413605807878630361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3413605807878630361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/07/dibatas-airmata-menantang-kesedihan.html' title='Dibatas Airmata, Menantang Kesedihan'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6040616268182138658</id><published>2008-07-01T06:43:00.007+07:00</published><updated>2008-11-06T18:02:48.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalam Puitik'/><title type='text'>Kau &amp; Aku</title><content type='html'>Bergeraklah bersamaku&lt;br /&gt;Kan kubawa kau menuju padang kebebasan&lt;br /&gt;Yang menawarkan aroma persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyilah bersamaku&lt;br /&gt;Tinggalkan rutinitas kebosanan yang memasungmu&lt;br /&gt;Sebab dunia tidak hanya dibalik buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlarilah bersamaku&lt;br /&gt;Disaat realita mulai terlihat angkuh&lt;br /&gt;Kita lawan dunia yang merampas kehidupanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hanya antara kau &amp;amp; aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 20 Juni '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6040616268182138658?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6040616268182138658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6040616268182138658' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6040616268182138658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6040616268182138658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/07/kau-aku.html' title='Kau &amp; Aku'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6265227030985797991</id><published>2008-06-16T07:39:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:54:39.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Tatto : Dikecam Tapi Digemari</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Woi, liat deh! Ada orang bertatto…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wah serem banget tuh orang, pasti preman, kalo gak pasti kriminal tu orang”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pernahkah anda mendengar ucapan seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapa kali? Puluhan kali? Ratusan kali?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahkan mungkin setiap ada orang yang bertatto?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Benar begitu bukan?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Atau mungkin anda sendiri pernah ngomong seperti itu, sadar atau tidak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah Orang Bertato = Orang Jahat ? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan negatif seperti ini secara tidak langsung mendapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“pengesahan”&lt;/span&gt; ketika pada tahun 80-an terjadi pembunuhan misterius terhadap ribuan orang gali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(penjahat kambuhan)&lt;/span&gt; di berbagai kota di Indonesia. Soeharto &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(mantan presiden)&lt;/span&gt; dalam otobiografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (PT. Citra Lamtorogung Persada, Jakarta, 1989), mengatakan bahwa petrus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(penembakan misterius)&lt;/span&gt; itu memang sengaja dilakukan sebagai treatment, tindakan tegas terhadap orang-orang jahat yang suka mengganggu ketentraman masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang itu penjahat dan layak dibunuh? Brita L. Miklouho-Maklai dalam Menguak Luka Masyarakat: Beberapa Aspek Seni Rupa Indonesia Sejak Tahun 1966 (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1997) menyebutkan bahwa para penjahat kambuhan itu kebanyakan diidentifikasi melalui tatto, untuk kemudian ditembak secara rahasia, lalu mayatnya ditaruh dalam karung dan dibuang di sembarang tempat seperti sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa sampai terjadi generalisasi seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa kira-kira dasar alasannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah dulu kebetulan pernah ada seorang penjahat besar yang punya tatto dan itu lalu dipakai sebagai ciri untuk menggeneralisir bahwa semua orang yang bertatto pasti penjahat juga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ataukah karena penjahat yang sering ditayangkan di media selalu bertatto?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya belum ada studi mendalam yang bisa menguak pergeseran makna tatto dari ukiran dekoratif sebagai penghias tubuh dan simbol-simbol tertentu menjadi tanda cap bagi para penjahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas telah terjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“politisasi tubuh”&lt;/span&gt;. Tubuh dipolitisir, dijadikan alat kendali untuk kepentingan negara. Dalam kasus petrus di Indonesia, tubuh yang bertatto dipakai sebagai alat kendali, suatu alasan kuat untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara. Untuk tingkat dunia, bisa disebut beberapa contoh kasus politik tubuh besar sepanjang sejarah peradaban manusia. Orang-orang kulit putih menerapkan sistem politik apartheid di Afrika Selatan hanya karena orang-orang Afrika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“berkulit hitam”&lt;/span&gt;. Dari Jerman, Hitler dengan Nazi-nya membantai orang-orang Yahudi hanya karena di dalam tubuh orang Yahudi tidak mengalir darah Arya, darah tubuh manusia yang paling sempurna yang pernah diciptakan Tuhan di bumi ini menurut Hitler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan celakanya juga, fenomena yang terjadi di masyarakat adalah masyarakat kita kurang bisa menghargai dan mengkritisi sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Kita terlalu banyak dijejali semiotika simbol-simbol yang semakin lama semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“merusak”&lt;/span&gt; daya nalar kita. Hanya mengangguk-angguk dan meng-iya-kan apa yang dibilang orang tapi tidak (mau) tahu apa sih maksud dan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan negatif masyarakat tentang tatto dan larangan memakai rajah atau tatto bagi penganut agama tertentu semakin menyempurnakan imej tatto sebagai sesuatu yang: dilarang, haram dan tidak boleh. Sehingga akibatnya masyarakat semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“setuju”&lt;/span&gt; bahwa mereka, apa yang dibilang oleh Marjinal sebagai Masberto &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Masyarakat Bertato)&lt;/span&gt;, adalah orang-orang yang aneh, berandalan dan tidak tahu aturan di masyarakat. Bahkan media pun semakin berperan dalam mempertegas fenomena ini, penggambaran oleh media &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(baik di film ataupun berita)&lt;/span&gt; yang seakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“menceritakan”&lt;/span&gt; bahwa bertato sama dengan rendahnya moral berhasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“meracuni”&lt;/span&gt; pikiran masyarakat untuk ikut-ikutan menghakimi para Masberto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkembangan Sekarang Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nampaknya sekarang ini masyarakat sudah banyak yang menyadari apa dan bagaimana hakikat orang yang bertatto. Dibuktikan dengan mulai banyaknya masyarakat, khususnya kalangan muda yang berminat membuat tatto &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(baik permanen atau temporer)&lt;/span&gt;. Tatto mulai dianggap sebagai sesuatu yang modis, trendi dan fashionable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum munculnya anggapan seperti itu, sejak awal tatto memang dekat dengan budaya pemberontakan. Maka memakai tatto sama dengan memberontak terhadap tatanan nilai sosial yang ada, sama dengan membebaskan diri terhadap segala tabu dan norma-norma masyarakat yang membelenggu. Orang-orang yang dipinggirkan oleh masyarakat memakai tatto sebagai simbol pemberontakan dan menunjukkan eksistensi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap jaman akan melahirkan konstruksi tubuhnya sendiri-sendiri. Dulu tatto dianggap jelek, sekarang tatto dianggap sebagai sesuatu yang modis dan trendi. Kalau era ini berakhir, entah tatto akan dianggap sebagai apa. Mungkin status kelas sosial, mungkin sekedar perhiasan, atau yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6265227030985797991?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6265227030985797991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6265227030985797991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6265227030985797991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6265227030985797991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/06/tatto-dikecam-tapi-digemari.html' title='Tatto : Dikecam Tapi Digemari'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-4750981207983515684</id><published>2008-06-16T07:39:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T18:17:23.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Propaganda Kehidupan</title><content type='html'>Janganlah sekedar EKSIS,&lt;br /&gt;HIDUPLAH...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah sekedar MENYENTUH,&lt;br /&gt;RASAKANLAH...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah sekedar MELIHAT,&lt;br /&gt;PELAJARILAH...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JaNganlah sekedar MEMBACA,&lt;br /&gt;RESAPILAH...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JanganLah sekedar MENDENGAR,&lt;br /&gt;SIMAKLAH...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah sekedar MENYIMAK,&lt;br /&gt;PAHAMILAH...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JanganLah sekedar BERPIKIR,&lt;br /&gt;MERENUNGLAH...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah sekedar BERBICARA,&lt;br /&gt;NYATAKANLAH SESUATU...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-4750981207983515684?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/4750981207983515684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=4750981207983515684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4750981207983515684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4750981207983515684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/06/propaganda-kehidupan.html' title='Propaganda Kehidupan'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-318321253542997782</id><published>2008-05-28T05:38:00.007+07:00</published><updated>2008-12-10T02:29:02.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Kill 'The Koruptor' !</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SDyOGHcfSrI/AAAAAAAAAEY/CGthVnc3vas/s1600-h/Koruptor.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205191505062349490" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SDyOGHcfSrI/AAAAAAAAAEY/CGthVnc3vas/s400/Koruptor.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 178px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 467px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda yakin akan menghapus 'The Koruptor' dari bumi ini ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah malah sebaliknya, Anda berminat untuk menjadi 'The Koruptor' selanjutnya ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat Anda klik, sekarang juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pilihan ada di tangan Anda........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-318321253542997782?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/318321253542997782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=318321253542997782' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/318321253542997782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/318321253542997782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/fuck-koruptor.html' title='Kill &apos;The Koruptor&apos; !'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SDyOGHcfSrI/AAAAAAAAAEY/CGthVnc3vas/s72-c/Koruptor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7566379327210753011</id><published>2008-05-28T05:37:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:54:52.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Menghujat Kapitalisme !!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari judul diatas, mungkin Anda bertanya-tanya...&lt;br /&gt;Mengapa kapitalisme begitu dibenci banyak manusia?&lt;br /&gt;Mengapa ia harus dihujat?&lt;br /&gt;Mengapa ia pantas untuk dihujat?&lt;br /&gt;Dan mengapa-mengapa lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jawabannya adalah...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KAPITALISME MEMANG PANTAS UNTUK DIHUJAT!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bukan hanya faktor utama yang memassifkan kemiskinan, tapi juga menimbulkan banyak ketidakadilan, kekerasan dan perang. Terutama semakin membesarnya kesenjangan antara si miskin-si kaya, juga merusak bumi dan kehidupan manusia. Ada 2 fondasi dasar keberadaan kapitalisme yang membuat ia pantas dihujat. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, kapitalisme hidup didasarkan pada pengeksploitasian manusia terhadap manusia lainnya tanpa ampun, termasuk terhadap alam raya kita. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, kapitalisme hidup dengan menempatkan laba diatas kemanusiaan, dengan mengejar hasil produksi maksimal dan biaya produksi serendah-rendahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sistem kapitalisme, apa pun dan sampai kapan pun, yang menjadi tujuan-alasan-parameter-segalanya-selalu dan selalu adalah LABA. Laba telah menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"tuhan-nabi-dan-kitab-suci"&lt;/span&gt; bagi kapitalisme. Hanya orang yang kuat dan bermodal saja yang mampu membentuk laba dengan mengeksploitasi manusia lainnya dan alam. Karena laba adalah segalanya, maka manusia-manusia tanpa kuasa dan tanpa modal hanya akan menjadi objek yang dieksploitasi, tak lebih dari sekedar alat yang diperas untuk menghasilkan laba bagi mereka yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, laba-laba ini akan terus terakumulasi hanya dikantong-kantong sebagian kecil warga dunia penguasa dan pemilik apa yang kita kenal dengan TNC/MNC &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Trans/Multi National Corporations)&lt;/span&gt;, perusahaan-perusahaan raksasa dunia. Dengan kekuatan akumulasi laba, mereka bisa melancarkan perang, membunuh manusia, merampok bangsa lain, membangun pesawat tempur super-canggih, memproduksi bom nuklir, memeras demi kemakmuran diri,  menguasai serta mengendalikan sumber daya alam, perekonomian dan pasar, sekali lagi ini semua karena LABA dan LABA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta di alam kapitalisme pun menjadi lain. Cinta mengalami metamorfosis menjadi sesuatu yang diperjualbelikan, menjadi suatu komoditi yang dibungkus indah dalam kegilaan '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Valentine'&lt;/span&gt;, menghasilkan lembaran uang, meningkatkan penjualan, meledakkan laba, untuk kembali mengeksploitasi kebodohan manusia-manusia di tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang telah memperkosa dan mengkomersilkan cinta hingga bisa dijual dalam bentuk jantung merah muda dan dikemas dalam blok-blok coklat tanda kasih sayang. Semua mal menyambutnya, dengan rok mini-baju ketat, lipstik pink, perjamuan glamour di hotel-hotel berbintang dan sebuah ilusi superhebat pun digelar agar manusia merasakan telah mencurahkan cintanya dan berkasih sayang penuh romantika. Beli sekarang mumpung lagi diskon! Kapitalisme telah membuat cinta menjadi sedemikian sempit dan menginjak-injak makna cinta menjadi begitu rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak demikian bagi mereka yang hidup di bantaran kali, nelayan-nelayan dan para ibu-bapak tani yang semakin terpinggirkan, termarjinalkan, tergusur oleh kekuasaan dan modal atas nama pembangunan dan kemewahan. Rumah dan tanah mereka di buldozer hingga mereka tinggal di tenda-tenda darurat. Pantai dan sawah tempat menggantungkan hidup kini telah direnggut untuk menyediakan kompleks perumahan mewah dan mal-mal guna merayakan hari Valentine tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, lalu dimana makna CINTA yang sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat! Saat ini kebutuhan pokok kita semakin melambung tinggi dan tidak terjangkau. Pendidikan, kesehatan, transport, gula, minyak, tanah, beras, ikan, daging, telur, listrik dan air, semuanya MAHAL! Pengangguran dan kemiskinan juga semakin merajalela. Bagaimana dengan nasib mereka? Peduli setan dengan mereka semua, toh tujuan hidup kapitalisme adalah LABA dan bukan MANUSIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita akhiri lagi dengan pertanyaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setujukah kita dengan pemikiran bahwa manusia memang selayaknya hidup di bawah dan lebih rendah martabatnya dari laba, bahwa laba lebih mulia dan lebih penting dari kemanusiaan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban kita akan menentukan kadar kemanusiaan kita!&lt;br /&gt;Kita adalah bagian dari itu semua, kita memiliki tanggung jawab sejarah untuk mengubahya!&lt;br /&gt;Entah sebagai sosok yang memperkuat laba atau sebaliknya berpihak dan memperkuat posisi kemanusiaan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merenung dan (akhirnya) bertindak !!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7566379327210753011?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7566379327210753011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7566379327210753011' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7566379327210753011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7566379327210753011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/menghujat-kapitalisme.html' title='Menghujat Kapitalisme !!!'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-574321805790000629</id><published>2008-05-28T05:36:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T19:25:05.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Konsumsi Sampai Mati</title><content type='html'>Overdosis&lt;br /&gt;Kaupun mati overdosis&lt;br /&gt;Bukan karena ganja&lt;br /&gt;Marijuana atau putauw&lt;br /&gt;Bukan, bukan karena sakauw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena&lt;br /&gt;Kau tak sadar&lt;br /&gt;Bahwa kau telah dikibuli&lt;br /&gt;Oleh mereka raja-raja industri&lt;br /&gt;Yang bermain dibalik arus modernisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti&lt;br /&gt;Otakmu telah dicuci&lt;br /&gt;Jiwamu telah digerogoti&lt;br /&gt;Oleh manisnya iklan produk ditivi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah industri&lt;br /&gt;Inilah komersialisasi&lt;br /&gt;Yang pintar yang membodohi&lt;br /&gt;Dan yang goblok akan terus digobloki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi sampai mati&lt;br /&gt;Hidupmu pun menjadi tak berarti lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 18 Mei '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-574321805790000629?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/574321805790000629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=574321805790000629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/574321805790000629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/574321805790000629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/konsumtif-sampai-mati.html' title='Konsumsi Sampai Mati'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-700895644681998980</id><published>2008-05-28T05:34:00.008+07:00</published><updated>2008-11-06T18:56:57.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Overdosis Gara-Gara Kapitalis Global</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Globalisasi dibangun dengan pondasi berbagai kekuatan mekanisme besar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sejarah, kapital, ilmu pengetahuan, dsb)&lt;/span&gt;, kesemuanya itu hanya dimiliki oleh negara-negara pusat kolonialis. Ini merupakan sistem yang dibangun berdasarkan kepercayaan penuh terhadap pasar dalam menentukan pertumbuhannya. Salah satu bentuk utama mekanisme pasar adalah peningkatan dan percepatan produksi, disisi lain orang harus tetap mengkonsumsi. Dan efek yang nyata terutama dapat dirasakan oleh negara-negara miskin/berkembang. Dampak globalisasi menjadi begitu sensasional, contohnya adalah dengan adanya pergeseran di masyarakat mengenai pandangan gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar bisa mempertahankan eksistensinya, budaya global akan terus menerus melancarkan serangannya terhadap masyarakat dengan berbagai strategi yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"manis"&lt;/span&gt;. Sampai masyarakat mau menerima apa yang dibawanya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sukarela"&lt;/span&gt;. Setelah itu akan sampai pada perubahan cara hidup, seperti cara hidup hedonis, yaitu hidup dengan penuh komoditi/benda yang hanya mementingkan kepuasan dan kenyamanan diri sendiri tanpa memahami tujuan perlunya hidup bersosialisasi. Masyarakat menjadi terhipnotis akibat sistem yang didesain oleh budaya global sehingga terciptalah masyarakat global, masyarakat yang tidak sadar dengan adanya perubahan dari sesuatu yang tidak riil menjadi sesuatu yang seakan riil bagi mereka. Masyarakat akhirnya hidup dalam realitas yang tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini orang merasa ketinggalan jaman jika tak mengonsumsi fast food seperti McDonalds atau KFC. Gadis-gadis remaja merasa tak eksis, jika tidak berbusana ala Britney Spears. Tapi yang paling penting dari ekspor kebudayaan yang dikomando oleh perusahaan-perusahaan multinasional ini adalah mewahnya budaya konsumerisme, keseragaman dan serba instan. Mereka semua mengontrol selera makan, mode berpakaian dan pandangan kita atas dunia sekitar. Ini semua memang merupakan watak khas dari pola produksi perusahaan-perusahaan multinasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua fenomena itu bisa terjadi akibat campur tangan ekonomi yang mengakibatkan gaya hidup menjadi komoditas yang dibangun, salah satunya adalah campur tangan media dengan mekanisme industri yang mengandung iklan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Iklan merupakan karya seni terbesar" (Marshall McLuhan, kritikus media terkemuka)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Iklan adalah teror. Penumpuk modal (kapitalis) adalah teroris. Kapitalis adalah terorisme"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Iklan datang dan menyerang kita lebih banyak daripada yang lainnya. Iklan memiliki peran yang cukup vital sebagai penentu kecenderungan, tren, mode bahkan sebagai pembentuk kesadaran manusia modern. Dan iklan komersial telah menyebar ke berbagai wilayah budaya popular lainnya sehingga akhirnya berdampak pada pembentukan identitas individu dan sosial. Perkembangan kapitalisme sekarang ini telah mendatangkan guru-guru moral dan ustad-ustad kebajikan yang baru bagi kaum muda. Meskipun mereka sering ke gereja, meskipun mereka sering mendengarkan khutbah Jum'at, iklan lebih sering menasehati dan mengajari kaum muda. Iklan mendatangi kita tiap lima menit di TV, iklan terpampang di keramaian dan tempat manapun. Iklan lebih sering mengajari kita. Para kapitalis meneror kita tiap detik dan setiap waktu, supaya kita hanya beli dan mengonsumsi produk-produk mereka: supaya mereka untung dan modalnya bisa bertumpuk-tumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi kemudian adalah kegairahan dan kegembiraan yang memuncak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'di luar kesadaran diri'&lt;/span&gt;, atau dengan kata lain, OVERDOSIS!. Dengan cepat manusia akan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"terlelap"&lt;/span&gt; ke alam ecstasy gaya hidup yang hanya mementingkan permukaan, penampilan, hura-hura dan tidak mengacu pada realita. Sehingga pada akhirnya orang akan mencari kepuasan melalui perilaku konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Orang bekerja untuk berbelanja dan berbelanja untuk bekerja."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada puncaknya, masyarakat akan terdekonstruksi secara sosial untuk mengelilingi diri mereka dengan berbagai barang mewah demi memuaskan hasrat pribadinya. Sehingga tidak heran bila seorang mahasiswa akan lebih bergairah untuk dugem atau shopping daripada sekedar berdiskusi ringan di ruang kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, secara tidak sadar, manusia modern-kapitalisme telah menjadi gila. Mungkin mereka dianggap normal-normal saja. Tapi bila kita membaca teori kegilaan Sigmund Freud atau Michael Foucault, kita akan tahu bahwa kita benar-benar gila. Kita merosot menjadi binatang dan benda-benda. Dan hanya dengan menjadi berbeda dan melawan penindasan kapitalistik ini saja kita akan menjadi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-700895644681998980?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/700895644681998980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=700895644681998980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/700895644681998980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/700895644681998980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/overdosis-gara-gara-kapitalis-global.html' title='Overdosis Gara-Gara Kapitalis Global'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-2181330216545707457</id><published>2008-05-28T05:34:00.007+07:00</published><updated>2008-11-06T18:56:20.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Neoliberal = Agenda Pemiskinan Oleh Korporasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini modal asing yang digelontorkan oleh korporasi-korporasi besar, memiliki peranan yang sangat besar dalam perubahan dinamika kebudayaan lokal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(di Indonesia)&lt;/span&gt;. Korporasi-korporasi tersebut memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"menaikkan"&lt;/span&gt; peradaban lokal melalui pembangunan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"meningkatkan"&lt;/span&gt; kesejahteraan lokal, tetapi korporasi juga harus bertanggung jawab terhadap hancurnya kebudayaan lokal yang ada. Selain itu, rusaknya tatanan ekosistem di wilayah sekitar yang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kekuasaan"&lt;/span&gt; korporasi juga merupakan daftar panjang dari efek samping yang timbul akibat masuknya modal asing secara membabi-buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berinvestasi disuatu wilayah negara memang membutuhkan suatu legalitas hukum di wilayah tersebut. Karena itu diperlukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"pemaksaan"&lt;/span&gt; yang lebih kuat dan lebih besar dari sekedar uang agar modal asing dan korporasinya dapat beroperasi disana. Dan senjata yang paling ampuh dan seringkali digunakan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"membodohi"&lt;/span&gt; suatu negara adalah melalui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh IMF ataupun WTO. Ketika suatu negara, seperti Indonesia, memutuskan untuk menerima bantuan ekonomi dari para agen neoliberal tersebut maka negara itu dapat "diperalat" dengan mudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(baca: tidak berdaya)&lt;/span&gt; sehingga akibatnya modal asing dapat masuk dengan bebas disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memakai alasan yang klise, yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara "pasien" tersebut maka mau tidak mau negara penghutang harus menerima kebijakan yang "dipaksakan" oleh badan pendonor. Sehingga tidak ada pilihan lain bagi negara penghutang, yaitu harus merelakan wilayahnya untuk digarap dan dijadikan lahan industri. Dan akibatnya penduduk asli disana terpaksa harus beradaptasi mengikuti perkembangan budaya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dinamika kebudayaan lokal dan rusaknya alam di wilayah yang digarap oleh korporasi, sering kali dianggap sebagai sebuah hal yang wajar dan bukan dampak langsung dari modal asing yang ditanamkan disana. Karena mereka beralasan bahwa hal tersebut merupakan fenomena yang wajar dalam sebuah dinamika kehidupan di wilayah industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah Korporasi Lepas Tangan dalam Masalah ini ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu korporasi masuk dan menggarap suatu wilayah yang sebelumnya tidak pernah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"terjamah"&lt;/span&gt; oleh kegiatan industri, dengan kata lain masih perawan/alami, tentunya penduduk asli disana dipaksa harus bisa beradaptasi dengan budaya industri yang dibawa oleh korporasi, yang bahkan sebelumnya tidak pernah mereka kenal sama sekali. Hal ini adalah wajib, karena korporasi membutuhkan legalitas dan dukungan dari penduduk sekitar agar dapat beroperasi dengan lancar di wilayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, dinamika kebudayaan yang ada harus bisa mendukung kebutuhan korporasi dalam mengakumulasikan modal mereka. Padahal belum tentu kebudayaan yang baru akan cocok dengan kebudayaan lokal yang ada. Dan bisa ditebak, dampak yang terjadi selanjutnya adalah kesenjangan akibat pemaksaan kebudayaan oleh korporasi terhadap budaya lokal yang berlaku. Kesenjangan itu adalah kesenjangan kepercayaan, kesejahteraan, gaya hidup, cara bertahan hidup dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya seperti kasus masuknya Freeport ke Papua. Perlu diketahui bahwa sebelumnya, kebudayaan di sana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Papua)&lt;/span&gt;, tidak mengenal adanya budaya bekerja untuk menumpuk kekayaan. Para penduduk Papua hanya mencari binatang untuk diternakkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(untuk selanjutnya dimakan)&lt;/span&gt;, atau dikonsumsi seketika. Mereka juga bebas mengambil kayu untuk kepentingan mereka, memanfaatkan kekayaan alam untuk menyambung hidup ataupun melakukan apa yang mereka sukai tanpa adanya pembayaran ataupun larangan kepada pihak lain. Dan ketika Freeport masuk kesana, seketika pula kehidupan mereka berubah drastis. Mereka harus rela kehilangan wilayah perburuan mereka, melakukan praktik jual beli untuk apa yang mereka ambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(padahal dari alam mereka sendiri)&lt;/span&gt; dan larangan untuk memasuki wilayah-wilayah tertentu. Selanjutnya, membuat kebutuhan akan uang dan kerja menjadi begitu penting bagi mereka. Padahal sebelumnya mereka tidak mengenal hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah agenda neoliberal dalam upaya mengkonstruksi pemiskinan dalam wilayah lokal. Korporasi tersebut akan memaksakan budaya baru bagi penduduk lokal. Jika pada awalnya penduduk lokal tidak perlu bekerja untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya (mengacu pada kasus Freeport), tapi ketika budaya industri masuk dan mengharuskan penduduk untuk mulai mencari uang maka terpaksa mereka harus mau bekerja di lingkungan industri sebagai pekerja kasar dengan upah yang sangat minim. Karena sebelumnya mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan untuk bekerja di posisi dengan upah yang memadai. Sementara kebutuhan pokok tetap terpenuhi dan dibeli, membuat mereka harus menerima nasib sebagai pekerja dengan upah minim. Dan tentu hasilnya sudah dapat diperkirakan, hidup dengan upah minim sementara kebutuhan hidup harus tetap ada, membuat sebuah keadaan baru bagi mereka dalam hidup yang serba kekurangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(miskin)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal inilah yang tetap dijaga oleh korporasi di wilayah tersebut karena korporasi tetap membutuhkan para pekerja yang mau diupah minim. Sementara pekerja yang demikian, adalah pekerja yang mengalami kondisi kesulitan memilih. Yaitu para pekerja yang tidak punya lagi pilihan hidup jika tidak bekerja pada korporasi tersebut. Bagaimana tidak, jika hanya ada sebuah korporasi yang memonopoli industri di wilayah itu, maka hal ini membuat penduduk lokal terpaksa mau menerima pilihan untuk bekerja dan diupah minim. Sehingga kemiskinan yang terjadi merupakan efek samping yang dihasilkan karena masuknya modal asing dalam sebuah wilayah yang sebelumnya tidak mengenal kerja yang diupah oleh uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, hal inilah yang merupkan sebuah konstruksi pemiskinan yang sengaja diciptakan oleh korporasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada usaha dari korporasi yang seakan bertujuan untuk memperbaiki keadaan ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dengan mendirikan sekolah untuk memperbaiki tingkat pendidikan disana)&lt;/span&gt;, namun dampak-dampak diatas jauh lebih riil. Dan jika ditelaah lebih lanjut, dengan didirikannya sekolah-sekolah baru bukankah malah menambah beban yang harus ditanggung oleh penduduk. Karena tentu saja sekolah yang dimaksud tidak bebas biaya. Sehingga hal ini yang membuat penduduk lokal mengalami keterpurukan ekonomi yang sangat parah. Sudah dibebani dengan perubahan gaya hidup dari serba gratis dari alam menjadi serba membayar, ditambah dengan imaji perbaikan nasib melalui sekolah, namun harus menambah kegiatan kerja demi mencari dana untuk sekolah. Membuat mereka tidak punya pilihan lain : bekerja atau tetap hidup dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sepertinya hal ini tidak menjadi salah korporasi, dan hal ini sepertinya tidak dianggap sebagai efek negatif dari masuknya modal ke wilayah tersebut. Padahal korporasi adalah pihak pertama yang diuntungkan dengan keadaan itu. Belum lagi dengan rusaknya alam akibat eksploitasi industri, membuat penduduk lokal kehilangan wilayah 'kerja' mereka dan kembali pilihan bekerja pada korporasi menjadi jawabannya. Hal inilah yang dimaksud dengan bahwa korporasi ikut bertanggung jawab dalam konstruksi pemiskinan di sebuah negara (khususnya negara penghutang seperti Indonesia) melalui kebijakan neoliberal tentang pasar bebas (modal asing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;The Next Construction For Our Life's&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah bagaimana korporasi menciptakan kebutuhan-kebutuhan baru bagi kita, yang sebelumnya mungkin tidak kita butuhkan. Bagaimana strategi mereka? Tentu saja, melalui media komersil yang terus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"memanjakan"&lt;/span&gt; tapi &lt;i&gt;"membius"&lt;/i&gt; kehidupan sehari-hari kita. Dengan semakin menjamurnya iklan-iklan produk diberbagai media, korporasi mencoba untuk menghipnotis kita untuk membeli produk mereka, sehingga membuat tingkat konsumsi menjadi sangat-sangat tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan sekunder dan tersier telah menjadi kebutuhan primer. Dan bukankah hal itu yang diinginkan korporasi? Membuat kita merasa perlu bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan yang semakin lama semakin bertambah banyak. Itulah proses pemiskinan yang tengah kita alami, karena kita merasa tingkat kebutuhan kita semakin lama terasa semakin tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak dari kita yang saat ini tidak merasa perlu untuk memiliki ponsel?&lt;br /&gt;Berapa banyak dari kita yang kini masih dapat hidup tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi?&lt;br /&gt;Dan berapa banyak dari kita yang saat ini tidak merasa perlu untuk bekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kebutuhan hidup semakin lama semakin tidak dapat ditoleransi dan seakan semuanya harus tetap terpenuhi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(untuk kelangsungan hidup)&lt;/span&gt;. Bukankah hal ini yang diharapkan oleh korporasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kita merasa hidup dalam kemiskinan sehingga harus terus bekerja dan terus membeli kebutuhan. Jika ini yang diharapkan oleh korporasi, bukankah hal ini seakan telah dikonstruksi oleh korporasi tersebut. Dengan kata lain korporasi memberi sumbangan yang cukup besar dalam sebuah proses pemiskinan yang kita alami. Inilah agenda neoliberal korporasi-korporasi besar. Dan tentunya hal ini merupakan bahaya yang sudah ada di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dan mungkin saja anda selanjutnya yang akan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(atau telah) &lt;/span&gt;menjadi korban!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-2181330216545707457?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/2181330216545707457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=2181330216545707457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2181330216545707457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2181330216545707457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/neoliberal-agenda-pemiskinan-oleh.html' title='Neoliberal = Agenda Pemiskinan Oleh Korporasi'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-118817384455079401</id><published>2008-05-14T08:23:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:10:01.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Pengamen Kecil</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka ada disekitar kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka menghiasi hari-hari kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka berharap kerendahan hati kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena mereka punya mimpi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengamen kecil&lt;br /&gt;Berjalan bangga di perempatan jalan&lt;br /&gt;Menenteng gitar kecil yang selalu dijaganya&lt;br /&gt;Agar tidak dirampas&lt;br /&gt;Oleh bapak-bapak Pamong Praja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyi apa adanya&lt;br /&gt;Mengharap pada mobil-mobil yang berkilat&lt;br /&gt;Walau kadang hanya umpat yang didapat&lt;br /&gt;Tapi semangat tetap melekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan begitu mantap&lt;br /&gt;Membusung dada&lt;br /&gt;Dan tertawa bersama kawan-kawannya&lt;br /&gt;Seolah tak ada problema&lt;br /&gt;Oi, bahagia sekali nampaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam benaknya mereka bermimpi&lt;br /&gt;Kelak akan terkenal seantero negeri&lt;br /&gt;Karena jadi pemimpin bangsa ini&lt;br /&gt;Yang bukan doyan korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena menjaga dan merawat rakyatnya&lt;br /&gt;Seperti gitar kecil yang dulu selalu dibawanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 4 Feb '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-118817384455079401?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/118817384455079401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=118817384455079401' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/118817384455079401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/118817384455079401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/pengamen-kecil.html' title='Pengamen Kecil'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-8470581790459765421</id><published>2008-05-10T03:42:00.005+07:00</published><updated>2008-11-06T18:10:18.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Duniaku Benci Pelangi</title><content type='html'>Mereka percaya dengan pendapat sendiri&lt;br /&gt;Mereka yakin dengan apa yang diyakini&lt;br /&gt;Mereka konsisten dengan apa yang diikuti&lt;br /&gt;Tapi mereka membenci warna pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lebih suka menyeragamkan persepsi&lt;br /&gt;Mereka lebih suka memberi dogma &amp;amp; doktrinisasi&lt;br /&gt;Mereka ingin dunia ini hanyalah dalam satu sisi&lt;br /&gt;Dan mereka bangga menjadi otoriter yang layak diamini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membenci warna pelangi&lt;br /&gt;Karena katanya dunia ini akan lebih benar &amp;amp; indah&lt;br /&gt;Jika pelangi hanya memiliki satu warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 25 Jan '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-8470581790459765421?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/8470581790459765421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=8470581790459765421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8470581790459765421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8470581790459765421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/duniaku-benci-pelangi.html' title='Duniaku Benci Pelangi'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7130236516074481752</id><published>2008-05-10T03:42:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:10:10.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Mahasiswa (Bukan Sekedar Nama)</title><content type='html'>Kawan, bukankah kita mahasiswa?&lt;br /&gt;Pemilik jiwa muda yang hidup untuk sesaat&lt;br /&gt;Jiwa yang kaya dengan semangat&lt;br /&gt;Idealisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, bukankah kita mahasiswa?&lt;br /&gt;Sang pengemban perubahan&lt;br /&gt;Yang menggenggam keberanian&lt;br /&gt;Yang nantinya akan menghantam ketidakadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, bukankah kita mahasiswa?&lt;br /&gt;Tapi dengan congkak kau khianati!&lt;br /&gt;Karena kau telah jual diri&lt;br /&gt;Kau terlalu mabuk dengan tuak yang selalu kau banggakan!&lt;br /&gt;Bermerek 'Modernisme-Hedonisme'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat!&lt;br /&gt;Katanya kita sudah merdeka kawan&lt;br /&gt;Tapi TIDAK!&lt;br /&gt;Masih ada penindasan&lt;br /&gt;Pengkhianatan&lt;br /&gt;Pembodohan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kita adalah sama&lt;br /&gt;Kita adalah satu&lt;br /&gt;Karena kita (memang) mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bukan cuma diam dan berjuang&lt;br /&gt;Untuk selembar ijazah&lt;br /&gt;Bukan pula intelek muda&lt;br /&gt;Dengan teori-teori kosong&lt;br /&gt;Atau slogan-slogan kosong&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Dengan semangat&lt;br /&gt;Pembebasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan...&lt;br /&gt;Kita adalah api pergerakan yang akan terus berkobar&lt;br /&gt;Karena kita (adalah) mahasiswa&lt;br /&gt;Dan itu bukan sekedar nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo tunjukkan pada dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 20 April '08)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7130236516074481752?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7130236516074481752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7130236516074481752' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7130236516074481752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7130236516074481752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/mahasiswa-bukan-sekedar-nama.html' title='Mahasiswa (Bukan Sekedar Nama)'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-248914350788673289</id><published>2008-05-09T08:58:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T18:10:28.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Preman-Preman Beriman</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Dakwah sana sini soal agama...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengaku punya iman tapi doyan hajar sesama "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Ngalor ngidul soal fatwa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi imam berwibawa tapi suka ngomporin massa "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Teriak teriak Allahu Akbar...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pake gamis pake peci tapi kelakuan barbar "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Koar koar atas nama haram-halal...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berjenggot rapi kostum putih bersih tapi main brutal "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika atas nama agama...&lt;br /&gt;Persaudaraan menjadi gengsi belaka&lt;br /&gt;Salaman bagi yang berbeda menjadi nista hukumnya&lt;br /&gt;Tidak ada penghargaan martabat sesama manusia&lt;br /&gt;Dan ada yang terluka bahkan mati binasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia telah menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Allah"&lt;/span&gt; atas sesamanya&lt;br /&gt;Dan jika dengan cara seperti itu orang bisa mendapat pahala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lebih baik berkhayal tidak ada surga dan neraka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 30 April '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-248914350788673289?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/248914350788673289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=248914350788673289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/248914350788673289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/248914350788673289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/preman-beriman-dakwah-sana-sini-soal.html' title='Preman-Preman Beriman'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-505248938293077</id><published>2008-05-09T08:57:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:17:31.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Intelektual Mati Kutu</title><content type='html'>Suatu hari nanti...&lt;br /&gt;Intelektual dari negeri ini&lt;br /&gt;Akan diinterogasi oleh rakyat&lt;br /&gt;Rakyat kita yang sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan ditanyai&lt;br /&gt;Apa yang mereka perbuat&lt;br /&gt;Saat bangsa mereka&lt;br /&gt;Perlahan-lahan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun mau tahu pada mereka&lt;br /&gt;Soal pakaian dan parfum mereka&lt;br /&gt;Tak seorangpun bertanya pada mereka&lt;br /&gt;Soal matematika dan ekonomi yang begitu rumitnya&lt;br /&gt;Tak seorangpun peduli pada mereka&lt;br /&gt;Soal mata kuliah yang harus ditempuh untuk bisa sarjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak akan ditanyai soal inflasi, deflasi ataupun resesi&lt;br /&gt;Mereka tidak akan ditanyai soal Adam Smith ataupun George Soros&lt;br /&gt;Mereka akan ditanyai soal hidup rakyat hari ini&lt;br /&gt;Yang semakin hari semakin sulit karena berat di ongkos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada hari itu...&lt;br /&gt;Orang-orang sederhana akan muncul&lt;br /&gt;Si A yang tidak memiliki duit&lt;br /&gt;Untuk membeli buku-buku yang berilmu tinggi&lt;br /&gt;Si B yang setiap hari bau keringat&lt;br /&gt;Karena memungut sampah dan menyapu jalanan&lt;br /&gt;Atau si C yang setiap hari&lt;br /&gt;Membersihkan rumah, mengepel lantai,&lt;br /&gt;merawat taman, menyediakan masakan,&lt;br /&gt;menyopiri mobil mereka dan bekerja pada mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si A, B, C dan orang-orang lainnya akan bertanya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang kamu lakukan saat si miskin menderita,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saat kasih sayang dan cinta berubah menjadi nestapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang bisa kamu lakukan hei intelektual?!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang intelektual dari negeriku yang manis&lt;br /&gt;Kamu tidak akan mampu menjawab tapi hanya bisa meringis&lt;br /&gt;Burung nazar akan memakan ususmu&lt;br /&gt;Kengerian akan merasuki jiwamu&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya kau akan membisu dalam malu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 15 April '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-505248938293077?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/505248938293077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=505248938293077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/505248938293077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/505248938293077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/intelektual-mati-kutu.html' title='Intelektual Mati Kutu'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5997022709242130254</id><published>2008-05-09T08:54:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:10:40.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Apa Kabar Mahasiswa!?</title><content type='html'>Hei, lihatlah mereka&lt;br /&gt;Bajunya ngetren-ngetren&lt;br /&gt;Tampangnya keren-keren&lt;br /&gt;Dan dibilang manusia kompeten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian panggil mereka apa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahaaa...&lt;br /&gt;Iya, mereka itu Mahasiswa&lt;br /&gt;Hura hura pesta pora&lt;br /&gt;Berdansa ber-valentine ria&lt;br /&gt;Kuping disumbat lagu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, mereka itu Mahasiswa&lt;br /&gt;Ngakak sampai keluar air mata&lt;br /&gt;Nonton Tukul Arwana&lt;br /&gt;Ngalor ngidul di Empat Mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar Che Guevara?!&lt;br /&gt;Pahlawan revolusi&lt;br /&gt;Yang jadi simbol trendi masa kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar Wiji Thukul?!&lt;br /&gt;Pejuang pembebasan&lt;br /&gt;Yang kini mulai dilupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei, apa kabar Mahasiswa?!&lt;br /&gt;Masihkah kalian tertawa&lt;br /&gt;Sampai sakit perut keluar air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat apa sekolah tinggi-tinggi&lt;br /&gt;Kalo cuma berburu gengsi&lt;br /&gt;Buat apa punya ilmu tinggi&lt;br /&gt;Kalo cuma berdiam diri&lt;br /&gt;Buat apa banyak baca buku&lt;br /&gt;Kalo cuma omong kosong melulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahaaa...&lt;br /&gt;Apa kabar kalian?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 4 April '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-5997022709242130254?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/5997022709242130254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=5997022709242130254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5997022709242130254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5997022709242130254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/apa-kabar-mahasiswa.html' title='Apa Kabar Mahasiswa!?'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7491685081113593300</id><published>2008-05-09T08:51:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:12:09.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Hari Esok Yang Tidak Tercatat</title><content type='html'>Gelombang imperialisme gaya baru semakin hari semakin nyata dan terasa dampaknya bagi kita semua&lt;br /&gt;Didepan kita menghadang arus global yang begitu memanjakan tapi juga sangat mengenaskan&lt;br /&gt;Segala sesuatu dilabeli harga tetapi semakin sedikit yang diberi arti&lt;br /&gt;Gerai-gerai produk semakin bertebaran di mana pun, tetapi di mana pun juga semakin sedikit yang mampu mengaksesnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup menjadi tak lebih dari sekedar urusan makan, minum, berkembang biak atau urusan tempat tinggal dan dekorasinya&lt;br /&gt;Hidup seakan tidak bermakna, hanya urusan konsumsi tapi tidak untuk urusan kreasi&lt;br /&gt;Hidup hanya berisi kompetisi bukan kooperasi&lt;br /&gt;Hidup telah kehilangan artinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya menginginkan hidup kembali menjadi layak untuk dijalani&lt;br /&gt;Dimana segala sesuatu diberi arti bukan lagi label harga&lt;br /&gt;Kehidupan bukan hanya milik segelintir orang tapi untuk kita semua&lt;br /&gt;Sebagaimana kami ingin membangun kembali kerajaan surga di atas puing-puing neraka bumi bersama kalian semua&lt;br /&gt;Hingga suatu masa, hidup akan berkembang kembali di hadapan kita seperti mawar di awal musim panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri bersama, berbahagia dan bergembira...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 3 April '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7491685081113593300?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7491685081113593300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7491685081113593300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7491685081113593300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7491685081113593300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/dream-for-future.html' title='Hari Esok Yang Tidak Tercatat'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6769961656492327082</id><published>2008-05-09T08:50:00.005+07:00</published><updated>2008-11-06T17:57:28.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Physical &amp; Mental Torture</title><content type='html'>The high of human ambition&lt;br /&gt;Powering the world in technology&lt;br /&gt;Threaten the mankind&lt;br /&gt;For money and pride&lt;br /&gt;Make love with destruction&lt;br /&gt;Killing people&lt;br /&gt;Slowly but sure&lt;br /&gt;Fear of the future&lt;br /&gt;Nightmare's coming&lt;br /&gt;Planned the earth killing&lt;br /&gt;Hell on earth ready to destroy&lt;br /&gt;The human error&lt;br /&gt;Nature kills&lt;br /&gt;Physical torture&lt;br /&gt;Human ambition&lt;br /&gt;Mental torture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 2 Mei '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6769961656492327082?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6769961656492327082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6769961656492327082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6769961656492327082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6769961656492327082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/physical-mental-torture.html' title='Physical &amp; Mental Torture'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3520893451472020175</id><published>2008-05-09T08:50:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T17:57:22.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>World Of Destruction</title><content type='html'>Debt, corruption, privatization&lt;br /&gt;Politics, ambition, confrontation&lt;br /&gt;A picture of a country&lt;br /&gt;A design for destruction&lt;br /&gt;Globalization arrange your move&lt;br /&gt;Privatization makes me starving&lt;br /&gt;Black politics expand hatred&lt;br /&gt;Doctrination makes me throw up&lt;br /&gt;You can see&lt;br /&gt;The stupidity of a country&lt;br /&gt;And I will see&lt;br /&gt;A design for destruction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 1 Mei '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3520893451472020175?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3520893451472020175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3520893451472020175' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3520893451472020175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3520893451472020175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/05/world-of-destruction.html' title='World Of Destruction'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-8896393357423570760</id><published>2008-04-30T22:02:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T19:14:15.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Narasi Revolusi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hidup manusia didunia ini memang bagaikan kembara yang berjalan dipadang gurun&lt;br /&gt;Kita perlu lentera yang bisa melihat dari kejauhan diwaktu malam atau disaat-saat yang gelap&lt;br /&gt;Ya, para pengembara perlu memandang pada lentera itu, agar perjalanan mereka yang panjang dapat mencapai tujuan, yaitu sebuah kota yang dirindukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 30 April '08)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-8896393357423570760?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/8896393357423570760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=8896393357423570760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8896393357423570760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8896393357423570760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/04/narasi-revolusi.html' title='Narasi Revolusi'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-9182975867343840451</id><published>2008-04-29T06:31:00.005+07:00</published><updated>2008-11-06T18:59:16.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Setan Globalisa(shit)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Produk termutakhir abad ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasil rekayasa jenius otak manusia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dibalik topeng manis para kapitalis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan negara-negara adidaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencoba menyebarkan tipu daya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada negara-negara dunia ketiga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMF, Bank Dunia, WTO&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan segala antek-anteknya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berlagak menjadi seorang malaikat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang siap turun tangan kapan saja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membantu negara yang teraniaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sistem perdagangan bebas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Investasi modal tanpa batas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nyatanya hanyalah akal busuk para penguasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah kolonialisme model baru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khusus dirancang untuk negara kelas bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hati-hatilah kawan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penguasa dunia, pengendali masa kini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Si pemangsa segala-galanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang menghantui mimpi tidur kita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang setan globalisasi...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Penyalahgunaan kekuasaan oleh negara kelas satu ini sudah semakin jelas dan semakin mengukuhkan bahwa sebenarnya...&lt;br /&gt;GLOBALISASI = NEO-KOLONIALISME = NEO-IMPERIALISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bentuk penjajahan model baru kepada dunia-dunia ketiga. Bank Dunia, IMF, WTO, OECD, WEF, OPEC dan segala macam perjanjian 'pasar bebas' hanyalah akal-akalan negara adidaya. Lihat saja Amerika yang mempunyai hak veto terhadap IMF, Bank Dunia &amp;amp; WTO, berlagak menolong negara miskin tapi nyatanya hanya menguras sumberdaya dan menyalahgunakan hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan-badan eksekutif itu telah mengambil alih peran melebihi negara, merebut banyak kekuasaannya dan menerapkan tameng ideologis yang sama, sesuatu yang sangat kentara ketika kita mendengar pembelaan mereka atas globalisasi. Menurut mereka, membolehkan segelintir kecil orang meningkatkan kekayaannya bisa menghasilkan efek kucuran kebawah yang pada akhirnya akan menguntungkan semua orang akibat pesatnya pertumbuhan ekonomi. Tapi nyatanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sistem &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'pasar bebas'&lt;/span&gt; yang begitu diagung-agungkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi itu nyatanya hanya akan memperkuat sektor-sektor industri negara penguasa. Banyak sekali contoh dampak globalisasi yang tidak menguntungkan bagi negara dunia ketiga (khususnya di Indonesia)  :&lt;br /&gt;- NIKE ; untuk mempromosikan produknya saja Nike membayar Tiger Woods berkali-kali lipat lebih besar daripada gaji seluruh buruh pabrik Nike di Indonesia&lt;br /&gt;- GAP ; perusahaan garmen ini memiliki pabrik di Indonesia dengan kondisi pabrik yang mengenaskan, ribuan buruh terpaksa bekerja dalam pabrik yang penuh sesak  tanpa ada ruang ventilasi ditambah dengan jam kerja yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'tidak masuk akal'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- NEWMONT MINAHASA ; mencemari warga sipil dengan zat merkuri hasil pembuangan limbah pabrik mereka sehingga menimbulkan penyakit berbahaya yang menyerang warga sekitar pabrik&lt;br /&gt;- EXXON MOBIL ; apa kalian pernah mendengar Randublatung, sebuah desa di kota Blora, Jawa Tengah? Disanalah Exxon Mobil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(pemegang hak Blok Cepu)&lt;/span&gt; mengebor minyak bumi tanpa mempedulikan kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar yang terkena dampak negatif akibat pengeboran mereka&lt;br /&gt;- FREEPORT ; di negara kita perusahaan ini sudah tidak asing lagi namanya, mengeruk sumber daya negara kita dengan seenaknya sendiri tapi hanya sedikit imbalan yang diberikan mereka kepada kita &amp;amp; rakyat Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah picik jika kita tidak mau mengakui kemajuan yang semakin pesat dan terelakkan dalam globalisasi sains-teknologi, terutama di bidang transportasi dan komunikasi yang menjadi fondasi kemajuan ekonomi global. Tapi sama piciknya juga bila kita lupa melihat bagaimana globalisasi telah dikemas rapi dan disajikan dengan begitu culas. Yang sedang kita jelang adalah sebuah dunia tempat Starbucks, McDonald's dan korporasi lainnya memang tersedia dimana saja, tapi bukan sebuah dunia dimana setiap orang akan berkecukupan untuk bisa makan enak direstoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi sebagai fenomena kehidupan saat ini berusaha dipadukan dengan fundamentalisme perekonomian neoliberal. Dengan seenaknya kaum bekuasa berusaha mengaburkan perbedaan antara proses transformasi teknologi dengan sebuah ideologi yang dicurahkan untuk mengejar laba pribadi dan mendistribusi kekayaan secara tidak setara. Sehingga semakin banyak sumberdaya milik bersama yang dikapitalisir oleh segelintir pemodal untuk sekedar mengeruk profit tanpa berpikir mengenai dampak yang akan timbul kedepannya. Dan sepanjang waktu ini, jurang antara yang yang kaya dan miskin bukan cuma semakin diperlebar, tapi malah menghebat melebihi yang sudah-sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menyedihkan, banyak dari kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(mungkin hampir semua)&lt;/span&gt; yang mengamini dan menganggap bahwa semua itu adalah fakta alami yang tak mungkin untuk dihindari. Fakta dimana bahwa kita ini tak lebih dari tenaga kerja yang selalu jatuh kedalam hukum pasar, bahwa apapun bisa diungkapkan berdasarkan nilai nominalnya, bahwa kualitas hidup itu diukur dengan kepemilikan komoditas dan bahwa kebahagiaan itu ada di wilayah privat, bukan publik. Semua itu bukanlah hasil dari takdir manusia atau metafisika ilmiah, tetapi oleh proses terbentuknya sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang untuk mengubah 'fakta-fakta' itu memang selalu ada dan terbuka, meski tidak ada jaminan bahwa mengubahnya akan membuat keadaan menjadi lebih baik. Kita tidak harus untuk serta merta begitu saja mempercayai tentang kesempurnaan hidup manusia. Tapi kita hanya perlu lebih apresiatif pada aksi gotong royong dan solidaritas sebagai prinsip dasar untuk memperbaiki hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-9182975867343840451?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/9182975867343840451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=9182975867343840451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/9182975867343840451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/9182975867343840451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/04/setan-globalisashit.html' title='Setan Globalisa(shit)'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1801284392294331815</id><published>2008-04-02T06:21:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:17:43.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Manifestasi Tirani</title><content type='html'>Penindasan hari ini...&lt;br /&gt;Ketika bendera investasi berkibar atas nama demokrasi&lt;br /&gt;Valas dan politisi telah berubah menjadi tirani&lt;br /&gt;Negara rela menjual diri bertekuk lutut dibawah hegemoni&lt;br /&gt;Anarki yang tereduksi menjadi simbol trendi masa kini&lt;br /&gt;Tak ubahnya rentetan invasi Illahi ala Amrozi&lt;br /&gt;Komoditi duniawi membidani arus kolonial fasisme institusi&lt;br /&gt;Berlindung dibalik kebanggaan layaknya Mussolini berkoalisi dengan Nazi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mortir yang mengguncang Yerusalem, Irak dan Dili&lt;br /&gt;Telah mampir kedalam mimpi semua bandit yang penuh birahi&lt;br /&gt;Menghancurkan nurani dan bertopeng Revolusi Industri&lt;br /&gt;Bagai para pejuang Intifada yang berkorban demi insureksi&lt;br /&gt;Amunisi berkobar manis lewat iklan yang menghiasi sinetron di tivi&lt;br /&gt;Iblis globalisasi mencuri hati para pemimpi&lt;br /&gt;Mengubur tradisi kedalam sampah terbakar bara api&lt;br /&gt;Intelektual lulusan luar negeri hanya menjadi predator dinegeri sendiri&lt;br /&gt;Perampok liberal yang bernyanyi diatas kebebasan otorisasi&lt;br /&gt;Halalkan teror mengoyak keperawanan ibu pertiwi&lt;br /&gt;Invasi ekonomi dengan misi menghantui para pribumi&lt;br /&gt;Mc'D, Starbucks dan KFC yang berkompetisi dibalik kebodohan generasi&lt;br /&gt;Tak terkalahkan oleh militansi Ariel Sharon yang diguncang demonstrasi&lt;br /&gt;Tetap kokoh berdiri mendekonstruksi ambisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika Adidas menghiasi kaki para pemuja selebriti&lt;br /&gt;Manifestasi pembodohan massal oleh keparat korporasi&lt;br /&gt;Membuat konsumsi menjadi harga mati&lt;br /&gt;Inilah paket doktrinisasi layaknya air mani&lt;br /&gt;Tengik, amis dan bau terasi&lt;br /&gt;Terangsang oleh gairah modernisasi yang muncrat kesana-sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 1 April '08)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1801284392294331815?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1801284392294331815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1801284392294331815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1801284392294331815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1801284392294331815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/04/manifestasi-tirani.html' title='Manifestasi Tirani'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1838683095554235835</id><published>2008-04-02T06:16:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T17:57:11.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Humanology</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;I'd like to take a stand&lt;br /&gt;Against their morality and destroy this fucking system that we have&lt;br /&gt;To call nationalism and capitalism a socialized freedom&lt;br /&gt;Rhymes so bad for me&lt;br /&gt;Wake up and and resist&lt;br /&gt;Get a hint of what you missed&lt;br /&gt;Concerning the environmental care&lt;br /&gt;How many of you fucking assholes would even notice the eradication&lt;br /&gt;Of a animal like an bear?&lt;br /&gt;There's been so many crimes against animals and human rights&lt;br /&gt;So we owe it to ourselves&lt;br /&gt;To make sure that the health of every single creature on this planet isn't a stake&lt;br /&gt;I like to point out on all your compunctions&lt;br /&gt;And call out on all concerted needs&lt;br /&gt;A big conspiracy revolution and riot to get this fucked up system deceased&lt;br /&gt;I like to dedicate this to nature and confront all stupidity&lt;br /&gt;I just can't walk around and pretend anymore&lt;br /&gt;I can't suppress these things I feel&lt;br /&gt;Every time I see the news&lt;br /&gt;It's not often but the few times that I do&lt;br /&gt;It all become so clear to me&lt;br /&gt;All humans are a big disease who never get pleased&lt;br /&gt;Lets take one last picture and say cheese...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 1 April 'o8)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1838683095554235835?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1838683095554235835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1838683095554235835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1838683095554235835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1838683095554235835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/04/humanology.html' title='Humanology'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3669272785329668310</id><published>2008-03-30T14:41:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:18:51.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Surat Untuk Sang Penguasa</title><content type='html'>&lt;div style="color: #674ea7; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malang, 1 Nov ‘07&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah surat...&lt;br /&gt;Ditujukan Kepada Tuan Yang Terhormat&lt;br /&gt;Sang Penguasa Maha Berkata&lt;br /&gt;Atas nama Tuhanmu… Atas nama Ideologimu…&lt;br /&gt;Kupersembahkan sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘rasa kagum’&lt;/span&gt; yang mendalam untukmu…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #674ea7;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TENTANG TUHAN DAN PANCASILA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar Tuan-ku?&lt;br /&gt;Bagaimana keadaanmu hari ini, sehat wal afiat?&lt;br /&gt;Sudah kenyangkah perutmu?&lt;br /&gt;Sudah puaskah semua ambisimu?&lt;br /&gt;Kalau iya, bolehkah sekarang aku bertanya padamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah engkau manusia yang ber-Tuhan?&lt;br /&gt;Tapi kenapa melihat perilakumu aku jadi teringat pada setan&lt;br /&gt;Benarkah engkau warga negara yang Pancasilais?&lt;br /&gt;Tapi kenapa melihat sikapmu aku jadi teringat pada iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau menyiksa sesama anak bangsa wahai Tuan-ku&lt;br /&gt;Seperti membantai anjing yang menyebar penyakit menular&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ini untuk membela negara dan melindungi rakyat"&lt;/span&gt; teriakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau membunuh sesama manusia wahai Tuan-ku&lt;br /&gt;Membabi buta seperti membabat rimbunan alang-alang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ini untuk menegakkan keadilan dan kebenaran"&lt;/span&gt; katamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kau membakar ribuan rumah saudaramu wahai Tuan-ku&lt;br /&gt;Hingga lenyap tak bersisa rata dengan tanah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ini karena pemiliknya orang komunis yang atheis"&lt;/span&gt; seru mulutmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya seorang Nabi…&lt;br /&gt;Kau merampas kebebasan atasnama Tuhan&lt;br /&gt;Kau merajalela atasnama bendera Pancasila&lt;br /&gt;Kau main hakim sendiri atasnama panji-panji demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Ada apa denganmu Tuan-ku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan kau menjadi tirani&lt;br /&gt;Terhadap saudara-saudaramu sendiri?&lt;br /&gt;Sejak kapan kau menjadi penguasa&lt;br /&gt;Dengan menggunakan hukum rimba?&lt;br /&gt;Sejak kapan kau menjadi manusia&lt;br /&gt;Yang tidak sadar akan kodratnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pun saudaraku&lt;br /&gt;Seperti juga aku adalah saudaramu&lt;br /&gt;Hanya kemudian kau lupa&lt;br /&gt;Kau kemudian lupa diri dan mabok&lt;br /&gt;Karena nuranimu telah dirampok&lt;br /&gt;Oleh dasimu, pangkatmu dan jabatanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebenarnya sama-sama korban&lt;br /&gt;Untuk dijadikan tumbal atasnama kekuasaan&lt;br /&gt;Kita sebenarnya sama-sama rakyat&lt;br /&gt;Tapi kau…&lt;br /&gt;Dengan ujung bedilmu kau menindasku&lt;br /&gt;Dengan kepalan tanganmu kau merenggut kebebasanku&lt;br /&gt;Dengan ujung jarimu kau pasung hak hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku baru mengerti…&lt;br /&gt;Inilah sebenarnya makna Tuhan dan Pancasila&lt;br /&gt;Yang kau ajarkan padaku lewat pidatomu setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Tuan-ku...&lt;br /&gt;Apalah gunanya semua omong kosongmu itu&lt;br /&gt;Kalau ternyata hanyalah sebuah keyakinan PALSU !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah selamanya aku menurutimu?&lt;br /&gt;Tapi sampai kapan Tuan-ku?&lt;br /&gt;Sampai kau puas?&lt;br /&gt;Atau sampai kau sadar dan bertobat?&lt;br /&gt;Tidak! Tak mungkin aku bisa menunggu Tuan-ku&lt;br /&gt;Karena kesabaranku sudah luntur melihat tingkah lakumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu dariku…&lt;br /&gt;Maaf kalau aku terlalu banyak tanya padamu&lt;br /&gt;Maaf kalau ada sedikit kata-kataku yang menyinggungmu&lt;br /&gt;Terima kasih atas perhatianmu Tuan-ku&lt;br /&gt;Kudoakan semoga semua ‘kebaikanmu’ mendapat imbalan yang sepantasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ketemu di barikade !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salam hormat untuk Sang Penguasa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: #674ea7;"&gt;Erwind Terrorezim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3669272785329668310?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3669272785329668310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3669272785329668310' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3669272785329668310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3669272785329668310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/surat-untuk-sang-penguasa.html' title='Surat Untuk Sang Penguasa'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1455900663817329736</id><published>2008-03-30T13:30:00.001+07:00</published><updated>2008-11-06T18:59:49.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Membongkar Dosa Ekologi Bank Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gencarnya isu perubahan iklim yang ditampilkan media massa telah membuat banyak pihak, termasuk Bank Dunia, ikut menyuarakan keprihatinannya terhadap isu ini. Salah satu bentuk keprihatinan tersebut adalah gigihnya lembaga keuangan internasional ini mendukung proyek pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pencegahan deforestasi dan perusakan hutan, yang sering disebut sebagai proyek Reduced Emission from Deforestation and Degradation (REDD), di negara-negara berkembang seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide dasar proyek REDD adalah negara-negara utara membayar negara-negara selatan untuk mengurangi penggundulan hutan dalam wilayah mereka. Adapun kompensasinya ialah dengan memberikan bantuan keuangan untuk kepentingan tersebut. Beberapa pihak telah mengusulkan agar pendanaan proyek ini diambilkan dari kombinasi dana publik (Bantuan Pembangunan Resmi/ODA) dan pasar karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2006 hingga awal 2007, Bank Dunia mengembangkan usul skema pendanaan baru yang sangat besar untuk membiayai proyek-proyek pada sektor kehutanan di negara berkembang. Lembaga keuangan ini berencana menggunakan skema baru itu untuk mengimplementasikan strategi kehutanan dengan penekanan kuat pada pendanaan yang terkait dengan isu perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam proposal Global Forest Alliance (GFA), Bank Dunia mentargetkan pada 2015 terdapat 50 juta hektare kawasan lindung baru dan peningkatan kapasitas dari Departemen Kehutanan pusat untuk melindungi dan mengelola area-area tersebut. Bila tidak berpikir secara kritis, besarnya nilai proyek yang ditawarkan dalam proyek REDD itu mampu membuat kita terbuai dan melupakan dosa-dosa ekologi yang pernah dibuat Bank Dunia sebagai pendukung utama proyek ini. Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita sejenak menoleh ke belakang guna menelusuri rekam jejak proyek-proyek pembangunan Bank Dunia beserta dampak sosial dan ekologinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Brasil, misalnya, pada 1982-1985 Bank Dunia memberikan dukungan kepada proyek pemindahan penduduk besar-besaran atas nama pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang lebih dikenal sebagai proyek Polonoroeste, yang di Indonesia lebih dikenal sebagai proyek transmigrasi. Dukungan keuangan pada proyek ini telah menghasilkan sebuah bencana ekologi yang dahsyat, bahkan Bank Dunia juga mengakui hal itu. Betapa tidak, proyek ini telah mendorong terjadinya konversi besar-besaran kawasan hutan menjadi lahan pertanian, kawasan komersial, dan pertambangan (Ecology Law, Bruce Rich).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kawasan hutan di daerah itu mengalami degradasi yang cukup parah. Pada 1982 penggundulan hutan telah mencapai 4 persen dan pada 1985 meningkat menjadi 11 persen. Sementara itu, pada 1987 hampir seluruh hutan di kawasan itu telah lenyap. Bahkan pada tahun yang sama sebuah gambar citra satelit menunjukkan terdapat 6.000 titik api pembakaran untuk membuka hutan dari seluruh kawasan hutan Amazon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, proyek semacam itu juga dilakukan oleh Bank Dunia di Indonesia. Lembaga ini merupakan pihak yang pertama kali terlibat dalam proyek transmigrasi di Indonesia pada 1974. Sama seperti proyek Polonoroeste, proyek ini juga menimbulkan kerusakan dan penggundulan hutan besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Sulawesi dan Sumatera adalah kawasan yang paling parah menderita kerugian ekologi akibat proyek ini. Di Sumatera, sekitar 2,3 juta hektare tanah yang semula merupakan hutan hujan alam telah menjadi lahan kritis. Adapun di Sulawesi, 30 persen wilayah hutan yang terkena proyek transmigrasi ini berubah menjadi lahan kritis (Lord of Property: The Power, Prestige, and Corruption of the International Aid Business, Graham Hancock, 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, meskipun gencar mendanai proyek rehabilitasi hutan dengan mengatasnamakan perlindungan bumi dari bencana perubahan iklim, lembaga ini juga gencar mendanai proyek-proyek pada sektor energi fosil sebagai penyebab utama terjadinya perubahan iklim. Pada periode 1992 hingga 2004, misalnya, grup Bank Dunia justru mengucurkan US$ 28 miliar dananya untuk membiayai proyek yang terkait dengan energi fosil. Sedangkan pada tahun fiskal 2005, proporsi pendanaan proyek energi terbarukan kurang-lebih hanya 5 persen dari seluruh pendanaan dari Bank Dunia untuk proyek energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat rekam jejak proyek Bank Dunia tersebut, timbullah sebuah pertanyaan apakah proyek REDD tersebut sengaja digulirkan sekadar sebagai proyek pencuci dosa ekologi dari Bank Dunia dan negara-negara kaya lainnya di masa lalu yang telah berdampak pada bencana ekologi di masa sekarang? Atau proyek ini digulirkan agar negara-negara selatan tidak ribut meminta pertanggungjawaban atas gagalnya model pembangunan yang telah dinasihatkan oleh Bank Dunia selama ini? Persis seperti pemberian permen dari seorang kakak kepada adiknya yang masih anak kecil agar jangan terus menangis meskipun kakaknya baru saja menjitak kepalanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1455900663817329736?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1455900663817329736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1455900663817329736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1455900663817329736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1455900663817329736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/membongkar-dosa-ekologi-bank-dunia.html' title='Membongkar Dosa Ekologi Bank Dunia'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3973483665736132638</id><published>2008-03-30T13:25:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T18:59:57.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Mencermati Gerakan Hari Tanpa Televisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haruskah kita peduli pada siapa suami berikut Tamara Bleszinky atau Alya Rohali? Bagaimana kisah kasih gelapnya Taufik Hidayat yang konon membuahkan Exel? Lalu apa mobil terbaru Krisdayanti misalnya dan berapa nomor (maaf) bra nya Sarah Azhari? Sebenarnya tidak ada yang penting sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun faktanya, sekitar 60 juta anak Indonesia menonton acara yang seperti itu di TV selama berjam-jam hampir sepanjang hari. Apalagi kebanyakan keluarga tidak memberi batasan menonton yang jelas kepada anak-anaknya. Seorang ibu yang gemar telenovela atau sinetron biasanya tidak peduli apakah anaknya tanpa sengaja ikut nonton juga meski masih di bawah umur misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu polisi menemukan sesosok tubuh remaja puteri yang tergantung di rumahnya dengan menggunakan scarf putih. Motif kematian sang gadis ternyata bentuk peniruan dari cara yang digunakan sang puteri Huanzhu, idolanya, dalam salah satu episode drama televisi populer di Negeri Tirai Bambu, berjudul ‘Puteri Huanzhu’ dalam menghadapi masalah yang tidak teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sebelumnya, si gadis tersebut mengubah model rambutnya mirip puteri pujaannya dan seringkali berperilaku menyerupai tokoh favoritnya tersebut. ”Televisi memang ibarat pisau bermata dua yang suatu saat bisa makan tuannya,” ujar Ketua Jurusan Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN), Jhon Herwanto SPsi MSi dalam sebuah bincangnya dengan Riau Pos akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya anak-anak dan juga remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan punya sifat ingin tahu tentang banyak hal. Celakanya, demi memuaskan rasa ingin tahu itu kebanyakan mereka mencoba mempraktikkan hal-hal negatif yang mereka contoh dari tayangan yang mereka lihat di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menekankan peran orang tua sangat besar sekali untuk mendampingi sang anak dan remaja yang tengah mencari jati diri tidak tersesat kepada hal-hal negatif karena kuatnya pengaruh tayangan televisi yang penuh dengan adegan kekerasan, seks, mistik, intrik dan hedonisme lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sebagian besar acara televisi saat ini memang memprihatinkan karena dari hasil penelitian psikologi ternyata tayangan-tayangan negatif telah memicu agresivitas pada anak. Tayangan negatif memperkuat teori Sigmuen Frued bahwa tingkah laku manusia didominasi oleh prilaku libido seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redatin Parwadi, seorang yang berhasil mempertahankan disertasinya di depan senat Guru Besar Universitas Gadjah Mada 25 Juli 2002 mengatakan ada relasi positif antara jenis tontonan televisi dan perilaku agresif responden. Dan, uniknya, semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar pula kecenderungan terjadi penyimpangan nilai dan perilaku seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pula lah yang memicu seorang aktivis Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) di Jakarta, B Gunarto, menggagas Gerakan Hari Tanpa TV yang disamakannya dengan peringatan Hari Anak Nasional yakni setiap 23 Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B Gunarto mengatakan, hanya sedikit anak yang beruntung bisa memiliki berbagai kegiatan, fasilitas, dan orangtua yang baik sehingga bisa mengalihkan waktu anak untuk hal-hal yang lebih penting daripada sekadar menonton TV. ”Jutaan orangtua di Indonesia pada umumnya cemas dan khawatir dengan isi siaran TV kita,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat acara televisi Firman Firdaus mendata hampir semua sinetron remaja saat ini menggambarkan persekongkolan yang menjijikan di kalangan anak sekolah, intrik asmara yang hiperbolis, cercaan terhadap pembantu, kata-kata kasar pada orang tua, dan segudang laku minus lainnya, dengan jam tayang yang sangat strategis: pukul 17.00-21.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan putera-puteri yang mengharumkan nama Indonesia lewat olimpiade sains tingkat dunia seakan menghilang ditelan gemerlapnya warna-warni lampu panggung Indonesian Idol. Kesuksesan luar biasa Septinus Saa dari Papua -daerah yang katanya terbelakang- menjadi pemenang Nobel Junior, melalui rumusannya mengenai bangun heksagonal, ‘dieliminasi’ nyanyian dan tarian para peserta Akademi Fantasi Indosiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya lagi pemerintah maupun institusi lain, terbukti tidak mampu membuat peraturan yang bisa memaksa industri televisi untuk lebih sopan menyiarkan acaranya. Sehingga, tidak ada pilihan lain kecuali individu sendiri yang harus menentukan sikap menghadapi situasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota masyarakat yang bersatu dan memiliki sikap yang sama untuk menolak perilaku industri televisi kita, akan menjadi kekuatan yang besar apabila jumlahnya makin bertambah. Penolakan oleh masyarakat yang merupakan pasar bagi industri televisi, pada saatnya akan menjadi kekuatan yang luar biasa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, menurut B Gunarto perlu ada ”Gerakan Hari Tanpa TV”. Ahad, 23 Juli 2006 bertepatan dengan ”Hari Anak Nasional” dipilih sebagai Hari Tanpa TV sebagai bentuk keprihatinan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan dari gerakan ini akan membuktikan bahwa apabila masyarakat bisa bersatu melakukan penolakan terhadap perilaku industri televisi, maka sejak saat itulah kita bisa berharap ada perbaikan. Jadi, ia mengimbau pada hari itu, matikan TV selama sehari dan ajaklah anak-anak untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menggalang dukungan Gerakan Hari Tanpa TV ini kepada seluruh masyarakat lewat web mail, www.kidia.org. Menurutnya, tayangan negatif berdampak serius pada anak seperti sering terjadi gangguan psikologi dan ketidakseimbangan emosi dalam bentuk kesulitan konsentrasi, perilaku kekerasan, persepsi yang keliru, budaya ‘instan’, pertanyaan-pertanyaan yang ‘di luar dugaan’ dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua potensi pengaruh televisi bagi perilaku sosial masyarakat yang dapat dilihat dan dirasakan memang masih berada pada tataran kecenderungan-kecenderungan, meski sebenarnya tidak kalah mengkhawatirkan. Tidak lama lagi, (atau malah sudah?) kita akan mendapati masyarakat yang hedonis, konsumtif, bebas nilai dan norma, serta bodoh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3973483665736132638?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3973483665736132638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3973483665736132638' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3973483665736132638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3973483665736132638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/mencermati-gerakan-hari-tanpa-televisi.html' title='Mencermati Gerakan Hari Tanpa Televisi'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-9074152789125905124</id><published>2008-03-30T13:06:00.006+07:00</published><updated>2008-12-10T02:29:02.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Hari Tanpa Belanja (HTB) / Buy Nothing Day</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-8w3fzR6GI/AAAAAAAAACo/vTsltWMxd9E/s1600-h/attachment231.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183415426114250850" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-8w3fzR6GI/AAAAAAAAACo/vTsltWMxd9E/s200/attachment231.gif" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa Hari Tanpa Belanja itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Tanpa Belanja (26 November) adalah sebuah ide sederhana untuk bersikap lebih kritis pada budaya konsumen dengan jalan mengajak kita untuk tidak berbelanja selama sehari. Ini adalah suatu bentuk perlawanan terhadap budaya konsumerisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dari mana Hari Tanpa Belanja berasal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Tanpa Belanja telah dimulai sejak 1993 oleh Adbuster—sebuah organisasi nirlaba yang berpusat di Kanada yang bertujuan meningkatkan kesadaran kritis konsumen (idenya berasal dari Ted Dave, pendiri Adbusters). Kini Hari Tanpa Belanja telah dirayakan secara internasional di lebih dari 30 negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa tujuannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsumen, kita seharusnya mempertanyakan produk-produk yang kita beli dan perusahaan-perusahaan yang membuatnya. Idenya adalah untuk membuat orang berhenti dan berpikir tentang apa dan seberapa banyak yang mereka beli telah berpengaruh pada lingkungan dan negara-negara berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Siapa yang merayakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda! Ini adalah perayaan Anda! Beritahu teman-teman, pasanglah poster dan jangan belanja pada 26 November&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Mengapa ada perbedaan tanggal perayaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat dan Kanada, Hari Tanpa Belanja tahun ini dirayakan 28 November 2003, sehari setelah perayaan Thanksgiving. Di Indonesia, Hari Tanpa Belanja akan dirayakan 26 November 2005—pada hari Sabtu, di mana orang biasa menghabiskan waktu untuk berakhir pekan dan pergi berbelanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa yang akan saya dapatkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 24 jam Anda akan mengambil jarak dari konsumerisme dan merasa bahwa belanja itu tidak terlalu penting. Setelah itu Anda akan mendapatkan kembali kehidupan Anda. Itu adalah sebuah perubahan besar! Kami ingin Anda membuat komitmen untuk mengurangi belanja, lebih sering mendaur-ulang, dan mendorong para produsen untuk bersikap lebih jujur dan fair. Konsumerisme modern mungkin merupakan sebuah pilihan yang tepat, tetapi tidak seharusnya berdampak buruk bagi lingkungan atau negara-negara berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apakah itu berarti saya dilarang belanja?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, sehari tanpa belanja tak akan membuat Anda menderita. Kami ingin mendorong agar orang-orang berpikir tentang akibat-akibat dari apa yang mereka beli bagi lingkungan dan negara-negara berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Belanja? Apa salahnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan hanya belanja itu sendiri yang berbahaya, tetapi juga apa yang kita beli. Ada dua wilayah yang perlu kita perhatikan, yaitu lingkungan dan kemiskinan. Negara-negara kaya di Barat (hanya 20% dari populasi dunia) mengkonsumsi lebih dari 80% sumber alam dunia, dan menyebabkan ketakseimbangan dan kerusakan lingkungan, serta kesenjangan distribusi kesejahteraan. Kita patut cemas pada cara barang-barang kita dibuat. Juga banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang menggunakan tenaga kerja di negara-negara berkembang karena murah dan tidak ada sistem perlindungan pekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimana dengan lingkungan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan baku dan cara pembuatan yang digunakan untuk membuat barang-barang kita memiliki dampak buruk seperti limbah beracun, rusaknya lingkungan, dan pemborosan energi. Pengiriman barang-barang ke seluruh dunia juga menambah tingkat polusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apakah satu hari akan membuat perubahan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Tanpa Belanja tidak akan mengubah gaya hidup kita hanya dalam satu hari, ia lebih merupakan sebuah pengalaman melakukan perubahan! Kami bertujuan membuat Hari Tanpa Belanja mengendap dalam ingatan setiap orang—layaknya peringatan Lebaran, Natal, atau Tujuh Belasan—agar juga berpikir tentang diri mereka sendiri, tentang keluarga terdekatnya, keluarga, teman-teman, dan masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa yang harus saya lakukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak melakukan sesuatu berarti melakukan sesuatu! Anda bisa melihat kegiatan Hari Tanpa Belanja di berbagai penjuru dunia lewat link di sebelah kiri halaman ini, atau kunjungi website Adbuster&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pikir lagi sebelum membeli!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini sebelum berbelanja!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah saya benar-benar memerlukannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapa banyak yang sudah saya punya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seberapa sering saya akan memakainya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akan habis berapa lama?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bisakah saya meminjam saja dari teman atau keluarga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bisakah saya melakukannya tanpa barang ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akankah saya bisa membersihkan dan/atau merakitnya sendiri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akankah saya bisa memperbaikinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah barang ini berkualitas baik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana dengan harga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah ini barang sekali pakai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah barang ini ramah lingkungan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dapatkah didaur-ulang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah barang ini bisa diganti dengan barang lain yang sudah saya miliki?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-9074152789125905124?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/9074152789125905124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=9074152789125905124' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/9074152789125905124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/9074152789125905124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/hari-tanpa-belanja-htb-buy-nothing-day.html' title='Hari Tanpa Belanja (HTB) / Buy Nothing Day'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-8w3fzR6GI/AAAAAAAAACo/vTsltWMxd9E/s72-c/attachment231.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5645955131681875495</id><published>2008-03-25T07:15:00.020+07:00</published><updated>2008-12-10T02:29:02.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Hancurkan Kesombongan Kalian!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hGyvzR6FI/AAAAAAAAACc/17Ojg-bv7BA/s1600-h/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%284%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181469208928708690" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hGyvzR6FI/AAAAAAAAACc/17Ojg-bv7BA/s320/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%284%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 160px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hFe_zR6AI/AAAAAAAAAB0/ddCoDXDxRNs/s1600-h/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%282%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181467770114664450" src="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hFe_zR6AI/AAAAAAAAAB0/ddCoDXDxRNs/s320/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%282%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 160px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hFNPzR5_I/AAAAAAAAABs/KLdBD-Dl51U/s1600-h/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%281%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181467465171986418" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hFNPzR5_I/AAAAAAAAABs/KLdBD-Dl51U/s320/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%281%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 160px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hGcvzR6EI/AAAAAAAAACU/SY6JPRmzL7Q/s1600-h/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181468830971586626" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hGcvzR6EI/AAAAAAAAACU/SY6JPRmzL7Q/s320/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 160px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hGU_zR6DI/AAAAAAAAACM/AJOBERsUmlc/s1600-h/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%285%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181468697827600434" src="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hGU_zR6DI/AAAAAAAAACM/AJOBERsUmlc/s320/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%285%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 159px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hFp_zR6BI/AAAAAAAAAB8/YvopXH6xjGM/s1600-h/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%283%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181467959093225490" src="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hFp_zR6BI/AAAAAAAAAB8/YvopXH6xjGM/s320/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%283%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 160px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Apa yang bisa kita lakukan ketika melihat foto-foto ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sedih, terharu, menangis, mengelus dada atau cuma menutup mata. Tidak banyak yang mungkin bisa kita lakukan buat mereka yang mengalami penderitaan semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Bersyukurlah karena sampai detik ini kita masih bisa makan enak, tidur tenang dan bersenang-senang. Berbahagialah karena kalian semua masih punya orangtua yang cukup mampu memenuhi kebutuhan kalian. Bergembiralah karena hari ini kita masih bisa bernafas dan menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan sekarang, ayo kita renungkan bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Coba kita sedikit membayangkan, berimajinasi atau berangan-angan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Bayangkan seandainya kita bertukar tempat ataupun menjadi seperti mereka, merasakan apa yang mereka alami dan merasakan bagaimana tidak enaknya penderitaan mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Bayangkan semua itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Bagaimana? Sangat sulit bukan bagi kita untuk menerima keadaan seperti itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Karena itu kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;JANGAN PERNAH BUTA KEPADA DUNIA KITA HARI INI!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;JANGAN PERNAH SOMBONG DENGAN APA YANG KITA MILIKI HARI INI!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;SUDAH SAATNYA KITA HANCURKAN SEMUA KESOMBONGAN YANG ADA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-5645955131681875495?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/5645955131681875495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=5645955131681875495' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5645955131681875495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5645955131681875495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/hancurkan-kesombongan-kalian.html' title='Hancurkan Kesombongan Kalian!'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hGyvzR6FI/AAAAAAAAACc/17Ojg-bv7BA/s72-c/Hancurkan+Kesombongan+Kalian%21+%284%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1387657378749799823</id><published>2008-03-25T07:12:00.014+07:00</published><updated>2008-12-10T02:29:02.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Shopaholic: Apa? Siapa? Bagaimana?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hD6PzR59I/AAAAAAAAABc/bR9MtcVZGVk/s1600-h/Shopaholic++-+Apa+Siapa+Bagaimana.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181466039242844114" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hD6PzR59I/AAAAAAAAABc/bR9MtcVZGVk/s320/Shopaholic++-+Apa+Siapa+Bagaimana.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah ‘Shopaholic’ Itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Beberapa tahun terakhir ini, shopaholic atau compulsive shopper telah menjadi perhatian berbagai program televisi dan majalah perempuan. Mereka juga telah menjadi topik perbincangan psikologi pop. Meski media massa menggunakan istilah dengan agak “serampangan”, sebenarnya seorang shopaholic sering merasa terasing, sangat ketakutan, dan kehilangan kendali diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tidak diragukan lagi, kita hidup dalam masyarakat yang sangat “gemar belanja”. Kita hidup berdasar pada kekayaan yang kita miliki dan banyak dari kita hidup dalam belitan hutang. Banyak orang, berapapun penghasilannya, memandang belanja sebagai sebuah hobi. Mereka menghabiskan akhir pekan dengan berbelanja, menghabiskan uang untuk barang-barang yang tidak mereka miliki, dan sering menyesali perbuatannya di kemudian hari. Apakah ini menunjukkan bahwa mereka bermasalah? Belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Seorang shopaholic belanja di luar kendali. Mereka akan terus-menerus belanja meskipun telah jauh terbenam dalam hutang. Mereka akan belanja saat tertekan secara emosional, dan menggunakan belanja sebagai mekanisme bertahan hidup. Mereka tidak berhenti belanja karena mereka sungguh-sungguh menemukan kenikmatan dalam belanja. Mereka membeli barang-barang karena mereka merasa HARUS. Seorang shopaholic adalah seseorang yang lepas kendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah Anda Seorang ‘Shopaholic’?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pikirkan pernyataan-pernyataan berikut ini dengan membubuhkan “Benar” atau “Salah” pada masing-masingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ketika saya merasa tertekan, biasanya saya belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya menghabiskan banyak uang untuk barang yang tidak saya miliki namun tidak saya butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya merasa gila saat saya berbelanja tapi setelah itu saya tidak terlalau peduli akan barang yang saya beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya memiliki banyak pakaian yang tidak pernah saya pakai dan sejumlah perkakas/alat yang tidak terhitung jumlahnya dan saya tidak pernah menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya sering merasa sembrono/gila-gilaan dan lepas kontrol ketika saya berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya sering berbohong kepada teman-teman dan keluarga tentang uang yang saya habiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya merasa sangat kacau dan terganggu dengan kebiasaan berbelanja yang saya lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Setelah belanja gila-gilaan, saya kadang merasa hilang orientasi dan tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sekalipun saya merasa sangat bingung tertang hutang-hutang saya, saya tetap berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kegiatan berbelanja saya bnayak disebakan masalah hubungan dengan diri sendiri atau pun dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Apakah Anda menjawab “benar” sebanyak empat kali atau lebih dari pernyataan-pernyataan di atas? Jika ya, tampaknya Anda memiliki masalah yang serius dengan nafsu belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Jika kebanyakan jawaban Anda atas pernyataan kuis ini “Benar”, mungkin Anda membutuhkan lebih dari sekedar tips-tips yang sifatnya ekonomis untuk mengendalikan pengeluaran Anda. Jika pola belanja Anda mulai mengganggu kehidupan Anda, pertimbangkan untuk mendatangi seorang psikolog. Dia akan membantu Anda untuk mencari tahu mengapa kebiasaan belanja Anda sangat sulit dikendalikan. Shopaholic biasanya digolongkan sebagai “penyimpangan obsesif-kompulsif” yang dapat disembuhkan dengan bantuan psikolog. Dengan kesabaran, ketekunan serta bantuan dari pihak professional, seorang shopaholic dapat kembali mengendalikan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;Tips Agar Tidak Boros dan Terapi Sederhana Untuk ‘Shopaholic’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Biasakan untuk tidak membawa kartu kredit, buku cek dan kartu ATM sebelum Anda pergi belanja. Gunakanlah uang tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Jika Anda tertarik untuk membeli sesuatu, jangan biarkan diri Anda mengikuti dorongan itu. Buatlah “batas waktu” untuk berpikir. Jika sampai beberapa hari kemudian Anda masih menginginkannya, mungkin kini Anda bisa mempertimbangkan untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Buatlah anggaran di atas selembar kertas dan jangan membeli apapun di luar anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tulis setiap kebutuhan yang harus dibeli selama dua minggu Ini akan membuat Anda tahu benar kemana perginya uang Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1387657378749799823?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1387657378749799823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1387657378749799823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1387657378749799823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1387657378749799823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/shopaholic-apa-siapa-bagaimana.html' title='Shopaholic: Apa? Siapa? Bagaimana?'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-hD6PzR59I/AAAAAAAAABc/bR9MtcVZGVk/s72-c/Shopaholic++-+Apa+Siapa+Bagaimana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6310313973455192210</id><published>2008-03-25T07:10:00.006+07:00</published><updated>2008-11-06T18:12:18.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Tirani Berlabel Agama</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Lonceng gereja berdentang dengan bangga&lt;br /&gt;Disambut oleh nyanyian yang berbahagia&lt;br /&gt;Kokoh berdiri simbol kesucian umatnya&lt;br /&gt;Tak lekang oleh jaman, tak lapuk dimakan usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apalah gunanya...&lt;br /&gt;Hari ini darah tercecer lagi atas nama agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi adzan menggema menggugah jiwa&lt;br /&gt;Pengikut Muhammad melantunkan ayat-ayat cinta&lt;br /&gt;Lambang kesempurnaan para pemeluknya&lt;br /&gt;Tak kalah oleh orkestra, tak hilang dihempas dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apalah gunanya...&lt;br /&gt;Hari ini darah tercecer lagi atas nama agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendewakan pahala, menghalalkan ambisi&lt;br /&gt;Merindukan surga, menghancurkan persepsi&lt;br /&gt;Seperti inikah kesucian sebuah tirani&lt;br /&gt;Berdiri congkak mengatasnamakan Tuhan-nya&lt;br /&gt;Menginjak kebebasan individu yang merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan religius selalu diatas segalanya&lt;br /&gt;Tapi apakah harus seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perang memang bagian dari dakwah&lt;br /&gt;Ah, alangkah indah seandainya dunia tanpa agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 20 Maret '08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6310313973455192210?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6310313973455192210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6310313973455192210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6310313973455192210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6310313973455192210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/tirani-berlabel-agama.html' title='Tirani Berlabel Agama'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1134658440057504168</id><published>2008-03-25T07:10:00.005+07:00</published><updated>2008-11-06T18:03:03.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalam Puitik'/><title type='text'>Pemikiran Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ku terdiam menerawang angan&lt;br /&gt;Menjelajahi nadi yang terbius oleh birahi&lt;br /&gt;Nyanyian kalbu yang mengalun sunyi&lt;br /&gt;Menghempas hati menjelajahi nurani&lt;br /&gt;Jiwa yang diam takkan mungkin bertahan&lt;br /&gt;Tak kuasa tuk menahan godaan dan rayuan&lt;br /&gt;Nikmatnya rasa yang tak tertahan&lt;br /&gt;Membuat raga seakan melayang&lt;br /&gt;Menjerit tertahan merintih pelan&lt;br /&gt;Dan berharap cintaku kan datang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku terlelap dalam mimpi indah&lt;br /&gt;Membuai akal sehat bagai aroma surgawi&lt;br /&gt;Nirwana telah mampir kedalam sukma&lt;br /&gt;Merasuk meracuni relung hati dan jiwaku&lt;br /&gt;Bidadari yang terlukis dalam impian&lt;br /&gt;Kini begitu dekat dan terukir nyata&lt;br /&gt;Menunggu hati ucapkan rasa tuk katakan cinta&lt;br /&gt;Tetap bertahan dan terus berkorban&lt;br /&gt;Demi sebuah janji yang telah terukir dihati&lt;br /&gt;Dan berharap cintaku takkan hilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 8 Maret '08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1134658440057504168?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1134658440057504168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1134658440057504168' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1134658440057504168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1134658440057504168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/pemikiran-hati.html' title='Pemikiran Hati'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6054688459145438727</id><published>2008-03-25T07:04:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T18:20:03.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Kata Adalah Senjata II</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Simbol perlawanan atas kebencian&lt;br /&gt;Bagai kutukan yang siap diteriakkan&lt;br /&gt;Memuntahkan amarah terpendam&lt;br /&gt;Meluncur deras menghantam raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari amarah yang meledak-ledak&lt;br /&gt;Bagai peluru yang terbius kedalam jiwa&lt;br /&gt;Menembus otak memicu berontak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekali lagi...&lt;br /&gt;Sebuah Kata akan menjelma menjadi Senjata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 21 Maret '08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6054688459145438727?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6054688459145438727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6054688459145438727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6054688459145438727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6054688459145438727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/kata-adalah-senjata-ii.html' title='Kata Adalah Senjata II'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-275378643278734001</id><published>2008-03-25T07:03:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T17:57:03.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>No Rich Today, No Life Tomorrow</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Blind consumption our majority&lt;br /&gt;Under control by commodity&lt;br /&gt;Domination of property&lt;br /&gt;Making human into stupidity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No rich today, no life tomorrow&lt;br /&gt;Ambition of hopeless people&lt;br /&gt;No rich today, no life tomorrow&lt;br /&gt;Confidence of useless people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forget about our capability&lt;br /&gt;Target of life become authority&lt;br /&gt;Without awareness for humanity&lt;br /&gt;People proud to be machinery&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alienation of human&lt;br /&gt;No rich today, no life tomorrow...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 20 Maret 08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-275378643278734001?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/275378643278734001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=275378643278734001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/275378643278734001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/275378643278734001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/no-rich-today-no-life-tomorrow.html' title='No Rich Today, No Life Tomorrow'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-2916401714227195332</id><published>2008-03-25T07:01:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:12:32.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Budaya Paranoid</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mencari jati diri&lt;br /&gt;Itu kewajiban!&lt;br /&gt;Mengekspresikan jiwa&lt;br /&gt;Itu kebebasan!&lt;br /&gt;Meneriakkan perlawanan&lt;br /&gt;Itu kesadaran!&lt;br /&gt;Memilih jalan hidup&lt;br /&gt;Itu kemerdekaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dinegeri ini...&lt;br /&gt;Semua itu bagaikan 'kejahatan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berbeda&lt;br /&gt;Itu dilarang!&lt;br /&gt;Karena menjadi diri sendiri&lt;br /&gt;Itu diharamkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #993399; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 21 Maret '08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-2916401714227195332?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/2916401714227195332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=2916401714227195332' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2916401714227195332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2916401714227195332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/budaya-paranoid.html' title='Budaya Paranoid'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-8202500794969638489</id><published>2008-03-25T06:58:00.007+07:00</published><updated>2008-10-21T04:05:06.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Apa itu Neoliberalisme ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sejarah singkat Neoliberalisme ialah sebuah varian terbaru dari liberalisme perdagangan klasik yang muncul abad ke-18. Liberalisme perdagangan klasik dipelopori oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nation. Liberalisme perdagangan pada saat itu memicu terjadinya kolonialisme yang menimpa bangsa-bangsa di luar Eropa. Inggris dan negara imperialis Eropa lainnya menjadikan liberalisme perdagangan ini sebagai pembenaran mereka untuk berekspansi dan melakukan penjajahan. Liberalisme perdagangan klasik secara formal berakhir tahun 1930-an ketika terjadinya depresi besar yang ditandai terpuruknya perekonomian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya depresi ekonomi hebat memunculkan fakta bahwa sistem perekonomian didasarkan kebebasan ekonomi ini tengah kolaps dan mengancam negara-negara kapitalis imperialis ke jurang kebangkrutan. Kebebasan perdagangan yang menjadi inti sistem perekonomian dunia pada saat itu dianggap gagal. Depresi ini bisa tertanggulangi setelah John Maynard Keynes memunculkan ide barunya untuk menanggulangi krisis dengan menuntut kembali peran pemerintah dari setiap negara pada jalannya perekonomian. Dari Keynes pula ide penataan ekonomi dunia pasca PD II digulirkan. Keynes mengajukan gagasan agar dilakukan perbaikan sistem ekonomi melalui tindakan kolektif berskala global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan gagasan ini diterjemahkan dengan lahirnya kebijakan ekonomi untuk membangun kapitalisme global, ditandai pula dengan berdirinya IMF dan Bank Dunia tahun 1945. Dari dua lembaga keuangan internasional inilah konsep ekonomi Neoliberalisme dirumuskan, tatanan dunia baru diwujudkan. Inti neoliberalisme Liberalisme pada intinya memperjuangkan leissez faire (persaingan bebas) yang menuhankan hak-hak atas kepemilikan dan kebebasan inividual. Para penganut liberalisme ekonomi percaya bahwa perkembangan ekonomi akan berjalan dengan lancar dan memberikan kemakmuran pada masyarakat jika mekanisme ekonomi dibebaskan dari segala halang rintangan. Oleh karena tidak adanya halangan dalam perdagangan maka yang berlaku hanyalah hukum pasar. Harapan akan kemakmuran itu akan terwujud ketika keadaan pasar yang kompetitif ikut meneteskan kemakmuran ke bawah (trickle down effect).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan pasar yang kompetitif akan semakin efektif dan efisien guna pertumbuhan ekonomi dengan membuka pasar seluas-luasnya tanpa adanya regulasi atau batasan yang dianggap akan menghambat alur perdagangan internasional. Sebagai kelanjutan dari liberalisme klasik, Neoliberalisme tetap berintikan kebebasan perdagangan di segala sektor. Liberalisasi perdagangan, good governance, pembangunan, privatisasi dan deregulasi menjadi agenda paling penting yang didengungkan pada setiap negara sebagai syarat menciptakan kondisi perekonomian yang kompetitif. Berlakunya sistem ekonomi ini pun tidak mengenal batas negara, ekonomi yang berskala global dengan mengintegrasikan perekonomian ke dalam satu sistem perekonomian dunia yang berada di bawah rezim pasar bebas. Neoliberalisme hendak membebaskan pasar agar bekerja tanpa tekanan. Melepaskan tekanan yang menggangu mekanisme pasar ialah dengan membebaskan sektor swasta dari intervensi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapannya adalah dengan pemberian ruang bebas dan keterbukaan pada perdagangan dalam ruang lingkup global, tanpa harus ada satu pun intervensi pemerintah di suatu negara. Batasan dari perdagangan global ini hanyalah luas bumi, karena dalam neoliberalisme tidak ada batas negara ataupun sumber daya yang tidak bisa diperjualbelikan. Dalam pola persaingan bebas setiap pihak yang bergelut di dalamnya berada pada posisi yang sama di hadapan pasar. Persaingan bebas setara ini kemudian diaplikasikan dalam kebijakan di suatu negara dengan menghapuskan subsidi pada segala sektor ekonomi, termasuk yang dimiliki oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu diharuskan untuk menghapuskan segala bentuk regulasi berbentuk proteksi, sehingga tidak ada satu pun pihak dalam persaingan itu yang mendapat perlindungan. Sektor ekonomi yang dikuasai oleh negara di hadapan rezim pasar bebas haruslah “dibebaskan”, jelasnya harus diprivatisasi. Alasannya tidak lain untuk efisiensi persaingan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Dampak Neoliberalisme ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Ekonomi Ekonomi Neoliberal pada kenyataannya tidaklah mewujudkan peningkatan kesejahteraan yang benar-benar merata. Pihak yang memiliki modal besar semakin kaya dan berkuasa, namun di sisi lain terjadi pemiskinan masal yang menimpa rakyat seperti buruh, petani, bahkan dialami juga usaha kecil. Diberlakukannya liberalisme ekonomi di segala sektor berakibat pada berubahnya fungsi sosial menjadi orientasi pasar (baca:komersil). Seperti yang nampak pada perubahan status BUMN di Indonesia. Bahkan tidak hanya dialami BUMN yang bergerak di sektor usaha, akan tetapi sektor lainnya yang merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyat, misalnya sektor pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme tidak mengistimewakan kualitas kesejahteraan umum. Tidak ada wilayah kehidupan yang tidak bisa dijadikan komoditi barang jualan karena logika pasarlah yang berjaya di atas kehidupan publik. Ini yang menjadi pondasi dasar neoliberalisme, menundukan kehidupan publik ke dalam logika pasar. Dampak kebijakan berorientasi pasar bisa terlihat dengan terjadinya deregulasi pada perundang-undangan. Setiap peraturan yang dianggap menghambat perkembangan ekonomi pasar akan dihapuskan. Seperti yang terjadi pada undang-undang perlindungan tenaga kerja yang terus dikikis habis guna menghancurkan pelindung tenaga kerja di hadapan para pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga kerja tidak mempunyai lagi payung hukum guna menuntut kesejahteraan lebih. Dengan alasan meningkatkan efisiensi korporasi, peraturan harus memihak pemilik modal. Sedangkan di bidang pertanian yang merupakan sektor vital bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, neoliberalisme semakin mengganas. Banyaknya pengambilalihan kepemilikan tanah dari para petani oleh pemilik modal besar adalah salah satunya. Fungsi tanah sebagai lahan pertanian rakyat dibangun menjadi pabrik atau diubah menjadi lahan pertanian yang hanya menguntungkan pemilik tanah. Akibatnya petani dipaksa untuk kehilangan sumber pencahariannya. Semakin berkurang kemampuan petani untuk mengolah lahannya diiringi dengan masuknya komoditas pangan dari negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harga yang lebih murah karena tidak adanya bea masuk dan regulasi menjadikan komoditas pangan luar menang bersaing dibandingkan komoditas pangan dari petani lokal yang harganya lebih tinggi, akibat kenaikan biaya produksi semisal pupuk yang subsidinya dicabut. Sebagai negara yang tengah dirongrong neoliberalisme, Indonesia secara lengkap menyediakan banyak fakta dari keburukan neoliberalisme yang didukung oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya angka kemiskinan, harga-harga yang membumbung tinggi, komersialisasi pendidikan, dan pengerusakan lingkungan hanyalah contoh kecil dari dampak neoliberalisme, dan apakah hal itu masih menyediakan keraguan bahwa neoliberalisme tengah menyeret kita ke jurang kesengsaraan ? Aspek Budaya Setiap aksi manusia menjadi berarti di hadapan neoliberalisme ketika mereka menjadi homo oeconomicus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi hidup setiap manusia hanya dinilai dari kemampuannya dalam bertransaksi ekonomi, lebih sempit lagi dilihat dari kemampuannya melakukan kegiatan produksi dan konsumsi. Sehingga yang menjadi satu-satunya dasar manusia untuk bertindak, melakukan hubungan sosial, ataupun politis ialah dari kemampuannya melakukan transaksi ekonomi. Kapitalisme yang melandasi struktur kebudayaan manusia bertujuan untuk mengkomodifikasikan relasi manusia dan mempereratnya dalam ketergantungan pada komoditas pasar. Didasarkan pada model teoretis ekonomi, kapitalisme bertransformasi menjadi sebuah fenomena budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya dari kapitalisme ialah budaya merek, pencitraan produk dan manipulasi tingkat kesadaran manusia yang dikendalikan oleh kebutuhan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diseragamkan dalam pemikiran, mengisi pikiran manusia dengan menjejalinya pertanyaan; apa lagi yang kita beli hari ini ? Ketika neoliberalisme menguasai struktur kehidupan maka setiap manusia baik sadar maupun tidak akan didorong untuk bekerja, bekerja dan terus bekerja agar ia menghasilkan uang untuk selanjutnya melakukan aktivitas konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat seseorang mendapatkan uang dari keringatnya untuk bekerja, maka dengan ilusi dan imaji dari berbagai macam komoditas akan ditawarkan ke hadapannya seakan-akan keputusan membeli seperti memilih hidup dan mati. Selain itu yang terjadi di daerah pedalaman ialah hancurnya kearifan lokal dan budaya tradisional akibat gencarnya budaya kapitalisme yang masuk dengan iming-iming modernisasi dan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat tradisional di pedalaman terganggu pola hidupnya karena lingkungannya semakin terdesak dan memaksa mereka beradaptasi keras untuk menjadi orang modern. Atau seperti yang dialami oleh masyarakat tradisional di banyak tempat di Indonesia yang harus terusik kehidupannya karena eksplorasi hutan dan pertambangan di tempat mereka tinggal. Di hadapan kepentingan pasar tidak ada istilah hukum adat. Tidak ada kesakralan hutan, sungai, atau pun danau, yang ada hanyalah alam sebagai penghasil pundi-pundi uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“When all forms of communication become commodities, then culture, the stuff of communications, inevitably becomes a commodity as well. And that is what happening. Culture-the shared experiences that give meaning to human life- is being pulled inexorably into the media marketplace, where it is being revamped along commercial lines.”&lt;/span&gt; —Jeremy Rifkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Politik Dalam pemikiran neoliberalisme, politik adalah keputusan-keputusan yang menawarkan nilai-nilai, sedangkan secara bersamaan neoliberalisme menganggap hanya satu cara rasional untuk mengukur nilai, yaitu pasar. Semua pemikiran di luar kepentingan pasar dianggap salah. Kapitalis neoliberal menganggap wilayah politik adalah tempat pasar berkuasa, ditambah dengan konsep globalisasi dan perdagangan bebas sebagai cara untuk memperluas pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan negara yang dinamakan good governance, yakni pemerintah dilarang untuk ikut campur urusan ekonomi dan harus menyerahkannya pada mekanisme hukum pasar. Posisi pemerintah dalam neoliberalisme hanyalah sebagai wasit yang mengawasi jalannya persaingan dagang dan menegakkan pasar bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pemerintah hanya menciptakan lingkungan di mana modal dapat bergerak bebas dengan baik. Dalam titik ini pemerintah menjalankan kebijakan memotong pengeluaran, memotong biaya-biaya publik seperti subsidi, sehingga pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat harus dikurangi. Seperti yang terjadi sekarang, harga-harga mengalami kenaikkan tanpa diiringi kenaikkan taraf kesejahteraan. Di saat krisis akibat neoliberalisme, rakyat kecil tidak mempunyai tempat berlindung dari keganasan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam neoliberalisme negara tidak lebih seperti boneka pengawas yang diatur oleh institusi-institusi keuangan internasional semacam IMF dan Bank Dunia. Ketika terjadi kekacauan yang menimpa suatu perusahaan multinasional, maka IMF dan Bank Dunia segera menjewer pemerintah di negara tersebut. Kelanjutannya pemerintah akan melakukan “pembersihan” agar situasi kembali kondusif. Contohnya seperti yang terjadi di Papua ketika kaum adat yang marah karena tanahnya tercemar limbah Freeport melakukan aksi spontan untuk menghalangi aktivitas pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian, Pemerintah Indonesia melalui tangan militer melakukan tindakan represif terhadap kaum adat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis !!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-8202500794969638489?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/8202500794969638489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=8202500794969638489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8202500794969638489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/8202500794969638489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/apa-itu-neoliberalisme.html' title='Apa itu Neoliberalisme ?'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-899860986304727216</id><published>2008-03-25T06:52:00.008+07:00</published><updated>2008-11-06T18:30:47.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Aku Adalah Eksistensi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Akulah yang bernama amarah&lt;br /&gt;Yang kau teriakkan dengan berani&lt;br /&gt;Meledak, merobek keheningan&lt;br /&gt;Menjelma menjadi revolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah yang bernama dosa&lt;br /&gt;Yang mengalir dalam urat nadimu&lt;br /&gt;Lebur tak bersisa menjadi gairah&lt;br /&gt;Dan mengotori kesucian darahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah yang bernama cinta&lt;br /&gt;Yang kau rasakan dalam getaran&lt;br /&gt;Tersembunyi, namun ada&lt;br /&gt;Bersetubuh bersama relung hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah yang bernama Tuhan&lt;br /&gt;Yang kau impikan dalam detik tidurmu&lt;br /&gt;Setia mengisi hari dan kekosongan&lt;br /&gt;Tunggal berdiri dalam dimensi waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah dirimu&lt;br /&gt;Yang membisikkan untaian kalam doa&lt;br /&gt;Hadir disetiap hembusan nafas&lt;br /&gt;Tak berwujud namun begitu nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah eksistensi...&lt;br /&gt;Aku, kau dan hanya kita yang tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 21 Maret '08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-899860986304727216?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/899860986304727216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=899860986304727216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/899860986304727216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/899860986304727216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/aku-adalah-eksistensi.html' title='Aku Adalah Eksistensi'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3669494520863531796</id><published>2008-03-16T07:33:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T18:20:19.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Tidak Ada Surga Untuk Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Asap tebal mulai menjangkau langit&lt;br /&gt;Seperti teriakan revolusi yang memanaskan angkasa&lt;br /&gt;Di tiap jalanan dan sudut kota&lt;br /&gt;Di tiap negara dimana keadilan menjadi dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang muak dan lelah&lt;br /&gt;Dengan semua yang dibicarakan oleh media&lt;br /&gt;Jenuh dan bosan pada kebohongan&lt;br /&gt;Seakan mereka ingin berteriak dan berkata :&lt;br /&gt;Kami ingin kebenaran !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji masa depan yang sempurna&lt;br /&gt;Tanpa ada lagi upeti bagi sang raja&lt;br /&gt;Semua omong kosong hanyalah tipu daya&lt;br /&gt;Memecah amarah dan kebencian pada otak kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik kau dengarkan aku sekarang juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sudah tidak ada lagi yang namanya surga&lt;br /&gt;Lupakan semua angan yang ada&lt;br /&gt;Kita harus merebut dunia ini sekarang juga&lt;br /&gt;Kita harus mengambil alih sekarang juga&lt;br /&gt;Karena dunia kita bukan milik mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 23 Nov '06)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3669494520863531796?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3669494520863531796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3669494520863531796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3669494520863531796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3669494520863531796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/tidak-ada-surga-untuk-kita.html' title='Tidak Ada Surga Untuk Kita'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6543277161325237205</id><published>2008-03-16T07:32:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:20:30.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Takdir Untuk Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mati satu tumbuh seribu&lt;br /&gt;Hari ini satu penguasa mati&lt;br /&gt;Besok muncul yang lain lagi&lt;br /&gt;Hari ini satu keparat mati&lt;br /&gt;Besok muncul yang lebih keparat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan tak ada habisnya&lt;br /&gt;Semuanya terjadi silih berganti&lt;br /&gt;Selalu datang dan pergi tiada henti&lt;br /&gt;Apakah harus seperti ini...&lt;br /&gt;Apakah harus seperti ini takdir yang kita jalani ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja...&lt;br /&gt;Dunia ini seakan tidak mau berkompromi&lt;br /&gt;Apalagi manusianya sudah dibutakan&lt;br /&gt;Oleh Tuhan baru yang namanya 'materi'&lt;br /&gt;Manipulasi berlangsung tanpa henti&lt;br /&gt;Horor manusia muncul tiap hari di TV&lt;br /&gt;Bagaikan film yang tidak ada ending-nya&lt;br /&gt;Tidak ada lagi yang namanya halal &amp;amp; haram&lt;br /&gt;Hukum &amp;amp; aturan pun sudah tak mampu lagi berkata&lt;br /&gt;Sang pemberi keadilan pun diam&lt;br /&gt;Sudah tak mampu lagi menunjukkan kehebatannya&lt;br /&gt;Palu yang ditentengnya tiap hari&lt;br /&gt;Seakan-akan hanyalah sebuah mainan&lt;br /&gt;Yang telah kehilangan daya tariknya&lt;br /&gt;Dan hanya demi sebuah ambisi duniawi&lt;br /&gt;Benar &amp;amp; salah tak berlaku lagi&lt;br /&gt;Apapun pasti dilakoni asal semua terpenuhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah kalau sudah begini...&lt;br /&gt;Cita-cita kehidupan sosial madani&lt;br /&gt;Sepertinya hanyalah sebuah mimpi&lt;br /&gt;Pasti semuanya akan terus seperti ini&lt;br /&gt;Mungkin takdir ini tak dapat berubah lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apapun yang terjadi...&lt;br /&gt;Kau masih tetap punya pilihan&lt;br /&gt;Kau masih tetap bisa memutuskan&lt;br /&gt;Ataupun kalau kau sudah tidak mampu untuk bertahan&lt;br /&gt;Dan kau memilih untuk tunduk dan tidak melawan&lt;br /&gt;Maka...&lt;br /&gt;Menari dan bernyanyilah untuk kematian&lt;br /&gt;Karena di kehidupan nanti&lt;br /&gt;Kita semua sama, kita semua setara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 3 Nov '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6543277161325237205?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6543277161325237205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6543277161325237205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6543277161325237205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6543277161325237205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/takdir-untuk-kita.html' title='Takdir Untuk Kita'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6994806872756063066</id><published>2008-03-16T07:31:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:20:39.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Sudah Saatnya... Revolusi !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Katanya engkau generasi muda&lt;br /&gt;Pembawa pelita harapan umat manusia&lt;br /&gt;Bagai intan permata di ujung sangkakala&lt;br /&gt;Secercah cahaya bagi kelamnya dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi engkau tidak bisa berkata apa-apa&lt;br /&gt;Karena realita punya bukti yang ada&lt;br /&gt;Nyatanya semua hanyalah utopia&lt;br /&gt;Tanpa ada perubahan yang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kau telah lupa diri&lt;br /&gt;Akan kodratmu yang telah menanti&lt;br /&gt;Sebuah perubahan yang berarti&lt;br /&gt;Untukmu, untuk kita dan dunia ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbawa arus nikmatnya masa muda&lt;br /&gt;Hedonisme kau puja layaknya sang dewa&lt;br /&gt;Kau pun terus menutup mata&lt;br /&gt;Tak sadar akan kondisi dunia&lt;br /&gt;Seakan kau adalah hamba neraka&lt;br /&gt;Yang tidak paham akan jeritan rakyat jelata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jiwamu itu telah mati&lt;br /&gt;Terhempas oleh ambisi duniawi&lt;br /&gt;Apakah nuranimu itu telah terbeli&lt;br /&gt;Diganti oleh nikmatnya materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hanya sampai disana...&lt;br /&gt;Hanya itukah nyali yang kau punya&lt;br /&gt;Untuk apa labelmu sebagai mahasiswa&lt;br /&gt;Kalau kau nodai semangat jiwa muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMPAI KAPAN ENGKAU TERUS SEPERTI INI !?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kau tidak malu pada bumi ini !?&lt;br /&gt;Yang selama ini telah banyak memberi&lt;br /&gt;Nikmat sesungguhnya alam raya ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKALI LAGI...&lt;br /&gt;APA KAU TIDAK MALU PADA BUMI INI !?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah waktunya kau mengerti&lt;br /&gt;Sudah saatnya kau menyadari&lt;br /&gt;Kalau detik ini, hari ini dan saat ini&lt;br /&gt;Revolusilah dirimu sendiri !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 28 Des '06)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6994806872756063066?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6994806872756063066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6994806872756063066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6994806872756063066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6994806872756063066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/sudah-saatnya-revolusi.html' title='Sudah Saatnya... Revolusi !'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-261805828669816759</id><published>2008-03-16T07:29:00.007+07:00</published><updated>2008-11-06T18:20:46.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Sajak Perlawanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mulutku boleh kau bungkam…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu teriak dan bicara apa adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidahku boleh kau sayat…&lt;br /&gt;Hingga ku ta mampu berkata sesuai kata hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telingaku boleh kau potong…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu mendengar tangis negeri ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku boleh kau congkel…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu melihat realita yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku boleh kau belenggu…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu mengepalkan kebebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakiku boleh kau pasung…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu bergerak untuk turun ke jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leherku boleh kau penggal…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu menggeleng &amp;amp; berkata ‘tidak’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakku boleh kau remukkan…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu berpikir apa yang salah &amp;amp; benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalaku boleh kau hancurkan…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu menakuti detik-detik dalam hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku pun boleh kau hentikan…&lt;br /&gt;Hingga ku tak mampu lagi untuk mengusik tidurmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Nuraniku tidak akan bisa kau beli&lt;br /&gt;Gejolak hatiku juga tidak akan bisa kau padamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk hari ini dan seterusnya…&lt;br /&gt;Revolusiku tidak akan pernah berhenti !&lt;br /&gt;Revolusiku tidak akan pernah mati !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 16 Juli ’07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-261805828669816759?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/261805828669816759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=261805828669816759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/261805828669816759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/261805828669816759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/sajak-perlawanan.html' title='Sajak Perlawanan'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1114088917412643655</id><published>2008-03-16T07:28:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:20:55.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Pengorbanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Persamaan hak dan keadilan&lt;br /&gt;Sebuah mimpi yang harus kita buat menjadi nyata&lt;br /&gt;Tanpa ada despotis para penguasa&lt;br /&gt;Bebas dari kebodohan para rasis dan fasis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang membunuh demi ketamakan dan keuntungan?&lt;br /&gt;Berapa banyak lagi kehidupan yang mati?&lt;br /&gt;Siapa lagi yang akan disingkirkan oleh sistem hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama aliran darah mereka&lt;br /&gt;Jika kamu melihat kebenaran&lt;br /&gt;Yang akan kamu temukan adalah kepalsuan&lt;br /&gt;Sampul atas kebusukan retorika yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pengorbanan para pemberontak&lt;br /&gt;Yang telah dicuri hidupnya&lt;br /&gt;Jawaban atas nama kekuasaan&lt;br /&gt;Yang dinyatakan oleh peluru dan senjata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membutakan mata kita&lt;br /&gt;Dengan politik dan kebohongan mereka&lt;br /&gt;Mereka menghentikan tangisan&lt;br /&gt;Dengan pembunuhan dan pembantaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan dan manipulasi&lt;br /&gt;Layaknya otoritas Hitler dan Nazi-nya&lt;br /&gt;Akan datang sebuah rencana final&lt;br /&gt;Dimana pemberontak lain akan mati&lt;br /&gt;Demi eksistensi mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 3 Feb '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1114088917412643655?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1114088917412643655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1114088917412643655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1114088917412643655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1114088917412643655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/pengorbanan.html' title='Pengorbanan'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7793326420815574605</id><published>2008-03-16T07:27:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:21:57.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Pembantaian Oleh Bank Dunia</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;"Puluhan negara terjerumus kedalam kemiskinan, ribuan hektar hutan terbakar sia-sia, 10 juta orang dipaksa meninggalkan tempat tinggalnya, dan ini semua akibat ulah mereka"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Rekonstruksi ekonomi oleh Bank Dunia &amp;amp; IMF&lt;br /&gt;Sistem pembunuhan berencana oleh antek penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan image penolong yang mereka tunjukkan&lt;br /&gt;Berlindung dibalik topeng untuk menutupi kejahatan mereka&lt;br /&gt;Sebuah instrumen korporasi untuk menolak hukum aturan domestik&lt;br /&gt;Berperan sebagai senjata Amerika untuk melancarkan politik busuk mereka&lt;br /&gt;Pemicu rencana Amerika untuk memeras uang dengan manipulasi ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah anjing penjaga kepalsuan penguasa&lt;br /&gt;Diktator yang beraksi atas nama kesengsaraan&lt;br /&gt;Tirani yang berdiri dibalik kebijakan yang mereka rancang&lt;br /&gt;Penghancur tatanan ekosistem dunia&lt;br /&gt;Pelayan negara kaya untuk mengeruk keuntungan&lt;br /&gt;Malaikat maut bagi negara miskin menuju ambang kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 23 Feb' 08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7793326420815574605?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7793326420815574605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7793326420815574605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7793326420815574605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7793326420815574605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/pembantaian-oleh-bank-dunia.html' title='Pembantaian Oleh Bank Dunia'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-2970699565558067478</id><published>2008-03-16T07:25:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:23:36.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Patriotik Rasis &amp; Fasis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Benderamu...&lt;br /&gt;Bendera perang&lt;br /&gt;Merah, putih, biru dan lainnya&lt;br /&gt;Warna dari sebuah sejarah&lt;br /&gt;Sebuah simbol yang membatasi dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama panji-panji patriotisme&lt;br /&gt;Untuk para rasis &amp;amp; fasis penindas sesama&lt;br /&gt;Menjadi sebuah propaganda nista&lt;br /&gt;Membuatmu saling bertarung satu sama lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka matamu dan lihat sekelilingmu&lt;br /&gt;Kepada rasisme, fasisme dan kepada kebencian&lt;br /&gt;Buka pikiranmu dan mengertilah&lt;br /&gt;Tekanan oleh penguasa di dalam pikiranmu&lt;br /&gt;Tertanam kekerasan dan kebencian&lt;br /&gt;Dan tekanan kepada minoritas&lt;br /&gt;Untuk negaramu yang fasis itu&lt;br /&gt;Semua kekosongan yang kamu yakini&lt;br /&gt;Tidak akan pernah membuatmu merasa bebas &amp;amp; damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya…&lt;br /&gt;Buka matamu dan lihat sekelilingmu&lt;br /&gt;Taruh semua rasis dan fasis di sasaranmu&lt;br /&gt;Begerak, bersatu &amp;amp; bersama&lt;br /&gt;Hancurkan mereka sekarang juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 10 Nov '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-2970699565558067478?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/2970699565558067478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=2970699565558067478' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2970699565558067478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2970699565558067478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/patriotik-rasis-fasis.html' title='Patriotik Rasis &amp; Fasis'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-3769038335869747920</id><published>2008-03-16T07:24:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:24:27.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Nasionalisme Buta, Patriotisme Yang Sia-Sia</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&amp;nbsp;"Sajak pendek buat prajurit-prajurit pembela negara fasis yang telah dirampas kebebasan dan kehidupannya akibat pembodohan oleh penguasa"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Jiwa dan raga&lt;br /&gt;Kau persembahkan untuk negara&lt;br /&gt;Harta dan nyawa&lt;br /&gt;Kau persembahkan untuk negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama nasionalisme&lt;br /&gt;Ditambah doktrin patriotisme&lt;br /&gt;Kau turun ke medan laga&lt;br /&gt;Dan dengan bangga kau angkat senjata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati di pertempuran&lt;br /&gt;Kau anggap itu pengorbanan&lt;br /&gt;Peluru menancap di dada&lt;br /&gt;Kau anggap itu sudah biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa peduli mereka ?!&lt;br /&gt;Apa yang bisa diberikan oleh mereka ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau mulai tua&lt;br /&gt;Maka saat itu juga&lt;br /&gt;Kau akan sadar bahwa&lt;br /&gt;Kau berkorban terlalu banyak buat mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau telah dibodohi oleh Sang Penguasa&lt;br /&gt;Sampai-sampai nyawa pun&lt;br /&gt;Kau berikan untuk mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 10 Okt '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-3769038335869747920?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/3769038335869747920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=3769038335869747920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3769038335869747920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/3769038335869747920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/nasionalisme-buta-patriotisme-yang-sia.html' title='Nasionalisme Buta, Patriotisme Yang Sia-Sia'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7327702071583123359</id><published>2008-03-16T07:23:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T19:30:13.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Mimpi Buruk Dunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ketika kita lupa pada takdir akan kehidupan yang harus kita jalani&lt;br /&gt;Ketika kita tak peduli lagi pada senja pertama yang kita cintai&lt;br /&gt;Ketika kita terbuai dan terlena oleh kemajuan dunia&lt;br /&gt;Ketika itu juga kita tak tahu lagi kebahagiaan selain apa yang dijajakan oleh TV&lt;br /&gt;Dan sudah saatnya kita harus segera menyadari&lt;br /&gt;Bahwa dunia perlahan namun pasti berada dalam genggaman ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan dianggap sebagai hal yang lumrah atas imbas kesenjangan sosial&lt;br /&gt;Pendidikan kian menjadi keseharian yang tidak mendidik&lt;br /&gt;Kehidupan semakin tak terhidupi selain demi akumulasi kapital dan kekuasaan&lt;br /&gt;Mimpi buruk telah bertransformasi menjadi keseharian yang semakin nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dihadapkan kepada realita yang sungguh tak manusiawi&lt;br /&gt;Dimana keadilan seakan hanyalah sebuah mimpi&lt;br /&gt;Dimana tingkat kekerasan menjadi semakin merajalela&lt;br /&gt;Dimana biaya hidup semakin melambung tinggi&lt;br /&gt;Dimana kelaparan dan kemiskinan selalu membayangi&lt;br /&gt;Dan itulah gambaran nyata keadaan yang harus kita jalani sehari-hari&lt;br /&gt;Bukankah sungguh ironis dengan kekayaan para pejabat&lt;br /&gt;Yang sejatinya mereka adalah para pelayan rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju produksi dan konsumsi yang sedemikian cepat&lt;br /&gt;Membuat kita semakin terseok-seok demi menggapai kepuasan hasrat&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang hidup telah semakin tereduksi&lt;br /&gt;Menjadi benih reproduksi kelelahan dan ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah kita membiarkan mimpi buruk ini terus berlangsung ?&lt;br /&gt;Sekarang juga, kita akan berjanji :&lt;br /&gt;Untuk tak lagi lupa membersihkan darah pada luka yang tak kunjung mengering ini&lt;br /&gt;Untuk sesuatu yang hidup, yang kita namakan kesejahteraan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 10 Des '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7327702071583123359?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7327702071583123359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7327702071583123359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7327702071583123359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7327702071583123359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/mimpi-buruk-dunia.html' title='Mimpi Buruk Dunia'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-9088626766625034775</id><published>2008-03-16T07:22:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:24:49.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Media Mereka Bukan Untuk Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dengan uang, jabatan dan kekuasan&lt;br /&gt;Penguasa, politikus dan antek-anteknya&lt;br /&gt;Mereka membeli dan mengontrol media&lt;br /&gt;Untuk menutupi omong kosong mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran selalu menjadi korban pertama&lt;br /&gt;Yang hitam diputihkan&lt;br /&gt;Dan yang putih diburamkan&lt;br /&gt;Inilah demokrasi kontrol media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang, jabatan dan kekuasan&lt;br /&gt;Mereka mengirimkan pesan di TV&lt;br /&gt;Dan media kehilangan independensi&lt;br /&gt;Karena demokrasi mereka telah terbeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 17 Mei ’07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-9088626766625034775?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/9088626766625034775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=9088626766625034775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/9088626766625034775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/9088626766625034775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/media-mereka-bukan-untuk-kita.html' title='Media Mereka Bukan Untuk Kita'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7840379762870841967</id><published>2008-03-16T07:20:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:25:24.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Larangan !</title><content type='html'>Jangan bersimpati kepada suatu hal&lt;br /&gt;Yang tidak pantas untuk kau beri simpati&lt;br /&gt;Jangan menuruti suatu hal&lt;br /&gt;Yang tidak berguna untuk kau turuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mudah percaya&lt;br /&gt;Kepada "Yang Tidak Bisa Dipercaya'&lt;br /&gt;Jangan mudah menyerah&lt;br /&gt;Kepada 'Yang Tidak Bisa Dikalahkan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;Jangan berikan kebebasan pada mereka&lt;br /&gt;Kalau mereka tidak memberi apa yang kau inginkan...&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;Jangan berikan kebebasan pada mereka&lt;br /&gt;Kalau mereka tidak membalas apa yang kau berikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi jangan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: #674ea7;"&gt;&lt;b&gt;(Malang, 1 Nov '07)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7840379762870841967?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7840379762870841967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7840379762870841967' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7840379762870841967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7840379762870841967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/larangan.html' title='Larangan !'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5506105123816497645</id><published>2008-03-16T07:15:00.003+07:00</published><updated>2008-11-06T18:25:38.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Konspirasi Iblis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Terlahir dari lembah hitam neraka&lt;br /&gt;Pantaskah mereka disebut manusia&lt;br /&gt;Setelah nafas dunia terampas sia-sia&lt;br /&gt;Oleh karatnya nurani tanpa cela&lt;br /&gt;Layaknya reinkarnasi berhala&lt;br /&gt;Yang menjelma menjadi pemegang tahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng naif para penjilat dunia&lt;br /&gt;Penjahat keadilan haus darah&lt;br /&gt;Menyebarkan teror dan ancaman&lt;br /&gt;Demi kesesatan akan sebuah kesenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mereka...&lt;br /&gt;Permainan nista mendekonstruksi manusia&lt;br /&gt;Konspirasi para iblis bermuka dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 5 Des '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-5506105123816497645?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/5506105123816497645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=5506105123816497645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5506105123816497645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5506105123816497645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/konspirasi-iblis.html' title='Konspirasi Iblis'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6644422533042834257</id><published>2008-03-16T07:13:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:25:51.726+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Kita Lawan Dunia !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kenyataan yang semakin menyakitkan&lt;br /&gt;Ancaman teror tiada henti terhadap rakyat&lt;br /&gt;Kepedihan yang kita dapatkan&lt;br /&gt;Kebebasan yang terjerat oleh norma tipu daya&lt;br /&gt;Semua itu akan kita musnahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan menantang &amp;amp; melawan&lt;br /&gt;Menolak untuk tunduk kepada keadaan&lt;br /&gt;Menghancurkan segala kebusukan&lt;br /&gt;Kepada semua keparat yang mengacaukan bumi ini&lt;br /&gt;Kepada siapa saja yang membuang kotoran diatas hidup kita&lt;br /&gt;Kepada mereka yang meracuni otak &amp;amp; pikiran kita&lt;br /&gt;Kepada penguasa yang membodohi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang terhadap realita&lt;br /&gt;Pemberontakan kepada semua penguasa&lt;br /&gt;Pembangkangan terhadap struktur&lt;br /&gt;Penolakan kepada semua budaya pembodohan&lt;br /&gt;Yang memberikan legitimasi kepada pemerintahan yang absolut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi rantai ketakutan yang membayangi&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi penindasan dimuka bumi&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi kompetisi busuk duniawi&lt;br /&gt;Tidak akan ada lagi raja yang membelenggu kebebasan kita&lt;br /&gt;Karena kontrol kekuasaan ada ditangan kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ini akan kita bakar&lt;br /&gt;Darah ini akan kita teteskan&lt;br /&gt;Semua kenikmatan ini akan kita korbankan&lt;br /&gt;Resistensi nyata dari revolusi kita&lt;br /&gt;Kita lawan dunia dengan segala keangkuhannya&lt;br /&gt;Kita lawan negara beserta semua aparat korupnya&lt;br /&gt;Dan semua otoritas kekuasaan ini harus ditumbangkan&lt;br /&gt;Tai kehidupan ini harus dimusnahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka pintu hati nurani kita&lt;br /&gt;Gunakan semua akal pikiran kita&lt;br /&gt;Karena perang ini akan terjadi dalam kehidupan kita&lt;br /&gt;Sampai kita BEBAS &amp;amp; MERDEKA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 26 Des '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6644422533042834257?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6644422533042834257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6644422533042834257' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6644422533042834257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6644422533042834257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/kita-lawan-dunia.html' title='Kita Lawan Dunia !'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-2356802707958140243</id><published>2008-03-16T07:12:00.006+07:00</published><updated>2008-11-06T18:27:28.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Kebebasanku Adalah Raja !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sesungguhnya...&lt;br /&gt;Suara hati tak bisa diredam&lt;br /&gt;Suara jiwa takkan bisa dihentikan&lt;br /&gt;Karena disana tertanam kebebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bisa saja mencabut lidahku&lt;br /&gt;Kau bisa saja bungkam mulutku&lt;br /&gt;Kau bisa saja memotong tangan dan kakiku&lt;br /&gt;Hingga ku hidup tanpa raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi selama otakku masih ada&lt;br /&gt;Nyawaku masih menancap di jiwa&lt;br /&gt;Dan kutahu kau masih tertawa&lt;br /&gt;Walau ku tak mampu lagi untuk bergerak&lt;br /&gt;Maka...&lt;br /&gt;Akan kulawan kau dengan kata-kata !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena...&lt;br /&gt;Untuk saat ini dan selamanya...&lt;br /&gt;Kebebasanku tetap akan menjadi raja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 2 Juni '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-2356802707958140243?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/2356802707958140243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=2356802707958140243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2356802707958140243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2356802707958140243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/kebebasanku-adalah-raja.html' title='Kebebasanku Adalah Raja !'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-44039036038570674</id><published>2008-03-16T07:12:00.005+07:00</published><updated>2008-11-06T18:26:01.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>KITA Adalah Kanibal Bagi Dunia Global</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;KITA impor minyak, KITA akan ekspor darah&lt;br /&gt;KITA akan mengambil minyak mereka&lt;br /&gt;Dengan senjata yang KITA punya&lt;br /&gt;Mereka akan impor modal, akan KITA ekspor kematian&lt;br /&gt;KITA akan lempar bom ke mereka&lt;br /&gt;Sampai tak ada satupun yang tersisa&lt;br /&gt;KITA tidak perlu bukti nyata&lt;br /&gt;Untuk menyegel nasib negara mereka&lt;br /&gt;Hanya janji-janji keuntungan&lt;br /&gt;Sebagai balasan dari sumberdaya yang mereka punya&lt;br /&gt;KITA lepas kekuatan KITA untuk wujudkan mimpi KITA&lt;br /&gt;KITA lah yang mengatur dunia mereka&lt;br /&gt;KITA tidak perlu menjawab apa-apa kepada mereka&lt;br /&gt;KITA pakai 'organisasi bangsa' untuk legitimasi kejahatan KITA&lt;br /&gt;Tapi jika mereka tidak mau berdiri dengan KITA sekarang&lt;br /&gt;KITA akan hancurkan mereka !&lt;br /&gt;KITA adalah negara terkuat yang pernah ada di dunia ini&lt;br /&gt;Ketika KITA memegang tombol kuasa&lt;br /&gt;KITA akan memaksa mereka berlutut di bawah kaki kita&lt;br /&gt;KITA akan membelenggu tangan mereka&lt;br /&gt;Untuk melanjutkan invasi KITA sebagai pelahap terbesar di dunia&lt;br /&gt;Propaganda perang adalah kegemaran KITA&lt;br /&gt;Penindasan adalah mental KITA&lt;br /&gt;KITA berjalan diatas kelemahan mereka&lt;br /&gt;KITA lempar bom atas nama kebebasan&lt;br /&gt;KITA ingin mereka tidak bisa bergerak&lt;br /&gt;Dan membuat mereka tidak bisa melawan KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena KITA adalah KANIBAL bagi DUNIA GLOBAL&lt;br /&gt;Superioritas yang KITA punya&lt;br /&gt;Dan arogansi negara kelas satu dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 15 Nov 07’)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-44039036038570674?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/44039036038570674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=44039036038570674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/44039036038570674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/44039036038570674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/kita-adalah-kanibal-bagi-dunia-global.html' title='KITA Adalah Kanibal Bagi Dunia Global'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-4546644457230452447</id><published>2008-03-16T07:09:00.007+07:00</published><updated>2008-11-06T18:27:44.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Kata Adalah Senjata !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Aku mempunyai akal &amp;amp; pikiran&lt;br /&gt;Yang dapat kupakai untuk berkarya&lt;br /&gt;Aku mempunyai otak &amp;amp; perasaan&lt;br /&gt;Yang dapat kupakai untuk menyuarakan hati nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga mempunyai hak &amp;amp; kebebasan&lt;br /&gt;Untuk menulis, berkata &amp;amp; mengekspresikan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah,,,&lt;br /&gt;Kata Adalah Jati Diri&lt;br /&gt;Kata Adalah Eksistensi&lt;br /&gt;Dan Kata Adalah Senjata !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 20 Des '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-4546644457230452447?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/4546644457230452447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=4546644457230452447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4546644457230452447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4546644457230452447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/kata-adalah-senjata.html' title='Kata Adalah Senjata !'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7762493560982348875</id><published>2008-03-16T07:09:00.006+07:00</published><updated>2008-11-06T18:27:36.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Jeritan Hati Untuk Sang Ibu Pertiwi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sosok tubuh perempuan paras jelita&lt;br /&gt;Hampir lenyap tanpa nyawa&lt;br /&gt;Dia adalah Ibu Pertiwi Putri Bumi&lt;br /&gt;Yang elok alam dan kaya raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhala-berhala bernyawa&lt;br /&gt;Yang tertawa-tawa tersenyum penuh dusta&lt;br /&gt;Dia adalah Manusia penguasa&lt;br /&gt;Yang menyembah nafsu serakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlagak menjadi Tuhan&lt;br /&gt;Bertindak dengan semena-mena&lt;br /&gt;Dan tega menghisap kekayaan elok alam&lt;br /&gt;Serta sesamanya tanpa rasa dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok perempuan paras jelita...&lt;br /&gt;Akankah kita biarkan benar-benar tanpa nyawa&lt;br /&gt;Disiksa, ditindas dan diperkosa...&lt;br /&gt;Oleh berhala bernyawa penyembah nafsu serakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 3 Okt '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7762493560982348875?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7762493560982348875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7762493560982348875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7762493560982348875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7762493560982348875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/jeritan-hati-untuk-sang-ibu-pertiwi.html' title='Jeritan Hati Untuk Sang Ibu Pertiwi'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7197208638810152320</id><published>2008-03-16T07:03:00.008+07:00</published><updated>2008-11-06T18:28:45.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Intro Hari Ini...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kamu pasti menyadari&lt;br /&gt;Bahwa suatu saat nanti&lt;br /&gt;Kamu pasti akan mati&lt;br /&gt;Dan sampai kamu mengetahui&lt;br /&gt;Bahwa ternyata kamu tidak ada gunanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua terjadi...&lt;br /&gt;Setelah kamu kehilangan segalanya&lt;br /&gt;Sesuatu yang dapat membuatmu&lt;br /&gt;Merasa bebas untuk melakukan semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu,&lt;br /&gt;Jangan biarkan&lt;br /&gt;Hidupmu dan kebebasanmu&lt;br /&gt;Terampas dengan sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 17 Sept '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7197208638810152320?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7197208638810152320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7197208638810152320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7197208638810152320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7197208638810152320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/intro-hari-ini.html' title='Intro Hari Ini...'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6886994945431126090</id><published>2008-03-16T07:03:00.007+07:00</published><updated>2008-11-06T18:28:27.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Jangan Lawan Aku !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat Bersenjata Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barisan pelindung negara &amp;amp; abdi masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan yang tak kenal kompromi &amp;amp; rasa takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei kalian...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berani melawan ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya senjata yang diberikan oleh negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ku pakai 'membela diri'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awas kalian...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju selangkah ku semprot gas air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju selangkah lagi moncong senjata ku angkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju selangkah lagi peluru ku muntahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! Aku ini aparat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! Aku punya senjata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! Aku tak pakai peluru hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! Jangan lawan aku!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ mengenang mereka yang tak seharusnya mati tertembus peluru&lt;br /&gt;dari senjata milik negara ”&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 13 Mei '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6886994945431126090?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6886994945431126090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6886994945431126090' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6886994945431126090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6886994945431126090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/jangan-lawan-aku.html' title='Jangan Lawan Aku !'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5742616247314550785</id><published>2008-03-16T06:58:00.011+07:00</published><updated>2008-11-06T19:30:03.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Diam Itu Dosa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dunia kita kaya akan warna, budaya &amp;amp; sumberdaya&lt;br /&gt;Tapi dunia kita juga kaya akan derita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyawa tak ada harganya dibandingkan harta&lt;br /&gt;Nurani tak ada bedanya dengan tidak peduli&lt;br /&gt;Akal pikiran tak ada gunanya daripada kekuasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika kita melihat kenyataan bahwa para birokrat kita ternyata hanya merakyat ketika pemilu tapi berkhianat ketika menjabat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika melihat banyak teman-teman kita tidak mendapatkan pendidikan layak yang katanya diwajibkan oleh negara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika melihat adik-adik kecil kita sudah turun ke jalan dan kehilangan masa mudanya yang bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika melihat saudara-saudara kita hidup dalam ketidakberdayaan kemiskinan, serba kekurangan dan terhimpit banyak kesulitan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika ada beberapa golongan yang menumpuk kemakmuran sementara banyak yang lainnya terperangkap dalam jaring kemelaratan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika alam raya yang sebenarnya kita milki bersama untuk menjamin kesejahteraan banyak orang sudah dikapitalisasi oleh segelintir majikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika melihat lembaga hukum yang kita percaya ternyata telah menipu kita atas nama keadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita diam ketika melihat saudara-saudara kita yang tergusur hanya bisa marah, menangis dan menjerit tanpa bisa melawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita bisa diam melihat semua itu?&lt;br /&gt;Padahal semuanya ada di depan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan mana yang menyuruh kita diam?&lt;br /&gt;Agama mana yang yang memperbolehkan kita diam?&lt;br /&gt;Kitab suci mana yang menganjurkan kita diam?&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan mana yang mengajarkan kita diam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diam itu adalah dosa&lt;br /&gt;Lalu kenapa kita tetap diam saja&lt;br /&gt;Ketika melihat dunia tak lagi bisa tertawa bahagia&lt;br /&gt;&lt;br style="color: #674ea7;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 100%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 100%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Gresik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 100%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;, 21 Feb '08)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-5742616247314550785?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/5742616247314550785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=5742616247314550785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5742616247314550785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5742616247314550785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/diam-itu-dosa.html' title='Diam Itu Dosa'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5536060845080540059</id><published>2008-03-16T06:58:00.009+07:00</published><updated>2008-11-06T18:28:53.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Hukum Rimba</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Inilah sebuah konstruksi masa kini&lt;br /&gt;Potret keadilan yang anomali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok peradaban modern yang didalamnya...&lt;br /&gt;Kejujuran adalah bencana&lt;br /&gt;Keluguan adalah petaka&lt;br /&gt;Dan kebenaran adalah kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin keadilan &amp;amp; kebenaran&lt;br /&gt;Yang kita sebut dengan 'Hukum'&lt;br /&gt;Beserta para aparaturnya&lt;br /&gt;Tak ubahnya sebagai alat penguasa&lt;br /&gt;Bahkan Lawyer telah menjadi seorang Liar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup di alam rimba raya&lt;br /&gt;Dengan hukum yang mereka jalani sendiri&lt;br /&gt;"Siapa yang kuat dia yang menang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 100%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 22 Des ’07)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-5536060845080540059?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/5536060845080540059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=5536060845080540059' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5536060845080540059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/5536060845080540059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/03/hukum-rimba.html' title='Hukum Rimba'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-687744171393035777</id><published>2008-02-27T07:40:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:29:24.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amunisi Kata'/><title type='text'>Cerita Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ayo kita rayakan... Pesta 17an...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hari ini kita meraih kemenangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hari ini kita sudah hidup tenang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Waktunya untuk bersenang-senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tapi...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Apanya yang harus dirayakan ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Apanya yang telah dimenangkan ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kapan kita bisa hidup tenang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Inilah Cerita Indonesia, Tanah Air Kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Indonesia seperti di jaman kolonial&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Klas penindas dibekingi senjata dan modal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Indonesia bagaikan neraka dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Klas tertindas hanyalah manusia tanpa harga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kemerdekaan itu fatamorgana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Layaknya mimpi yang tersebar didunia maya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kemerdekaan hanyalah angan belaka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Di tanah air Indonesia yang kaya raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kemerdekaan seperti roman picisan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Penguasa istana maunya dipanggil Tuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kemerdekaan itu catatan sejarah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dimana jutaan rakyat mati bersimbah darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;NKRI HARGA MATI !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;SEBUAH SEMBOYAN TAI !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;MERDEKA ATAU MATI !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;SEBUAH SEMBOYAN BASI !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ribuan rakyatnya mati sia-sia dibantai penguasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Siapa itu yang ngaku-ngaku bangsa Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ribuan rakyatnya dikorbankan oleh penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tragedi Mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Marsinah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Widji Thukul&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Munir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan nyawa lainnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hilang lenyap tak ada jejaknya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Hasil sabotase para penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Apa enaknya dijajah bangsa sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Mengulang riwayat sejarah bangsa kuli&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Rakyat sendiri ngemis demi sesuap nasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Yang diatas sana seakan tak peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;NEGARA MERDEKA, TAPI RAKYAT SENGSARA !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;NEGARA MERDEKA, TAPI RAKYAT MERANA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Terus mau apa...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Memang beginilah adanya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Oh MERDEKA...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ternyata hanyalah sebuah cita-cita...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Cerita utopia negara Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-size: 100%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 17 Agt '07)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-687744171393035777?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/687744171393035777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=687744171393035777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/687744171393035777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/687744171393035777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/cerita-indonesia.html' title='Cerita Indonesia'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1203760809963945626</id><published>2008-02-27T07:34:00.006+07:00</published><updated>2008-12-10T02:29:03.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Mengapa Saya (sebaiknya) Tidak Makan di McDonald's</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SIZ4xny8q8I/AAAAAAAAAEo/kXFEkh_C4mA/s1600-h/Ronald+McD+Keparat+%21.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225997211501636546" src="http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SIZ4xny8q8I/AAAAAAAAAEo/kXFEkh_C4mA/s320/Ronald+McD+Keparat+%21.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Waktu menulis ini, saya langsung kepikiran dan teringat masa-masa dulu, dimana saat saya masih sekolah dulu, saya dan teman-teman sering kali menghabiskan waktu di tempat nongkrong paling nyaman, paling asik, paling gaul dan paling bergengsi se-dunia... &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;McDONALD'S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;. Siapa sih yang gak kenal 'nama' ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kebetulan waktu itu di kota saya, restoran fast food paling ngetop sedunia ini terbilang masih baru dibuka, jadi pasti banyak remaja kayak saya yang menghabiskan waktu disana. Tempat ini benar-benar mengasyikkan sampai kita begitu betah menghabiskan waktu yang tak terasa lewat begitu saja, kita bisa makan-makanan enak sambil dengerin musik, lihat anak-anak kecil bermain, lihat cewek-cewek, pokoknya asik plus nyaman banget lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tapi sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; jika kita duduk didalamnya, terutama di dekat jendela kacanya, kita bisa melihat keluar menatap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'manisnya'&lt;/span&gt; realita kehidupan sebenarnya: anak-anak jalanan yang menggantungkan hidupnya di perempatan, ibu-ibu tua pengemis yang duduk sambil menggendong bayi mereka mengharap belas kasihan dari pengunjung-pengunjung McDonalds, abang-abang pengayuh becak yang sepanjang hari sabar menunggu penumpang dan pedagang kaki lima yang berjejer-jejer di pinggir jalan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sampai suatu ketika saya pernah membaca tulisan tentang McDonald's ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Oke, saya ceritakan apa yang pernah dikatakan salah seorang eks-pekerja McD tentang bagaimana McD mendapatkan ayam-ayamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dia mengatakan kondisi peternakan McD sangat buruk, bahkan itu lebih mirip tempat penyiksaan ketimbang tempat peternakan. Ayam-ayam diletakkan di kandang yang sama sekali tidak layak dis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;ebut kandang. Sempit dan tak punya akses cahaya matahari. Tempat yang seperti itu menyebabkan ayam-ayam tersebut tidak dapat bergerak, bahkan untuk sekedar berdiri. Banyak di antara ayam-ayam tersebut yang patah tulang atau terluka, bahkan tidak sedikit juga yang mati. Sudah sejak kecil ayam-ayam itu disuntik obat anti-biotik dan obat-obatan yang akan membuat mereka cepat tumbuh besar. 44% ayam-ayam tersebut mengalami gangguan kesehatan akibat obat-obatan tersebut dan pengaruh kandangnya. Ayam-ayam yang mengalami hal ini akan dipisahkan dari ayam-ayam lainnya untuk dibantai secara kejam dengan gas beracun. Ayam-ayam yang terpilih, yang tidak cacat dan telah berumur 6-7 minggu kemudian dikirim ke tempat penjagalan. Sebaiknya jangan pernah membayangkan ayam-ayam tersebut dibunuh dengan baik-baik. Di tempat jagal, ayam-ayam itu digantung terbalik dengan kaki di atas dan kepala di bawah. Kemudian ayam-ayam tersebut dicelupkan ke dalam air yang dialiri listrik. Banyak di antara ayam-ayam tersebut yang tidak mati namun begitu menderita akibat sengatan listrik. Barulah setelah itu ayam-ayam tersebut dipotong. Tapi itu bukan pemotongan yang sempurna, melainkan sembarang saja. Satu persen dari ayam-ayam t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;ersebut masih tetap hidup setelah dipotong untuk kemudian dimasukkan ke dalam tangki daging. Ayam-ayam yang masih hidup tersebut memang akan mati, tapi itu adalah kematian yang perlahan dan sungguh menyiksa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Benar-benar horor yang menakutkan bukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dalam proses produksi itu, McD benar-benar telah melakukan eksploitasi tanpa batas terhadap Sumber Daya Alam yang kita miliki. Mungkin sebagian orang beranggapan... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Terus emangnya kenapa, itu kan cuma ayam !?"&lt;/span&gt; Memang itu cuma ayam, cuma seekor hewan yang biasa dijadikan sumber makanan bagi manusia, tapi apakah ayam tidak memiliki rasa sakit seperti manusia? Apakah ayam tidak merasa tersiksa karena ekspolitasi yang diperlakukan kepada mereka? Apakah mereka tidak berhak untuk hidup bebas dan berkeliaran? Ayam-ayam itu telah menderita untuk kita, dan apakah McD peduli dengan hal ini? Tentu saja tidak, korporasi mempunyai sifat dasar untuk tidak peduli kepada apapun kecuali kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROFIT/KEUNTUNGAN&lt;/span&gt; ! Jadi, ayam-ayam itu telah menderita demi keuntungan yang direguk ol&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;eh korporat internasional!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Oh jadi seperti itu ya... Ronald McDonalds, badut McD yang kelihatan lucu, ramah dan selalu tersenyum itu ternyata tidak selucu dan tidak seramah yang saya sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sampai sini, saya memutuskan untuk tidak lagi melangkahkan kaki ke McD !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Sebuah pilihan dasar yang kamu semua juga punya, seperti kata Arundhati Roy, penulis dan aktivis India: untuk merubuhkan sistem kapitalisme global dan korporat-korporatnya yang merugikan, kamu hanya perlu menggunakan hak pilih kamu yang paling dasar, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMILIH UNTUK TIDAK MEMBELI LAGI PRODUK-PRODUK KORPORASI INTERNASIONAL !&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Saya juga pernah membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pada tanggal 31 Maret 1998, digelar pengadilan untuk kasus tuntutan NUS &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(National United Student – organisasi pelajar di Inggris)&lt;/span&gt; kepada McD. Tuntutan NUS yaitu, McDonald's adalah praktek a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;nti-perserikatan pekerja, pengeksploitasian pekerja yang berhubungan dengan pengrusakan lingkungan, kekejaman pada hewan dan promosi produksi-produksi makanan yang tidak sehat. Dan di akhir persidangan, majelis hakim memenangkan tuntutan NUS dan menyatakan bahwa McD bersalah dengan fakta-fakta berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;(1) McD mengeksploitasi anak-anak dalam iklan-iklannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;(2) McD bersalah atas kekejamannya terhadap hewan-hewan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;(3) Perusahaan tersebut anti-perserikatan pekerja dan membayar pekerjanya di bawah standar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;(4) McD bersa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;lah atas penghancuran hutan hujan di negara-negara dunia ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;(5) Penyia-nyiaan, polusi, dan sampah dari sisa-sisa produk McD yang tidak bisa didaur ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(rilisan London Greenpeace, 14 April 1998) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Akhirnya sampai sini, saya lebih yakin untuk memutuskan tidak lagi melangkahkan kaki ke McD !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Makan nasi pecel masih enak koq, ya gak...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan siapakah yang tahu bagaimana McD memperlakukan sisa lebih stok makanan mereka setiap harinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;McD memasukkan burger-burger, daging-daging, nasi dan stok makanan lainnya ke dalam karung dan kemudian menyiramnya dengan air agar makanan-makanan tersebut tidak berbentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;lagi hingga ta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;k dapat dimakan dan kemudian baru dibuang ke tempat sampah! Wah gila benerrr...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Sementara, kita tahu ini, semua orang tahu ini dan Tuhan juga tahu ini: di luar jendela kaca McD, di jalanan-jalanan, dimana anak-anak, gelandangan, pengemis dan jutaan rakyat miskin melilit menahan lapar perutnya setiap hari !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Tapi McD lebih memilih untuk memusnahkan kelebihan stok makanannya daripada membagi-bagikan stok lebih makanannya itu kepada mereka !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-8-YfzR6KI/AAAAAAAAADI/QL-QFBotUy8/s1600-h/anti-mcdonalds.jpe" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183430286701095074" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/R-8-YfzR6KI/AAAAAAAAADI/QL-QFBotUy8/s200/anti-mcdonalds.jpe" style="cursor: pointer; float: left; height: 134px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 165px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan inilah mitos yang perlu dikembangkan terhadap McD:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penyebab Kanker (McCancer)&lt;/span&gt; : merusak kesehatan karena setiap yang dijual di McD adalah hasil dari bahan pengawet dan bukan makanan segar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pembunuh (McMurder)&lt;/span&gt; : pembantai hewan-hewan hanya untuk menambah keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perusak (McDestructor)&lt;/span&gt; : menghabiskan hutan-hutan di negara-negara dunia ketiga untuk kepentingan peternakannya demi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(lagi-lagi)&lt;/span&gt; menambah keuntungannya tanpa  mempedulikan hak rakyat dan hak adat pada tanah untuk melanjutkan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penyia-nyiaan Bahan (McWaste)&lt;/span&gt; : membuat produk yang tidak bisa di daur ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rakus (McGreedy)&lt;/span&gt; : mengeksploitasi tenaga kerjanya dengan waktu yang represif dan upah yang rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEMUANYA ITU DEMI MENAMBAH KEUNTUNGAN ! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Jadi... Ini semua berarti bahwa kunjungan kita ke McD adalah pernyataan dukungan terhadap sistem yang telah merusak dan menghancurkan planet bumi ini, yang telah menghancurkan kehidupan para petani dan kaum adat di dunia ketiga, yang telah memperbudak manusia lewat jam kerja yang panjang, tidak masuk akal dengan upah yang minimum, yang telah membuat nilai rupiah jatuh sedemikian rupa di hadapan dollar dan menyebabkan lumpuhnya perekonomian negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan untuk terakhir kalinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kita bisa memilih seperti apa yang dianjurkan Arundhati Roy, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMILIH UNTUK TIDAK LAGI MEMBELI PRODUK-PRODUK KORPORASI YANG KEJAM !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dan tentu saja, di era globalisasi dan konsumerisme seperti saat ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(yang bahkan hanya untuk berlebaran, natal, imlek, dan ritual-ritual keagamaan lainnya, kita merasa harus berbelanja!)&lt;/span&gt;, McD bukanlah satu-satunya produk korporasi yang harus kita tolak !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CARI, BUAT DAFTAR, dan STOP MEMBELINYA !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1203760809963945626?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1203760809963945626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1203760809963945626' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1203760809963945626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1203760809963945626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/mengapa-saya-sebaiknya-tidak-makan-di.html' title='Mengapa Saya (sebaiknya) Tidak Makan di McDonald&apos;s'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SIZ4xny8q8I/AAAAAAAAAEo/kXFEkh_C4mA/s72-c/Ronald+McD+Keparat+%21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-7065867193734592685</id><published>2008-02-27T07:32:00.006+07:00</published><updated>2008-11-06T19:04:46.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Jadi, Apa Yang Sedang Kita Lakukan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"You know, happiness is in the doing, right, not in the... getting what you want"&lt;br /&gt;(Jesse Wallace, tokoh film Before Sunset)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Seandainya kita tahu apa yang kita lakukan. Bukankah banyak di antara kita yang tak benar-benar tahu apa yang sesungguhnya tengah kita lakukan? Kita berbuat begini berbuat begitu sering tanpa kita tahu untuk apa atau mengapa? Yang lebih parah lagi, betapa sering kita melakukan sesuatu karena... orang lain melakukannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Banyak hal. Seakan-akan kita tak tahu apa yang sesungguhnya benar-benar ingin kita lakukan untuk diri kita sendiri, sebagai diri kita sendiri. Terkadang kita melakukannya hanya karena orang lain telah melakukannya, atau karena orang lain ingin kita melakukannya, situasi ingin kita melakukannya. Kita tak lagi tahu diri kita sendiri, apa keinginan kita dan siapa sesungguhnya kita. Jika sudah seperti itu, seberapa banyak kebahagiaan bisa kita raih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Seorang teman saya yang sejak kecil ingin belajar menari balet tidak pernah bisa melakukannya keinginannya itu karena orangtuanya tak mengizinkan. Seorang teman lagi yang pandai memintal, malah dihardik orangtuanya dengan kalimat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kamu disekolahkan bukan untuk jadi penjahit!"&lt;/span&gt; Seorang teman lagi menjadi pengikut tren habis-habisan karena, kata dia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya, namanya juga anak muda!"&lt;/span&gt; Lalu ada pula yang setengah mati diet karena merasa bahwa yang ideal adalah yang seperti bintang iklan. Ada yang bolak-balik ke salon meniru artis ini atau artis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Semuanya menjadi serba seragam, kita kehilangan keunikan kita. Seolah-olah ada begitu banyak komando yang datang dari luar diri kita untuk kita turuti. Tak lagi bebas mengekspresikan diri kita hanya sebagai diri kita sendiri, kita seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Tak lebih dari sekadar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'pengikut (follower)'&lt;/span&gt;. Lucunya, terkadang kita bisa merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Ah, seandainya kita tahu apa yang sedang kita lakukan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i&gt;"Kita lahir bukan untuk dibodohi, Kita lahir bukan seperti domba yang bisa dikebiri,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i&gt;tapi Kita lahir untuk memilih menjadi diri Kita sendiri"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-7065867193734592685?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/7065867193734592685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=7065867193734592685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7065867193734592685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/7065867193734592685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/jadi-apa-yang-sedang-kita-lakukan.html' title='Jadi, Apa Yang Sedang Kita Lakukan?'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1820467930922927012</id><published>2008-02-27T07:26:00.010+07:00</published><updated>2008-12-10T02:29:03.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Sama-Sama'/><title type='text'>Bunuh TV-Mu, Hidupi Hidup-Mu !!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SIZ4R0iKZCI/AAAAAAAAAEg/npBMN6g5vrQ/s1600-h/Matikan+TV-mu%21.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225996665165079586" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SIZ4R0iKZCI/AAAAAAAAAEg/npBMN6g5vrQ/s320/Matikan+TV-mu%21.jpg" style="cursor: pointer; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Agaknya betul kata Marshall McLuhan bahwa televisi hanya membawa kebrutalan perang ke dalam ruang keluarga yang nyaman. Vietnam, menurut McLuhan, takluk dalam ruang-ruang keluarga Amerika, bukan di medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seperti itu, kini, siapa yang berani melawan kekuatan televisi? Dengan kehadirannya yang begitu masif dan sesnsaional di tengah ruang keluarga, rasanya sulit mencegah hegemoni televisi terhadap kehidupan kita. Dibandingkan media lain, seperti buku, televisi merupakan suatu hiburan yang paling diminati oleh masyarakat. Walaupun harganya tidak bisa dibilang murah, tapi adalah suatu keharusan bagi setiap keluarga untuk setidaknya punya satu pesawat TV di ruang tamu mereka. Televisi tidak hanya hadir untuk keluarga berada, tapi ia juga mampu memberi hiburan sampai ke pelosok desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian, menunjukkan bahwa televisi memiliki daya penetrasi jauh lebih besar daripada media informasi lainnya. Penetrasi televisi mencapai 90,7 persen, bandingkan dengan radio (39%), surat kabar (29,8%), majalah (22,4%), dan internet (8,8%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nielsen Media Research (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, perkembangan awal dari media televisi adalah sekitar tahun 1960-an. Soekarno tidak ingin negaranya dibilang ketinggalan jaman oleh negara lain. Oleh karena itu, selain membangun Monas dan Hotel Indonesia, televisi adalah salah satu monumen yang diperjuangkan oleh Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Soeharto berkuasa, fungsi dari televisi digunakan bukan sebagai media massa, tapi sebagai media pemerintah seperti memberitakan berita ataupun propaganda. Dia ada untuk pemerintah dan dia melayani pemerintah. Masyarakat dibuat bodoh, karena setiap orang hanya cukup duduk diam, lihat dan dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, lebih dari 70% uang yang beredar, berada pada keluarga orang-orang Soeharto saja. Maka pada awal tahun 1990-an, muncullah lebih banyak lagi media-media swasta. Bukan karena masyarakat butuh media baru, tapi karena kelebihan uang, sejak yang mempunyai saham atas perusahan-perusahaan TV swasta adalah orang orang dari "golongan terpilih" Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, televisi menjadi sebuah episode baru dari sebuah kehancuran. Karena setelah masyarakat dibuat bodoh, generasi-generasi baru dibuat menjadi konsumtif. Sampai sekarangpun televisi belum mampu memberikan informasi yang benar-benar layak di konsumsi (kalaupun ada itupun jumlahnya sedikit sekali). Setelah kejatuhan Orde Baru, media televisi menjadi lahan bisnis yang empuk untuk para konglomerat-konglomerat yang juga ingin bermain didalamnya. Sehingga tujuan dari televisi, bukan lagi sebagai media informasi, tapi hanya sebagai media eksploitasi untuk mengeruk keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan media televisi melenggang begitu saja adalah tindakan bodoh. Pasalnya, di setiap waktu, televisi selalu melancarkan teror (mental dan perilaku) kepada masyarakat. Ada berbagai permasalahan yang serius berkenaan dengan media televisi. Apalagi, ketika kita mengetahui bahwa media ini lebih banyak diserap masyarakat menengah ke bawah. Pasalnya, kelompok masyarakat ini cenderung tidak kritis dan menelan mentah-mentah semua yang ditampilkan di televisi. Artinya, meskipun program stasiun TV nihil tanggung jawab, masyarakat akan tetap menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah teror media televisi bekerja. Caranya dengan mengeksploitasi semua keinginan masyarakat, perusahaan-perusahaan TV mulai berlomba-lomba menciptakan program-program yang memuaskan keinginan dan mewujudkan 'mimpi' masyarakat. Sehingga, televisi hanya akan menjadi pelayan yang mengilusi dan meninabobokan, tetapi tidak mempunyai daya untuk membangun masyarakat. Dan pada akhirnya peran televisi adalah 'menjual bukan memberi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi bahasa saja bisa kita lihat terornya. Pemakaian bahasa gaul dan populer ala Jakarta, seperti lo-gue dan so what gitu loh, akhirnya merambah sampai ke Aceh, Manado, bahkan Papua. Juga soal gaya hidup remaja Jakarta yang ditiru remaja-remaja di daerah terpencil. Budaya imitatif ini tumbuh marak sebagai konsekuensi logis dari pesona superfisial yang ditampilkan media televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala peniruan atas apa yang ditampilkan di televisi, pada gilirannya akan mendorong tumbuh-suburnya budaya pop (pop culture) yang rendahan, yang dikangkangi oleh kekuatan kapitalis/modal. Rekayasa sosial (social engineering) terjadi bukan karena kesadaran masyarakat untuk pengembangan, melainkan terjadi karena hegemoni kekuatan modal yang membentuk masyarakat semakin tergantung (dependent) pada media televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika komersial membuat berbagai program acara televisi menjadi seragam bentuknya. Ketika suatu program menjadi laris-manis maka program-program serupa juga semakin bermunculan. Persis sebagaimana kita berada di tengah pasar malam, semua stasiun televisi menayangkan kegemerlapan, pesona fisik, dan hal-hal lain yang superfisial. Di balik kegemerlapan, ke-glamouran dan hal-hal superfisial itulah, dipropagandakan keasyikan terhadap hal-hal yang berada di luar kesadaran diri. Kemudian muncul kekaguman dan kebahagiaan di luar batas, sehingga memicu kegandrungan untuk terus mengkonsumsi, untuk terus hidup dalam gaya modern dan kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kepribadian yang kemudian menonjol adalah individualisme. Nilai-nilai moralitas, sosial-kemasyarakatan, mulai terpinggirkan oleh hal-hal yang superfisial, seperti materi dan jabatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;i style="color: #674ea7;"&gt;"Jika ingin menjadi manusia baru, manusia yang sadar diri, maka beranilah untuk: Matikan TV-mu! Ataupun jika anda belum berani seperti itu, maka mulailah dari sekarang untuk: Matikan Otak-mu dari Pengaruh Buruk Propaganda Media TV!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1820467930922927012?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1820467930922927012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1820467930922927012' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1820467930922927012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1820467930922927012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/bunuh-tv-mu.html' title='Bunuh TV-Mu, Hidupi Hidup-Mu !!!'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SIZ4R0iKZCI/AAAAAAAAAEg/npBMN6g5vrQ/s72-c/Matikan+TV-mu%21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-6473157367797045495</id><published>2008-02-27T06:40:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T18:31:06.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Penghancuran Nurani</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Bersifat destruktif bukan produktif&lt;br /&gt;Kita selalu terlihat ingin menghancurkan&lt;br /&gt;Ketika kesempatan muncul&lt;br /&gt;Kita selalu ingin lebih dan mengambil alih semuanya&lt;br /&gt;Tidak pernah ada kata cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisi kita layaknya obor&lt;br /&gt;Yang siap membakar semuanya&lt;br /&gt;Akan tiba saatnya&lt;br /&gt;Ketika semua akan dibumihanguskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati kemanusiaan&lt;br /&gt;Apakah tentang ketamakan dan kebencian?&lt;br /&gt;Takdir hidup kemanusiaan&lt;br /&gt;Apakah tentang penindasan dan penderitaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc33; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 28 Okt '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-6473157367797045495?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/6473157367797045495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=6473157367797045495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6473157367797045495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/6473157367797045495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/penghancuran-nurani.html' title='Penghancuran Nurani'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-1493842901325141744</id><published>2008-02-27T06:39:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:31:42.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunike Tuhan'/><title type='text'>Menjilat Neraka, Meludahi Surga</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Murka parang yang terus mengkilat&lt;br /&gt;Mencabik &amp;amp; membasahi raga bernyawa&lt;br /&gt;Dengan darah yang penuh dosa&lt;br /&gt;Selamanya terlelap &amp;amp; takkan pernah lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap detik malam yang kulalui&lt;br /&gt;Dijarah &amp;amp; diperkosa oleh keparat duniawi&lt;br /&gt;Bunga tidurku yang selalu kelam&lt;br /&gt;Semakin gelap oleh nyanyian dendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit ini yang terus berkarat&lt;br /&gt;Menggerogoti otak dengan pikiran laknat&lt;br /&gt;Mengotori jantungku membelah nafasku&lt;br /&gt;Bagaikan setan yang terbelenggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjilat neraka, meludahi surga&lt;br /&gt;Iblis-iblis pun ikut tertawa&lt;br /&gt;Tergoda untuk menyeretku bersama mereka&lt;br /&gt;Dan akupun hancur lenyap tak tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai malaikat tunjukkan cahaya&lt;br /&gt;Wahai Tuhan maaf ku tak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc33; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 17 Des '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-1493842901325141744?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/1493842901325141744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=1493842901325141744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1493842901325141744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/1493842901325141744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/menjilat-neraka-meludahi-surga.html' title='Menjilat Neraka, Meludahi Surga'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-4511149082447225809</id><published>2008-02-27T06:38:00.002+07:00</published><updated>2008-11-06T18:33:51.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Untuk Dunia'/><title type='text'>Kenapa?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kenapa darah itu merah?&lt;br /&gt;Kenapa bukan putih, hitam, biru, hijau atau yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bukan bulan dan bintang saja yang menjemput pagi?&lt;br /&gt;Biar matahari yang menyapa malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa iblis dan setan itu ada?&lt;br /&gt;Kenapa Tuhan tidak melenyapkan saja mereka&lt;br /&gt;Biar dunia ini terasa lebih indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ada si miskin &amp;amp; si kaya?&lt;br /&gt;Kenapa tidak semuanya sederajat dan setara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa begini?&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;Banyak hal yang mengundang tanya&lt;br /&gt;Namun tak satu pun kata yang mampu menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung...&lt;br /&gt;Pada semua pertanyaan&lt;br /&gt;Aku takut...&lt;br /&gt;Pada semua jawaban&lt;br /&gt;Karena realita sering berkata,&lt;br /&gt;"Tidak semua yang kamu dengar itu benar"&lt;br /&gt;Tapi kenapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...&lt;br /&gt;Kalau begini lebih baik aku diam saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Gresik, 11 Nov '07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-4511149082447225809?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/4511149082447225809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=4511149082447225809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4511149082447225809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/4511149082447225809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/kenapa.html' title='Kenapa?'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-2879098207688307033</id><published>2008-02-27T06:37:00.007+07:00</published><updated>2008-11-06T18:32:56.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Apakah Aku Diciptakan Hanya Untuk Mati?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Seonggok embrio tak berdaya&lt;br /&gt;Boneka Tuhan hasil karya sempurna&lt;br /&gt;Robot mainan eksistensi Sang Pencipta&lt;br /&gt;Menanti giliran dilempar ke dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah yang mengalir atas nama cinta&lt;br /&gt;Dilengkapi profan yang maha dahsyat&lt;br /&gt;Terlahir dari lubang vagina yang merekah&lt;br /&gt;Diiringi jerit perih menyayat hati&lt;br /&gt;Dan terciptalah manusia tak berharga&lt;br /&gt;Isak tangis tak berdosa&lt;br /&gt;Rengekan dan ratapan suci&lt;br /&gt;Memecah suasana malam tanpa kebisingan&lt;br /&gt;Terdiam tergolek diatas raga dan nyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio itu kini sudah bertransisi&lt;br /&gt;Bertransformasi dengan hati nurani&lt;br /&gt;Terombang-ambing oleh paradigma duniawi&lt;br /&gt;Mengadili persepsi dan bermain Tuhan&lt;br /&gt;Kebencian, kemarahan dan ketidakpuasan&lt;br /&gt;Menjelma menjadi nafsu perlawanan&lt;br /&gt;Teriakan resistensi ketika kebebasan terancam dari jiiwa&lt;br /&gt;Konsistensi penolakan atas kebusukan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika saatnya telah tiba&lt;br /&gt;Arwah ini akan kembali kepada Sang Penguasa&lt;br /&gt;Menunggu untuk diadili&lt;br /&gt;Dihadapan para setan dan malaikat&lt;br /&gt;Yang menyajikan retorika surga dan neraka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc33; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Malang, 19 Nov' 07)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8716595224795498151-2879098207688307033?l=xmelawanarusx.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/feeds/2879098207688307033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8716595224795498151&amp;postID=2879098207688307033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2879098207688307033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8716595224795498151/posts/default/2879098207688307033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmelawanarusx.blogspot.com/2008/02/kelahiranku-adalah-kematianku.html' title='Apakah Aku Diciptakan Hanya Untuk Mati?'/><author><name>ERWIND EGALITE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03798382246151944828</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_q-cP_RsILMM/SbGmyxbYXoI/AAAAAAAAAH0/ErsBHCeCvmc/S220/n1547208985_181161_300407.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8716595224795498151.post-5510135044975339117</id><published>2008-02-27T06:37:00.006+07:00</published><updated>2008-11-06T18:32:49.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajiner'/><title type='text'>Kalambarzah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Dihajar...&lt;br /&gt;Dipukul...&lt;br /&gt;Dihempas...&lt;br /&gt;Hingga akhirnya diberangus sampai tak bersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...&lt;br /&gt;Itulah waktu&lt;br /&gt;Yang mungkin tak dapat ku elak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu akan membunuhku&lt;br /&gt;Waktu pula yang akan membawaku&lt;br /&gt;Pada sebuah 'waktu'&lt;br /&gt;Dimana ku dan Dia bertemu&lt;br /&gt;Memberiku sejuta pertanyaan&lt;br /&gt;Dihadapan para profan yang menunggu giliran&lt;br /&gt;Ku berdiri, berdiskusi, tanpa mampu memberi&lt;br /&gt;Tameng-tameng argumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...&lt;br /&gt;Hanya kusendiri...&lt;br /&gt;Telanjang tak terlindungi&lt;br /&gt;Tanpa segelas kopi panas Indocafe&lt;br /&gt;Tanpa sekaleng biskuit Regal&lt;br /&gt;Tanpa kaos Proshop dan 347&lt;br /&gt;Tanpa All Star&lt;br /&gt;Tanpa pemikiran konsumtif yang didunia berakar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kan kuterima&lt;br /&gt;Lembara
